JIB | Indramayu,- Program Rumah Tidak Layak huni Kecamatan Arahan di tenggarai ada persekongkolan antara beberapa pihak namun isu itu di tepis oleh pemilik material H Sarnita bontot.

Sempat beredar pemberitaan yang tendesnsius dalam sisi menyikapi Program Rutilahu 2019,beberapa Desa di kecamatan Arahan Pemilik material angkat bicara menyikapi tulisan tersebut. Jumat, (11/10/2019)

“Kita memberi harga sesuai standar,dan bukan mark up karena kita juga memakai dana talangan 50% mangga bisa di bandingkan dengan material yang lain kita sesuai dengan standar harga malah harga dari kita lebih bagus untuk penanganan program Rutilahu jangan membenturkan kita dengan masyarakat terkait harga karena di awal juga sudah terjalin kesepakatan dengan masyarakat” Papar bontot.

Senada dengan H.Sarnita Bontot,pemilik material lain diDesa Cidempet kecamatan Arahan merasa Tohidin (40) merasa ada yang janggal terkait keteranganya yang sudah dimuat di media beberapa waktu lalu,bertujuan untuk meluruskan Tohidin memberikan keteranganya supaya tidak terjadi kesalahpahaman.

“Saya menganggap wajar dengan harga yang sudah di berikan oleh haji sarnita apalagi talangan program 50% itu sesuai standar,bahkan kalo saya yang di kasih mandat seperti demikian mungkin kita juga sama akan memberi harga demikian karena harga tersebut masuk akal, ya supaya tidak salah paham saya konfirmasi luruskan di sini terkait permasalahan kutipan kata kata saya beberapa waktu lalu dan meminta maaf ” Tandas Tohidin.

Sementara dari sisi masyarakat penerima bantuan Di Desa Tawangsari, Arahan Kidul,Arahan Lor dan Tawangsari Merasa Program Rutilahu 2019 sudah berjalan dengan benar dan merasa terbantu dengan program yang di gelontorkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
Masyarakat Desa Arahan Kidul Suratno 40 dalam video mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Jawa barat Program Rutilahu di Desanya sudah berjalan dengan semestinya.

” Program sudah berjalan dengan semestinya kita juga merasa sangat terbantu perihal harga kita memahaminya dan itu sudah sesuai dan kami menerima, sudahlah untuk pihak media jangan miringin berita, kita disini tidak ada masalah, terimakasih buat bapak gubernur jawa barat rumah kami menjadi layak huni Jawa barat Juara ” Terang pria yang kerap disapa Nano madrim tersebut.

Di kesempatan yang sama dalam wawancara di rumahnya masyarakat Desa tawangsari Nining juga mengungkapkan program tersebut sangat dinantikan karena rumahnya menjadi lebih layak karena bantuan tersebut.

” Terimakasih Bapak Gubernur Atas Program Rutilahu di Tawangsari sudah kami terima dan sudah berjalan dengan baik terimakasih bapak gubernur” Tutup Nining.

Sebanyak 15.000 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Jabar direhabilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2019 ini. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 189.000 unit Rutilahu yang akan direhab oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Jabar selama masa kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Sebanyak 30 persen ada di Priangan Timur, selebihnya menyebar di kota/kabupaten lainnya termasuk di Indramayu. (Dre)