JIB|Lamongan- Dalam rangka walimatul ‘ursy atau yang lazim di kenal sebagai pesta pernikahan, adalah jamuan makan yang diselenggarakan oleh tuan Rumah (Hajat), berkenaan dengan pernikahan. Kata walimah berasal dari kata Al-Walamu yang dalam bahasa Indonesia bermakna “Pertemuan”, di Dusun Kedungrejo Desa Karangpilang Kec. Modo Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Senin (21/01/2019), kemarin.

Acara pernikahan sekaligus pengajian umum yang di selenggarakan oleh pemangku hajat dengan menghadirkan KH Selamat Penceramah Kondangan dari Pondok pesantren Al-Muawanah Jombang.

Dalam Ceramahnya KH Slamet Basuki menyampaikan, Kepada umat Islam berkewajiban membangun rumah tangganya sebagaimana yang sudah dikonstruksi oleh alqur’an yaitu Keluarga Sakinah, mawaddah, warahmah.

“Menurut parameter yang di sabdakan oleh Kanjeng Rosulullah SAW ada 4 unsur yaitu, 1. Antakuna zaujatuhu shalihatan suami istri harus sama-sama komitmen baik dan mulia, 2. Wa auladuhu abroron dan putra putrinya shaleh dan shalihah, 3. Wa khulathauhus shalihiin interaksinya atau pergaulannya dengan orang-orang yang baik maupun produktif, 4. warizquhu fi baladihi rizqinya ada didalam negrinya artinya mudah dijangkau.” Papar, KH Slamet Basuki kepada Jurnalindonesibaru.com, Kamis (24/01/2019).

Dalam hal tersebut, KH Slamet menjelaskan ada 4 unsur tersebut di atas, orang-orang Tua kita dahulu telah menjadikan sebagai hal yang pokok dan diutamakan karena 4 hal ini secara universal telah menjadi sarat kebahagiaan dan keutuhan sebuah rumah tangga.

“Semoga bisa dengan mudah direalisasikan oleh mempelai keduanya, yaitu ananda Anis dan ananda Basyaruddin aamiin” Tutupnya.

Tempat terpisah, Suwaji aji mengungkapkan, Saya atas nama shoibu khajah mengucapkan banyak banyak terima kasih atas kedatangan Romo KH Slamet Basuki soho rombongan dan mohon maaf segala kekurangan. Semoga Allah memuliakannya bersama rombongan. Amin.

“Saya berharap sangat berterimakasih atas tausyiah dan wejangannya semoga bisa bermanfaat bagi kami dan anak kami dan menjadikan anak kami Keluarga Sakinah, mawaddah, warahmah.” Harapannya. (Asep)