Tuesday, February 24, 2026
Home Blog Page 330

Bupati Bekasi Hadiri Upacara Peringatan HAB ke-74

0

JIB | CIKARANG PUSAT, – Upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-74, dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi, Jumat (3/1). Dihadiri secara langsung oleh Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja. Bupati mengajak seluruh jajaran Kemenag Kabupaten Bekasi untuk menjadi agen perubahan. Seremonial acara berlangsung, di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat.

“Saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Pusat dan di Daerah, agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di Tanah Air,” ajaknya.

Menurutnya, Kementerian Agama hadir untuk melindungi kepentingan agama dan semua pemeluk agama. Untuk itu, seluruh jajaran Kementerian Agama harus bisa mengawal dan mengembangkan peran strategis Kementerian Agama secara kontekstual di tengah masyarakat.

“Dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya ditegaskan, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya. Pembangunan jiwa lebih dulu daripada pembangunan raga atau fisik. Tugas utama Kementerian Agama adalah membangun jiwa manusia sebagai landasan terbentuknya mental bernegara yang baik,” jelasnya.

Hari Amal Bhakti ke-74 ini, diperingati pada tanggal 3 Januari setiap tahunnya. Tema tahun 2020 kali ini yaitu, Umat Rukun, Indonesia Maju. Dengan tema itu diharapkan, dapat menciptakan kerukunan antar umat beragama. Pada acara tersebut, sekaligus pemberian penghargaan dan satya lencana bagi guru dan siswa yang berprestasi.

“Hal itu, merupakan modal untuk membangun negara dan menjaga integrasi Nasional,” imbuhnya.

Eka menambahkan, seiring dengan agenda reformasi birokrasi, restrukturisasi dan penyederhanaan birokrasi. Seluruh jajaran, baik Pemerintahan dan Kemenag sendiri dituntut, untuk terus beradaptasi.

“Dengan tuntutan perubahan dan percepatan pelayanan publik. Mengedepankan prinsip efisensi, transparansi dan akuntabilitas serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN),” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bekasi juga mengajak jajaran Kemenag untuk memperhatikan 6 hal, diantaranya:

1. Pahami sejarah Kementerian Agama serta regulasi, tugas dan fungsi kementerian ini dalam konteks relasi agama dan negara,
2. Jaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kementerian Agama di tengah arus kehidupan yang serba materialistis, selaraskan antara kata dengan perbuatan, sesuaikan tindakan dengan sumpah jabatan,
3. Tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah sebuah kemuliaan,
4. Perkuat ekosistem pembangunan bidang agana antar sektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama institusi pemerintah, tokoh agama, 7 organisasi keagamaan dan segenap elemen masyarakat
5. Rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama sejalan dengan falsafah pancasila yang mempersatukan anak bangsa walau berbeda ras, etnis, keyakinan agama, dan golongan
6. Implementasikan visi dan misi Pemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua unit kerja pusat, daerah dan Perguruan Tinggi Keagamaan

Diakhir sambutannya, Eka meminta kepada segenap aparatur Kementerian Agama Kabupaten Bekasi untuk memberikan seluruh kemampuan. Agar semakin dekat melayani umat dan menjaga nama baik Kementerian Agama.

(Endang/Dre)

Guna Meningkatkan Kinerja Layanan Dan Strata posyandu, 200 Peserta Mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Pokjanal

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Pokjanal dalam agenda Kegiatan Dana Hibah Revitalisasi Posyandu Provinsi Jawa Barat untuk Kabupaten Bekasi, pada Jumat (3/20) bertempat di Hotel Primebiz Cikarang Selatan.

Dengan mengusung tema “Revitalisasi Posyandu Kita Tingkatkan Posyandu Menjadi Posyandu Multifungsi” menurut Kepala Bidang Penguatan Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat DPMD Kabupaten Bekasi Mien Aminah, kegiatan ini memiliki maksud dan tujuan untuk meningkatkan kinerja layanan dan strata posyandu melalui pokjanal dan unit-unit posyandu se Jawa Barat, hingga terwujudnya pembinaan posyandu di provinsi Jawa Barat oleh kelembagaan atau pokjanal Kabupaten atau Kota secara terintregatif, efektif dan efisien serta dapat meningkatkan jumlah posyandu yang berstrata mandiri.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bekasi, Juhandi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, posyandu selama ini telah berperan penting dalam memperluas dan meningkatkan akses pelayanan keluarga berencana, dan terbukti mampu menjalankan fungsi untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk.

“Tentunya rapat koordinasi ini harus mengarah kepada peningkatan peran dan fungsi posyandu, agar bisa lebih membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera,” jelas Juhandi.

Juhandi menambahkan, posyandu merupakan organisasi sosial yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kesehatan, serta mendorong ekonomi keluarga dengan tujuan memperoleh hak-hak dasarnya, khususnya hak mendapat pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dari dan oleh masyarakat.

“Saya menyambut gembira rakor pokja hari ini, mudah-mudahan saja dengan adanya rakor ini kita dapat meningkatkan mutu pengelolaan posyandu tersebut, juga agar masyarakat mampu menolong dirinya sendiri melalui pengenalan dan penyelesaian masalah kesehatan secara lintas program dan lintas sektor terkait,” tambah Juhandi.

Lebih lanjut, Juhandi merasa sangat terkesan dengan kepedulian kader posyandu yang konsisten dengan memberi makanan tambahan untuk masalah penanganan gizi buruk melalui program peningkatan strata posyandu dan mandiri menjadi 60%. Terlebih Kabupaten Bekasi telah mendapat penghargaan posyandu awards tingkat Jawa Barat pada 2019 lalu.

“Tetapi perlu di ingat, bukan predikat juara yang kita kejar, melainkan bagaimana posyandu di Kabupaten Bekasi mampu berperan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan dan keluarga berencana, dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia keluarga dan masyarakat seluruh Kabupaten Bekasi.” tutup Juhandi.

Setelah kegiatan ini resmi dibuka oleh Juhandi, kegiatan yang diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari SKPD, dan pokjanal se Kabupaten Bekasi ini juga sekaligus dirangkaikan dengan pemberian bantuan dana hibah revitalisasi posyandu Jawa Barat kepada Kabupaten Bekasi secara simbolis ke pokjanal posyandu kecamatan Tambelang, kelompok posyandu puskesmas Cibitung, dan pokja posyandu Desa Cikarang Utara.

Tidak hanya itu, dirangkaikan pula penyerahan hadiah untuk lomba posyandu tingkat Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan pada 2019 lalu, yang dimenangkan oleh Kecamatan Cibitung, dan Kecamatan Tambun Selatan, Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Setu. Serta lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBRG) tingkat Kabupaten Bekasi yang dimenangkan oleh Pantai Bahagia Muara Gembong, Mekarsari Tambun Selatan, Mekarjaya Kedungwaringin, dan Sumberreja Pebayuran.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh Julianto, selaku narasumber dari DPMD Provinsi Jawa Barat.

(Endang/Dre)

Lepas Sambut Kapolres, Bupati Bekasi Ingin Tingkatkan Komunikasi dan Sinergitas

0

JIB | CIKARANG UTARA – Bupati Bekasi Eka Supri Atmaja berharap sinergitas antara Pemkab Bekasi dan Polres Metro Kabupaten Bekasi tetap terjalin serta tingkatkan komunikasi, silaturahmi yang baik dalam rangka membangun Kabupaten Bekasi.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara lepas sambut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) yang baru, Komisaris Besar Polisi (Kombes) Pol Hendra gunawan. Yang digelar di Kantor Polres Metro Kabupaten Bekasi, Jum’at (3/1/20)

Kapolres Metro Bekasi yang dijabat Kombes Pol Candra Sukma Kumara resmi digantikan oleh Kombes Pol Hendra Gunawan. Hendra sebelumnya menjabat sebagai Pamen SSDM Polri. Sedangkan Candra dipindah tugaskan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidter Bareskrim Polri dalam rangka DIK Sespimti.

Ditemui dalam wawancara singkatnya, Eka mengucapkan selamat kepada Kapolres yang baru Hendra gunawan. Semoga dapat mengemban amanah, serta bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun Kabupaten Bekasi

“Tadi juga kita sudah bincang-bincang sedikit mengenai kondisi Kabupaten Bekasi saat ini. Intinya kami mengajak kapolres yang baru bekerja sama dengan baik secara sinergi untuk membangun Kabupaten Bekasi lebih baik lagi” ucapnya.

Eka berharap, Kapolres yang baru bisa melanjutkan kebersamaan dan kerjasama. “Saling terbuka dalam komunikasi, masing-masing tugas dan fungsi tentu saja harus disinkronkan, guna terciptanya Bekasi Baru Bekasi Bersih,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres baru Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, kepada anggota Polres Kabupaten Bekasi, yang sebentar lagi akan melepas Bapak Kombes Pol Candra Sukma Kumara. Untuk itu berikan kesan yang terbaik di akhir ini dan berikan doa juga yang terbaik untuk perjalanan beliau berikutnya, sehingga beliau dalam menjalani tugas dan di tempat berikutnya akan melaksanakan pendidikan terakhir Polri,” ujarnya.

Dirinya berharap, Kombes Pol Candra dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat lulus dengan prestasi yang baik dan ditempatkan di tempat yang terbaik kembali lagi Polda Metro Jaya.

Ditempat yang sama, Kombes Pol Candra mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran anggota Kepolisian Resort Metro Bekasi atas dukungannya selama dirinya menjabat sebagai Kapolres Metro Bekasi.

Biro Bekasi : Endang

Bantaran Tanggul BBWSC Amlbas, Hantui Warga Sekitar

0

JIB | Karawang, – Kondisi bantaran tanggul Balai Besar Sungai Citarum (BBWSC) amblas di Dusun Tengah 1, RT 03/01 Desa Telukbango Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang. Dengan keadaan tersebut warga sekitar merasa dihantui, khawatir tanggul tersebut jebol, Jum’at (03/01/20).

Rusli, selaku BPD Telukbango, mengatakan waktu dirinya melihat langsung kelokasi di Dusun Tengah 1 RT 03/01, kondisi bantaran tanggul BBWSC pada Hari Kamis (02/01/20) nampak sangat kritis. Hal tersebut membuat warga sekitar ketar ketir ketakutan akan terjadinya tanggul tersebut jebol.

“Waktu saya lihat kelokasi, luapan air citarum sangat besar, dan keadaan kondisi bantaran tanggul BBWSC nampak jelas amblas dengan kedalaman hingga lebih kurang 2 meter, dan panjanya hingga 35 meter,” ungkapnya.

Dengan kondisi tanggul saat ini, dirinya sangat berharap kepada Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat atau Dinas Instansi terkait agar segera dilakukan penanganan yang lebih serius, terhadap tanggul tersebut, demi terciptanya lingkungan aman, dan sehat.

“Saya sangat berharap agar secepatnya dilakukan penangulangan, agar warga sekitar tidak lagi dihantui rasa ketakutan, dengan adanya luapan air sungai citarum sangat besar khawatir terjadinya tanggul jebol, sehingga dapat melumpuhkan perenomian warga,” pungkasnya.(Sule/Ey)

Bangunan Berupa Benteng Perlindungan Masa Penjajahan Jepang Ditemukan Masyarakat Desa Dadap

0

JIB | INDRAMAYU,- Masyarakat Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat kabupaten Indramayu menemukan bangunan berupa benteng perlindungan sebanyak tiga buah di sekitar pantai Dadap.

Satu bangunan ditemukan blok Kongsi Lawas atau Baro Buntung dalam kondisi masih utuh di sisi pantai. Bangunan berbahan cor coran dan besi ini lengkap memiliki dua jendela pengintai dan satu buah pintu yang digunakan untuk keluar masuk.

Kepala Desa Dadap Asrikin mengatakan temuan berupa bangunan pengintai pada masa penjajahan Jepang ini sudah diketaui informasinya sejak tahun 1970-an. Namun, keberadaannya baru diketahui sekarang karena kondisinya terpendam abrasi.

“bangunan perlindungan awalnya diperoleh informasi dari anak buahnya Pak Sentot yang menyatakan di Dadap banyak sekali tinggalan masa penjajahan Jepang,” jelas Asrikin, Jumat (3/1).

Dengan informasi tersebut, Asrikin bersama masyarakat melakukan pencarian di sekitar lokasi yang sekarang dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dari hasil pencarian, berhasil ditemukan satu buah bangunan berupa pillbox perlindungan. Sementara, dua buah pillbox lindungan lainnya masih berada di muara pelabuhan Dadap dan sisi pantai Blok Baro Buntung.

“tidaknya bangunan perlindungan yang ditemukan kami juga menemukan parit yang posisinya berada di tengah laut dan bekas bangunan mercusuar,” jelas Asrikin.

Temuan ini, lanjut Asrikin, akan dikomunikasikan dengan Tim Ahli Cagar Budaya Indramayu dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Bila memungkinkan, temuan tersebut akan dijadikan obyek wisata budaya bagi masyarakat.

Sementara, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu, Dedy Musashi menjelaskan sudah melaporkan temuan masa kolonial tersebut ke Balai Arkeologi Bandung dan Balai pelestarian Cagar Budaya Banten.

Dedy menjelaskan, temuan pillbox masa kolonial ini dapat menjelaskan kekunaan Dadap yang identik sebagai kawasan pelabuhan pada masa lalu.

“temuan ini sangat menarik untuk dapat mengungkap kekunaan Dadap yang konon dikenal sebagai salah satu pelabuhan tua di pesisir jawa,” jelas Dedy Musashi.

Kasie Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten indramayu, Suparto Agustinus mengatakan pihaknya akan memasukan temuan masa kolonial ini kedalam obyek Diduga Cagar budaya (ODCB).

Menurut Tinus, temuan berupa benteng lindungan ini selain di Dadap juga ditemukan di Desa Karang Song. Hanya saja, kondisinya sudah rata dengan tanah akibat pembangunan perluasan pelabuhan perikanan Karang Song.

” pihaknya sangat berterima kasih kepada masyarakat Dadap yang masih dapat menjaga tinggalan bernilai arkeologis ini,” jelas Tinus.

Pihaknya bersama TACB Indramayu akan mengupayakan agar temuan bangunan lindungan ini dapat dimanfaatkan untuk obyek wisata cagar budaya bagi masyarakat di Indramayu.

(Andri)

Giatkan Penghijauan, Polres Indramayu Meliputi Polsek Serentak Tanam Ribuan Pohon

0

JIB | Kabupaten Indramayu,- Dalam rangka penghijauan di lingkungan Polri, wilayah hukum Polres Indramayu meliputi Polsek serentak, Asrama, lahan Polri yang gersang dan lahan Non Polri pada hari Kamis tanggal 02 Januari 2020 pukul 16.00 WIB s/d 17.30 WIB melaksanakan kegiatan penanaman pohon.

Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto, S.I.K., M.Si, didampingi Waka Polres Indramayu Kompol Nanang Suhendar, SH., MH, para PJU Polres Indramayu, para Kasat dan Perwira polres Indramayu.

Sebanyak 11.550 pohon dengan jenis pohon diantaranya Mangga, Jati, Mahoni, Kesambi, Kayu putih, Albasia, Cemara, dan Mangrove. Dengan luas wilayah 9875 m² Polres Indramayu melakukan penghijauan penanaman pohon sebanyak 1.500, meliputi. Pohon jati 200 buah, Pohon mangga 400 buah, Pohon mahoni 350, Pohon rambutan 300, Pohon kesambi 250. Adapun untuk lahan 9.875 m².

Disela-sela kegiatannya Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto mengatakan. “Gerakan penanaman pohon yang langsung di intruksikan serentak oleh Kapolri di setiap Polres, dan Polsek,” tuturnya

Lebih lanjut ia mengatakan. Penanaman sebanyak 11.550 pohon di wilayah Polres Indramayu bertempat di Mako Polres Indramayu, Asrama Cimanuk , Kantor Satpas Sim dan Mako Polair, Polsek Junti 1000 pohon adapun luas lahan 6100 m² terdiri dari halaman mako poksek junti, Polsek Patrol 1000 pohon dengan luas lahan 4.000 m², Polsek Gantar 550 pohon dengan luas lahan 2.200 m², Polsek Indramayu 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Cantigi 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Pasekan 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Balongan 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Arahan 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Sindang 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Karangampel 300 dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Krangkeng 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Kedokanbunder 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Sliyeg 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Jatibarang 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Tukdana 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Sukagumiwang 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Widasari 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Lohbener 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Lelea 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Cikedung 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Terisi 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Kroya 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Losarang 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Kandanghaur 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Bongas 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Gabuswetan 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², Polsek Anjatan 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m², dan Polsek Haurgeulis 300 pohon dengan luas lahan 1.200 m². terang Kapolres

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua instansi yang sudah membantu dan mendukung terlaksananya program penanaman pohon ini,” ucapnya

Imbuhnya. Jadi keseluruhan jumlah pohon yang ditanam di lingkungan Polsek semuanya berjumlah 10.050 pohon, adapun untuk jenis pohon antaralain. Pohon Jati 200 pohon, Pohon Mahoni 2000 pohon, Pohon Mangga 3300 Pohon, Kayu Putih 3200 pohon, Pohon Kesambi 1350 pohon. Pungkas Kapolres AKBP Suhermanto

(Andri)

Samuel Maruli Habeahan.B.Sc DPRD PDIP Kab. Bekasi Beri Bantuan Warga Perum Telaga Harmony Residence Yang Terkena Banjir

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Samuel Maruli Habeahan.B.Sc Ketua komisi 4 DPRD Kabupaten Bekasi dari partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada hari Kamis (02/01/2020) mengulurkan tangan memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah banjir.

Bertempat di perumahan Telaga Harmony Residence, Desa Sukasari, Kecamatan Serang baru, Kabupaten Bekasi, Anggota DPRD dari partai PDIP tersebut memberikan bantuan berupa mie instan serta air mineral.

Adapun bantuan tersebut diberikan pada warga di blok F dan E Rt. 1/15. Di perkirakan kurang lebih 280 rumah warga yang terkena banjir, ikut serta dalam giat tersebut Ajo.SAg (Sekcam Serang Baru), AKP. Wito (Kapolsek Serang Baru), BPD Kabupaten Bekasi, Bimaspol, Ketua Rt dan warga setempat.

Menurut informasi yang di himpun wartawan jurnalindonesiabaru.com dari beberapa sumber dilokasi tersebut, meluapnya beberapa kali irigasi sehingga debit air tidak bisa tertampung yang akhirnya air mengalir kemana-mana, dan dengan kejadian tersebut Muspika Kecamatan Serang Baru dengan sigap melakukan bantuan pada warga perumahan yang terkena banjir.

Muspika Kecamatan Serang Baru pun bergerak cepat membuat pos bantuan bencana di kantor pemasaran perumahan untuk ditempati warga yang terdampak banjir.

Samuel Maruli saat di konfirmasi media online jurnalindonesiabaru.com perihal kunjungannya, mengatakan.

“Saya turut prihatin dengan kejadian ini, saya turut berempati dan untuk mengurangi beban mereka semuanya beberapa kardus mie instan dan air mineral saya bagikan kepada warga, semoga bantuan tersebut dapat mengurangi beban yang mereka hadapi,” ujarnya.

Samuel menambahkan. Saya turut mengapresiasi tindakan yang di lakukan oleh BPBD Kabupaten Bekasi dalam cepat tanggap membantu warga yang terdampak banjir, dan saya sangat berharap kepada rekan-rekan di DPRD Kabupaten Bekasi untuk bertindak cepat membuat program terkait kejadian musibah bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Bekasi ini.

Sambungnya. Saya akan coba planingkan dengan rekan-rekan PDIP untuk membuat pos bencana banjir ini. Satu hal yang mengakibatkan terjadinya banjir di perumahan ini karena kurangnya normalisasi saluran air yang mengakibatkan tumpukan sampah yang akhirnya berakibat seperti ini.

“Saya sangat berharap agar warga di sini untuk tetap menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing dan jangan membuang sampah sembarangan, harapan saya semoga air yang menggenangi di perumahan ini berangsur-angsur cepat surut.” Pungkas Samuel

Reporter. (Dedi/Endang)

Redaktur. Dre

Kades Karangsari Terjun Langsung Kelokasi Banjir Dan Bagikan Makanan

0

JIB | Cikarang Timur- Hujan yang mengguyur di berbagai Daerah, salah satunya daerah Kabupaten Bekasi, seperti Kampung Gangpos RT 01/02, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, hampir setiap musim penghujan selalu banjir.

Banjir dengan ketinggian 120 CM dan terendam sekitar 190 KK di desa Karangsari. Sehingga membuat kepala Desa Karangsari B. Umbara terjun langsung ke lokasi.

B. Umbara Kades Karangsari kepada jurnalindonesiabaru.com mengatakan Kita turun langsung ke warga yang terkena banjir dan kami langsung turun mengecek warga, seketika juga kami membagikan nasi kotak 400 bungkus, air mineral, dan obat-obatan.

“Dengan demikian bagi warga yang terkena banjir kita ungsikan ke aula desa dan kerabatnya” Jelasnya.

Sambung, Umbara berharap kepada pemkab Bekasi secepatnya bisa membantu dan menyumbangkan sembako kepada warga kami yang terkena banjir.

“Bukan hanya itu tetapi yang utama adalah menormalisasi kali pelayangan yang sudah dangkal agar segera di normalisasi sehingga warga kami tidak kebanjiran lagi seperti sekarang ini” Ucapnya.

Tempat terpisah Camat Cikarang Timur Dra Hj Ani Gustini MM mengatakan Keseluruhan ada 4 desa yang terendam banjir namun sudah kami evakuasi untuk terhindar dari debit air yang semakin tinggi.

“Akan tetapi masih ada dua desa yang perlu diperhatikan. Kata dia, salah satunya Desa Karangsari, sekitar kurang lebih 150 orang warga belum terevakuasi karena banyaknya jumlah masyarakat.” Ungkapnya.

Kata Ani. Tapi siang tadi sudah kami evakuasi juga sudah dibuatkan dapur umum untuk kebutuhan warga memasak makanan. (Endang)

Aksi Cepat Pemkab Bekasi Peduli Terhadap Korban Banjir

0

JIB | CIKARANG SELATAN, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melakukan aksi cepat peduli terhadap korban banjir yang melanda beberapa wilayah di 14 Kecamatan. Aksi cepat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, Kamis (2/1).

Mengawali kerja pada tahun 2019, Eka menggelar diskusi bertajuk ‘coffee morning dengan puluhan jurnalis yang diikuti seluruh Kepala Perangkat Daerah.

Usai diskusi, Eka langsung membagi tugas seluruh Kepala PD serta Aparatur Sipil Negara (ASN) menyebar ke beberapa titik banjir yang terdiri dari 14 Kecamatan atau 21 desa yang ada di Kabupaten Bekasi.

”Ya banjir ini merupakan musibah bagi masyarakat, oleh sebab itu saya langsung pimpin kegiatan untuk langkah awal memberikan bantuan makanan atau keperluan bagi masyarakat yang terkena bencana banjir. Jadi ini semua perangkat daerah, dan hal ini bentuk dari kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang terkena bencana banjir,”kata Eka.

Bupati yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bekasi, Uju beserta jajarannya. Terlebih dahulu memberikan bantuan serta mengucapkan bela sungkawa kepada korban meninggal karena tertimpa longsoran turap yang sedang dibangun, yang berada di Kampung Serang, Desa Sukadami. Kecamatan Cikarang Selatan.

Disana Eka bertemu dengan suami korban, Edi Firmansyah dan menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarganya. Diakhir lawatan ia memberikan bantuan berupa santunan kepada keluarga korban.

”Ya kami kesini untuk memberikan bantuan, karena hal ini merupakan musibah dari curah hujan yang begitu tinggi pada saat akhir tahun menjelang pergantian tahun. Namun dalam hal ini kami dari Pemkab Bekasi akan memanggil pihak pengembang untuk bertanggung jawab terkait longsornya turap dan hal ini jangan sampai terjadi kembali,” jelasnya.

Usai melihat korban meninggal, Bupati Bekasi beserta rombongan langsung meninjau beberapa wilayah titik banjir sekaligus memberikan bantuan berupa makananan dan minuman serta kebutuhan korban banjir.

”Wilayah titik banjir kan di 12 titik kecamatan dan dua kecamatan juga berpotensi. Jadi ada di 14 titik kecamatan. Bantuan serta kunjungan ini merupakan langkah awal dengan memeberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan,”ujarnya saat meninjau titik banjir di RW 15, Kelurahan Jati Mulya, Kecamatan Tambun Selatan.

Ia menuturkan, sengaja melibatkan seluruh kepala opd supaya seluruh masyarakat yang terkena musibah banjir dapat merasakan bantuan dari pemerintah serta merangsang kepedulian seluruh jajarannya.

”Bantuan awal ini kami tidak menggunakan APBD melainkan swadaya dari masing masing OPD. Adapun dari APBD, sebagian kami berikan melalui BPBD dan Dinas Sosial seperti bantuan dapur umum, serta kebutuhan perahu karet dan air bersih,” jelas Eka.

Selain itu, untuk jangka panjang Eka menyampaikan, pihaknya sudah memetakan beberapa titik yang rawan banjir dengan membangun perbaikan drainase serta membangun tendon air untuk mengatasi masalah banjir.

”Kami sudah lakukan intervensi anggaran untuk mengalokasi biaya untuk menangani banjir. Jadi harapan kami kalau hujan sebentar atau lama masyarakat tidak merasakan banjir, dan yang terpenting warga juga dapat menjaga kebersihan untuk tidak buang sampah sembarangan atau saluran air.” pungkasnya.

(Endang Biro/Dre)

Bupati Bekasi Sambangi Rumah Duka Akibat Tertimpa Turap Proyek Saat Hujan Deras

0

JIB | CIKARANG SELATAN – Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, kamis pagi (2/1) mengunjungi keluarga korban Meninggal Dunia, Iyum (35) yang tewas akibat tertimpa turap proyek perumahan saat hujan deras melanda wilayah tersebut pada Selasa (31/12) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bekasi juga sempat mendatangi lokasi kejadian, melihat dapur rumah korban yang telah rata dengan tanah akibat longsoran tanah bekas pembuatan turap yang dibangun pihak pengembang perumahan.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja pada saat diwawancarai oleh media mengatakan akan memanggil pihak pengembang perumahan tersebut. Sebab, menurut informasi yang didapat, pembangunan turap tersebut, belum sesuai dengan standar.

“Urugan baru untuk turap ini, memang kalau kita lihat, speknya belum sesuai standar. Oleh karena itu saya akan menugaskan pihak dinas untuk memanggil pengembangnya karena akibat pembangunan ini sudah membahayakan dan memakan korban,” ucapnya.

Untuk memastikan bahwa pembangunan tersebut mengikuti standar yang ada atau tidak, maka ia juga akan memanggil ahli di bidang pembuatan turap. Bila menurut ahli ditemukan adanya ketidaksesuaian standar, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Bentuk sanksi akan kita lihat, kita harus investigasi apakah benar-benar sudah sesuai atau tidak. Tentunya ahlinya yang akan melihat, kalau memang ada konstruksinya yang tidak sesuai, akan kita berikan sanksi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, bupati yang didampingi beberapa kepala OPD juga menyampaikan rasa bela sungkawa kepada suami korban. Bupati meminta agar keluarga yang ditinggalkan tabah untuk menghadapi cobaan.

Sementara itu Suami korban Edi mengaku tidak menyangka akan terjadinya peristiwa naas tersebut. Berdasarkan kesaksiannya, saat kejadian korban yang beralamat di Kampung Pilar, RT 001/005, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi ini sedang berada di dapur.

Edi mengaku ikhlas atas musibah yang menimpa keluarganya serta mengapresiasi dan berterimakasih atas kunjungan bupati bersama beberapa kepala OPD yang mendampingi.

“Saya terimakasih kepada Bupati yang antusias membantu dan mendatangi saya. Yang notabene nya saya keluarga korban yang sangat membutuhkan bantuan. Harapan saya jangan sampai ada korban yang kedua, cukup saya,” singkatnya.

(Endang Biro/Dre)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -