Monday, February 23, 2026
Home Blog Page 351

Tuntutan Aksi Masa Gabungan SPPK Agar Pengangguran Diakomodir

0

JIB | Karawang- Ratusan aksi masa yang menyatakan gabungan Solidaritas Pengangguran Pribumi Karawang (SPPK) melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang Pemkab Karawang, menuntut perusahaan agar menerima pelamar kerja dengan umur lebih dari 23 tahun, Rabu (27/11/19).

Dikatakan, Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigras Kabupaten Karawang, masa aksi yang mengatasnamakan kelompok pengangguran membubarkan diri setelah ditemui dan berdialog.

“Kita agendakan untuk audiensi. Khusus untuk adik-adik semua. Nanti kita undang seluruh OPD terkait untuk membahas tuntutan adik-adik semua,” kata Kadisnakertrans, Rabu (27/11/19).

Ditempat yang sama, Aji Saepudin selaku Ketua Umum Solidaritas Pengangguran Pribumi Karawang (SPPK) mengatakan, pihaknya menuntut untuk diberi kemudahan saat melamar kerja ke perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Karawang.

“Saya meminta Pemkab Karawang dapat membantu dalam memberikan peluang bekerja saat umur mencapai 23 tahun keatas, karena pada saat ini umur kami sudah melebihi dari 23 tahun,” ungkapnya.

Aji berharap, pihak perusahaan menerima pelamar yang berumur lebih dari 23 tahun. Mendengar tuntutan itu, Suroto menyatakan bakal segera mencari jalan keluar untuk tuntutan mereka.

“Kita akan coba akomodir masalah umur dalam proses rekrutmen,” kata Kadisnakertrans Kabupaten Karawang.

Usai dialog, para pengangguran membubarkan diri dengan tertib. Satu-per satu menaiki motor dan mobil mereka. Sejumlah poster juga dibawa pulang, demikian.(Sule/Ey)

BPD Akan Panggil Ketua Bumdes Desa Ciantra Terkait Tidak Tranfaran Anggaran Bumdes

0

JIB | KABUPATEN BEKASI- Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Ciantra Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi di sanyalir tak ubah nya seperti milik pribadi. Di duga adanya penyimpangan administrasi dan anggaran yang menyalahi aturan dalam pengelolaan Bumdes tersebut.

Badan usaha milik Desa (Bumdes) didirikan oleh pemerintah Desa yang kepemilikan modal dan pengelolaanya di lakukan oleh tugas pemerintahan Desa. Di harapkan dapat berkembang secara baik untuk pelayanan perekonomian terhadap Desa sesuai yang di amanahkan dalam undang- undang pengelolaan ke uangan Bumdes secara transparan dan benar untuk kemajuan masyarakat di wilayah itu sendiri.

Karna pengelolaan Bumdes sepenuh nya di laksanakan oleh masyarakat Desa yaitu dari Desa oleh Desa dan untuk Desa.

Sementara pengelolaan Bumdes di Desa Ciantra menguak krisis kepercayaan terhadap pengelola Bumdes, pasalnya gedung Bumdes yang berada dilingkungan kantor Desa Ciantra yang sudah di buat untuk mengelola Bumdes terlihat mangkarak akibat dari tidak adanya kegiatan. Di duga Bumdes di kelola secara pribadi oleh oknum ketua Bumdes di luar Desa Ciantra.

Ketua BPD Ciantra, Mulyadi saat di temui di tempat kerjanya membenarkan adanya dugaan penyimpangan pengelolaan Bumdes yang dilakukan oleh oknum ketua Bumdes tersebut.

“Kebetulan kami sudah membuat undangan yang dilayangkan langsung untuk ketua Bumdes, dan insyaalah hari ini undangan sampai. Pihak BPD ingin mendengarkan klarifikasi ketua Bumdes terkait infomasi dugaan penyimpangan yang beredar luas di Desa Ciantra,”kata Mulyadi, Selasa (26/11) siang.

Menurutnya, hal ini menyangkut dana Desa yang telah digelontorkan untuk Bumdes pada tahap 2 kemarin diperkirakan sebesar 63 juta.

“Nah berartikan sudah ada penambahan modal untuk Bumdes Desa Ciantra, besok rencana menurut jadwal akan kita panggil untuk klarifikasi dengan mengelar rapat dengan pendapat (RDP),”ujar Mulyadi.

