JIB | kabupaten Indramayu,- Kepala Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Suhardjo di laporkan oleh warganya sendiri ke polisi Polres Indramayu pada hari Senin, (16/12/2019) terkait perbuatan yang tidak menyenangkan mengeluarkan kata – kata yang tidak pantas, dan sambil menodongkan senjata api.

Menurut keterangan dari sejumlah sumber. berawal, Ibu Tarsinah mendapatkan bantuan program bedah rumah dari Dinas sosial senilai Rp 15 juta yang di peruntukan untuk rehab rumah, selain Ibu Tarsinah ada sembilan orang lagi yang mendapatkan bantuan tersebut, namun dalam pelaksanaannya di duga dana tersebut di sunat. Bantuan yang diberikan dalam bentuk material tersebut menurut Ibu Tarsinah tidak sesuai dengan nominal bantuan yang seharusnya diterima.

“Benar, saya mendapat bantuan dari dinas sosial guna rehab rumah dalam bentuk material, namun bantuan yang di terima tidak sesuai dengan nominal bantuan yang seharusnya diterima”, beber Tarsinah saat di wawancarai oleh beberapa awak media

Merasa tidak sesuai pemberian bantuan yang seharusnya diterima, Ibu tarsinah mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten Indramayu guna untuk mengadukan keluhannya terkait program bantuan tersebut.

“Selang beberapa waktu Kepala Desa Suhardjo mendatangi rumahnya dengan membentak dirinya dan suami dengan kata-kata tidak pantas, dan bukan hanya itu ia juga menodongkan pistol ke lehernya.” tutur Tarsinah kepada awak media

Ditempat terpisah Kepala Desa Telukagung Suhardjo mendengar dirinya dilaporkan oleh warganya ke pihak kepolisian, saat dikonfirmasi oleh media online jurnalindonesiabaru.com pada hari Kamis, (19/12/19) di kantornya, mengatakan. “Ia, saya khilaf, saya mengakui menodongkan senjata, tapi bukan senjata api tapi airsoft gun, dan keadaan airsoft gun tersebut juga vsudah rusak”, ujar Suhardjo sambil memperlihatkan Kartu Tanda Anggotanya (KTA) yang masih aktif.

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau pihaknya telah melaksanakan bantuan tersebut dengan sebaik mungkin. Tapi karena di Desa Telukagung pada tahun depan akan melaksanakan pemilihan kuwu maka nuansa politikpun sangat kental di dalamnya. Bantuan itu didapat dari pengajuan proposal dan dalam prosesnya memakan waktu hampir 1 tahun, dan program tersebut melalui tahap seleksi kalau orang tersebut tidak layak menerima ya saya cari yang lain salah satunya Ibu Tarsinah yang mendapat bantuan tersebut, dan saya tidak membeda-bedakan karena semua warga saya.

”Sebelumnya Ibu Tarsinah sendiri mengatakan kalau bantuan tersebut tidak masalah kalau dikurangi, karena selebihnya nanti ia meminta uang untuk pembayaran tukang disitulah saya merasa kecewa, karena masyarakat yang sudah dibantu malah tidak percaya dengan Pemerintah Desa,” ujar Suhardjo

Sementara ditempat terpisah di kediaman Kasdi Rt 06/03 warga yang juga mendapat bantuan tersebut membenarkan dirinya mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa material. Bantuan tersebut sesuai apa yang diharapkan.

“Alhamduliallah saya mendaptkan bantuan dari program rehab rumah tersebut, dan saya ucapkan terimakasih kepada bapak kuwu, kalau saya tidak mendapatkan bantuan tidak seperti yang sekarang ini dan tidak tau kapan akan dibangun, yang dulunya kalau hujan bocor sekarang sudah tidak lagi,” tutur Kasdi kepada media online jurnalindonesiabaru.com

Sementara dikediamannya Bapak Nasda Rt 05/02 warga yang juga mendapatkan bantuan tersebut mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak kuwu yang sudah membantu sehingga dirinya mendapatkan program bantuan dari pemerintah, saya ucapkan terimaksih sebelum dibangun tembok saya yang mau roboh sekarang kokoh lagi berkat adanya bantuan tersebut, papar Nasda

(Dre)