Proyek pekerjaan yang di tinggalkan oleh pekerjanya.

JIB | Pebayuran- Dinas dan konsultan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi diduga tutup mata dengan tidak terteranya jumlah anggaran, alias tidak ada papan proyeknya. Belum lama ini. Demi membidohi masyarakat dan aparatur pemerintah Desa.

Ketua TPK Desa Karang Patri sekaligus tokoh masrakat H, Ae angkat bicara sangat menyayangkan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pemenang proyek tersebut.

”Kegiatan seperti ini harusnya di pasang papan proyeknya, jangan disembunyikan, terkesan tertutup dan ilegal, ada apa?” H, Ae

Tempat terisah menurut kades Karang Patri, Kasidi pihak kontraktor sangat tidak menghargai ke beradaan kepala desa, dirinya pernah memnggil pihak rekanan tapi tidak di respon, dinas pupr agar bisa mengahrgai kades dan aprat desa karang patri kecamatan pebayuran dan jangan ada ke bohongan dalam pekerjaan teknis dilapangan pada bulan lalu (18/10/2019).

“Seharusnya sebagai sarana informasi publik papan proyek tetap harus dipasang dan di isi untuk memberikan informasi kepada publik bahwa anggaran tersebut jelas bukan anggaran pribadi?? Anggaran dari mana itu harus jelas, berapa totalnya? Ketebalan berapa? lebar berapa ? dan panjang berapa jangan umpet-umpetan terkesan ngelabuhin masyarakat,”tandas kadas Karang Patri karsidi.

Ada beberapa meter yang belum di kerjakan

Pihaknya akan melakukan pengamatan, pengawalan dan mendokumenkan yang sifatnya menyangkut anggaran negara, hingga selesai kegiatan yang nantinya akan dijadikan bukti-bukti jika ditemukan adanya dugaan kecurangan untuk di laporkan kepada intansi terkait. ke Camat Pebayuran dan Penegak hukum.

“Saya akan melakukan pengawalan, pemantauan terus menerus dan mendokumentasikan setelah itu akan kami laporkan ke intansi terkait, karena proyek ini terindikasi adanya dugaan kecurangan dan tidak ada pengawas PPTK dan konsultan di lapanga dan juga tidak transparan kepada publik,”tutupnya dengan tegas.

Untuk mengetahui pekerjaan tersebut tim Media Jurnalindonesiabaru.com langsung datang ke lokasi pada hari jumat (01/11/2019), tepat di tengah sawah jauh dari penduduk, sehingga rekanan senaknya mengerjakan jauh dari pngawasan.

Bukan hanya itu ketika tim media jurnalindonesiabaru.com ke lokasi ada sebagian yang belum di kerjakan. (Sep/sup)