JIB | Kabupaten Bekasi- Di depan Puluhan Awak media haji sardi L.O Partai Golkar Komisioner Kabupaten Bekasi yang mengurus seluruh persyaratan Eka Supria Atmaja Menyampaikan bahwa Tudingan dugaan Ijazah palsu Eka Supria Atmaja itu tidak benar, dan Eka Supria Atmaja itu Lulusan Universitas Borobudur Tahun 1996. Senin (04/11/2019).

Terkait pemberitaan yang beredar pada saat ini, tentang PDPT Dikti di internet itu dibuka pada tahun 2006, sedangkan Eka Supria Atmaja sendiri lulusan 1996, ada Kemungkinan pihak Kampus lupa mencantumkan nya ke PDPT tersebut.

Bahkan di tahun 2017 saat pemilihan kepala daerah (PILKADA) haji sardi mengurus persyaratan untuk verifikasi data ke universitas Borobudur, dan rektor nya juga bangga ada alumni dari universitas Borobudur mencalonkan diri menjadi wakil bupati.

Saya mengurus persyaratan
Sebelum mencalon kan wakil Bupati Bekasi itu proses verifikasi data sangat ketat, dan apabila ada kejanggalan KPU harus bertindak dan memberikan sangsi, dan nyatanya Eka Supria Atmaja lolos dan di terima semua kebenaran data nya oleh KPU.

dari mulai identitas pribadi (KTP), Ijazah terakhir dan (Laporan harta kekayaan pejabat negara) LHKPN sampai ke Mahkamah Konstitusi itu di urus oleh haji sardi selaku L.O komisioner DPD Golkar kapubaten Bekasi.

Arif sebagai tim Advokasi hukum menyampaikan ” kami dari Komisioner Golkar DPD kabupaten Bekasi atas berita yang beredar dugaan ijazah palsu dengan rendah hati memaafkan kepada berita yang sudah beredar agar segera meminta maaf dan apabila ada berita opini yang masih beredar atas tudingan dugaan tersebut, kami akan bertindak tegas dan akan kami layangkan surat somasi.

“Dan akan kami laporkan dengan Undang-undang pencemaran nama baik dan UU ITE, karena ini bukan lagi menyangkut Bupati Bekasi, tetapi menyangkut tentang Marwah Partai Golkar Komisioner kabupaten Bekasi.” Tutupnya. (Obet)