Tuesday, March 31, 2026
Home Blog Page 4

Dana BOS 2025 SDN Sindangsari 03 Disorot, Warga Pertanyakan Realisasi Anggaran Puluhan Juta

0



JIB | Bekasi – Realisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SD Negeri Sindangsari 03, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, menuai sorotan tajam dari warga. Laporan penggunaan anggaran yang disampaikan pihak sekolah melalui aplikasi OMSPAN kepada pemerintah diduga tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan dan berpotensi melanggar ketentuan pengelolaan dana BOS.

Berdasarkan data laporan keuangan, pihak sekolah menganggarkan dana BOS untuk sejumlah kegiatan dengan nilai signifikan, yakni pengembangan perpustakaan sebesar Rp 32.262.700, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp 30.830.000, serta penyediaan alat multimedia pembelajaran sebesar Rp 25.000.000. Total anggaran dari tiga komponen tersebut mencapai lebih dari Rp 88 juta.

Namun, warga menilai besarnya anggaran tersebut tidak sebanding dengan perubahan maupun fasilitas yang terlihat di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara laporan administrasi dan realisasi fisik.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa transparansi penggunaan dana BOS di sekolah tersebut patut dipertanyakan dan harus diaudit oleh pihak berwenang.

“Nilainya sangat besar, tapi kami tidak melihat perubahan signifikan, terutama pada fasilitas perpustakaan maupun sarana pembelajaran. Kami khawatir ada laporan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, penggunaan dana BOS merupakan anggaran negara yang wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka, sehingga setiap rupiah harus jelas peruntukan dan hasilnya.

“Dana BOS itu uang negara untuk pendidikan, bukan untuk disalahgunakan. Kami minta Dinas Pendidikan dan Inspektorat segera turun tangan melakukan audit agar semuanya jelas dan tidak menimbulkan kecurigaan,” tegasnya.

Sorotan warga juga mengarah pada kewajiban sekolah dalam menyampaikan laporan yang akurat melalui sistem OMSPAN, karena laporan tersebut menjadi dasar pertanggungjawaban penggunaan anggaran kepada pemerintah pusat.

Warga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Inspektorat Daerah, serta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik secara administrasi maupun fisik di lapangan, guna memastikan tidak terjadi dugaan penyimpangan atau mark-up anggaran oleh oknum tertentu.

“Kalau memang anggaran itu benar digunakan sesuai aturan, pihak sekolah harus berani membuka secara transparan. Tapi kalau tidak, aparat harus bertindak tegas,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak SD Negeri Sindangsari Kecamatan Cabangbungin belum memberikan klarifikasi resmi terkait rincian realisasi dana BOS tahun 2025 tersebut. (Red)

HPN 2026, Pemkab KBB Tegaskan Pers sebagai Mitra Strategis Pembangunan AMANAH di Bandung Barat

0



BANDUNG BARAT-JIB,- Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2026 dimaknai sebagai momentum strategis untuk meneguhkan peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang Aman, Maju, Adaptif, dan Harmonis (AMANAH) di Kabupaten Bandung Barat.

Pemerintah Daerah KBB melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bandung Barat, Rony Rudiana, menegaskan bahwa keberadaan pers memiliki kontribusi krusial dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan daerah.


Menurut Rony, pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kesadaran publik, menjaga optimisme sosial, serta mengawal arah kebijakan agar senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat.


“Pers memiliki posisi penting dalam menciptakan ruang dialog yang sehat antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pemberitaan yang edukatif dan konstruktif, pers turut memperkuat fondasi pembangunan daerah,” ujarnya, Senin (9/2/2026).


Sejalan dengan visi AMANAH, Rony berharap insan pers terus berperan aktif sebagai jembatan komunikasi yang efektif, menghadirkan informasi yang mencerahkan sekaligus mendorong lahirnya kritik yang objektif dan solutif.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini konsisten mengawal kebijakan publik di Bandung Barat secara kritis, profesional, dan beretika. Menurutnya, kritik yang membangun merupakan energi positif bagi pemerintah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.


“Kritik yang sehat membuat pemerintah bekerja lebih terbuka, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.


Lebih lanjut, Diskominfotik Kabupaten Bandung Barat berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan media melalui peningkatan keterbukaan informasi publik, penguatan literasi digital, serta pemanfaatan teknologi komunikasi guna mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.


Peringatan HPN 2026 diharapkan menjadi penguat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mengawal pembangunan Kabupaten Bandung Barat agar semakin maju, inklusif, dan berdaya saing.