“Pengelolaan uang nya seperti apa, anggarannya di larikan kemana. Dan besok rabu kami akan minta klarifikasi kepada ketua Bumdes, mengenai anggaran tahap 1 kami lupa, dan anggaran tahap II kisaran di angka 63 juta, dan itu anggaran yang terakhir,”sambungnya.

Masih menurut Mulyadi, bahwa sudah waktu nya pihak BPD memanggil dan mengundang ketua Bumdes, di karnakan gedung Bumdes yang sudah ada tidak bejalan serta pencairan dana anggaran dari tahap pertama dan kedua di anggap tidak efektif.

“Kami membacanya tidak efektif, karna tidak adanya kegiatan terhadap Bumdes itu sendiri , seandai nya ada Bumdes itu kan usaha milik Desa seharus nya bisa memajukan perekonomian masyarakat Desa Ciantra, bukan malah sebaliknya memajukan perekonomian masyarakat Desa lain,”paparnya.

Kebetulan ketua Bumdes berdomisili di kampung Cicadas Desa Sukaresmi. Saat itu pihak kami pernah menayakan tentang pengelolaan bumdes, kalau menurut dari bahasa ketua Bumdes ia mengatakan bahwa kemarin itu pengelolanya untuk jual gas di Desa Ciantra itu tidak berjalan, maka pengelolaannya di pindah di Kampung Cicadas Desa Sukaresmi, itu pernyataan dari ketua Bumdes,”tambah Mulyadi.

Lebih lanjut Mulyadi menambahkan dengan bertanya kepada ketua Bumdes kenapa usaha milik Desa Ciantra akan tetapi secara pengelolaan berada di Desa tetangga (Sukaresmi).

“Lah kenapa ko bumdes Desa Ciantra adanya di Desa Sukaresmi, dari situ kami membuat keputusan untuk memanggil dan mengundang ketua Bumdes, pendamping Desa dan pegawai Desa, dengan tembusan kepala Desa PLT. Besok rabu (27/11/2019) untuk mengadakan RDP pengelolan yang sudah berjalan seperti apa, sisa saldo ada berapa, seandainya ada pihak- pihak yang bekerja sama mana saja, dan kedepannya Bumdes seperti apa, itu yang besok akan kami sampai kan,”ungkap Mulyadi.

Seperti diketahui dan dijelaskan, anggaran Bumdes yang sudah dikucurkan dari ADD Desa Ciantra yang masuk di perkiraan di angka Rp 200 juta dari rencana penganggaran 300 juta. Dan sebelum pergantian ketua Bumdes bergerak di bidang pelayanan ataupun jasa. Dengan pergantian ketua yang sekarang perlu diketahui, bahwa ketua Bumdes adalah kerabat kandung Kepala Desa Ciantra sendiri. AI/Red)

Dalam Rangka HKN Ke-55 DTP Puskesmas Cibarusah Gelar Kegiatan Pemeriksaan Mata Dan Pemberian Kaca Mata

0

JIB | Kab Bekasi,- Dalam rangka menyambut HKN (Hari Kesehatan Nasional) ke 55 DTP Puskesmas Cibarusah gelar serangkaian kegiatan kesehatan pemeriksaan mata dan pemberian kaca mata kepada siswa dan siswi SD se-Kecamatan Cibarusah.

Kegiatan tersebut di laksanakan di DTP Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi pada hari Selasa 26/11/19 kemarin, kegiatan tersebut di gagas oleh dr.Adi Pranaya.MARS.MKK Kepala Puskesmas Cibarusah beserta para dokter beserta staf dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, IROPIN Cabang Kabupaten Bekasi dan forum anak Cibarusah.

PKM Driver ambulance Cibarusah Kota dalam perlombaan yang di gelar oleh Dinas Kesehatan Pemda Kabupaten Bekasi dalam menyambut HKN ke- 55 tersebut, Desa Cibarusah Kota meraih juara ke satu dalam perlombaan driver ambulance Puskesmas Tingkat Kabupaten Bekasi.

“Alhamdulillah dalam menyambut HKN yang ke- 55 yang di gelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melakukan berbagai serangkaian kegiatan kesehatan dan lomba, seperti perlombaan driver ambulance Puskesmas se- Kabupaten Bekasi yang di mana PKM driver Cibarusah mendapatkan juara ke satu dalam lomba tersebut,” ujar Adi

Sambungnya. Pada kesempatan ini DTP Puskesmas Cibarusah dalam menyambut HKN menggelar beberapa kegiatan diantaranya, pemeriksaan mata dan pemberian kacamata pada siswa dan siswi SD se- Kecamatan Cibarusah, dan mudah-mudah dengan serangkaian kegiatan kesehatan yang di gelar DTP Puskesmas Cibarusah dalam menyambut HKN ke 55 Tingkat Kabupaten Bekasi bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk para siswa,” pungkas dr.Adi

(Dedi/End/Dre)

Ribuan Judul Buku Semarakan Bekasi Book Fair 2019

0

JIB | CIKARANG TIMUR – Ribuan judul buku ikut menyemarakan Bekasi Book Fair yang diselenggarakan di Gedung Graha Pariwisata, Selasa (26/11). Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja resmi membuka Festival Bekasi Book Fair (BBF) 2019. BBF akan dilaksanakan selama tujuh hari, dimulai 26 November sampai dengan 2 Desember 2019.

Kegiatan BBF kali ini merupakan ketiga kalinya dilakukan di Kabupaten Bekasi. Hal itu, menurut Eka sebagai upaya meningkatkan budaya membaca yang ada di wilayahnya. Dengan mengusung tema, Literasi untuk Bekasi baru Bekasi bersih, melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

“Mudah mudahan acara ini berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. Jadi kita tahu bahwa, sekarang ini begitu pesat teknologi informasi. Maka dari itu kita harus pandai memilah dan memilih apa saja yang kita konsumsi,” ungkapnya

Eka menambahkan, dengan membaca merupakan ‘jendela’ dunia untuk dapat menambah wawasan. Dirinya juga turut menyerahkan donasi, berupa buku kepada anak yatim.

“Saat ini kita sudah memiliki aplikasi iBekasiKab. Kita ini punya semangat Bekasi baru Bekasi bersih untuk menuju Bekasi yang baru dan Bekasi bersih. Kita punya semangat baru, dengan inovasi. Melalui good government untuk memperbaiki Kabupaten Bekasi,” jelas Eka.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi (Pemkab) telah meluncurkan aplikasi iBekasiKab. Sebuah aplikasi daring (online) yang dapat di instal melalui perangkat gawai berbasis android.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, Dinny Resmiati mengungkapkan, dirinya mengapresi, dan memberikan support untuk menyelenggarakan BBF di Kabupaten Bekasi. Menurutnya, itu menjadi salah satu momentum yang penting menumbuhkan minat baca.

“Ini perlu mendapatkan dukungan, dari stakeholder sampai pelosok desa. Saya berharap, tidak hanya berlangsung pada saat ini. Dan terus berlangsung ditahun yang akan datang,” imbuhnya.

Kegiatan Bekasi Book Fair 2019 turut dimeriahkan oleh Asma Nadia, yang merupakan seorang penulis buku best seller. Salah satunya, yakni novel berjudul Surga yang Tak Dirindukan hingga dijadikan sebuah karya film oleh Sutradara kenamaan, Hanung Bramantyo. Selain Asma Nadia, juga ikut dimeriahkan pegiat literasi lainnya diantaranya, Puty Puar dan Tari Sandjojo. (Endang)

Pemerintah Kabupaten Bekasi Antisipasi Bencana di Musim Penghujan

0

JIB | KABUPATEN BEKASI– Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi telah melakukan tindakan-tindakan pencegahan bencana untuk mengantisipasi datangnya banjir di wilayah Kabupaten Bekasi di musim penghujan. Hal ini disampaikan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dalam Apel Siaga Bencana yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Selasa (26/11).

Bupati mengatakan bahwa kita harus siap siaga menghadapi musim hujan yang akan datang. “Karena memang kita lihat ke depan akan datang musim hujan, yang harus kita antisipasi dari hari ini. Kita sudah berkomunikasi kepada semuanya,kita harus siap siaga. Dalam artian, kapan saja bencana itu datang, kita sudah siap. BPBD sebagai leading sector, sudah memetakan semua, bahkan mengantisipasi (daerah) mana saja yang rawan bencana,” katanya.

Bupati mengungkapkan, sungai-sungai di wilayah Kabupaten Bekasi mengalami pendangkalan. Ia juga telah melakukan tindakan-tindakan preventif untuk mengantisipasi kala musim hujan datang di kemudian hari.

“Kemarin ada beberapa sungai yang sudah kita cek, salah satunya Kali Jambe, besok kita juga dengan Pak Dandim akan ke Sungai Blencong, tentunya dengan melibatkan masyarakat juga. Kita sudah mulai melakukan gerakan-gerakan yang nantinya akan mengantisipasi datangnya musim hujan ke depan,” katanya.

Terkait kendala pada normalisasi sungai-sungai yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi, Bupati mengatakan sampah bukan hanya datang dari dalam wilayah Kabupaten Bekasi, tetapi juga dari daerah lain. “Normalisasi terhadap sungai-sungai itu sudah kita lakukan. Kendalanya memang sampah ini bukan hanya datang dari Kabupaten Bekasi saja, tapi juga dari daerah luar juga,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, pemerintah akan membuat jaring-jaring untuk menghalangi sampah masuk di perbatasan. “Tentu saja ada langkah-langkah yang akan kita ambil dalam waktu dekat, seperti membuat jaring-jaring di daerah perbatasan,” ucapnya.

Sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, peran perusahaan swasta dan sektor industri yang ada di Kabupaten Bekasi juga turut berperan dalam pencegahan bencana. Bupati mengatakan bahwa diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan pihak swasta.

“Semua ini harus ada koordinasi. Mereka juga punya peralatan (pencegahan bencana), tinggal bagaimana mengkoordinasikan. Mereka juga sudah mau bekerjasama dengan kita, tinggal kita sinergikan antara pemerintah daerah dan swasta.” tutupnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya. Ia mengatakan bahwa BPBD telah melakukan tindakan-tindakan preventif untuk pencegahan bencana di musim penghujan yang akan datang. Tindakan tersebut yakni sosialisasi masyarakat dan pembentukan desa-desa tangguh bencana.

“Kami telah sosialisasi ke sekolah-sekolah, dan sudah ada 4 desa tangguh bencana. Kami juga telah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk mengatasi dan meminimalisir bencana akibat meluapnya air sungai,” kata Adeng.

Ia menambahkan, Kabupaten Bekasi dikelilingi 16 sungai, baik sungai besar maupun kecil, sehingga rawan tergenang air. Oleh sebab itu, penyebab-penyebab banjir harus segera di antisipasi.

“Ada dua penyebab banjir, khususnya di Kabupaten Bekasi, yakni meluapnya air sungai, dan kurang berfungsinya drainase dengan baik. Ini biasanya terjadinya di perumahan-perumahan. Oleh karenanya, diharapkan dengan sosialisasi-sosialisasi tersebut dapat mengurangi adanya bencana banjir di Kabupaten Bekasi.”ujarnya.

Untuk mendukung program pencegahan bencana, tahun depan BPBD akan mendatangkan mobil pendidikan bencana, guna memberikan sosialisasi bencana ke masyarakat bisa secara mobile dan dapat dilakukan di luar ruangan. (Endang)

DI ISTANA WAPRES KH MA’RUF AMIN MENERIMA KHUSUS SILATURAHIM PENGURUS ASOSIASI ADVOKAT SYARIAH INDONESIA

0


JIB | Jakarta- Bertempat di Istana Negara, Jakarta, Wakil Presiden RI, Prof Dr KH Makruf Amin menerima silaturahim para Pengurus APSI (Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia) Pada Selasa sore (26 Nov. 2019).

“Peran dan posisi Pengacara Syariah makin penting dan dibutuhkan seiring dengan makin luasnya cakupan dan wilayah ekonomi syariah yang sudah mengglobal dan menjadi arus baru ekonomi Indonesia”, papar Wapres Makruf Amin.

Wakil Presiden juga menyatakan, adanya perkembangan dan tantangan baru, membutuhkan kerjasama semakin erat antar para stakeholder (pemangku kepentingan terkait) guna bisa mencapai tujuan bersama, juga mampu mengatasi masalah yang muncul antar para pihak baik melalui litigasi maupun non litigasi. “ Kalau bisa semua baik-baik saja, tak banyak masalah yang muncul”, ungkap Wapres.

“Presiden bersama Wakil Presiden menjadi Pemimpin utama dalam mengembangkan peran lembaga keuangan syariah dan ekonomi syariah. Tak berhenti di situ, aspek lainnya dari sisi industri syariah, perbankan, asuransi, hingga sisi bisnis real syariah semuanya telah menjadi kebutuhan sistem ekonomi yang terkait dengan kemajuan ekonomi nasional”, tegas Wapres Ma’ruf Amin yang didampingi Staf Khusus dan Jubir, Bapak H. Masduki Baidhowi dan Stafsus Bidang Hukum, Bapak Prof. Dr. Satya Arinanto serta Seswapres.

Pengurus APSI hadir dipimpin langsung, Ketua Umum APSI, Dr Afdal Zikri, SH, MH (Ketua Umum APSI : 2014-2019) didampingi oleh Pengurus lainnya, Dr. H. Munawar Fuad, MA (Dewan Pakar DPP APSI), Dr. Sutrisno, A.Ag, SH, MH (Wakil Ketum DPP APSI), Thalis Noor Cahyadi, SHI,SH,MH,MA (Wakil Ketum DPP APSI), Abdul Aziz, SHI, SH, MH (Wakil Ketum DPP APSI), Irfan Fahmi, SHI, SH, MH (Sekretaris Umum DPP APSI), Asep Ruhiat, S.Ag, SH, MH (Ketua DPW APSI Riau-Panitia MUNAS APSI III).

Bung Adal Zikri menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas selesainya pelaksanaan Demokrasi Pemilu 2019 secara serentak dengan telah terpilih dan dilantiknya secara sah dan demokratis : Presiden RI Bapak Ir.H. Joko Widodo-Wakil Presiden RI Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, serta terbentuknya Kabinet Indonesia Maju beserta perangkat pemerintahan untuk mendapat kesempatan terbaik dalam mewujudkan amanah, janji dan programnya hingga masa akhir masa pengabdiannya dengan husnul khotimah.

Pada kesempatan tersebut, Bung Afdal menyatakan, APSI mendukung pelaksanaan komitmen dan janji kampanye Bapak Presiden-Wakil Presiden untuk tetap konsisten (istiqamah) dalam mewujudkan keadilan dan kepastian hukum mengiringi seluruh program Indonesia Maju dan Unggul.

Sebagaimana historisnya, APSI dideklarasikan pada 8 Februari 2003/ 6 Dzuhijjah 1423 H di Semarang tepat dua bulan menjelang disahkannya UU No.18 tahun 2003 tentang Advokat. Dalam Pasal 32, secara tegas dinyatakan pengakuan terhadap organisasi advokat syariah yakni Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI).

Pengurus lainnya, Thalis Noor Cahyadi, menambahkan dalam 16 tahun kiprahnya, APSI telah mendapat pengakuan dari berbagai lembaga, diantaranya, Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI.

Sejak 2013, APSI telah memperoleh sertifikasi sebagai organisasi bantuan hukum terakreditasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor. M.HH01.HN.07.02 Tahun 2018). PUSDIKLAT APSI mendapat pengakuan dari Mahkamah Agung RI, sebagai Lembaga Penyelenggara Pendidikan Mediator Terakreditasi A, terbaik di Indonesia (Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor. 16/KMA/I/2019). Melalui SK MA ini, APSI menjadi satu-satunya organisasi advokat yang terakreditasi oleh Mahkamah Agung.

Bung Afdal pun melanjutkan, APSI merupakan organisasi yang bersifat terbuka dan inklusif, sebagai wadah tunggal dan solid dari asosiasi para advokat Syariah mempunyai kedudukan yang sama dan setara dengan lembaga advokat lainnya, berkomitmen untuk turut mengawal sukses visi dan program serta target pemerintah serta APSI siap berperanserta dalam penegakan kepastian hukum dan keadilan sosial-ekonomi bagi setiap warga negara.

Sehubungan dengan terlaksananya MUNAS APSI Ke III di Pekanbaru Riau pada 21-24 November 2019, Dr. Munawar Fuad, menyampaikan harapan dan aspirasi kepada pemerintah melalui Wakil Presiden Republik Indonesia agar secepatnya membentuk Badan Legislasi Nasional disertai upaya melahirkan omnibus law dalam segala produk hukum, termasuk yang terkait dengan legislasi hukum ekonomi syariah.

Selain itu, Dr Fuad juga mengajukan usulan APSI terkait pembentukan Lembaga Mediator Ekonomi Syariah atau Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah (LAPSES) yang efektif dan mempunyai kekuatan dan kepastian hukum bagi penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah guna menumbuhkan daya saing yang sehat dan produktifitas yang lebih luas dan dinamis.

APSI juga mendukung percepatan lahirnya produk hukum yang Pro Kesejahteran Rakyat dan keadilan sosial-ekonomi dengan memperkuat peran Koperasi dan UMKM serta akselerasi dalam menciptakan lapangan kerja bagi setiap warga.

APSI pun berpeluang membentuk SKKN (Sertifikasi Kompetensi Kerja Nasional) dengan bersinergi bersama MUI (Komisi Fatwa/Komisi Kumdang/DSN MUI, Asosiasi Program Hukum Ekonomi Syariah (APSHESI), juga diharapkan ada dan berkembang di setiap Perguruan Tinggi Islam dan Swasta.

Terkait dengan legislasi sertifikasi Jaminan Produk Halal APSI mendorong produktifitas usaha dengan Pelayanan cepat, mudah dan terjangkau disertai upaya maksimal untuk pembentukan Badan Jaminan Produk Halal yang bersifat khusus, profesional dan independen.

APSI juga berperan mengembangkan kerjasama Program Keumatan dalam akselerasi Program sertifikasi tanah wakaf dan hak milik masjid dan lembaga keagamaan bersama DMI dan Kementerian BPN/Agraria.

Terkait dengan masih bertumbuhkembangnya radikalisme di dalam maupun di luar negeri, tutur Dr Fuad, APSI tengah mengembangkan SENTRA EDU-VOKASI (Edukasi dan Advokasi) guna melakukan Program aksi pendidikan dan pencerahan serta pencegahan dan pendekatan advokasi, mediasi serta litigasi jika diperlukan bagi tegaknya moderasi dan toleransi sebagai wujud Islam Rahmatan Lil’alamiin.

Kepada Ketua Umum APSI baru, Dr Sutrisno, Wapres RI Ma’ruf Amin, secara khusus menyampaikan selamat dan menggoreskan tulisan tangannya sendiri sebagai amanah : “lanjutkan pengabdian kalian untuk mengawal perkembangan dan kesuksesan ekonomi syariah”. Demikian bunyi pesan khusus kepada APSI yang digoreskan dengan tulisan tangan Wakil Presiden sendiri.

Ketua Umum APSI terpilih , Bung Sutrisno, yang diperkenalkan langsung oleh Bung Afdal sebaga Ketua Majelis Tinggi, langsung menyatakan : “Siap, Bapak Wapres, laksanakan”, dengan sigap dan semangat.

Dr Sutrisno selaku Ketua Umum terpilih menegaskan, merupakan suatu kehormatan, sangat bersyukur dan bangga mendapat kesempatan diterima langsung Wakil Presiden. “Sebagaimana pesan Beliau, selanjutnya APSI akan terus mempererat komunikasi, silaturahim dan kerjasama dengan semua kementerian, lembaga dan badan terkait dalam peran dan fungsi penegakan hukum”, paparnya.

MUNAS APSI III yang sudah berakhir di Pekanbaru Riau, menurut Bung Asep Ruhiat selaku Ketua Panitia, terasa sangat lega dan sukses, karena pada akhirnya Pengurus APSI dan Panitia mendapat Apresiasi langsung dari Wakil Presiden. “Ini benar-benar luar biasa, perhatian Wapres kepada APSI, yang akan memacu semangat pengabdian kawan-kawan di seluruh Indonesia”, tutur ketua PW APSI RIAU tersebut.

“Selanjutnya, kami memohon arahan dan taushiyah, Bapak Wakil Presiden RI, serta memohon kehadiran dan memberikan amanah secara langsung dalam Simposium Nasional pada awal tahun 2020 dengan Tema Strategis : Dinamika dan Solusi Legislasi Hukum Ekonomi Syariah dalam Arus Baru Ekonomi untuk Indonesia Maju disertai Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional APSI di Jakarta”, dengan semangat Bung Afdal Zikri menutup audiensi tersebut.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan berfoto bersama disertai penyerahan plakat dari Ketua Umum APSI, Bung Afdal kepada Wapres RI, didampingi Bung Sutrisno selalu Ketua Umum terpilih.(Endang/Red)

Lomba Bantuan Hidup Dasar Untuk 30 Driver Ambulance Se-Bekasi

0

JIB | Kabupaten Bekasi – Sebanyak 30 driver ambulance Puskesmas, UPTD Kesehatan dan Rumah Sakit (RS) se Kabupaten Bekasi mengikuti lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diselenggarakan oleh Public Safety Centre (PSC) Kabupaten Bekasi dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN). Bertempat di Kantor Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (25/11/2019).

Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang sebelumnya sudah digelar di Hotel Grand Cikarang. Guna sejauh mana keterampilan driver ambulance sesuai standar kelengkapan ambulance, dan kedepan menjadi layanan yang bermutu untuk masyarakat

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Wawan Hermawan menjelaskan, lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan para driver ambulance melalui materi perundangan yang mengatur penggunaan ambulance di jalan raya. Selain itu, dekontaminasi ambulance dan materi serta praktek BHD (Bantuan Hidup Dasar) dan Pembidaian dan Transfer Pasien.

“Ini merupakan tindak lanjut atau implementasi sejauh mana pemahaman dan keterampilan temen-temen ketika kemarin sudah diberikan pelatihan,” ujarnya

Lebih lanjut Wawan mengatakan, pengadaan Ambulance merupakan salah satu langkah yang tepat dalam menangani problem masyarakat terkait dengan keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan. Hal ini sebagai perwujudan peningkatan skill dan pengetahuan keamanan dan keselamatan sebagai driver ambulance.

“Driver ambulance mempunyai kekhususan tersendiri dari pada driver yang lain. Faktor safety menjadi faktor yang istimewa dan keamanan menjadi faktor yang utama. Melalui kegiatan ini, harapannya kita dapat menjadikan peserta yang hadir menjadi driver yang smart, mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Ditambahkannya, selain dilatih mengemudi yang baik dan benar saat membawa pasien. Diharapkan driver yang merupakan ujung tombak yang siap 24 jam dapat bertanggung jawab terutama masalah mobil ambulance.

“Mereka kita bekali juga kemampuan untuk menolong pasien pada saat kondisi gawat darurat,” tandasnya.

Lomba yang diikuti antara 30 relawan yang sudah mengikuti pelatihan sebelumnya diberikan materi meliputi, kegawatdaruratan dasar seperti, membantu pernafasan, sirkulasi, termasuk memberikan nafas buatan.(Endang).

PERADI DPC Karawang Dampingi Orangtua Korban Gantung Diri

0

JIB | Karawang, – Setelah mengetahui kabar dari media sosial, Orangtua korban didampingi Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia Dewan Pimpinan Cabang Karawang, akan mengusut tuntas kasus atas meninggalnya Mita (14) yang diduga adanya kejanggalan, Selasa (26/11/19).

Diketahu, Mita (14) warga Dusun Bojongkarya 2, RT 009/002 Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kusen pintu kamar rumahnya pada hari Rabu (19/11/19) malam lalu.

Opi, selaku ibu korban, mengatakan bahwa dirinya sangat penasaran terhadap putri kesayangannya, karena dalam mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di kusen kamar rumahnya sangat mustahil. Dengan adanya tersebut akan melakukan outopsi dengan dibantu loyer/pengacara.

“Perkara ini sudah saya serahkan semua dalam kepengurusannya kepada loyer/pengacara, agar secepatnya dapat diketahui motif atas meninggalnya (Mita). Hal ini tentunya terlebih dahulu agar dilakukan Outopsi,” uncapnya kepada Jurnal Indonesia Baru (JIB), Selasa (26/11/19).

Ditempat yang sama, Indra Sutrisno, SH, selaku Sekretaris Perhimpunan Advokat Indonesia Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Karawang, bersama rekan yang diberikan kuasa penuh oleh pihak Ibunya korban, mengatakan pihaknya akan mengungkap hingga tuntas kasus atas meninggalnya (Mita) yang diduga adanya kejanggalan.

“Dalam kasus ini kita akan ungkap hingga tuntas, karena menurut informasi yang didapat dari pihak keluarga yang dekat dengan tempat lokasi kejadian, bahwa korban meninggalnya dengan cara menggantungkan diri di kusen pintu kamar sendiri tidak sewajarnya,” katanya.

Lebih lanjut, mengatakan agar dapat diketahui motif atas meninggalnya sikorban, pihaknya akan secepatnya untuk melakukan Outopsi. Hal ini tentunya pihaknya akan bekerja sama dengan Mapolres Karawang agar bisa secepatnya dilakukan Outopsi .

“Jika dari hasil Outopsi tersebut dapat terbukti adanya motif pembunuhan terhadap sikorban, maka kita akan tempuh jalur hukum sesuai prosedur aturan yang berlaku,” pungkasnya.(Sule/Ey)

Pemkab Bekasi Adakan Apel Siaga Bencana

0

JIB | KABUPATEN BEKASI- Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penaggulangan Bencana Daerah menggelar Apel Siaga Bencana Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2019 di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat pada Selasa (26/11/2019).

Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supria Atmaja dan juga dihadiri Unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi seperti Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Dandim 0509 Kabupaten Bekasi, Kapolresta Kabupaten Bekasi, dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Cikarang serta jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam pidato sambutannya Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Apel Siaga Bencana adalah untuk mensinergikan seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan pihak swasta dalam menghadapi bencana dan upaya mitigasi bencana, baik melalui pembangunan fisik, maupun penyadaran dan peningkatan kapasitas dalam kemampuan menghadapi bencana. Dirinya juga berpesan terutama kepada jajaran BPBD untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Dalam kesempatan ini saya berpesan kepada jajaran BPBD Kabupaten Bekasi beserta instansi terkait agar terus meningkatkan upaya mitigasi bencana dengan cara terus melakukan kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan Eka bahwa penanganan bencana menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemerintah saja, namun semua pihak, dunia usaha dan masyarakat, juga para insan pers agar dapat memberikan informasi yang baik kepada seluruh masyarakat.

“Dalam penanganan bencana ini perlu dibangun pula kebersamaan dan kerjasama dari seluruh pihak yang terlibat, sehingga dapat mengurangi dampak dan risiko akibat bencana. Karena tim BPBD tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dan peran serta dari seluruh elemen dan lapisan masyarakat,” ucapnya.

Eka berharap dengan kegiatan apel siaga bencana secara terpadu antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha maka diharapkan dapat diwujudkan ketangguhan Kabupaten Bekasi dalam menghadapi bencana dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat secara umum.

“Teruslah berjuang, membangun kerjasama, koordinasi dengan seluruh stakeholder demi tugas kemanusiaan yang sangat mulia,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa terdapat paradigma baru penanggulangan bencana yaitu, dari bersifat responsif sekarang menjadi bersifat prefentif (pencegahan), dari bersifat sektoral menjadi multisektoral (melibatkan semua komponen), lalu dari inisiatif pemerintah menjadi tanggung jawab bersama masyarakat dan swasta.

Berdasarkan paradigma baru tersebut, upaya pengurangan risiko bencana merupakan hal prioritas yang pelaksanaannya sebagai berikut, mengindentifikasi dan meningkatkan peringatan dini, harus kreatif inovatif dan cerdas dalam membangun dan menciptakan budaya keselamatan dan ketahanan disemua tingkat, meminimalisasi faktor-faktor risiko yang dapat menimbulkan kerugian serta memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam penanggulangan bencana. (Endang).

Bekasi Book Fair Dibuka Bupati Bekasi Ajak Pelajar Untuk Baca Buku

0

JIB | Cikarang Timur- Pembukaan Bekasi Book fair yang ke tiga 2019 di Gedung graha pariwisata Jababeka Kelurahan Sertajaya Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi siang ini resmi dibuka oleh Bupati Bekasi, Selasa 26/11/2019.

Kegiatan festival Arsip dan listerisasi untuk Bekasi Baru Bekasi Bersih menuju Indonesia Unggul, yang di hadiri Semua SKPD juga dari sekolah mulai dari SD sampai SMA Sederajat se-Kabupaten Bekasi, ikut memeriahkan pembukaan Bekasi Book fair.

Acara pembukaan tersebut di meriahkan oleh tarian adat, puisi bukan hanya itu tetapi ada lomba pohon literasi (tingkat SMP), lomba bales pantun (tingkat SMU), lomba menulis (umum/perorangan), diskusi, bedah buku, jumpa penulis, seminar guru, wisata leterasi, whorkshop menulis, lomba mewarnai dan lomba tari Daerah.

Bekasi Book fair festival arsip dan literasi ini dimulai dari semenjak pembukaan oleh Bupati Bekasi pada Selasa tanggal 26 November sampai dengan Senin tanggal 2 Desember 2019.

Bupati Bekasi H Eka Supria Atmaja kepada media online jurnalindonesiabaru.com mengatakan acara Book fair hari ini resmi saya buka. Semoga acara ini berjalan lancar sesuai harapan.

“Kita memilah dan memilih apa yang kita konsumsi tentang publik, kebanyakan hoaks jangan sampai seperti itu anak anak kita, oleh sebab itu, kita harus banyak membaca agar pengetahuan lebih bertambah.” Kata Bupati Bekasi.

Lanjutnya. Dan kita punya aplikasi Bekasi cap dan ini bisa di manfaatkan, karena kita punya selogan Bekasi Baru Bekasi Bersih, dan ini sedang kita upayakan agar semuanya bisa terlaksana dengan baik demi anak didik kita.

Setelah selesai pembukaan Bekasi Book fair, Bupati Bekasi secara simbolis Memberikan santunan kepada anak yatim-piatu. Dan di tutup dengan Do’a. (Endang)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -