JIB | Kab Indramayu,- Seorang anggota LSM Jagantaka di wiliyah Kabupaten Indramayu, “M” warga Ujungaris menjadi korban pengroyokan oleh beberapa orang di Desa Ujungaris, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Senin, (21/10/2019).

Kejadian tersebut pada pukul 00.15 WIB dini hari tadi, tidak diketahui sebab terjadinya pengroyokan tersebut, namun beredar keterangan dikalangan group Watsapp himpunan Wartawan bahwa korban di keroyok oleh para pelaku terkait Baliho yang bertuliskan (Lanjutkan 2 Periode) dan para palaku ini diduga atas suruhan oknum kuwu (Kepala Desa) setempat atau di duga simpatisan kuwu.

Sementara korban M saat di temui di Kantor Kepolisian Polsek Widasari membenarkan adanya pengeroyokan tersebut,

“Iya benar, saya menjadi korban pengroyokan.” Tegas M

Selanjutnya M saat ini dia sedang menuju ke RSUD Indramayu didampingi istri untuk melakukan Visum.

AAP salah satu rekan Munadi yang berada di lokasi kejadian mengatakan, tak jauh dari lokasi acara dalam perjalanan pulang, AAP di kejar oleh salah satu warga dan menghentikan kendaraan motornya lalu merampas kunci motor tersebut.

“Saya lagi jalan, kemudian saya lihat belakang lewat spion motor, terlihat ada seorang laki-laki berlalri mengejar saya, lalu menghentikan paksa dengan memegang pegangan jok belakang, saya tidak tahu nama orang tersebut” Katanya Selasa 2e/10/2019.

AAP menambahkan setelah motornya dihentikan paksa dan kuncinya dirampas. AAP ditanya oleh orang itu dengan pertanyaan yang tidak ia pahami.

“Saya tidak tahu, kenapa dia menghentikan motor saya lalu dia menanyakan apa yang saya tidak paham, Kamu temannya Agus ya, kamu ngomong apa aja di sana” Imbuhnya mengulang perkataan orang yang menghentikan motor miliknya.

Menurut AAP usai ditanya seperti itu, beberapa warga lain berdatangan dan mengepung dia, lalu salah satu warga lain yang diketahu bernama Wlidin, menanyakan kembali kepada AAP terkait keberadaannya di lokasi acara.

“Kamu siapa, dan ada keperluan apa di sini” Terang AAP menirukan Walidin.

AAP mengaku usai mengatakan bahwa dirinya wartawan, Walidin langusng menanyakan KTA.

“Saya dari media saya mau meliput acara ini, kemudian KTA saya diminta lalu dibawa sama orang dia” Pungkasnya.

Sementara ditempat terpisah, Selasa 22/10/2019, beberapa awak media mencoba mendatangi kantor Desa Ujungaris untuk mencari informasi lebih jelas, namun Kuwu Tatang tidak bearad di tempat.

Hingga berita ini dimuat, Munadi selaku korban pengeroyokan sudah melaporkannya ke pihak kepolisian. (Dre)