“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Teruslah menjadi suara kebenaran dan harapan bagi masyarakat,” pungkas Rony.
(Wawan Gunawan)

Kepemimpinan Jayadi Arahkan Desa Sukamekar Menuju Kemajuan Berkelanjutan

0


JIB | Kabupaten Bekasi – Kepala Desa Jayadi menegaskan komitmennya untuk membawa Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, menuju kemajuan yang berkelanjutan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal itu disampaikannya usai rapat minggon desa yang digelar pada Senin (17/2/2026) di aula kantor desa.

Rapat minggon tersebut dimajukan waktunya sebagai bentuk penyesuaian menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, sekaligus menjaga efektivitas koordinasi pemerintahan desa agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Dalam kesempatan itu, Jayadi menegaskan bahwa visi dan misi kepemimpinannya akan terus dijaga serta dijalankan sesuai amanah yang telah disampaikan kepada masyarakat, dengan fokus pada pembangunan yang menyentuh berbagai sektor strategis.

“Visi dan misi yang telah kami sampaikan merupakan amanah yang harus dijaga dan diwujudkan. Kami ingin masyarakat merasakan langsung hasil pembangunan, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, sosial, pelayanan publik, hingga kesehatan,” ujar Jayadi.

Ia menjelaskan, arah pembangunan desa ke depan tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan perekonomian warga, peningkatan kualitas layanan publik, serta penguatan sektor sosial dan kesehatan masyarakat.

“Kemajuan desa harus dirasakan secara menyeluruh. Pembangunan fisik, peningkatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik yang prima, serta sektor kesehatan dan sosial akan berjalan seiring agar kesejahteraan warga semakin meningkat,” jelasnya.

Menurut Jayadi, rapat minggon desa menjadi forum strategis untuk memastikan seluruh perangkat desa tetap solid dan selaras dalam menjalankan program kerja, terlebih menjelang Ramadhan.

“Kami ingin memastikan koordinasi tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat. Dengan kebersamaan dan kerja yang terarah, Desa Sukamekar dapat terus bergerak maju dan berkembang,” pungkasnya. (Sul/Red)

Diduga Dana BOS Tak Berbanding dengan Kondisi Sekolah, Warga Desak APH Audit SDN Tanahbaru 1

0



JIB | Karawang – Kucuran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat yang seharusnya menjadi penopang peningkatan mutu pendidikan, kini menuai sorotan tajam di SD Negeri Tanahbaru 1, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang. Kondisi sarana prasarana sekolah yang dinilai memprihatinkan memicu dugaan serius adanya ketidaksesuaian penggunaan anggaran.

Berdasarkan pantauan media jurnalindonesiabaru.com, sebagian bangunan sekolah terlihat kurang perawatan, dengan kondisi fisik yang dinilai tidak mencerminkan adanya anggaran pemeliharaan. Selain itu, fasilitas WC umum untuk siswa tampak kotor, rusak, dan minim perhatian, sehingga dikeluhkan warga dan orang tua siswa.

Hasil penelusuran media mengungkap melalui aplikasi OMSPAN, bahwa dana BOS tahun 2025 dalam laporannya yang dialokasikan untuk sarana dan prasarana sekolah mencapai Rp. 61.647.000. Besarnya anggaran tersebut memunculkan tanda tanya publik, lantaran kondisi sekolah di lapangan dinilai tidak sebanding dengan nominal anggaran yang dikucurkan.

Warga setempat mulai angkat suara dan menduga adanya penyelewengan dana BOS yang diduga dilakukan oleh pihak pengelola sekolah. Dugaan tersebut semakin menguat karena kondisi fisik sekolah dinilai jauh dari standar kelayakan.

“Anggaran puluhan juta untuk pemeliharaan sarana prasarana, tapi kondisi sekolah seperti tidak tersentuh perbaikan. Ini patut diduga ada penyimpangan. Jangan sampai dana pendidikan justru disalahgunakan,” tegas salah satu warga yang enggan disebut namanya, Jum’at (13/2/2026).



Upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah terkait penggunaan dana BOS tahun 2025 juga dinilai tidak memberikan kejelasan. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jum’at (13/2/2026) Kepala Sekolah hanya memberikan jawaban singkat. “Maaf, saya lagi di luar pak,” tulisnya.

Jawaban tersebut dinilai menghindari substansi pertanyaan terkait pengelolaan dana publik yang bersumber dari negara. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan terbuka maupun transparansi dari pihak sekolah terkait realisasi anggaran BOS yang dipertanyakan masyarakat.

Masyarakat kini mendesak Dinas Pendidikan, Inspektorat, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan audit dan investigasi menyeluruh.

“Kami mendesak audit total penggunaan dana BOS di sekolah tersebut. Jika terbukti ada penyimpangan atau penyelewengan, harus diproses hukum sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu,” tegas warga lainnya.

Dugaan penyimpangan dana BOS ini dinilai sebagai persoalan serius yang berpotensi merugikan dunia pendidikan dan masa depan siswa. Warga berharap aparat terkait tidak tinggal diam dan segera bertindak demi menjaga integritas pengelolaan dana pendidikan serta kepercayaan publik. (Red)

Ike Hikmawati Ajak Pengurus PUI Cimahi Perkuat Ukhuwah dan Beri Manfaat bagi Masyarakat

0





CIMAHI|JIB,- Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Hj. Ike Hikmawati, mengajak umat Islam untuk terus memperkuat semangat persatuan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Cimahi, Jumat (13/2/2026).


Perempuan yang akrab disapa Umi Ike itu menegaskan bahwa kekuatan umat berangkat dari nilai perjuangan dan ketangguhan, khususnya peran perempuan dalam kehidupan.


Menurutnya, umat Islam tidak boleh bersikap lemah, melainkan harus memiliki tekad kuat untuk hadir dan berkontribusi bersama unsur pemerintahan Kota Cimahi demi kemaslahatan bersama.


“Kita semua terlahir dari perjuangan perempuan yang kuat. Karena itu, kita tidak boleh lemah. Kita harus punya tekad yang kuat untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.


Umi Ike juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan merajut ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi dalam membangun bangsa.


Ia optimistis, dengan kebersamaan, berbagai persoalan yang dihadapi negeri ini dapat diatasi menuju kondisi yang lebih baik dan penuh keberkahan.


“Kita bisa menjadikan negeri ini bukan lagi negeri yang carut-marut dengan berbagai persoalan, tetapi menjadi negeri yang berkah,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Kota Cimahi itu turut mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus PUI Kota Cimahi yang baru dilantik.


Ia berharap kepengurusan baru mampu memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.


“Selamat berjuang. Jangan pernah gentar di tengah hantaman efisiensi. Kita punya Allah Yang Mahabesar, Mahakaya, dan Maha Rahman,” pungkasnya.(RAHMAT)

Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Pakisjaya Digelar, Perkuat Sinergi dan Partisipasi Pembangunan

0



JIB | Karawang – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Karawang Tahun 2027 tingkat Kecamatan Pakisjaya digelar di Aula Kantor Kecamatan Pakisjaya, Senin (9/2/2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan arah pembangunan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pakisjaya Chandra Rangga Wijaya, S.STP., (Asda 2) Kabupaten Karawang Asep Azhar, Saidah Anwar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang, Ahmad Ibrohim Danpos Ramil Pakisjaya, Kapolsek Pakisjaya, para kepala desa se-Kecamatan Pakisjaya beserta perangkat desa, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur lembaga dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Pakisjaya Chandra Rangga Wijaya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Musrenbang ini bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan momentum strategis untuk memastikan pembangunan di Kecamatan Pakisjaya berjalan tepat sasaran serta mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menyampaikan gagasan, usulan, dan masukan konstruktif demi terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

“Kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat menjadi kunci agar setiap program yang direncanakan mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan serta mendorong kemajuan wilayah secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Asep Azhar sebagai (Asda 2) Kabupaten Karawang, menekankan pentingnya sinergi antara perencanaan program dan penganggaran guna memastikan efektivitas serta efisiensi pelaksanaan pembangunan.

“Kami berkomitmen memastikan setiap program yang direncanakan memiliki dukungan anggaran yang jelas dan terukur, sehingga implementasinya berjalan optimal serta hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan Musrenbang RKPD ini, diharapkan lahir perencanaan pembangunan yang komprehensif, terintegrasi, dan berbasis aspirasi masyarakat mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Hasil musyawarah tersebut selanjutnya akan menjadi pijakan utama dalam penyusunan program pembangunan Kabupaten Karawang Tahun 2027 yang lebih responsif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Ey/Red)

Kepala SDN Tanjungpakis II Lakukan Perbaikan Gedung Demi Kenyamanan Belajar Siswa

0


JIB | Karawang – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman terus dilakukan pihak SD Negeri Tanjungpakis II, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang. Saat ini, pihak sekolah tengah melakukan sejumlah perbaikan gedung sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Perbaikan yang dilakukan meliputi pengecatan ulang tembok gedung sekolah, penggantian pintu, renovasi jendela, hingga pembenahan lantai bawah dan beberapa bagian bangunan lainnya. Langkah ini diharapkan mampu menunjang kenyamanan siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Kepala SD Negeri Tanjungpakis II, Junaedi, menyampaikan bahwa perbaikan tersebut merupakan bentuk perhatian sekolah terhadap kondisi lingkungan belajar yang layak dan kondusif bagi peserta didik.

“Kami berupaya semaksimal mungkin melakukan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, mulai dari pengecatan tembok, penggantian pintu, hingga renovasi jendela dan lantai. Semua ini dilakukan agar siswa merasa nyaman dan aman saat mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan layak sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa. Oleh karena itu, pihak sekolah berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan secara bertahap sesuai kebutuhan.

“Harapan kami, dengan adanya perbaikan ini, suasana belajar menjadi lebih kondusif sehingga siswa dapat lebih fokus dan bersemangat dalam menimba ilmu. Pendidikan yang berkualitas tentu harus didukung dengan fasilitas yang memadai,” tambahnya.

Dengan dilakukannya perbaikan gedung sekolah tersebut, diharapkan SD Negeri Tanjungpakis II dapat memberikan kenyamanan serta meningkatkan kualitas proses pendidikan bagi seluruh siswa dan tenaga pendidik. (Ey/Red)

SMKN 1 Pakisjaya Ikuti Inovasi Pembelajaran Digital Domai.id, Dorong Literasi Digital dan Transformasi Pendidikan

0


JIB | Karawang –  SMK 1 Pakisjaya, Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, mengikuti kegiatan Inovasi Pembelajaran Digital Menggunakan Domai.id yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Pengelola Nama Domain dan Internet Indonesia (PANDI), secara daring di ruang rapat sekolah, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi digital dan mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi guna mempersiapkan generasi unggul di masa depan. Para tenaga pendidik dan staf SMKN 1 Pakisjaya tampak antusias mengikuti pemaparan materi terkait pemanfaatan domain .id sebagai sarana pembelajaran digital yang inovatif dan kreatif.

Kepala SMKN 1 Pakisjaya, Sudarma, S.Pd., S.ST., M.T, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah, dalam menghadapi era digital yang terus berkembang.

“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan wawasan baru tentang pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa agar mampu bersaing di era global,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi digital dalam dunia pendidikan tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga keharusan untuk menciptakan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kami berharap inovasi pembelajaran digital seperti penggunaan Domai.id dapat terus dikembangkan dan diterapkan di sekolah, sehingga mampu menciptakan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.

Kegiatan yang digelar secara daring tersebut juga menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat ekosistem pendidikan digital, sekaligus mendorong sekolah-sekolah untuk lebih aktif memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

Dengan mengikuti kegiatan ini, SMKN 1 Pakisjaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung program literasi digital dan transformasi pendidikan demi mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. (Ey/Red)

Dua Terduga Pelaku Curanmor Dibekuk Tim Sanggabuana Polres Karawang, Polisi Sita Kunci T dan Motor Hasil Curian

     

0

JIB | Karawang – Tim Taktis Sanggabuana Satreskrim Polres Karawang kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas kejahatan jalanan. Dua terduga pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil dibekuk dalam operasi cepat yang digelar pada Rabu (4/2/2026) dini hari di wilayah Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Penangkapan yang dipimpin langsung AKP M. Nazal Fawwaz tersebut dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB, setelah polisi mengantongi laporan serta hasil penyelidikan intensif terkait maraknya kasus pencurian sepeda motor di sejumlah wilayah pesisir utara Karawang.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari dua laporan polisi yang diterima pada 4 Februari 2026 terkait aksi pencurian motor di lokasi berbeda.

“Dari hasil penyelidikan mendalam, Tim Taktis Sanggabuana berhasil mengamankan dua terduga pelaku berinisial AS dan S. Keduanya diduga kuat merupakan pelaku pencurian dengan pemberatan kendaraan bermotor roda dua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHPidana,” tegas IPDA Cep Wildan, Kamis (5/2/2026).

Aksi para pelaku terungkap setelah polisi menelusuri dua kejadian pencurian motor yang meresahkan warga. Kejadian pertama terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026 di Desa Sindangkarya, Kecamatan Kutawaluya, sementara aksi kedua terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026 di Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya. Dalam kedua peristiwa tersebut, sepeda motor korban raib saat diparkir dalam kondisi terkunci stang.

Saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku pertama, petugas mendapati satu unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan berada dalam penguasaan pelaku di halaman rumahnya. Polisi juga menemukan satu set kunci letter T (ASTAG) yang biasa digunakan pelaku curanmor, serta satu pucuk pistol mainan yang diduga digunakan untuk mengintimidasi korban.

“Dari hasil interogasi awal terhadap pelaku pertama, tim langsung bergerak melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku kedua di kediamannya. Petugas juga menyita satu unit sepeda motor lain yang diduga kuat merupakan hasil tindak pidana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kedua pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian di sejumlah titik lain di wilayah Kabupaten Karawang. Polisi kini tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan maupun lokasi kejadian perkara (TKP) tambahan yang belum terungkap.

“Keduanya mengaku telah beraksi di beberapa lokasi lain. Saat ini Satreskrim Polres Karawang masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap TKP lain serta kemungkinan adanya jaringan pelaku,” tambah IPDA Cep Wildan.

Saat ini kedua terduga pelaku berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Karawang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi menegaskan komitmennya untuk terus memburu pelaku curanmor yang meresahkan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak kejahatan. Polres Karawang akan terus bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan,” pungkasnya. (Red)

Perkuat Implementasi OBE, Prodi Ilmu Komunikasi FIKOM Unisba Gelar Lokakarya Pemutakhiran RPS dan Evaluasi Ketercapaian CPL

0



JIB | Bandung — Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum Pemutakhiran Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada Selasa (3/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE), sekaligus respon akademik terhadap dinamika pembelajaran dalam sistem perguruan tinggi di era digital.


Lokakarya yang berlangsung di Linggarjati Room, Hotel Horison Bandung tersebut dihadiri oleh seluruh dosen koordinator mata kuliah serta tim penyusun RPS di lingkungan Prodi Ilmu Komunikasi FIKOM Unisba. Dua narasumber kompeten dihadirkan, yakni Dr. Hj. Ani Yuningsih, Dra., M.Si., dosen FIKOM Unisba sekaligus asesor BAN-PT dan LAMSPAK, serta Dr. Khambali, S.Pd.I., M.Pd.I., Kepala Seksi Pengembangan Kurikulum P2AP Unisba.


Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FIKOM Unisba, Dr. Tresna Wiwitan, Dra., M.Si., menegaskan bahwa lokakarya ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh mata kuliah memiliki arah pembelajaran yang selaras dengan profil lulusan dan tuntutan zaman.

“Pemutakhiran RPS berbasis OBE bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi langkah akademik strategis untuk menjamin kualitas lulusan. Karena itu, keterlibatan penuh dosen koordinator mata kuliah dan tim penyusun RPS menjadi kunci dalam menjaga konsistensi dan mutu kurikulum,” ujarnya.


Dalam paparannya, Dr. Hj. Ani Yuningsih menekankan bahwa RPS harus disusun secara komprehensif dengan mengintegrasikan body of knowledge, capaian pembelajaran, metode pembelajaran, serta instrumen asesmen yang objektif dan akuntabel. Menurutnya, RPS berperan sebagai instrumen pedagogik utama dalam memastikan proses pembelajaran berjalan terarah dan terukur.


Sementara itu, Dr. Khambali menjelaskan pentingnya evaluasi ketercapaian CPL dalam kerangka OBE sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal. Ia menyampaikan bahwa pendekatan OBE menuntut perguruan tinggi untuk berfokus pada hasil belajar nyata mahasiswa serta melakukan perbaikan berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran.


Salah satu poin strategis yang dibahas dalam lokakarya ini adalah penyusunan RPS berdasarkan pedoman penggunaan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan FIKOM Unisba. Pedoman tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pemanfaatan AI secara etis, kritis, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran, penugasan akademik, serta pengembangan kompetensi mahasiswa, sejalan dengan kemajuan teknologi komunikasi dan media digital.

Menurut Wakil Dekan 1 Bidang Belmawa, Dr. Ferry Darmawan, M. DS., integrasi AI dalam RPS harus tetap berpijak pada prinsip akademik dan capaian pembelajaran. “AI dapat menjadi alat bantu pembelajaran yang efektif jika digunakan secara terarah. RPS perlu mengatur batasan, tujuan, serta indikator penilaian yang jelas agar penggunaan AI justru memperkuat kompetensi analitis, kreatif, dan etis mahasiswa,” jelasnya.


Melalui lokakarya ini, Program Studi Ilmu Komunikasi FIKOM Unisba menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran, sejalan dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi dan standar akreditasi. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya mutu akademik serta menghasilkan lulusan ilmu komunikasi yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Bandung, 03 Februari 2026
Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Unisba

Dr. Tresna Wiwitan, Dra., M. Si.

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -