JIB | BEKASI – Gerombolan geng motor kembali semakin marak beraksi melakukan tindakan brutal membabi buta memangsa setiap orang yang ada sekitaran pinggiran jalan raya yang di lalui oleh mereka.

Hal ini terjadi kepada inisial HS alias Qinoy (25 th) yang tinggal di Kampung Kaum Utara, RT/RW.01/01, Desa Tanjung Sari, Cikarang Utara, seorang juru parkir jalan putaran pengendara sepeda motor arah dari Lemahabang berputar ke arah Karawang di Jalan Raya Jendral Urip Sumoharjo, Lemahabang, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari menjelang pagi. Sabtu (19/09/2020).

Korban HS mengalami luka bacok serius dengan senjata tajam pada bagian punggung, sehingga dilarikan ke rumah sakit Annisa sehingga harus dilakukan penanganan serius dan dengan beberapa jahitan.

HS, pemuda yang belum berkeluarga sehari-harinya hanya bekerja serabutan dan keluarga dalam tarap ekonomi menengah ke bawah, saat ini merasa kesulitan dalam biaya pengobatan. Karena dalam hal kejadian seperti ini, pihak BPJS tidak mengcovernya.

“Mana kasus kriminal mah, kaga di cover ama BPJS…! Ini baru obat doang, sembilan ratus. Belum biaya jahitan ama ruangannya…!,” ucap bibinya dalam pesan suara dengan bahasa khas Cikarang.

Keluarga berharap, agar ada perhatian dan bantuan kepada pemerintah untuk meringankan biaya pengobatan kepada saudaranya yang mengalami tindak kriminal oleh gerombolan geng motor tersebut.

Seorang tokoh pemuda disekitar kampung tersebut menyampaikan kepada awak media, agar para gerombolan geng motor yang semakin merajarela ini, berharap kepada para pihak kepolisian agar benar-benar bisa menangkap dan mengamankannya sehingga bisa diberikan efek jera yang maksimal agar suasana aman benar-benar bisa di rasa oleh masyarakat.

“Kalo malem, ada geng motor yang suka bacok siapa aja yang di temuinya di pinggir jalan. Kalo siang, makin rame ada begal motor yang bawa pistol, maen tembak aja. Gimana mau aman negara ini…!,” ucapnya, geram. (Erpan)