JIB | Kabupaten Indramayu,- Peternakan unggas (Bebek) yang bertempat di Desa Mekargading RT 15/03 Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, sangat menggangu masyarakat Blok Benduk, Desa Tugu kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Sabtu, (25/01/2020)

Keberadaan peternakan unggas pasalnya berada ditengah-tengah pemukiman warga dan jelas adanya peternakan tersebut sangat merugikan masyarakat setempat, karena aroma bau yang menyengat selalu dihirup warga di sekitar peternakan kandang unggas setiap harinya, apalagi setelah turunnya hujan aroma bau yang menyengat memasuki rumah-rumah warga.

Dikatakan warga setempat, kandang unggas tersebut milik Hj. Umi, dan masyarakat berharap pemerintah setempat segera mengambil tindakan dan selayaknya peternakan tersebut sudah harus direlokasi (Dipindahkan) ketempat yang lebih jauh dari pemukiman warga.

Warga sekitar sebelumnya sudah pernah sampaikan keluhan perihal keberadaan peternakan tersebut kepada pemerintah Desa Mekargading namun setelah ditindak lanjuti oleh pemerintah Desa setempat, pemilik peternakan tersebut hanya membuat pagar pembatas dari batako yang sebelumnya pagar pembatas tersebut dari anyaman bambu dengan harapan mengurangi aroma bau.

Sri Wahyuni selaku menantu dari pemilik peternakan saat di wawancarai oleh wartawan media online jurnalindonesiabaru.com di kediamannya membenarkan terkait masalah adanya bau tersebut.

“Kalau mau menanyakan hal tersebut silahkan langsung ke mertua saya saja pa, karena saya sendiri cuma menantu,” ujarnya

Sambungnya. Saat ini mertua saya sedang menghadiri undangan orang hajatan. Bapak nanti sore datang lagi saja biar lebih jelas terkait masalah tersebut, tutur Sri Wahyuni

Warga setempat yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan. Sejak pertama ada peternakan unggas ini, warga selalu protes bahkan dulu pernah mengumpulkan tanda tangan dengan tujuan menolak adanya peternakan. Karena kandangnya dekat sekali dengan pemukiman. Hanya berjarak beberapa meter saja pak. Sudah bau busuk, Tentu ini tidak baik untuk kesehatan warga sini,” ujarnya

Menurutnya, tidak ada cara lain untuk mengatasi masalah tersebut selain menutup peternakan milik Ibu Hj. Umi. Tutupnya

(Dri)