Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 502

Lima Pilar Ketahanan Sebuah Bangsa Menurut Komisioner Kompolnas: Dede Farhan Aulawi

0

Jakarta, Jurnalindonesiabaru.com |

Ketika berbicara tentang ketahanan, biasanya persepsi orang menggambarkan tentang senjata, kendaraan tempur dan berbagai perlengkapan tempur lainnya.

Tentu tidak salah karena begitulah gambaran istilah “pertahanan/ ketahanan” yang banyak dipahami selama ini. “Namun seiring dengan perkembangan zaman, dimana dimensi berbagai persoalan semakin meluas maka variable pertahanan dan ketahanan suatu bangsa juga bertambah.

Dimensi pertahanan yang diilustrasikan dengan kemampuan gelar kekuatan militer dalam menghadapi infiltrasi musuh juga semakin meluas, karena dimensi peperangan saat ini bisa terjadi dalam berbagai kontek.

Sebagai ilustrasi dulu peperangan dianggap satu – satunya alternative untuk menguasai suatu wilayah/ teritori yang dikehendaki. Umumnya karena pertimbangan untuk menguasasi sumber daya alam di teritori yang dimaksud. Dengan kekuatan militer yang dianggapnya kuat, lalu menggerakan pasukan untuk melakukan pendudukan atau penjajahan.

Dalam praktik tentu akan ada perlawanan dari pihak yang merasa diduduki/ dijajah, maka timbullah apa yang namanya peperangan.

Saat ini dimensi pertahanan bukan hanya itu, karena format serangan tidak semata – mata dengan menggerakan kekuatan militer. Salah satu format yang banyak terjadi saat ini, misalnya serangan arus modal yang bernama investasi.

Dengan alas an “investasi” itulah sumber daya alam suatu negara bisa dikuasai oleh pemodal yang notabene bisa dari bangsa lain. Dalam kontek ini, substansi penguasaan teritori dengan menguasai sumber dayaalamnya tercapai, tanpa harus menggunakan kekuatan militer yang bisa menimbulkan peperangan.

Jadi peperangan saat ini, bisa terjadi dalam pertempuran militer, pertempuran ekonomi, dan lain – lain. Oleh karena itu model pengembangan strategi pertahanan dan ketahanan pun bisa berubah.

Pada kesempatan ini, mari memahami ilustrasi sebuah terminologi Ketahanan Kontemporer yang berbasis pada fakta persaingan antar bangsa saat ini, Tanpa harus menguasai wilayahnya, tapi tetap bisa menguasai sumber dayanya.

Sesungguhnya ada 5 pilar ketahanan sebuah bangsa yang mau tidak mau, siap ataupun tidak siap tetap harus dipersiapkan, yaitu :

1. Ketahanan Militer.
Meskipun probabilitas persaingan dengan menggunakan kekuatan militer cenderung semakin kecil, tetapi tetap tidak bisa dinafikan bahwa kemungkinan perang itu akan selalu ada. Oleh karena itulah sering bicara soal gelar kekuatan militer, baik gelar kekuatan matra darat, matra laut maupun matra udara. Di sini bicara soal postur kekuatan, mulai soal alokasi anggaran militer, jumlah personil militer, dan komposisi persenjataan yang dimiliki. Mulai dari senjata ringan sampai senjata berat, bahkan sampai senjata yang memiliki hulu ledak nuklir. Termasuk pengembangan model – model bom kimia dan biologi. Begitulah setiap bangsa terus berlomba membuat persenjataan dengan teknologi mutakhirnya, bahkan seringkali sengaja dipertontonkan sebagai show of force. Padahal di saat yang bersamaan, berbagai lembaga dan komunitas internasional mengadakan seminar, FGD, konferensi dan sebagainya untuk bersatu membuat peradaban dunia yang aman dan damai. Sebuah anomali fakta yang sulit dibantahkan.

2. Ketahanan Pangan.
Luas daratan lama kelamaan semakin mengecil. Bisa karena erosi sungai, abrasi laut, maupun pemanasan global yang menyebabkan mencairkan es di kutub bumi. Volume air laut meningkat dan daratanpun sedikit demi sedikit terendam. Di saat yang bersamaan populasi manusia terus bertambah yang praktis menyebabkan peningkatan kebutuhan akan pangan dan kebutuhan lahan untuk tempat tinggal terus meningkat. Di sini hukum ekonomi akan berlaku, yaitu saat supply berkurang sementara demand meningkat, maka harga – harga otomatis akan mahal. Lihatlah fakta empirik dimana harga – harga sembako semakin mahal. Lihat juga realitas bahwa harga tanah di berbagai daerah semakin mahal. Harga mahal kalau diimbangi dengan peningkatan daya beli tentu tidak masalah. Tetapi harga mahal saat daya beli menurun maka berpotensi menimbulka kerawanan dan kriminalitas. Lahan – lahan produktif penghasil pangan, telah beralih fungsi menjadi perumahan, industry, pertokoan dan sebagainya sehingga jumlah produksi pangan semakin tahun semakin berkurang. Padahal jumlah penduduk yang membutuhkan pangan pasti terus meningkat. Bahkan beberapa ahli menyampaikan bahwa suatu saat akan sangat dimungkinkan banyak konflik sosial sampai peperangan dikarena sengakata lahan, pangan dan air.

3. Ketahanan Energi
Suatu kemajuan dapat diukur dengan berbagai parameter, seperti jumlah kendaraan, gedung – gedung yang besar, dan lain – lain yang tentu membutuhkan sumber daya energy yang luar biasa. Sementara itu sumber daya energy tentu terbatas sekali, apalagi kalau dikaitkan dengan sumber daya alam, seperti batu bara, minyak bumi, dan sebagainya. Cadangan sumber daya alam yang menurun, tetapi kebutuhan meningkat bisa menimbulkan “syahwat kolonialisme” kembali lahir meskipun dengan format yang menyesuaikan. Sengketa wilayah perbatasan, perebutan suatu daerah seringkali bermuara karena suatu alasan untuk penguasaan sumber daya alam. Sumber daya energy yang berbasis pada alam akan semakin berkurang akan dieksploitasi terus menerus, padahal jumlah kebutuhan energy pasti akan meningkat. Oleh karena itu focus untuk meningkatkan ketahanan energy adalah mencari sumber – sumber energy baru dan terbarukan.

4. Ketahanan kesehatan
Di balik semua profil ketahanan yang disampaikan di atas, ada lagi penentu akhir kalkulasi kekuatan pertahanan, yaitu tingkat kesehatan manusianya. Sehebat apapun senjata dan peralatan, jika manusianya sakit – sakitan maka senjata tersebut tidak bisa digunakan secara optimal. Bagaimana militansi tempur akan terjaga, jika ksatria – ksatria penjaganya tergelatak di atas ranjang rumah sakit. Lahirnya konsep senjata biologis untuk membobol pertahanan Negara lain dengan menciptakan “penyakit” yang membuat manusianya lemah. Tidakkah bisa melihat banyaknya peringatan dini, tatkala banyak penyakit baru yang muncul akhir – akhir ini. Apakah model berfikir kebanyakan masih seperti anak polos yang hanya menduga sekedar pancaroba musim dengan menisbikan variable – variable lain dari upaya pelemahan kekuatan. Pengambilan sampel darah untuk penelitian di banyak negara maju seringkali dipandang dari perspektif keilmuan semata, tapi lebih dari itu bisa dibaca untuk mengukur kekuatan lawan dari perpektif ketahanan fisiologis manusianya terhadap berbagai penyakit.

5. Ketahanan Mental Spiritual
Di samping soal kesehatan fisik yang harus diperhatikan, juga masalah kesehatan mental spiritual. Berapa besarnya jumlah rakyatnya, kalau mental spiritualnya tidak sehat justru akan merusak ketahanan dari dalam. Contohnya berapa banyak uang Negara yang hilang ditangan para koruptor yang secara fisik mereka sehat dan pinter, tapi karena mental spiritualnya tidak sehat maka Negara bisa rusak. Uang Negara yang seharusnya dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan warganya, malah digunakan untuk kepentingan sendiri. Betapa banyak rakyat yang menderita karena ulah mereka. Mereka berpesta di atas derita dan air mata rakyatnya sendiri. Sedih sekali rasanya ketika para koruptor ditangkap lalu di depan lensa kamera masih bisa senyum – senyum dan melambaikan tangan seperti kaum selebritas. Ada apa di negeri ini ?
Jika secara fisik dikenal istilah medical ckeck up, harusnya secara mental spiritual pun ada psychological check up.
Coba perhatikan negara China yang pernah membangun tembok yang kokoh, tinggi dan panjang sehingga tidak bisa ditembus oleh lawan. Tetapi saat penjaga gerbangnya tergoda oleh rayuan, maka pertahanan China pun bobol. Dan tentu banyak ilustrasi lainnya.

Singkat kata, mengintegrasikan 5 pilar ketahanan Negara menjadi sangat penting dan urgen agar Indonesia tetap jaya. Ada pepatah Jangan Coba – coba bangunkan macan tidur, tapi juga harus ingat JANGAN BIARKAN MACANNYA TIDUR KETERUSAN. Salam Sukses dan salam Merdeka, semoga NKRI tetap jaya. Sumbangsih pemikiran ringan untuk bangsa dan negara. ( M-rul )

Keluarga Besar H Ejen Zaenal Muttaqin: Berikan Santunan Kepada Anak Yatim-Piatu (10 Muharram 1440 H)

0

Kedungwaringin, Jurnalindonesiabaru.com -Acara Santunan anak yatim-piatu atau lebaran anak yatim-piatu 10 Muharram 1440 H, yang di laksanakan di halaman rumah H.Ejen Zaenal Muttaqin pada hati Sabtu siang (21/09/2018).

Sekitar 250 anak yatim-piatu, yang di santuni oleh keluarga bapak H. Ejen Zaenal Muttaqin dan kepala Desa Karang sambung Tri Rully Lesmana. Dan acara santunan anak yatim piatu, di laksanakan setiap tahunnya.

Sahrul Gunawan alamat Kampung rengas Bandung Rt 02/04 Desa Karang sambung mengatakan saya banyak berterima kasih kepada keluarga bapak H. Ejen Zaenal Muttaqin yang telah memberikan santunan kepada saya dan masyarakat sekitar, dan saya sudah 5 kali di santuni selama lima tahun.

”Harapan saya semoga keluarga bapak H.Ejen Zaenal Muttaqin di berikan kemudahan dalam usaha dan disehatkan oleh Allah, semoga dalam lindunganNya” Jelas Sahrul Gunawan kepada media online JIB di Kediamannya.

Kepala Desa Karang sambung Tri Rully Lesmana mengatakan Alhamdulillah acara santunan anak yatim piatu ini berjalan lancar semoga bermanfaat bagi anak-anak yatim piatudan ini terus kami laksanakan setiap tahunnya, oleh Keluarga Besar orang tua kami bapak H.Ejen Zaenal Muttaqin.

”Saya berharap Acara Santunan anak yatim piatu bertepatan dengan lebaran anak yatim-piatu atau 10 Muharram 1440 Hijriyah ini bisa bermanfaat bagi anak-anak yatim piatu, dan ini terus kita lakukan, Kedepannya Rezeki kita bertambah dan bertambah juga anak yatim piatu yang kita santuni” Tutupnya.

H.Ejen Zaenal Muttaqin memaparkan dengan lebaran anak yatim-piatu ini kami sangat bangga dan terharu melihat anak yatim piatu ini, karena ini adalah hari dimana anak yatim-piatu bahagia dan kami juga sangat bahagia dengan lebaran anak yatim-piatu yang jatuh pada 10 Muharram 1440 H ini. (Red)

DPRD Dan Pemkab Bekasi Diminta Sampaikan Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah Pusat

0

CIKARANG PUSAT-Jurnalindonesiabaru.com |
Ratusan Mahasiswa mengatasnamakan Badan Aliansi Mahasiswa Peduli Indonesia (AMPI) gelar aksi unjuk rasa di komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi Jawa Barat,Jumat (21/09/2019).

Mahasiswa mendesak Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Bekasi segera menyampaikan beberapa tuntutan mahasiswa ke Dewan Peŕwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR-RI ) sekaligus Pemerintah Pusat.

Jaelani Nurseha kordinator aksi Kepada Jurnalindonesiabaru.com kondisi perekonomian yang semakin terpuruk berimbas kepada masyarakat kecil, yang membuat semakin bertambahnya kemiskinan di Indonesia, dengan itu dirinya mendesak kepada DPRD Kabupaten Bekasi untuk segera menyampaikan tuntutan mereka ke Pemerintahan pusat.

“Kami AMPI mendesak pemerintah pusat Serta DPR-RI untuk menyelesaikan permasalahan bangsa, seperti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai Rp14.990, sehingga dengan kedatangan kami ke DPRD Kabupaten Bekasi hari ini, untuk menyampaikan tuntutan kami ke DPRD RI dan lalu disampaikan kepemerintahan Pusat,” Kata ketua Badan eksekutif mahasiswa (BEM) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa.

Masih kata Nurseha, Pihaknya mengapresiasi Sunandar Ketua DPRD dan Daris Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bekasi mau menerima pihaknya untuk menyampaikan aspirasi untuk nantinya dapat disampaikan ke DPR RI dan Pemerintah Pusat melalui Kementrian terkait.

“Akhirnya tuntutan mahasiswa disetujui dan akan dibuatkan surat untuk kemenkeu, kemendag,” ucapnya

Dirinya (N-Red), menyayangkan anggota DPRD banyak yang tidak hadir dalam kunjungannya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat melalui mahasiswa, dan dirinya juga menyayangkan tindakan refresif pihak Kepolisian dan satuan polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Pemkab Bekasi.

“Saya sangat menyayangkan tindakan dari pihak kepolisian dan satpol PP yang melakukan tindakan kurang menyenangkan terhadap rekan-rekan Mahasiswa pas mau masuk ke Gedung Dewan, padahal sebelumnya ketua DPRD sudah mengijinkan masuk” Ujarnya
(M-rul)

Disbudpora Gelar Acara Lomba Paduan Suara Tingkat Pelajar Se- Kab Bekasi

0

CIKARANG PUSAT-Jurnalindonesiabaru.com |
Dinas Budaya, Pemuda dan Olah Raga (Budpora) Kab, Bekasi melaksanakan kegiatan Lomba Paduan Suara tingkat pelajar se-Kabupeten Bekasi yang dilaksanakan di gedung Wibawa Mukti Kamis (20/09/2018).

Pantauan Jurnalindonesiabaru.com, nampak para pelajar selaku peserta lomba paduan suara begitu ceria dan nampak semarak mengikuti acara lomba paduan suara tingkat pelajar se-Kab, Bekasi Jawa Barat.

Acara lomba paduan suara tingkat pelajar se-Kab, Bekasi dihadiri Kepala Dinas Budaya, Pemuda dan Olah Raga Kab, Bekasi, Sekdin Budpora, Kabid Budaya serta para guru dan tim juri.

Adapun juara 1, ll, lll dan juara harapan yaitu:
Juara 1. SMAN 1 Sukatani dengan nilai 4135 nomor undian 8.
Juara ll. SMAN 1 Cikarang Utara dengan nilai 4035 nomor undian 1.
Juara lll. SMP Don Bosco lll, dengan nilai 4000, nomor undian 10.
Juara harapan SMAN 1 Cikarang Selatan, dengan nilai 3838, nomor undian 4.
(M-rul)

HUT Satlantas Ke 63 Polrestro Bekasi Melaksanakan Giat Baksos Pemberian Bantuan Air Bersih

0

Bojong Mangu- Jurnalindonesiabaru.com |
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke 63, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos), dengan menyalurkan bantuan air bersih dan memberikan bingkisan dibeberapa titik diwilayah Kab.Bekasi Jawa Barat, Kamis (20/09/2018).

Lokasi yang dijumpai oleh Satlantas Polres Metro Bekasi yang diantaranya, yang pertama Kp.Cikaung Rt.004/Rw.001 Dusun I Desa Karang Mulya Kec.Bojong Mangu, sekitar 100 KK (Kartu Keluarga), yang kedua Kp.Cihanjuang Rt.02/06 Desa Rido galih Kec.Cibarusah Jumlah KK sekitar 15 KK.

Lokasi yang terakhir dijumpai Satlantas Polres Metro Bekasi, Kp.Corot Rt.02/05 Desa Rido galih, Kec.Cibarusah Kab.Bekasi Jawa Barat, Jumlah KK sekitar 25 KK.

Acara tersebut dipimpin langsung Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol CANDRA SUKMA KUMARA Sik.MH, yang diwakilkan Kasat Lantas Polrestro Bekasi AKBP Heru Purnomo, S.H.

AKBP Heru Purnomo, S.H mengatakan Pelaksanaan bantuan berupa air bersih dan bingkisan tersebut bekerjasama dengan Lippo Cikarang dan Jababeka Golf, dengan total truk tangki air bersih berjumlah (7 truk tangki air).

“Sebanyak 7 truk tangki air bersih kita salurkan ketiga titik kampung tersebut, kegiatan sosial ini dalam rangka HUT Sat Lantas,“ Ucap Kasatlantas Polres Metro Bekasi AKBP Heru Purnomo, S.H.

Dia berharap dengan dilakukannya kegiatan Baksos tersebut selain dapat membantu meringankan masyarakat yang mengalami kekeringan tetapi juga agar dapat mempererat silaturahmi antara Polrestro Bekasi Kabupaten dan Masyarakat.

“Kami berharap kegiatan sosial ini bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri terutama Polantas untuk terus menjadi Promoter,” Lanjutnya.

Ditempat yang sama dalam pelaksanaan pemberian bantuan air bersih dan bingkisan tersebut, disambut baik dan masyarakat sangat antusias, mengingat saat ini masyarakat di lokasi ini memang sedang kesulitan air bersih.

“Alhamdulilah dapat bantuan air bersih yang memang kami butuhkan sejak kemarau panjang melanda kampung kami, “ ujar beberapa warga yang antre mendapatkan bantuan air bersih.

kegiatan bakti sosial merupakan bentuk kepedulian dari anggota kepolisian terhadap masyarakat, dan masyarakat juga bisa menyadari arti kehadiran polisi ditengah masyarakat, sebab kahadiran Polantas bukan menjadi musuh tapi menjadi mitra serta pengayom bagi masyarakat, (M-rul).

Membangun Zona Integritas Polri Sesuai Amanat Undang – undang

0

Oleh: Dede Farhan Aulawi (Komisioner Kompolnas RI)

JAKARTA-Jurnalindonesiabaru.com |

Sejalan dengan program Pemerintah yang terkait dengan Reformasi Birokrasi, Polri sudah menindaklanjuti sejak awal dan terus melakukan perbaikan – perbaikan guna meningkatkan pelayanan yang terbaik buat masyarakat.

Reformasi birokrasi di tubuh Polri dinahkodai oleh Biro Reformasi dan Birokrasi Polri yang saat ini dikepalai oleh Brigjend. Pol. Adhi Prawoto yang terus melakukan terobosan – terobosan guna mewujudkan Polri yang Promoter. Program reformasi birokrasi merupakan amanat dari UU No. 17 tahun 1999 tentang RPJPN dan Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang RPJM dan wajib dijalankan oleh seluruh kementerian/ lembaga/ Pemda dan dinahkodai oleh Kemenpan RB dan Lembaga Kepresidenan.

Reformasi birokrasi itu sendiri sebenarnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.

Semua sistem penyelenggaraan pemerintahan yang dinilai belum berjalan dengan baik harus ditata ulang atau diperharui, dengan tujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Jadi reformasi birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Termasuk pemanfaatan teknologi informasi secara optimal untuk meningkatkan pelayanan sesuai dinamika tuntutan masyarakat. Langkah-langkah harus bersifat mendasar, komprehensif, dan sistematik, sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien.

Semua ini tentu harus berbasis pada orientasi pelayanan yang lebih baik dan lebih baik lagi. Semangat perbaikan tidak akan pernah mencapai titik sempurna, oleh karenanya yang terpenting adalah menanamkan semangat untuk terus melakukan perbaikan (Continuous Improvement).

Begitupun dalam institusi Polri, semangat melakukan perbaikan harus selalu berorientasi untuk meningkatkan pelayanan publik agar lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Saat ini Polri boleh berbangga sebagai wujud rasa syukur karena telah berhasil meningkatkan citranya melalui program reformasi birokrasi menuju Polri yang semakin Promoter, tetapi upaya ini jangan sampai berhenti di titik kebanggaan semata, melainkan harus terus ditingkatkan agar semakin khidmat dalam pengabdian.

Saat ini semua Polda dan Polres telah membuat rencana aksi, mulai dari (1) penataan dan penguatan organisasi, (2) penataan tata laksana, (3) penataan peraturan perundang – undangan, (4) penataan manajemen SDM, (5) peningkatan pelayanan public, (6) menajemen perubahan, (7) penguatan pengawasan, dan terakhir adalah (8) penguatan akuntabilitas.

Semua rencana aksi tersebut sudah dijalankan sesuai dengan Permenpan RB No. 60 tahun 2012 dan sudah direvisi menjadi Permenpan RB No. 52 tahun 2014 tentang Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

WBK dan WBBM ini merupakan predikat yang diberikan kepada unit kerja pada instansi Pemerintah (termasuk Polri) yang memenuhi indikasi bebas dari korupsi dan melayani publik dengan baik.

Implementasi pembangunan zona integritas Polri, dimulai dengan membangun unit kerja pelayanan percontohan (Polres) dalam hal pemberantasan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan harapan unit kerja pelayanan percontohan tersebut menjadi role model dan dapat menularkan kesuksesannya kepada unit lain untuk mempercepat proses reformasi birokrasi. Data tahun 2017 menunjukan bahwa Polri sudah memiliki 3 unit kerja yang mencapai WBBM yaitu Polres Gresik, Polres Sidoarjo, dan Polres Jember. Juga ada 9 unit kerja yang sudah mencapai WBK, yaitu Dittipidkor Bareskrim Polri, Polrestabes Surabaya, Polrestabes Medan, Polrestabes Semarang, Polresta Banjarmasin, Polresta Balikpapan, Polresta Pekanbaru, Polresta Padang, dan Polres Serang.

Bahkan saat ini, Alhamdulillah banyak juga lembaga/ Pemda yang mendatangi Polres untuk menimba pengalaman dari Polri dalam mengimplementasikan pembangunan zona integritas untuk diterapkan di satuannya masing – masing. Sekali lagi Polri harus bersyukur, namun jangan berpuas diri sampai di situ karena jalan pengabdian masih panjang untuk memberi ketauladanan pada bangsa ini.

Jadilah para pelopor tertib social di ruang publik, dengan menjauhi perilaku korup serta memberi pelayanan yang ikhlas pada masyarakat. Ini hakikat dari pembangunan zona integritas yang dilakukan oleh Polri sesuai dengan amanat UU RI No. 17 Tahun 1999. (M-rul)

Ketua Cikarang Care Romdoni Sugianto Hasan : Bantu Korban Lombok

0

Bekasi, Jurnalindonesiabaru.com – Cikarang Care Peduli Lombok telah mengumpulkan dan menyalurkan bantuan untuk korban terdampak gempa di Lombok, NTB, bantuan yang dikumpulkan berupa uang dan disalurkan berupa barang sesuai kebutuhan di masing-masing titik gempa. Bantuan tersebut dari berbagai sekolah di Cikarang, Bekasi.

Ketua Cikarang Care, Romdoni Sugianto Hasan yang gemar disapa Pak Doni ini mengatakan bantuan tersebut dikumpulkan lalu disalurkan dengan baik dan tepat sasaran “Alhamdulillah, sukses, sukses dan sukses, kita sudah salurkan melalui tim kita yang ada di Lombok, kita kumpulkan bantuan berupa uang tunai, lalu kita transfer ke tim kita yang ada di Lombok, selanjutnya tim kita belanjakan uangnya sesuai kebutuhan para korban gempa tersebut,” paparnya

berikut yang sudah ikut bantu korban terdampak gempa Lombok :

SD Islam Al-Bayani
SDN Karang Raharja 03
SDN Tanjung Sari 02
SDN Waluya 01
SDN Karang Asih 08
SDN Karang Asih 14
SDN Karang Asih 01
SDN Pasir Gombong 06
SDN Karang Raharja 02
Hamba Allah, Jakarta

“dari seluruhnya jumlah total Rp 22.729.000 ditambah yang baru masuk 1.300.000 jadi Rp 24.029.000,” urai Romdoni melalui pesan singkatnya kepada buletinnusantara.com

Cikarang Care masih menerima dan menyalurkan bantuan tersebut, “iya masih ada yang memberikan kepercayaan kepada kami menitipkan bantuanya, kita tampung, nanti kita salurkan, kami juga ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan” Pungkas Pak Doni

Masyarakat korban terdampak gempa lombok sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan, doa dan harapan menyatu dalam haru.

“mereka sambut bantuan dari kita, ucapan terima kasih yang tak terhingga untuk donatur dari cikarang, mereka juga mendoakan semoga bantuan ini dibalas Allah SWT berlipat ganda,” kata Koordinator Cikarang Care Peduli Lombok, Lalu Zainal.

Lalu Zainal yang juga warga lombok ini mengaku kesulitan dalam penyalurannya, akses jalan rusak dan jarak tempuh jauh juga cuaca yang ekstrem harus dilewatinya.

“saya naik mobil los bak bawa bantuan, saya duduk di belakang bersama tumpukan barang bawaan, panas terik matahari, perjalanan jauh sampe tiga jam lebih, belum lagi ada jalan rusak, matahari yang begitu menyengat itu kita lewati demi bantuan sampe ke plosok,” cerita Lalu putra Lombok, Mahasiswa yang rela menunda skripsinya demi aksi kemanusiaan.

“lelah, capek semuanya hilang pas ketemu para warga yang kena gempa karena mereka masih bisa senyum menyambut kami, yah kebayanglah duduk di mobil bak terbuka, harus lawan terik matahari, tapi ya gak sebanding sih sama penderitaan korban yang rumahnya roboh kena gempa,” tutupnya (Red)

Peringati Tahun Baru Islam Majelis Taklim Dzikir Sholawat Darusallam Santuni yatim Piatu dan Bantu Kaum Dhuafa.

0

Karang Bahagia-Jurnalindonesiabaru.com |
Peringati taun Baru Islam 1440 H Majelis taklim Dizkir sholawat darusallam adakan santunan anak yatim piatu serta beri bantuan kaum kaum Dhuafa.

Majelis taklim,dzikir sholawat darusallam yang beralamat di kampung pule Rt 01/01 Desa Karanganyar Kecamatan Karang Bahagia kabupaten Bekasi Jawa Barat adakam santunan anak yatim piatu beserta berbagi kepada kaum dhuafa.

Supri pengurus majelis taklim dzikir sholawat darusallam mengatakan kepada Jurnalindonesibaru.com acara santunan ini terselenggara berkat bantuan dari jema’ah, warga kampung pule yang secera bersama-sama mengumpulkan hartanya untuk menyantuni yatim piatu serta membantu kaum dhuafa.

“Alhamdullilah puji syukur” acara santunan ini berjalan dengan lancar, jumblah total yang menerima santunan dan bantuan dari para jema’ah ada dua ratus orang” Ujar Supri, kepada media Jurnalindonesiabaru.com Kamis malam (20/09/2018).

Supri berharap semoga dari malam ini dan kedepanya kita semua lebih meningkatkan lagi rasa kepedulian kita kepada yatim piatu dan kaum Dhuafa
begitupun sya memohon do’a serta dukungan nya semoga jama’ah majelis ta’lim Dzikir Sholawat Darussalam semakin bertambah. (Usan)

Ketua DPC LPK Labuan Batu Raya Minta Kepala Dinas Pendidikan Labuan Batu Selatan: Segera Pecat Kepala Sekolah Arogan SDN 112255 Aek Gambir

0

Sumatera Utara-Jurnalindonesiabaru.com |
Kesal karena sering diperintah guru ambil air minum empat orang siswa Sekolah Dasar Negri (SDN) 112255 Aek Gambir masukan air seni kedalam gelas lalu anak SDN tersebut di suruh meminum air Kencingnya oleh Kepala Sekolah.

Menurut Munawir Sajali Ritonga Ketua DPC LSM LPK Labuan Batu Raya Kepada Jurnalindonesiabaru.com berdasarkan pengakuan empat orang siswa SDN 112255 Aek Gambir Desa marsonja Kecamatan Sungai kanan Kabupaten Labuan batu selatan Sumatra Utara itu di akibat siswa Kesal karena setiap hari diperintahkan untuk mengambil Air minum untuk guru sedangkan jarak tempuh tempat mengambil air dari sekolah berjarak sekitar enam ratus meter.

“Akhirnya kelakuan tidak terpuji empat orang siswa diketahui oleh Gurunya, tanpa berfikir panjang sang guru meminta kepada siswa untuk meminum air seninya sendiri dengan dalih memberi hukuman” Sesalnya.

dari empat orang siswa, kata Munawir, cuma tiga orang yang mengakui telah memasukan air seni miliknya kedalam Jerigen yang di gunakan sebagai wadah air dan yang satu orang lagi tidak melakukan perbuatan tersebut jadi tiga orang di hukum dengan meminum air seni sendiri dan yang satu orang lagi berinisial ( PH ) di jatuhi hukuman dengan cara di pukul.

“Setelah menerima hukuman ( PH ) diminta oleh gurunya yang bernama fatimah tanjung sekaligus menjadi Kepala Sekolah SDN 112255 Aek Gambir untuk mendatangkan orang tuanya ke sekolah Bertujuan agar orang tua PH meminta maaf kepada ibu guru Fatimah atas perbuatan anaknya tersebut jika permintaan sang Kepala sekolah tidak di turuti maka PH terancam tidak boleh sekolah lagi di SDN 112255 Aek Gambir” pungkas Munawir Sajali Ritonga kepada Jurnalindonesiabaru.com, Kamis malam (20/09/2018).

Tapi herannya setelah permintaan ibu guru Fatimah dituruti oleh PH membawa orang tuanya kesekolah untuk meminta maaf sejak kejadian tersebut tanggal (02/08/2018) sudah hampir satu bulan lebih, sampai sekarang PH tidak mau masuk ke sekolah karena trauma.

Munawir meminta kepada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuan Batu Selatan memberi sanksi tegas kepada Kepala Sekolah yang telah memberikan hukuman yang berlebihan kepada siswanya kalau bisa diberi sanksi copot jabatan dan diberhentikam dari Apartur sipil Negara ( ASN )

Begitu juga kepala Unit Pelaksana teknis daerah (UPTD) Pendidikan Sungai kanan, Ibu Derwana harus diberi Sanksi juga oleh kepala dinas karena diduga kuat Kepala UPTD telah melindungi Prilaku Arogan kepala Sekola SDN 112255 Aek Gambir. (MSR/Red)

Mengenal Kompolnas sebagai Pengawas Fungsional Polri Oleh : Dede Farhan Aulawi

0

DR.Ir. Dede Farhan Auwali SE.MM.CHT

Jakarta-Jurnalindonesiabaru.com |
Kompolnas adalah sebuah lembaga non struktural yang lahir berdasarkan Tap MPR No. VII tahun 2000 tentang peran TNI dan peran Polri. Pasal 8 Tap MPR tersebut menyebutkan tentang Lembaga Kepolisian Nasional yang dijelaskan dalam 3 ayat, yaitu :
(1) Presiden dalam menetapkan arah kebijakan Kepolisian Negara Republik Indonesia dibantu oleh
lembaga kepolisian nasional.
(2) Lembaga kepolisian nasional dibentuk oleh Presiden yang diatur dengan undang-undang.
(3) Lembaga kepolisian nasional memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sebagaimana dijelaskan di ayat 2 pasal 8 Tap MPR No. VII Tahun 2000 bahwa Lemabaga Kepolisian Nasional yang dimaksud akan diatur dalam undang – undang, maka lahirlah UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, ada 4 pasal yang menjelaskan tentang Kompolnas yaitu pasal 37, pasal 38, pasal 39 dan pasal 40. Bunyi dari masing – masing pasal ini adalah :

Pasal 37
(1) Lembaga kepolisian nasional yang disebut dengan Komisi Kepolisian Nasional berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
(2) Komisi Kepolisian Nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibentuk dengan Keputusan Presiden.

Pasal 38
(1) Komisi Kepolisian Nasional bertugas :
a. membantu Presiden dalam menetapkan arah kebijakan Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan
b. memberikan pertimbangan kepada Presiden dalampengangkatan dan pemberhentian Kapolri.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Komisi Kepolisian Nasional berwenang untuk :
a. mengumpulkan dan menganalisis data sebagai bahan pemberian saran kepada Presiden yang berkaitan dengan anggaran Kepolisian Negara Republik Indonesia,
pengembangan sumber daya manusia Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan pengembangan sarana dan prasarana Kepolisian Negara Republik Indonesia;
b. memberikan saran dan pertimbangan lain kepada Presiden dalam upaya mewujudkan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang profesional dan mandiri; dan
c. menerima saran dan keluhan dari masyarakat mengenai kinerja kepolisian dan menyampaikannya kepada Presiden.

Pasal 39
(1) Keanggotaan Komisi Kepolisian Nasional terdiri atas seorang Ketua merangkap anggota, seorang Wakil Ketua merangkap anggota, seorang Sekretaris merangkap anggota dan 6 (enam)
orang anggota.
(2) Keanggotaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berasal dari unsur-unsur pemerintah, pakar kepolisian, dan tokoh masyarakat.
(3) Ketentuan mengenai susunan organisasi, tata kerja,pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Kepolisian Nasional diatur dengan Keputusan Presiden.

Pasal 40
Segala pembiayaan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas Komisi Kepolisian Nasional dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Adapun penjelasan lebih rinci mengenai Kompolnas bisa dipelajari dari Perpres No. 17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional. Pasal 3 Perpres No. 17 Tahun 2011 menjelaskan tentang fungsi Kompolnas, yaitu :
(1) Kompolnas melaksanakan fungsi pengawasan fungsional terhadap kinerja Polri untuk menjamin
profesionalisme dan kemandirian Polri.
(2) Pelaksanaan fungsi pengawasan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui
kegiatan pemantauan dan penilaian terhadap kinerja dan integritas anggota dan pejabat Polri sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jadi Kompolnas adalah Pengawas Fungsional Polri dimana mekanisme pelaksanaan pengawasan dilakukan dengan dua cara, yaitu Pemantauan dan Penilaian. Subjek pemantauan dan penilaianpun ada dua, yaitu Kinerja dan Integritas. Lalu objek pemantauan dan penilaian meliputi semua anggota Polri, yaitu Anggota dan Pejabat Polri. Dengan demikian jika merujuk pada Perpres No. 17 Tahun 2011, Kompolnas harus mampu menjalankan fungsinya sebagai pengawas fungsional Polri untuk melakukan pemantauan dan penilaian kinerja dan integritas anggota dan pejabat polri yang tersebar dari Sabang sampai Merauke (M-rul)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -