JIB |Cikarang Utara- Memasuki masa reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Bekasi, Dewan dari Partai Golkar dr. H Asep Surya Atmaja Dapil 6, di kampung RawaMakmur, RT 09/05 Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Jum’at (31/01/2020).

Dengan reses ini, untuk menjaring aspirasi masyarakat yang belum tertampung, dengan reses ini semua aspirasi masyarakat akan di jadikan bahan untuk evaluasi dan nanti bisa terealisasi di tengah-tengah masyarakat Cikarang Utara khusus nya Masyarakat Waluya Kecamatan Cikarang Utara.

Reses anggota Dewan DPRD Kabupaten Bekasi di hadiri oleh Kapolsek Cikarang di wakili, Koramil mewakili, Camat Cikarang Utara di Wakili, Muspika Cikarang Utara, Kepala Desa Waluya, Pj Karang Raharja, BPD, Karang Taruna, Ormas, Lembaga, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tamu undangan.

Camat Cikarang Utara di wakili oleh Irawan sebagai Sekcam mengatakan untuk kegiatan 2020 itu ada 193 kegiatan dan Alhamdulillah hari kita akan menjadi prioritas utama pendidikan dan membangunan SDN Waluya 03, dan usulan kita menjadi prioritas di reses dr Asep Dewan DPRD, di reses ini.

“Dengan adanya pengajuan di reses ini, semoga menjadikan yang utama untuk pembangunan masyarakat wilayah kecamatan Cikarang Utara khususnya di Desa Waluya” Ucapnya.

Kepala Desa Waluya Dedi Cahyadi mengatakan Alhamdulillah Program kita didukung oleh pak Dewan tentang sekolahan, di Desa Waluya ada dua sekolah yg tahun ini dengan anggaran 5 M, yaitu sekolah SD dan SMP.

“Jadi adanya reses ini dewan langsung ke masyarakat dengan adanya reses,. Pak dewan akan mendorong Aspirasi masyarakat, yang terutama air bersih karena Masyarakat Waluya banyak yang mandi di pinggir kali, insya Allah dengan reses ini menjadi agenda air bersih.”Beber, Dedi.

Lanjutnya, Hak pilih Waluya 20 ribu, dan yang paling utama harus ada lislagh perum BCL.

dr. Asep Surya Atmaja menjelaskan Dari kesehatan sendiri kami sudah menyiapkan Jamkesda dengan anggaran Rp. 20 Miliar. Maka ketika ada masyarakat yang sakit tidak ada lagi alasan rumah sakit menolaknya.

“Setiap tahunnya pengguna Jamkesda ada penaikan maka pihaknya pun menaikan anggaran Rp. 8 Miliar jadi Rp. 20 Miliar. Yang khususnya untuk masyarakat yang akan berobat ke rumah sakit.” Tutupnya. (Endang).