JIB | Indramayu, – Kurangnya pengawasan pembangunan proyek rabat beton tahun anggaran 2019 tahap II (Dua) Desa Lajer Kecamatan Tukdana, kabupaten indramayu, Provinsi Jawa Barat, terkesan dikerjakan dengan asal-asalan bahkan dikerjakan dengan kualitas rendahan dan asal jadi hingga bangunan tersebut yang belum lama dikerjakan sudah rusak dan mengelupas. Sabtu, (26/10/2019)

Sa’at awak media kroscek ke lokasi tersebut pada hari selasa 08/10/2019 terlihat proyek rabat beton tahap dua yang anggarannya dari dana desa jelas nampak dibeberapa blok atau gang sudah pada mengelupas atau rapuh, pertama digang TARPIN RUMINAH SUKABAKTI Dengan volume P.78M- L.2.20M- T.0.12 jumlah biaya Rp 25.695.000,. – Gg MUKMIN (SUKABAKTI). Volume P.50M.-L.2 M- T.0.12. Dengan biaya Rp 15.437.000,- Gg DASKIM (SUKABAKTI). Volume. P.26 M- L.3 M- T.012. dengan biaya Rp 11.855.000,- Gg RADI-DURMA (SUKABAKTI. volume P.68M- L.2M- T. 0.12. dengan biaya Rp 20.797.000,- Gg KUWU SUJONO (SUKABAKTI) Dengan volume P.82M- L.2M- T. 0.12. Dengan biaya 24.897.000,-

Menurut keterangan dari warga di setempat mengatakan. Saya sebagai masyarakat Desa Lajer sangat senang karena jalannya sudah di cor, tapi yang saya tidak senang kenapa cor baru berapa minggu atau bulan sudah pada hancur mengelupas. Watue pada kewalik nyrembul metu kabeh lan awue ngebul yang kalau di artikan ke dalam bahasa Indonesia Batunya pada terbalik dan pada keluar serta abunya bikin polusi belum lagi kalau ditimpa saat musim hujan kena angin dan panas aja sudah pada rapuh dan hancur.

Lebih lanjut masih katanya. “Terus terang saya percaya sama orang nomer satu didesa Lajer kami sangat percaya pembangunannya merata, tapi pembangunannya jangan asal-asalan dan tidak berpikir kedepannya serta cara kerjanyapun tidak transparan. Saya minta ke pihak terkait sidak langsung kelapangan jangan cuma duduk dikursi aja,” tandasnya

Haji Dulkarim sebagai tim monitoring kecamatan tukdana untuk pembangunan Dana Desa rabat beton, saat awak media sambangi dikantornya di hari selasa tanggal 08/10/2019 pukul 09.00 WIB ia menjelaskan.

“Sebelumnya kuwu lajer sujono sa’at media klarifikasi proyek rabat beton dari dana desa memakai mollen biasa tanpa redhimic menurutnya Tidak jadi masalah mau pakai mobil cor redhimic atau pakai molen biasa yang penting hasilnya terbukti dan terlihat ada, walaupun pakai molen biasa masyarakat sangat senang karena semua masyarakat Desa Lajer ikut semua bekerja ikut makan jadi nggak sia-sia, kalau masalah hasil bagus dan jelek tidak ngaruh yang penting ada hasilnya ada pekerjaannya, Kalau masalah kualitas itu tidak jdi masalah mau kekuatannya lama atau enggak itu gak penting yang dilaksanakan.” Tegas kuwu lajer sujono. (Dre)