JIB | Kab Bekasi- Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program pemerintah, sebagai upaya penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat. Program Kemensos ini begitu bermanfaat bagi kalangan Ekonomi kebawah, namun masih ada saja segelintir oknum yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Jumat (11/10/2019).

Salah satunya ditemukan dengan dugaan adanya pemotongan Administrasi terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Di Desa Kerta Jaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi, yaitu An salah satu keluarga penerima manfaat (KPM), mengeluhkan dengan adanya pemotongan wajib bagi KPM sebesar 10% dari total bantuan yang dia (an_red) terima.

Di langsir dari media online Fokusberitanasional.com bahwa setiap pencairan ATM di kumpulkan oleh ketua kelompok lalu dengan otomatis akan di potong 10% oleh ketua kelompok.

Keluhan tersebut sudah di sampaikan oleh An kepada pendamping Desa, namun hasilnya hanya menyarankan bahwa bersyukur atas apa yang telah di terima, atas ketidaknyamanan An terkait pemotongan tersebut. An pun di duga telah di intimidasi dengan ancaman bahwa akan tidak di urus kepesertaannya sebagai KPM apa bila tidak mau di potong 10%.

Dalam pengakuan An bahwa pendamping PKH Desa Kerta jaya sangat mengetahui dengan adanya pemotongan, namun Pendamping Desa tersebut seakan menutup mata , Di sinyalir kuat pendamping PKH Desa pun ikut serta di dalam pemotongan tersebut.

“KPM di RT saya ajah kurang lebih 100 (seratus) orang, dengan menerima bantuan yang berpariasi, ada yang 1 juta, bahkan ada yang lebih ada yang kurang. Jika itu semua di potong 10% berapa itu totalnya.” Paparnya.

An menambahkan bahwa pada bulan ini saya yang seharusnya dapat tapi bulan ini saya tidak dapat bantuan PKH, entah apa yang terjadi namun saya tidak dapat informasi sama sekali baik dari ketua kelompok maupun pendamping Desa, dengan tidak dapatnya saya pada bantuan yang sekarang turun.

“Bahkan bukan hanya saya, namun ada beberapa orang juga yang pada bulan ini tidak dapat transferan dari bantuan PKH, ini semua menjalur dengan beberapa orang yang tidak mau di potong 10% termasuk saya” Jelasnya.

Saat di Konfirmasi awak media Melalui pesan WhatsApp kepada pendamping Desa. Namun Tak kunjung ada jawaban sampai berita ini tayang. (Red)
(Ltf).