JIB | Kab Bekasi,- Jembatan merupakan prasarana transportasi yang menghubungkan empat Desa di wilayah Cibarusah Kota diantaranya Desa Sirnajati, Desa Ridogalih, dan Desa Ridomanah.

Retak dan longsornya jembatan Cipamingkis selain membahayakan bagi pengguna jalan juga menghambat kegiatan masyarakat.

Hasil dari Investigasi media online jurnalindonesiabaru.com pada hari Kamis kemarin 10/10/19 lokasi jembatan Cipamingkis Cibarusah terlihat alat berat sudah memulai mengerjakan aktivitasnya seperti melakukan pengerukan tanah serta merapihkan tanah.

Mengenai akan di perbaikinya pembangunan jembatan Cipamingkis Endang Supriatna selaku pemerhati Lingkungan dari LSM GEMPAL saat di konfirmasi oleh media online jurnalindonesiabaru.com pada hari Jum’at, tanggal 11/10/19, mengatakan.

“Seharusnya sebelum melakukan pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut terlebih dahulu melakukan analis berjangka,” tuturnya

Agar anggaran Pemda Kabupaten Bekasi tidak terbuang mubajir seperti yang sudah terjadi dimana beberapa bangunan turap serta bangunan batu brojong tidak kuat menahan longsor karena dihajar ganasnya longsor Sungai Cipamingkis apalagi sekarang sisi kiri dan kanan bibir sungai tersebut semakin melebar. Imbuhnya

Endang menambahkan. “Jika dengan di tiang pancang jembatan Cipamingkis para tekhnisi sudah memperhatikan segala perencaan pembangunannya dari awal hingga akhir pelaksan, kami berharap kepada pelaksana mengingat sepertinya musim hujan akan segera tiba lebih baik kita perhatikan ataupun jika perlu kita awasi terus pembangunan jembatan tersebut sampai tuntas sampai batas waktu pelaksanaannya yang di tentukan Pemkab Bekasi,” paparnya

“Dan kita sebagai manusia jangan menyalahkan alam terus yang seolah-olah penyebab segalanya, kami sangat berharap kepada para pembijak pimpinan agar lebih memperhatikan segala faktor yang paling utama yaitu lingkungan jadi agar tidak sia-sia anggaran tersebut terbuang di pembangunan jembatan Cipamingkis Cibarusah, alangkah baiknya di perhatikan semaksimal mungkin mekanisme pembangunan jembatan tersebut.” Pungkasnya (Dre/Dedi)