Friday, February 13, 2026
Home Blog Page 4

Bundaran Pemkot Cimahi Diresmikan, Tonggak Baru Penataan Kota dan Pengurai Kemacetan

0



JIB |. CIMAHI, – Pemerintah Kota Cimahi resmi meresmikan Bundaran Pemkot Cimahi bersama sejumlah proyek infrastruktur strategis lainnya pada Rabu (31/12/).

Peresmian yang digelar di Plaza Gedung A Pemkot Cimahi ini menjadi penutup akhir tahun 2025 dengan capaian pembangunan yang berfokus pada konektivitas, penataan kawasan perkotaan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Peresmian dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, didampingi Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira, jajaran Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah.

Infrastruktur yang diresmikan merupakan hasil kolaborasi lintas sektor sepanjang tahun 2025, mencakup sektor kesehatan, pendidikan, sosial, dan infrastruktur perkotaan.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan, dalam satu hari Pemkot Cimahi meresmikan lima proyek strategis, di antaranya UPDRS Cibabat, Puskesmas Cibeureum, revitalisasi SMP Negeri 9 Cimahi, rumah singgah di Kelurahan Cipageran, serta Bundaran Jati yang diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas.


“Bundaran Jati menjadi solusi penting dalam memperbaiki arus kendaraan di kawasan strategis Pemkot Cimahi. Ke depan, Jalan Jati Serut juga akan diubah namanya menjadi Jalan Sudarna setelah seluruh proses rampung,” ujar Ngatiyana.


Selain itu, Ngatiyana menyoroti perubahan signifikan pada wajah kantor Pemerintah Kota Cimahi sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang untuk menghadirkan pusat pemerintahan yang representatif dan nyaman.


Memasuki tahun 2026, Pemkot Cimahi telah menyiapkan agenda pembangunan lanjutan, seperti peresmian Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Sukimun, pembangunan Underpass Gatot Subroto, serta penanganan banjir melalui perbaikan dan pendalaman drainase di titik rawan genangan.


Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Cimahi Wilman Sugiansyah menjelaskan bahwa pembangunan bundaran merupakan bagian dari prioritas peningkatan konektivitas jalan dan pengembangan ruang publik.


“Pembangunan ini bukan sekadar fisik, tetapi penerjemahan visi dan misi kepala daerah untuk meningkatkan daya saing kota dan kesejahteraan warga,” katanya.
(Rahmat)

Cimahi Jadi Rujukan Vietnam Pelajari Sanitasi Berbasis Masyarakat

0







JIB |. CIMAHI,- Pemerintah Kota Cimahi menerima kunjungan delegasi Pemerintah Vietnam dalam rangka program South–South Learning Exchange yang difasilitasi UNICEF Indonesia bekerja sama dengan Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kunjungan ini bertujuan mempelajari praktik baik Indonesia dalam penyediaan layanan air minum, sanitasi, dan higiene (WASH), khususnya penerapan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) di kawasan perkotaan padat.



Rangkaian kegiatan berlangsung pada 12–15 Januari 2026. Salah satu agenda utama adalah kunjungan lapangan ke lokasi program SANIMAS di RW 14, Kelurahan Baros, Kota Cimahi, Selasa (13/1). Delegasi Vietnam dipimpin oleh Deputy Director General of the Department of Hydraulic Works Management and Construction, Ministry of Agriculture and Environment Vietnam, Mr. Luong Van Anh.



Kota Cimahi dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil mengembangkan sistem sanitasi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan wilayah serta tingginya kepadatan penduduk. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan dan pemeliharaan sarana sanitasi.



Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa sanitasi merupakan elemen strategis dalam pembangunan perkotaan. Menurutnya, sanitasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur dasar, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, serta ketahanan kota dalam menghadapi dampak perubahan iklim.



“Sanitasi adalah investasi jangka panjang bagi kota. Pendekatan berbasis masyarakat menjadi kunci agar layanan ini dapat berkelanjutan, terutama di wilayah dengan keterbatasan lahan,” ujar Ngatiyana.



Pemerintah Kota Cimahi berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama internasional serta mendorong pertukaran pengetahuan antarnegara dalam upaya mewujudkan pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan dan inklusif.(RAHMAT)

Tanggul BBWSC Longsor Akibat Curah Hujan Tinggi, Pemdes dan Warga Segaran Lakukan Gotong Royong Darurat

0


JIB | Karawang – Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan luapan air sungai meningkat dan menyebabkan sebagian tanggul milik Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) longsor.

Peristiwa tersebut terjadi pada minggu malam hari (18/1/2026), dengan panjang longsoran diperkirakan mencapai 15 meter, berlokasi di Dusun Segaran RT 07/02, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Desa Segaran bersama masyarakat setempat bergerak cepat melakukan gotong royong sebagai langkah antisipasi guna mencegah longsor semakin meluas dan menghindari potensi banjir ke permukiman warga.

Kaur Trantib Desa Segaran, Nurjana, menyampaikan bahwa longsornya tanggul diduga kuat disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengakibatkan debit air sungai meluap secara signifikan.

“Longsor terjadi pada malam hari akibat curah hujan yang tinggi sehingga air sungai meluap dengan volume yang sangat besar. Untuk sementara kami bersama warga melakukan gotong royong sebagai penanganan darurat,” ujarnya kepada awak media, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, penanganan sementara dilakukan dengan peralatan seadanya sambil menunggu tindakan lanjutan dari instansi yang berwenang.

“Kami berharap BBWSC segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan permanen, karena kondisi ini cukup rawan dan mengancam keselamatan warga di sekitar bantaran sungai,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Dusun Segaran RT 07/02 Desa Segaran, Darman, mengungkapkan kekhawatirannya apabila hujan deras kembali terjadi.

“Kami takut kalau hujan besar lagi, tanggul bisa semakin longsor dan air masuk ke rumah. Makanya warga bersama pemerintah desa langsung bergotong royong supaya ada pengaman sementara,” tuturnya.

Hingga saat ini, pemerintah desa terus melakukan pemantauan di lokasi longsor dan mengimbau warga agar tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi.

Warga berharap adanya perhatian serius dari BBWSC dan pemerintah daerah agar perbaikan tanggul dapat segera direalisasikan secara permanen. (Ey)

Menu Program MBG di SMPN 2 Pakisjaya Disorot Tajam, Orang Tua Siswa Curigai Pengurangan Anggaran dan Kualitas

0


JIB | Karawang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibiayai penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Pakisjaya, Kabupaten Karawang, kini menuai sorotan keras dari masyarakat. Program unggulan Pemerintah Pusat itu diduga tidak dijalankan sesuai dengan nominal anggaran per porsi yang telah ditetapkan, Senin (19/1/2026).

Kecurigaan mencuat setelah sejumlah orang tua siswa menilai menu makanan yang diterima anak-anak mereka sangat tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan negara. Bahkan, setelah dilakukan perhitungan sederhana berdasarkan harga bahan makanan di pasaran, menu MBG tersebut dinilai jauh di bawah standar kelayakan.

“Kalau dihitung secara logika harga pasar, menu itu jelas tidak nyambung dengan anggaran per porsi yang katanya sudah ditentukan pemerintah. Ini bukan soal selera, tapi soal angka. Ke mana sisa anggarannya?” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebut namanya, dengan nada geram, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, menu MBG yang disajikan terkesan asal-asalan, minim lauk bergizi, dan nyaris tak mencerminkan konsep makan bergizi seimbang yang selama ini digaungkan sebagai program prioritas nasional.

“Ini program pakai uang rakyat. Kalau kualitasnya seperti ini, wajar kami menduga ada pemotongan anggaran di tingkat pelaksana. Jangan sampai program mulia justru berubah jadi ajang bancakan,” tegasnya.

Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan orang tua siswa. Mereka menilai ada indikasi kuat ketidaksesuaian antara anggaran di atas kertas dengan realisasi di lapangan. Dugaan pengurangan nilai maupun kualitas menu MBG pun tak terhindarkan.

Orang tua siswa lainnya bahkan mendesak agar inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan audit menyeluruh.

“Kami tidak mau anak-anak kami jadi korban. Program ini harus dibuka seterang-terangnya. Audit itu wajib, supaya jelas siapa yang bermain dan siapa yang bertanggung jawab,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana Program MBG maupun pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan ketidaksesuaian menu dengan nominal anggaran yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.

Jika dugaan ini dibiarkan tanpa penjelasan dan tindakan tegas, masyarakat menilai hal tersebut berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap program nasional, sekaligus membuka ruang terjadinya dugaan penyimpangan anggaran negara yang merugikan hak dasar anak dan masa depan generasi penerus bangsa..(Red)

Curah Hujan Tinggi, Rumah Warga Telukbuyung Terendam Luapan Sungai Citarum

0



JIB | Karawang – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Karawang mengakibatkan luapan Sungai Citarum merendam sejumlah rumah warga di Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya. Salah satu wilayah terdampak berada di Dusun Tanjungjaya RT 006/003, Senin (19/1/2026).

Yanah, salah seorang warga Dusun Tanjungjaya, mengungkapkan bahwa banjir justru terjadi pada pagi hari setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam.

“Waktu masih hujan di malam hari, air belum masuk ke rumah. Tapi pagi-pagi air dari Sungai Citarum meluap sangat besar sampai akhirnya rumah saya terendam,” ujar Yanah saat ditemui wartawan, Senin (19/1/2026).

Akibat banjir tersebut, Yanah bersama keluarganya terpaksa mengungsi sementara ke gubuk-gubuk darurat yang berada di atas tanggul sungai demi keselamatan dan kenyamanan keluarga.

“Saya sangat berharap ada perhatian dari Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah, bahkan Pemerintah Provinsi. Untuk sementara kami terpaksa tinggal di gubug di atas tanggul agar keluarga bisa merasa lebih aman,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan serta solusi jangka panjang untuk mengantisipasi banjir luapan Sungai Citarum yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait. (Ey)

Aspirasi Masyarakat Sangat Prioritas, Harus di Utamakan

0


JIB |KABUPATEN BEKASI,- Hari ini seluruh Desa di kabupaten Bekasi serentak mengadakan Musrenbang untuk aspirasi masyarakat di tampung oleh ke Desa desa agar bisa terealisasi kedepannya salah satunya Pemerintah Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2027 dengan tema “Infrastruktur Berkeadilan untuk Konektivitas Pelayanan Berkualitas dan Ekonomi Berkelanjutan”. Acara tersebut di laksanakan di Aula Desa Pasirgombong. Kamis (15/01/2026).

Dalam pidatonya kepala Desa Pasirgombong, Maslam, menjelaskan bahwa hingga kini masih banyak usulan pembangunan dari Musrenbangdes yang belum terealisasi. Seperti jalan yang rusak, sarana olahraga dan yang lainnya, dan mudah-mudahan di tahun ini bisa terlaksana.

“Semoga di Musrenbang desa ini untuk aspirasi pembangunan dan lainnya akan Kita teruskan di Kecamatan dan Kabupaten agar apa yang kita ajukan aspirasi masyarakat bisa tersalurkan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat Pasirgombong” ucapnya.




Masih kata maslam yang biasa di panggil tongseng  menjelaskan, sejumlah usulan pembangunan tidak dapat dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) karena membutuhkan anggaran yang cukup besar. Dan semua itu tercover oleh APBDes karena biasanya yg cukup lumayan untuk pembangunan yang ada di desa Pasirgombong.

“Saya berharap usulan prioritas yang hampir setiap tahun disampaikan antara lain normalisasi kali dan perbaikan drainase. Pasalnya, wilayah depan Kantor Desa Pasirgombong kerap dilanda banjir akibat saluran yang sempit dan dangkal. Selain itu, perbaikan jalan desa yang rusak, khususnya di Kampung Sempu, juga menjadi kebutuhan mendesak oleh sebab itu kami berharap di tahun ini bisa terealisasi dengan baik’ jelas, maslam kepada awak media.

H Sanen masyarakat Desa Pasirgombong Dusun 2, mengatakan saya berharap di acara Musrenbang desa tadi harapan saya cuma satu agar di wilayah Desa Pasirgombong ada  ada SMA Negeri (Sekolah Menengah Atas), yang bisa berdiri di Pasirgombong.

“Agar anak-anak itu mudah untuk bersekolah karena wilayah sudah padat dan insyaallah tidak akan terlambat dan akses sekolah pun  buat anak-anak dekat untuk menghindari terjadinya tawuran” ucapnya.

Tempat yang sama Dewan Boby Agus Ramdan dari Komisi IV menambahkan dalam rapat Musrenbang yang di adakan di Desa Pasirgombong ini kami dari Komisi IV akan mendorong untuk kebutuhan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di wilayah Desa Pasirgombong agar bisa terealisasi dan itu kami akan kroscek di Dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Selain itu tenaga kerja kita harus tahu regulasi agar masyarakat sekitar kawasan bisa bekerja dan itu ngga mungkin presentasi jumlah tenaga kerja tapi menggunakan sistem seluas-luasnya bagi tenaga kerja lokal salahsatunya Desa Pasirgombong” jelasnya.

Beda dengan Saiful Islam bahwa hasil Musrenbang Desa ini kami akan mengawal aspirasi masyarakat terkait infrastruktur yang ada di wilayah Pasirgombong agar hasil bisa merata dan bisa di rasakan oleh masyarakat Desa Pasirgombong.

“Harapan kami kepada pemerintahan Kabupaten Bekasi apa-apa yang di aspirasikan oleh pemerintah Desa Pasirgombong bisa terealisasi dengan baik dan sesuai harapan masyarakat”tutupnya. (Red).





Kasus Dugaan Pengeroyokan oleh Oknum Anggota DPRD, Kapolres Metro Bekasi Baru Usut Tuntas Demi Presisi Kepolisian

0



JIB | BEKASI – DPP Jaringan Pemuda Desa Nusantara (JPDN)  memberikan apresiasi tinggi terhadap pernyataan Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, terkait penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan oknum anggota DPRD.

Ketua Umum JPDN Yusup menilai, pernyataan tegas dari Kapolres memberikan harapan baru bagi korban berinisial FN dalam memperjuangkan keadilan. Peristiwa pengeroyokan tersebut diketahui terjadi di sebuah restoran di kawasan Cikarang sekitar dua bulan yang lalu.

“Pernyataan Kapolres Metro Bekasi bahwa kasus pengeroyokan ini masih dalam proses (on progress) membawa angin segar dan harapan besar bagi korban FN dalam menuntut keadilan,” ujar Yusup kepada media, Rabu (14/1/2026).

JPDN berharap di bawah kepemimpinan Kombes Pol Sumarni, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolres Subang dan Kapolres Cirebon Kota, kasus yang sudah berjalan selama dua bulan ini segera menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk penetapan tersangka.

Lebih lanjut, Yusup menekankan pentingnya profesionalisme kepolisian dalam menangani perkara yang melibatkan figur publik atau pejabat daerah. Ia berharap hukum di Kabupaten Bekasi tetap tegak tanpa intervensi pihak mana pun.

“Semoga hukum dapat ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu. Kami berharap hukum tidak tajam ke bawah, atau tumpul ke atas,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan,  JPDN menyatakan akan terus mengawal jalannya proses hukum hingga tuntas agar memberikan efek jera bagi para pelaku dan rasa keadilan bagi korban.(Sam)

Junaedi Tegaskan Komitmen Majukan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tanjungbungin

0



JIB | Karawang – Penjabat (Pj.) Kepala Desa Tanjungbungin, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Junaedi, menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan perekonomian serta pelayanan publik yang optimal.

Dalam menjalankan tugas pengabdiannya sebagai Pj. Kepala Desa, Junaedi menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah desa adalah menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, baik dalam aspek pembangunan, ekonomi, maupun pelayanan administrasi.

“Tujuan utama kami adalah bagaimana masyarakat Desa Tanjungbungin bisa semakin maju dan sejahtera. Itu dimulai dari peningkatan ekonomi warga dan pelayanan desa yang cepat, transparan, serta optimal,” ujar Junaedi, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, pemerintah desa berupaya membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari lembaga desa, tokoh masyarakat, hingga pemuda, agar setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.

“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas. Aparatur desa kami dorong untuk bekerja profesional dan responsif, karena pelayanan yang baik adalah kunci kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa,” tegasnya.

Menurut Junaedi, peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari tumbuhnya kemandirian ekonomi warga serta kemudahan akses pelayanan publik di tingkat desa.

Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Desa Tanjungbungin diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan desa sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (Red/Ey)

Pemdes Sukadaya Selenggarakan Musrenbangdes 2026 sebagai Landasan Penyusunan RKPD 2027

0



JIB | Bekasi – Pemerintah Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 sebagai bagian integral dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bekasi Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor Desa Sukadaya dengan melibatkan unsur pemerintahan desa, lembaga desa, serta perwakilan masyarakat.

Musrenbangdes menjadi forum resmi yang strategis dalam menjaring aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah dan prioritas pembangunan desa secara terencana, terukur, dan berkesinambungan. Dalam forum tersebut, berbagai usulan pembangunan dibahas secara komprehensif, meliputi sektor infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan pemberdayaan dan ekonomi masyarakat desa.

Kepala Desa Sukadaya, Sartija Arizona, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbangdes memiliki peran penting dalam memastikan keselarasan antara kebutuhan masyarakat desa dan kebijakan pembangunan daerah.

“Musrenbangdes merupakan instrumen perencanaan yang menjembatani aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Setiap usulan yang disampaikan akan dikaji secara objektif dan disusun berdasarkan skala prioritas untuk diusulkan dalam RKPD Tahun 2027,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Ia menambahkan bahwa sinergi dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar perencanaan pembangunan desa dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukadaya menilai Musrenbangdes sebagai wujud tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

“Forum ini mencerminkan komitmen pemerintah desa dalam membangun perencanaan yang inklusif. Harapannya, usulan prioritas yang telah disepakati dapat diakomodasi dalam RKPD 2027 dan direalisasikan secara optimal,” tuturnya.

Musrenbangdes 2026 Desa Sukadaya ditutup dengan penetapan dan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan usulan prioritas pembangunan desa yang selanjutnya akan dibawa ke tahapan Musrenbang di tingkat Kecamatan Sukawangi. (Red)

Sekdes Tanjungpakis Bantah Keras Isu Rangkap Jabatan, Tegaskan Hanya Pengganti Sementara Juni–Desember 2025

0



JIB | Karawang – Kabar miring yang menuding Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, melakukan rangkap jabatan akhirnya ditepis secara tegas. Sekdes menilai isu tersebut tidak berdasar dan menyesatkan, karena fakta yang terjadi hanyalah penggantian sementara dalam rentang waktu terbatas.

Sekdes Tanjungpakis menegaskan, dirinya tidak pernah menjabat rangkap secara permanen, melainkan hanya mengisi kekosongan sementara jabatan Bendahara Desa pada periode Juni hingga Desember 2025 demi menjaga kelangsungan administrasi pemerintahan desa.

“Saya tegaskan, itu bukan rangkap jabatan. Saya hanya menggantikan sementara bendahara desa dari bulan Juni sampai Desember 2025. Itu pun karena bendahara sebelumnya telah memberikan rekomendasi dan kondisi desa tidak memungkinkan terjadi kekosongan pengelolaan keuangan,” tegas Sekdes Tanjungpakis saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).

Ia menyebut, penggantian sementara tersebut dilakukan sesuai kebutuhan dan situasi darurat administrasi, bukan atas kepentingan pribadi atau pelanggaran aturan sebagaimana yang ditudingkan.

“Kalau dibilang rangkap jabatan, itu keliru dan tidak fair. Penggantian itu sifatnya sementara, ada batas waktunya, dan dilakukan demi kepentingan pelayanan publik, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Sekdes juga menekankan bahwa saat ini tidak ada lagi pengisian jabatan ganda di Pemerintah Desa Tanjungpakis. Pemerintah desa, kata dia, kini tengah mempersiapkan penunjukan Bendahara Desa definitif agar struktur pemerintahan berjalan normal dan sesuai ketentuan.

“Saat ini pemerintah desa sedang mempersiapkan bendahara definitif. Jadi isu seolah-olah saya masih rangkap jabatan itu tidak benar dan patut diluruskan,” tandasnya.

Ia pun berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak utuh dan mengimbau semua pihak untuk mengedepankan klarifikasi sebelum menyebarkan tudingan yang dapat mencederai nama baik aparatur desa. (Red)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -