JIB | Karawang,- Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pisang Sambo I, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, jaman kolonial Belanda masih digunakan sarana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Gedung sekolah tersebut butuh perhatian dari pemerintah, Jum’at (01/11/19).

Endang Rahmat, Kepala Sekolah SDN Pisangsambo I, mengatakan ruang kelas yang dibangun sejak tahun 1912 pada era kolonial Belanda awalnya bertempat di Desa Kutaampel Kecamatan Batujaya, kemudian bangunan dipindahkan oleh masyarakat ke Desa Pisangsambo pada tahun 1928.

“Pemindahan tersebut, karena letak gedung sekolah tersebut tak jauh dari bantaran sungai Citarum, sehingga selalu terkena banjir. Waktu itu Pisangsambo masih masuk wilayah Kecamatan Batujaya,” ungkapnya.

Lanjutnya, Endang, mengatakan bangunan pendidikan era kolonial Belanda itu memiliki tiga ruangan, satu ruangan dijadikan KBM kelas IV, ruang tengah diperuntukkan mushola atau praktik mata pelajaran agama, dan ruang pojok dijadikan tempat penyimpanan alat olahraga.

“Sampai saat ini belum ada biaya perawatan dari dinas instansi terkait, padahal kalo melihat kondisi fisik bangunan yang sekarang sudah banyak yang rusak,” ucapnya.

Dengan alasan bangunan SDN peninggalan kolonial Belanda yang masih digunakan menurut, Endang, disebabkan kurangnya ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pisangsambo I, untuk dipergunakan kegiatan belajar mengajar.

“Saya berharap kepada pemerintah untuk memperbaiki bangunan (zaman Belanda) ini, karena kedepannya pihak sekolah merencanakan bangunan kuno ini selain untuk KBM akan dijadikan tempat untuk kesenian,” pungkasnya.(Sule/Ey)