Wednesday, February 25, 2026
Home Blog Page 192

LPM Desa Sukasari Lakukan pengawasan Dan Tingkatkan Mutu Di Setiap Kegiatan

0



JIB | Seranga Baru – Banyaknya kegiatan dari pemerintah yang di salurkan ke Desa Desa sehingga perlunya ada pengawasan dari pihak- pihak terkait ,di mana dalam hal ini LPM lembaga pemberdayaan Masyrakat yang sangat berperan harus bisa mengotrol dan mengawasi secara maksimal pekerjaan yang sumber dananya dari pemerintah.

Ketua LPM Desa Sukasari Wardi Bin Amin mengatakan kepa awak media Senin 27/9/21 di sela sela ke sibukanya ” Saya sebagai ketua LPM Desa Sukasari merupakan tugas dan kewajiban saya untuk mengontrol dan mengawasi pembangunan yang ada di Desa Sukasari sehingga setiap pekerjaan yang bersumber dari pemerintah dapet terealisasikan dengan baik dan bangunannya sesuai dengan RAB, seperti yang sekarang sudah berjalan pembangunan Yang berasal dari Kementrian Pekerjaan Umum Dan Pemukiman Rakyat Di mana Kita membangun WC atau Sandes( Sanitasi Perdesaan Padat Karya) yang sekarang alhamdulilah sudah di bangun dan sudah bisa di nikmati oleh warga,” ujarnya.


Masih lanjut Wardi ” saya sangat ini memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga Desa Sukasari ,di mana masa jabatan saya masih panjang dan saya tidak mau menysia sikan jabatan saya,di mana setiap pekerjaan yang berada dari pemerintah saya laksana dengan penuh tanggung jawab ,dan kita kerjakan sesuai RAB,” pungkasnya.

Di tempat terpisah Kasi Kesra Kecamatan Serang Baru Darkim” untuk LPM Desa Sukasari jika ada kegiatan selalu lapor ke pihak ke Camatan sehingga kita bisa mudah memotoringnya ,dan pekerjaan itu bisa sesaua dengan rencana anggran biayanya,”pungkasnya. (Dede)

Wakil Ketua MPR Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon

0



JIB | Cirebon,- Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Anggota Komisi II DPR Prasetyo Hadi dan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Taufik Hidayat bersilaturahmi dengan pimpinan pondok Pesantren Buntet, Cirebon, KH. Adib Rofiuddin. Kunjungan ini untuk menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan terhadap santri dan warga sekitar di lingkungan pondok pesantren Buntet. 

Saat tiba di lokasi, Muzani dan romobongan disambut hangat oleh KH. Adib. KH. Adib pun turut menyambut kedatangan Sekjen Gerindra tersebut. Sebelum rombongan meninjau pelaksanaan vaksinasi, pimpinan ponpes Buntet mendoakan untuk keselamatan bangsa, negara, dan para pemimpinnya. Tak lupa, KH. Adib juga mendoakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto agar selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan umur panjang dalam berbakti kepada bangsa dan negara.

“Kami dan rombongan berterimakasih atas sambutan yang sangat hangat diberikan kepada kami oleh KH. Adib dan keluarga besar Ponpes Buntet, Cirebon. Ini adalah kehormatan luar biasa yang diberikan kepada kami, semoga silaturahmi dan nasihat yang disampaikan Kiai membawa keberkahan,” kata Muzani dalam kunjungan tersebut, Jumat (24/9). 

“Sebagai penyelenggara negara tentu saja banyak kekurangan, karena itu masukan-masukan dari semua kalangan sangatlah berguna bagi kami dalam menjalankan amanah. Dan atas doa beliau kepada bangsa, negara, dan para pemimpinnya, termasuk Pak Prabowo mudah-mudahan Allah kabulkan doa itu, amin” imbuhnya.

Di sisi lain, Muzani menyampaikan bahwa silaturahmi dengan para pemimpin ponpes seperti ponpes Buntet, merupakan pesan yang berulang yang disampaikan oleh Prabowo agar kita selalu dekat para tokoh agama, ulama, habaib, kiai, dan ustazah serta para pemimpin pondok pesantren. Mereka adalah teladan dan pemimpinan yang dipatuhi oleh masyarakatnya.

Saat menyaksikan vaksinasi yang diselenggarakan untuk 4 ribu santri dan masyarakat sekitar, warga dan santri tampak antusias mengikuti proses vaksinasi. Menurut panitia sejak pagi hingga sore, mereka mengikutinya dengan baik dan semua berjalan lancar seperti yang direncakan.

“Kami berharap vaksinasi ini memberi manfaat yang besar bagi santri dan masyarakat sekitar,” kata Muzani yang didampingi sejumlah anggota DPRD Jawa Barat dan Kabupaten/Kota Cirebon dari Fraksi Gerindra. Turut mendampingi Wakil Bupati Indramayu Luqi Hakim.

Menurut Muzani, vaksinasi merupakan upaya dan ikhtiar agar semua aktivitas baik sosial, budaya, ekonomi, politik, pendidikan dan keagamaan kembali berjalan normal. Covid-19 membuat terjadinya krisis di seluruh sektor kehidupan itu. Maka, vaksinasi adalah cara untuk menimbulkan optimisme agar dapat memulai kehidupan normal.

“Vaksinasi ini adalah upaya untuk memuliakan kehidupan manusia. Karena sejak dilanda Covid-19, kehidupan kita mengalami keterbatasan. Kemulaian yang kita miliki tidak bisa berlangsung normal,” katanya.

“Inilah cara kita kembali memuliakan kehidupan kita sebagai manusia. Sehingga kehidupan bisa kembali dimulai dengan baik setelah semuanya surut. Dengan begitu maka optimisme dan semangat bisa kita bangun kembali, termasuk kehidupan perekonomian, pemerintahan, pariwisata, keagamaan, dan pendidikan seperti di lingkungan pesantren ini setelah divaksin. Namun, jangan tetap patuhi prokes,” tutup Muzani yang juga Ketua Fraksi Gerindra di DPR itu. (As)

Silahturahmi dan Istiqhosah Senjata DPC Pejuang Siliwangi Indonesia Kabupaten Bekasi

0

JIB | Karawang,-  Hari ini Pejuang Siliwangi Indonesia Dewan Pimpinan Cabang   Kabupaten Bekasi, adakan acara silaturahmi dan Istighosah bersama Dewan Pimpinan Anak Cabang di setiap kecamatan se-kabupaten Bekasi, dengan acara ini  bisa memperkuat solidaritas dan kebersamaan sesama anggota.

Acara tersebut di laksanakan di Villa Tri Naga, Desa Mekar Buana, Loji Karawang di mulai dari pukul 18.00 wib s/d selesai,  di kediaman
Sarjai Mulyana.

Adapun acara Silaturahmi dan istighosah ini di pimpin langsung oleh Ustadz Dedi Mulyadi dari Tambun agar dalam menjalankan roda-roda organisasi berjalan lancar dan sesuai dengan AD/RT Pejuang Siliwangi Indonesia, bil khusus menjadi organisasi yang di sukai dikalangan masyarakat maupun pemerintahan Kabupaten Bekasi.

“Saya berharap dalam istiqhosah ini semoga apa yang kita niatkan di kabulkan oleh Allah, dan Pejuang Siliwangi Indonesia Kabupaten Bekasi menjadi organisasi yang benar-benar membela rakyat dan kaum yang terzolimi,” Ucap Ustadz Dedi Mulyadi, saat memberikan wejangan di Villa Naga Karawang (25/09/2021).

Lanjut. Ustadz Dedi Mulyadi, dengan demikian kita sebagai manusia atau yang gelut di organisasi ini harus kita imbangi dengan Jasmani dan Rohani, jangan kita beri makan terus jasmani kita, akan tetapi harus kita beri juga rohani kita dengan makan seperti berzikir, Istighosah agar berimbang antara Jasmani dan Rohani.

“Dan saya berharap  kepada teman temen Pejuang Siliwangi Indonesia dalam segala urusan apapun libatkan Allah SWT, agar kita di mudahkan segala urusan, sehingga berkah untuk organisasi, dan Inti dari acara ini adalah untuk meningkatkan taqwa kita kepada Allah” tutupnya.

Tempat terpisah Ketua DPC PSI Kabupaten Bekasi Budiawan di dampingi Sekjen Iin Solihin mengatakan Kita adakan acara silaturahmi dan Istighosah ini untuk mempererat hubungan antara DPC dan DPAC Se-kabupaten Bekasi, agar mengenal satu sama yang lain. Kita bertemu di manapun kita saling menyapa.

“Selain itu juga kita merapatkan barisan seluruh anggota Pejuang Siliwangi Indonesia DPC Kabupaten Bekasi untuk  sekema jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar kedepannya PSI bisa solid. Dan menjadi organisasi yang mengayomi masyarakat dan organisasi maupun pemerintah Kabupaten Bekasi” Jelasnya.

Lanjut. Ketua Budiawan Organisasi PSI ini terlahir dari para ulama besar di Jawa barat salah satunya Uce Poeradiredja di Segala Herang Subang, sehingga kita sebagai penerusnya harus mengikuti segala ajarananya dan kembali ke fitrah nya. Agar marwa Pejuang Siliwangi Indonesia tetap terjaga.

“Dan sebelum masuk PSI, kita harus paham   Catur Eka Marga  dan yang terpenting ada 4 ini, yang pertama Saling Asah, Saling Asih, Saling Asuh dan Siliwangi” tutupnya. (As)

Siap Siaga Lapas Cikarang Lakukan Pelatihan Pencegahan Dan Simulasi Kebakaran

0



JIB | Kabupaten Bekasi – Berdasarkan arahan Bapak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Yasona H. Laoly), Lembaga Pemasyarakatan melaksanakan Pelatihan Pencegahan dan Simulasi Kebakaran yang
bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi sebagai langkah-langkah antisipasi dan deteksi dini gangguan keamanan dan tata tertib serta penanggulangan bencana di Lapas tersebut.

Adapun kegiatan diikuti oleh Pejabat Struktural dan seluruh Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang yang juga melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan(WBP). Jumat, (24/09/ 2021).

Pelatihan ini diawali dengan pembekalan materi tentang unsur api, proses terjadinya
api dan klasifikasi api. Pada kegiatan ini juga disampaikan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan perawatan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Kegiatan dilanjutkan dengan praktek langsung di lapangan terkait penggunaan 2 (dua) jenis alat pemadam kebakaran yaitu secara modern dan tradisional.

Pada kegiatan praktek tersebut dilakukan pemadaman api dengan menggunakan alat pemadam kebakaran modern yaitu APAR dan alat pemadam kebakaran tradisional yaitu karung goni. Perwakilan pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan mengikuti kegiatan di lapangan dengan antusias.

Sebelum itu, Dinas Damkar Kabupaten Bekasi melakukan pengecekan dan uji
kelayakan seluruh APAR di Lapas Kelas IIA Cikarang. Dengan adanya koordinasi Dinas Damkar Kabupaten Bekasi melalui kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Simulasi Kebakaran, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan petugas dan warga binaan untuk dapat menghindari serta menyelamatkan diri dalam keadaan bahaya darurat. (Dede)

Syahrir Optimis Olahraga Teqball Tergabung di KONI

0

JIB |  Bandung – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Teqball, Syahrir berharap olahraga asal Hungaria yang memadukan tiga cabang olahraga seperti sepak bola, sepak takraw dan tenis meja ini dapat segera tergabung menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar.


Seiring diterimanya Teqball sebagai anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2021. Sehingga bisa diikutsertakan dalam turnamen daerah seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) di kemudian hari.

“Pihaknya terus melakukan sosialisasi dan coaching clinic dalam rangka mengenalkan olahraga Teqball di tengah masyarakat.” Kata Syahrir.

Sejauh ini kata Syahrir, sudah ada 13 Pengurus Cabang (Pengcab) yang sudah menyatakan kesiapannya untuk menjadi pengurus. Yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan dua lainnya dari total 27 kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat.


“Secara administrasi Teqball sudah memenuhi syarat untuk tergabung menjadi anggota KONI Jabar. Hanya tinggal mengikuti tiga Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Teqball, serta dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar.” Tambahnya.


Hari ini, kata Syahrit, melakukan coaching clinic sekaligus perkenalan dengan Pengcab. Alhamdulillah dalam setahun Teqball berdiri di Jawa Barat, sudah ada 13 Pengcab yang sudah menyatakan siap menjadi pengurus. Dengan adanya 13 Pengcab ini, untuk memenuhi syarat masuk ke KONI. Kami tinggal melakukan Kejurda dan Kejurnas, sebagai syarat tambahannya. Selain itu, kami juga akan membentuk atlet di kota dan kabupaten sebagai kesiapan Provinsi Jawa Barat mengikuti Teqball ke Kejurnas.


“Olahraga ini memang masih terbilang baru, yang berasal dari Hungaria. Dengan mengombinasikan sepak bola, sepak takraw dan tenis meja. Secara aturan pun kurang lebih sama. Secara sejarah, bisa dikatakan olahraga ini cukup ekslusif di negara asalnya. Mudah-mudahan bisa berkembang di Indonesia, khususnya di Jawa Barat,” Jelas Syahrir kepada Jurnal Indonesia Baru di Lapangan FPOK UPI, Jalan P.H.H. Mustopa, Jumat (24/9/2021).


Dalam hal ini menurut Syahrir sangat optimistis target Teqball Jawa Barat untuk menjadi anggota KONI dapat terpenuhi di tahun depan, sambil terus menyosialiasikan hingga terbentuk Pengcab di 27 kota dan kabupaten, serta mematangkan kesiapan di tiap daerah khususnya dalam mendulang atlet potensial yang dipersiapkan dalam kejuaraan daerah dan nasional.


“Insya Allah kemungkinan tahun depan bisa terkejar, kita bisa masuk menjadi anggota KONI Jabar. Soalnya tahun ini tinggal beberapa bulan lagi. Apalagi kan harus ikut Kejurda dan Kejurnas. Ditambah lagi masih dalam situasi pandemi Covid-19. Mudah-mudahan target kita, tahun depan sudah sah. Sehingga Teqball ini bisa menunjukkan eksistensinya.” Tutupnya.

Bangun Kolaborasi Mendisiplinkan Prokes, Kabupaten Pulau Taliabu Diberi Penghargaan

0



JIB | Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui
Direktorat Polisi Pamong Praja dan Linmas, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan, memberikan penghargaan kepada Bupati Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara H. Aliong Mus. Penghargaan itu diberikan atas dedikasinya selaku kepala daerah, dalam membina kesiagaan Satpol PP dan Linmas serta pencegahan bencana.

Penyerahan tanda penghargaan dalam bentuk piagam tersebut, diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Admnistrasi Kewilayahan Safrizal ZA, dan disaksikan Direktur Pol PP Linmas Kemendagri Benhard E. Rondonuwu
di Gedung H Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (21/9/2021).

Bupati Pulau Taliabu dipilih karena kerja kerasnya bersinergi bersama TNI-Polri dan masyarakat adat dalam
melaksanakan kegiatan operasi yustisi. Selain itu, bersama TNI-Polri dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, pemerintah setempat juga berkolaborasi dalam mengatasi pandemi, serta berupaya mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Benhard E. Rondonuwu menuturkan, pemberian penghargaan tersebut merupakan bagian dari bentuk rasa bangga dan apresiasi Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan kepada Bupati Pulau Taliabu beserta jajarannya. Mereka, kata dia, dinilai tak henti memberikan perhatian penuh terhadap Unit Kerja Satpol PP Kabupaten Pulau Taliabu.

Dia berharap, pembinaan Aliong Mus kepada Satpol PP Kabupaten Taliabu terkait penanggulangan bencana dapat menjadi motivasi bagi daerah lainnya. Sehingga, daerah lain dapat terpacu untuk meraih prestasi, khususnya terkait dengan pencegahan bencana. Dengan motivasi tersebut, jajaran Satpol PP dapat terdorong untuk bekerja secara profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya menjaga ketertiban umum, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota.

“Adanya koordinasi dan evaluasi antara pemerintah pusat selaku pembina, dengan penyelenggara penegakan Perda dan Perkada, ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat, diharapkan dapat mewujudkan aparatur yang disiplin, loyal dan berintegritas tinggi dalam pelayanan masyarakat,” ucap Benhard.

Dia menuturkan, Satpol PP memiliki peran penting dalam penanganan Covid-19 di sektor hulu, yakni mencegah penularan. Peran itu dilakukan dengan menegakkan aturan terkait penanganan dan mencegah terjadinya kerumunan, maupun mengurangi mobilitas masyarakat yang berpotensi terhadap penularan Covid-19.

Sedangkan peran di sektor hilir, Satpol PP dapat membantu memperkuat sistem kesehatan. Selain itu, Satpol PP juga bisa ditugaskan melacak orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif. Tak hanya itu, mereka juga dapat berperan mengimbau masyarakat agar melakukan isolasi mandiri, bila terkonfirmasi positif dengan gejala yang tak terlalu berat.

Sementara itu, Aliong Mus pun mengucap rasa terima kasihnya karena telah dipercaya mendapatkan penghargaan dari Kemendagri. Ia menyebutkan, penghargaan itu ia dedikasikan untuk seluruh jajaran Pemkab Pulau Taliabu dan seluruh masyarakat Taliabu yang telah mendukung dalam penanganan Covid-19. (AS)

GELAR VAKSINASI MASSAL DI DIY, GERINDRA PERCEPAT TARGET KEKEBALAN KOMUNAL

0




JIB | Yogyakarta,- Partai Gerindra Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta gelar vaksinasi massal pada, Kamis (23/09/2021). Giat ini dilakukan di Kantor DPD Gerindra DIY, Jalan Nitikan Baru Nomor 17, Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Ketua DPD Gerindra DIY Brigjen (Purn) RM Noeryanto, mengatakan bahwa vaksinasi massal ini diperuntukan untuk masyarakat umum yang belum mendapatkan vaksin dosis 1 atau pun 2.

Menurutnya, Gerindra sebagai partai politik memiliki tanggung jawab moral terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, salah satunya adalah pandemi COVID-19.

“Di tengah pandemi ini, kita sebagai partai politik wajib turut andil membantu pemerintah mempercepat pemulihan baik secara sosial maupun ekonomi, jalannya adalah vaksin ini,” ungkapnya

Lanjutnya, vaksinasi yang dilaksanakan Gerindra sebagai upaya dukungan pemulihan ekonomi, sebagai upaya memulihkan kepercayaan diri masyarakat Yogyakarta supaya sektor ekonomi bergairah kembali.

Namun Dia mengingatkan bahwa, vaksin bukan berarti menghilangkan potensi COVID-19 olehnya itu harus senantiasa menjaga protokol kesehatan, mencuci tangan, menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani didampingi Ketua OKK Prasetyo Hadi, Ketua DPP Danang Wicaksana dan Setyoko turut hadir memantau jalannya giat vaksinasi massal tersebut mengatakan bahwa Gerindra terus berjuang agar pandemi COVID-19 dapat segera berakhir dan program vaksin dari pemerintah dapat dirasakan merata oleh seluruh rakyat Indonesia

“Vaksin yang dimulai hari ini di DIY adalah komitmen Partai Gerindra untuk ambil bagian dalam program Vaksin pemerintah. Untuk DIY kuota sekitar 10 ribu vaksin akan didistribusikan. Yang merupakan bagian dari rencana Partai Gerindra mendistribusikan setengah juta dosis vaksin yang akan disebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Wakil Ketua MPR RI ini.

Untuk menarik masyarakat agar segera mendaftarkan diri, Gerindra DIY mengadakan doorprize. Beragam hadiah menarik disiapkan oleh panitia mulai dari kipas angin, magic jar hingga perlengkapan mandi. Suasana pun semakin meriah dengan lantunan musik-musik khas Jawa yang sedang trending di masyarakat.

Meski dibuat santai dan fun, panitia tetap mengutamakan protokol kesehatan masyarakat yang ketat, seperti setiap peserta vaksin wajib mengenakan masker di area vaksinasi, menyediakan tempat mencuci tangan dan selalu memperhatikan jarak antar peserta vaksin. (Red)

Prabowo Ingin Gerindra Selalu Dekat dengan Tokoh dan Ormas yang Memikirkan Masa Depan Bangsa

0



JIB | Yogyakarta – Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menemui Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir pada Kamis (23/9) di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut Ketum PP Muhammadiyah didampingi anggota PP Muhammadiyah lainnya, seperti Busyro Muqodas. Pertemuan ini merupakan upaya menjaga silaturahmi antara partai politik dengan organisasi kemasyarakatan. 

Menurut Muzani, silaturahmi seperti ini adalah cara untuk menjaga komunikasi antara pemangku kepentingan baik partai politik maupun organisasi kemasyarakatan. Meski berbeda fungsi, Muhammadiyah merupakan organisasi kemasyarakatan yang sejak dulu selalu berjuang demi kemajuan umat dan rakyat umum, terutama di jalur sosial, pendidikan, dan kesehatan.

“Silaturahmi ini adalah upaya menerima masukan dari setiap stakeholder termasuk organisasi seperti Muhammadiyah. Kami percaya Muhammadiyah adalah organisasi yang selalu memikirkan kemajuan bangsa dan negaranya. Yang dilakukan sejak kelahirannya jauh sebelum Indonesia merdeka di berbagai macam bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan,” kata Muzani dalam pertemuan itu. 

Muzani mengakui, bahwa Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto selalu berpesan untuk membangun silaturahmi dengan tokoh-tokoh dan ormas-ormas yang selalu berjuang untuk kemajuan dan memikirkan masa depan bangsa seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan banyak ormas lainnya. 

Maka pertemuan dengan Muhammadiyah ini merupakan realisasi atas perintah tersebut agar Gerindra selalu mendengarkan aspirasi yang disuarakan. 

“Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Pak Prabowo Subianto berpesan kepada kami untuk selalu dekat dengan tokoh-tokoh dan ormas-ormas yang selalu berjuang dan memikirkan masa depan bangsa dan negara. Seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan banyak ormas lainnya. Maka silaturahmi ini merupakan semangat Gerindra untuk terus menyerap dan mendengarkan dari para tokoh dan pemimpin ormas agar kami dalam berjuang di jalur politik dapat terus mempertajam perjuangan kami,”jelas Muzani yang juga Wakil Ketua MPR RI  itu. 

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir menyampaikan, meski memiliki perbedaan fungsi antara ormas dan partai politik, tetapi semua berujung pada satu tujuan yang sama yaitu demi kepentingan dan kemaslahatan umum yakni demi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai. 

“Kami sangat terbuka untuk berdiskusi dengan siapapun, termasuk partai politik. Sebab, mendekatkan ormas dengan partai politik menjadi suatu hal yang penting walau dengan fungsi yang berbeda, namun semua untuk kemaslahatan bangsa dan negara,” tegas Haedar. 

Dalam pertemuan itu pula Haedar menyampaikan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian Gerindra dan Muhammdiyah. Antara lain tetaplah menjaga persatuan bangsa, karena kemajuan teknologi melalui sosial media terkadang memberi kebebasan yang kadang kala terkesan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Sehingga akibatnya tugas dan beban organisasi seperti Muhammdiyah tambah berat. Seperti mencuci piring tanpa henti untuk menjaga persatuan ini. Bahkan kadang-kadang menjadi seperti pemadam kebakaran.

Hal lain yang disampaikan Haedar adalah perlunya menjaga kedaulatan baik di bidang ekonomi maupun politik, agar kekuatan negara dapat hadir di tengah-tengah rakyat. Sehingga persoalan pangan dan energi misalnya tidak bergatung pada bangsa lain. 

Di bidang ekomomi misalnya, kesungguhan untuk mendorong Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) kadang-kadang masih menjadi slogan, sehingga keberhasilan terhadap kemajuan UMKM masih tidak seperti yang diharapkan. Maka dari itu UMKM sebagai ekonomi berbasis kerakyatan masih tertinggal. 

“Untuk itu kami meminta agar partai politik turut mendorong apa yang menjadi pemikiran kami, agar kekuatan ekonomi kita bisa ditopang dengan mandiri dari kebangkitan dan keberhasilan UMKM. Perlu ada konsep besar dan kebijakan yang berani untuk menjadikan Indonesia yang mandiri dari kebangkitan dan keberhasilan UMKM,” tutup Haedar. 

Ketua Umum Muhammdiyah itu juga menyoroti isu amandemen UUD 1945. Menurutnya, PPHN jika dianggap sebagai keperluan kenapa harus melalui amandemen UUD, apakah tidak cukup hanya dengan UU. Muhammadiyah, menegaskan akan terus mengikuti perkembangan ini. 

Dalam pertemuan ini, Muzani turut didampingi oleh anggota DPR Fraksi Gerindra Prasetyo Hadi. Turut hadir jajaran pengurus DPD Gerindra Yogyakarta. Serta jajaran DPP Partai Gerindra seperti Dahnil Anzar, Danang Wicaksana dan Setyoko. (Red)

Obras Kain PKK Edukasi Pentingnya Rumah Bersih dan Sehat bagi Keluarga Indonesia

0


JIB | Jakarta – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat menilai keberadaan rumah yang bersih dan sehat menjadi dambaan setiap keluarga dan masyarakat. Rumah sebagai benteng pertahanan keluarga dan pilar utama sekaligus benteng pertahanan dalam melawan berbagai risiko penyakit, terutama pada masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian dalam sambutannya yang dibacakan Irma Zainal selaku Ketua Bidang III TP-PKK Pusat pada Webinar Obrolan Santai Kader Inspiratif PKK (Obras Kain PKK) dengan tema “Ibu, Ayo Bangun Rumah Sehat Indonesia”, Kamis (23/9/2021).

“TP-PKK berperan dalam memberikan pengetahuan terkait kriteria rumah bersih layak huni serta bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Tri Tito Karnavian dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Irma Zainal Yusharto, mengatakan, rumah sebagai tempat tinggal merupakan determinan yang akan mempengaruhi kesehatan individu, sehingga hal ini menjadi isu penting bagi kesehatan keluarga dan masyarakat.

“Salah satu tujuan di dalam Sustainable Development Goals yang dilahirkan dalam konferensi PBB mengenai Pembangunan Berkelanjutan di Rio de Janeiro pada 2012, yaitu memastikan akses seluruh masyarakat terhadap rumah dan pelayanan dasar yang layak huni, terjangkau, aman serta target peningkatan kualitas seluruh pemukiman kumuh pada tahun 2030, sehingga target keluarga yang memiliki rumah sebesar 100 persen,” kata Irma.

Adapun strategi mencapai goal tersebut, sambung Irma, di antaranya meningkatkan rumah layak huni, meningkatkan persentase penggunaan air bersih dan akses sanitasi yang baik, mengurangi lahan-menambah open space.

“Berbagai penyakit dapat ditimbulkan akibat rumah tinggal yang tidak sehat dan tidak layak huni. Penyakit tersebut bervariasi menyesuaikan kondisi tempat tinggal, baik oleh fisik bangunan, sarana sanitasi maupun perilaku penghuni rumah tersebut. Seperti TB Paru, diare, malaria, infeksi kulit, infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA), demam berdarah, dan lainnya,” bebernya.

PKK, ujar Irma, sebagai organisasi yang bersinergi dengan pemerintah melalui Kementerian/Lembaga terus bergerak secara berkelanjutan dalam upaya penguatan ketahanan keluarga melalui Pokja 3 TP PKK Pusat.

“Salah satu program utama kami adalah melalui tata laksana rumah tangga dengan berfokus pada perwujudan rumah sehat keluarga Indonesia. Mewujudkan misi mulia tersebut tentunya harus diiringi dengan tindakan konkret PKK melalui webinar ini,” ucap Irma.

Sesuai arahan Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian, webinar Obras Kain PKK Santai, Inspiratif, Bermanfaat edisi kali ini mengambil tema “Rumah Sehat Keluarga Indonesia”. Dalam kegiatan yang memiliki subtema “Ibu, Yuk Wujudkan Rumah Sehat Indonesia” itu juga disajikan edukasi tentang konsep rumah sehat dan layak huni. Kegiatan ini juga menghadirkan Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dian Irawati selaku narasumber. (Red)

Perkuat Pengelolaan Aset Desa Kemendagri Revisi Peraturan Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016

0



JIB | Bogor – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian dan Lembaga terkait menyelenggarakan “Workshop Finalisasi Penyusunan Revisi Peraturan Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 15 hingga 17 September 2021 di Amaroosa Royal Hotel Bogor, Jawa Barat.

Acara tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri Yusharto Huntoyungo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, tujuan dari workshop kali ini adalah tersusunnya Draft Perubahan Permendagri Tahun 2016 yang telah mengakomodir masukan dari Kementerian/Lembaga dan penyempurnaan terhadap pasal-pasal yang perlu diperbaiki. Selain pihak Kemendagri, kegiatan workshop ini juga dihadiri oleh Pakar/Pembahas dari Kementerian/Lembaga terkait.

Sebagaimana diketahui, pada Tahun 2016 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Aset Desa. Namun dalam implementasinya, masih ditemukan berbagai permasalahan yang belum dapat diselesaikan melalui regulasi tersebut. Untuk itu, ke depan, setelah terbitnya Perubahan atas Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tersebut diharapkan tidak ada lagi permasalahan yang berkaitan dengan Pengelolaan Aset Desa.



Selain itu, Revisi Permendagri ini diharapkan juga telah disesuaikan dengan ketentuan dalam Undang-Undang tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya, khususnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dalam rangka percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) bagi pembangunan Jalan Tol dan Bendungan yang menggunakan Tanah Kas Desa (TKD).

“Permendagri yang baru diharapkan Pengelolaan Aset Desa akan lebih tertib dan lebih baik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 77 Ayat (2) yaitu Pengelolaan Kekayaan Milik Desa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Desa serta meningkatkan pendapatan Desa”, kata Yusharto.

Workshop kali ini merupakan pembahasan yang ketiga kalinya dari rangkaian kegiatan revisi Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Aset Desa. Kegiatan pertama dilakukan untuk mengiidentifikasi permasalahan dan kegiatan. Sementara, pada kegiatan kedua telah disusun Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dan penyusunan draft revisi. Kegiatan ketiga, pada workshop kali ini, menjadi forum finalisasi dan penyempurnaan terhadap draft revisi yang telah disusun pada kegiatan sebelumnya. Berikutnya, akan dilakukan proses lebih lanjut terhadap draft revisi tersebut agar dapat disahkan. (Red)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -