JIB | KABUPATEN BEKASI,- Konvoi puluhan sepeda motor dan mobil memeriahkan acara peringatan pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah di Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Sabtu (30/07/2022), pagi.
Konvoi kendaraan motor dan mobil yang ditumpangi warga terlihat mengelilingi seputar Jalan Raya Cibarusah dan Serang Baru Kabupaten Bekasi. Para peserta dilepas dari Kantor Desa Sindangmulya oleh Kepala Desa Sindangmulya,R.Selpi Indriani,SE.
“Momentum tahun baru Islam 1444 Hijriah, kita semakin mempertebal keimanan dan ketakwaan kita semua kepada Allah SWT. Semoga penerapan syariat Islam dapat kita tegakan secara sempurna,” kata Selpi pada acara itu.
Menurut Selpi, kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin Pemerintah Desa Sindangmulya dalam rangka memeriahkan setiap tahun menyambut masuknya tahun baru Islam. Peserta pawai bukan hanya konvoi mobil, namun juga ada ratusan motor yang dilibatkan mulai dari kalangan pelajar, pondok pesantren, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias mengikuti pawai ini sehingga peserta banyak sekali ya, mungkin sekitar empat ratusan,” ungkap Selpi selaku Kepala Desa Sindangmulya.
“Kegiatan pawai ini dikawal oleh pihak Kepolisian Polsek Cibarusah, Koramil 09/Cibarusah dan pihak-pihak terkait. Kami juga menyediakan mobil ambulans untuk jaga-jaga.” pungkas Selpi. (Wati)
JIB | PADANGSIDIMPUAN,- Orangtua korban mengucapkan banyak terimakasih atas apresi Kapolres Padangsidimpuan yang telah melakukan penangkapan terhadap pelaku Pedofil di desa Hutapadang Kec. Padangsidimpuan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan
Di Desa Hutapadang terdapat beberapa orang yang berprofesi sebagai penjual bakso pentol, yang salah satunya PS yang memiliki seorang anak yang bernama Mulia Siagian yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur yang masih berumur 3,5 tahun (AS) dan kakaknya yang baru masuk SD dan berumur 6 tahun (AFS).
Kejadian pencabulan ini terungkap pada Rabu 27 Juli 2022 saat terakhir Mulia Siagian melakukan pencabulan terhadap AS yang masih berusia 3,5 tahun tersebut, dimana AS menyampaikan keluhannya kepada uaknya terkait sakitnya yang dia rasakan pada alat kelaminnya. Sesuai pengakuannya AS kepada uaknya yang bernama JS, bahwa MULIA SIAGIAN yang berprofesi sebagai penjual bakso pentol di Desa Hutapadang telah melakukan pencabulan terhadapnya dengan terlebih dahulu diiming-imingi uang Rp1000,.
Dan Polres Padangsidimpuan telah melakukan penangkapan terhadap pelaku yakni Mulia Siagian, sesuai dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/261/VII/2022/SPKT/POLRES PADANG SIDIMPUAN/POLDA, sehingga orangtua korban mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolres Padangsidimpuan atas apresiasi dan cepatnya proses penangkapan terhadap Pelaku, Rabu 27 Juli 2022.
Menurut pengakuan orangtua korban, ternyata yang menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh Mulia Siagian bukan hanya AS, namun AFS yang baru masuk sekolah SD, yang merupakan kakak kandung AS, yang mana sesuai dengan keterangan AFS, Mulia Siagian sudah 2 (dua) kali melakukan pencabulan terhadap dirinya.
Saat ini IS yang merupakan suami dari MRT dan juga ayah dari kedua korban saat ini sedang sakit parah nan tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya, sehingga keluarga ini hanya dinafkahi oleh sang istri yang sehari-harinya hanya bekerja serabutan untuk menafkahi keluarganya. Dan kini kedua anak perempuannya malah menjadi korban pencabulan oleh Mulia Siagian.
Beberapa warga desa Hutapadang juga turut mengucapkan sangat berterimakasih terhadap Kapolres Padangsidimpuan atas terungkapnya tindakan pencabulan ini.
Bukan hanya masyarakat tetapi Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberantas Korupsi (DPP LPK), Sangat mengapresiasikan kinerja Polres Padangsimpuan yang sudah menangkap pelaku Pedofil. Yang di wakili Sekjen DPP LPK Ronald Harahap dan merupakan salah satu keluarga korban menyampaikan ucapan terimakasih dari keluarga korban kepada Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP. BAMBANG PRIYATNO, S.Sos.
“saya dan jajaran DPP LPK sangat berterima kasih atas penangkapan pelaku Pedofil yang sudah meresahkan masyarakat dan saya berharap dengan dengan di Tangkapnya pedofil ini jangan sampe ada pedofil – pedofil lainnya” tutupnya.
JIB | KABUPATEN BEKASI, – Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Dedy Supriyadi menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) wilayah Kecamatan Cibitung dan Cikarang Barat, yang diselenggarakan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Bekasi, di Hotel Java Palace Cikarang Utara, Rabu, (27/7/2022).
Sekda Dedy Supriyadi mengatakan, dengan adanya undang-undang nomor 11 tahun 2020, tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2021, tentang penyelenggaraan, penataan ruang mengamanatkan penyusunan, RDTR sebagai dasar bagi perolehan konfirmasi, kesesuaian kegiatan pemanfaatan, ruang yang terintegrasi, Online Single Submision (OSS).
“RDTR yang terintegrasi dengan sistem OSS sangat diperlukan untuk kemudahan dan kepastian berinvestasi di daerah, sehingga Pemerintah Kabupaten Bekasi pada tahun 2022 ini telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan RDTR dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Kecamatan Cibitung dan Cikarang Barat,” ujarnya.
Dedy juga mengatakan, Kecamatan Cibitung dan Cikarang Barat, memiliki karakteristik potensi dan permasalahan kawasan perkotaan.
“Pengembangan perkotaan ini perlu, direncanakan dan di tata dengan baik, melalui penyusunan RDTR yang dapat digunakan sebagai pedoman rencana pembangunan 20 tahun ke depan, sebagai dasar pemanfaatan ruang di wilayah Kecamatan Cibitung dan Cikarang Barat,” ujarnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Beni Saputra mengatakan, penyusunan RDTR dan KLHS di dua kecamatan ini bisa menjadi acuan bagi pelaksanaan pembangunan dan program di Kabupaten Bekasi kemudian itu menjadi acuan juga untuk pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang di Kabupaten Bekasi.
“Ya hari ini kita melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk penyusunan RDTR dan KLHS di dua kecamatan yaitu Cikarang Barat dan Cibitung. RDTR ini sebagai acuan investasi khususnya dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang di Kabupaten Bekasi, “ujarnya.
Beni juga berharap, kegiatan ini bisa dimanfaatkan oleh semua pemangku kepentingan, untuk bisa menyampaikan apa kepentingannya dan aspirasinya.
“Dalam FGD ini kita menyerap aspirasi dari semua stakeholder di dua Kecamatan ini, tentunya dengan data awal yang sudah dimiliki oleh konsultan, kita menyerap aspirasi dari semua pemangku kepentingan yang ada di dua kecamatan ini, “pungkasnya. (ADV/Red)
JIB | KABUPATEN BEKASI, – Tak punya bangunan sekolah Siswa di Kabupaten Bekasi, menumpang digedung Sekolah Dasar (SD) Negeri. Sebanyak 129 siswa kelas 7,8 dan 9 SMPN 3 Bojongmangu belajar dilantai dan inilah dunia pendidikan di kabupaten Bekasi, kalau sudah seperti ini seharusnya pemkab Bekasi,. Khususnya Dinas Pendidikan jangan diem bae. Karena pendidikan adalah salah satu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Salah satu siswa kelas 9 bernama Lisa Amanda mengantakan sudah 3 tahun bersekolah di SMPN 3 Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, tidak mempunyai bangunan sekolah dan hanya menumpang di,sekolah lain.
“Kita sudah 3 tahun bersekolah disini tidak mempunyai bangunan, keinginan kita inggin mempunyai bangunan biar adik-adik kita yang masuk sekolah disini biar bisa lebih nyaman kan kita masih numpang juga, apalagi kita belum mempunyai tempat duduk dan hanya belajar dilesehan begini,”Ucap Lisa Siswa yang duduk dikelas 9 SMP Negeri 3 Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.
Dua murid SMPN 3 Bojongmangu menagis, meminta ke Bupati Bekasi menyediakan tempat bangunan sekolah.
Dirinya merasa selama belajar dilantai merasakan sakit dan sesak karena bertumpuk-tumpuk dengan siswa yang lain.
“Ko bisa sih sekolah kita kaya gini, kita pengen punya sekolah yang lebih layak dan nyaman, kita berharap ke bapak bupati semoga kita mempunyai sekolah yang lebih layak lagi,” harap Lisa sambil mengeluarkan air mata kesedihan saat diwawancara oleh tim media.
Ketua Komite SMPN 3 Bojongmangu Ondang Donal sangat prihatin melihat para siswa yang tak mempunyai bangunan sekolah dan melakukan kegiatan belajar hanya di atas lantai, padahal pengajuan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN 3 Bojongmangu sudah lama diajukan, namun sangat disayangkan hingga kini belum dibangun.
“Miris sekali para siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya di atas lantai, padahal dengan kegiatan belajar seperti itu sangat beresiko bagi kesehatan para siswa,” terang Donal.
Ada sebanyak 129 orang siswa yang bersekolah di SMPN 3 Bojongmangu Bekasi, yang sebelumnya ada sekitar 200 lebih siswa. Bahkan yang pertama itu sudah ada yang mendaftar hampir 300 lebih siswa yang ingin bersekolah di sini, para siswa waktu itu berharap mempunyai bangunan sekolah yang layak, akhirnya jumlah siswa berkurang dan sekarang hanya ada 129 siswa.
“Jadi karena melihat menimbang sekolah belajar demprok yang ada sesak napas, akhrinya separuh siswa pindah sekolah yang mempunyai meja bangku belajar,”sesal Odang. Kamis (28/7/2022).
Seperti diketahui SMPN 3 Bojongmangu hanya berjarak ratusan meter dari pusat pemerintahan kabupaten Bekasi dan kawasan industri,
namun kegiatan KBM para siswa masih numpang di gedung SDN Sukabungah 01, dan juga para siswa hanya belajar diatas lantai karena tidak memiliki gedung sendiri.
Kegiatan belajar ala lesehan
“Kami selaku komite SMPN 03 Bojongmangu berharap agar pemerintah Kabupaten Bekasi, terutama Disdik, Bappeda, Dinas Pupr, DPRD, terkhusus PJ Bupati, agar merealisasi usulan RKB gedung SMPN 3 Bojongmangu dikabulkan pada tahun 2023 menjadi prioritas jangan sampai gagal lagi,” harapnya.
Sebelumnya ketua komite juga bersama kepala sekolah dan juga perwakilan guru SMPN 03 Bojongmangu mendatangi komisi III DPRD kabupaten Bekasi, untuk mempertanyakan lambatnya pembangunan ruang Kelas Baru (RKB) untuk SMPN 3 Bojongmangu.
JIB | CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang kurang mampu dengan membangunkan septic tank dan MCK, dengan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALDS).
“Karena jamban yang tidak pada tempatnya, apalagi juga airnya dibuang tidak pada tempatnya bisa menjadi sumber penyakit,” kata Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan saat meninjau pembangunan SPALDS bersama Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Inf. M. Horison Ramadhan, di Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat, Kamis (28/7/2022).
Dani Ramdan berharap, dengan adanya bantuan dari pemerintah daerah, keluarga yang tidak mampu membangun jamban sendiri, sekarang bisa berpola hidup bersih dan sehat di tempat yang memenuhi syarat.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui APBD tahun anggaran 2022 telah memberikan bantuan SPALDS untuk keluarga kurang mampu di 8 kecamatan dan 9 desa.
“Ya, kita sudah berikan bantuan kepada 904 penerima manfaat di 8 kecamatan. Untuk wilayah Kecamatan Cikarang Pusat ada 130 penerima manfaat. Untuk tahap awal ini kami bangun sekitar 52 unit SPALDS,” terangnya.
Nur Chaidir menyebutkan, pembuatan SPALDS di wilayah Kecamatan Cikarang Pusat sudah mencapai 40 persen dan ditargetkan rampung pada Bulan November 2022.
“semoga pembuatan SPALDS, ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan keluarga yang kurang mampu, dan saya berharap di tahun ini bisa rampung demi masyarakat Bekasi yang kurang mampu” tutupnya kepada media Jurnal Indonesia Baru. (ADV)
JIB |™Jakarta, – Program pemerintah Food Estate, yang salah satunya digawangi oleh Kementerian Pertanian, merupakan peluang positif untuk merealisasikan kemandirian pangan Indonesia.
“Saat ini enggak ada tempat lahan lagi di Jawa, dan Food Estate merupakan kesempatan baik,” kata Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Yadi Sofyan Noor saat dihubungi melalui telepon, Rabu (27/07).
Berdasarkan pengamatannya saat berkunjung ke lokasi-lokasi Food Estate belakangan ini, Yadi mengatakan, realisasi lahan baru terbilang cukup cepat yaitu mencapai 28 ribu hektare dari proyeksi pembukaan lahan baru sebesar 65 ribu hektare. “Jadi kalau kita lihat langkah pemerintah itu sangat baik. Kami sangat dukung,” katanya.
Di sisi lain ia mengakui pencetakan lahan sawah baru di luar Pulau Jawa memang tidak bisa semulus di Pulau Jawa, sehingga membutuhkan waktu untuk bisa menghasilkan produksi tinggi karena terkait kesuburan lahan dan faktor terkait lainnya. “Kita tidak bisa main sulap, dicetak langsung bisa produksi tinggi. Karena lahan pertanian, terutama sawah, perlu adaptasi,” katanya.
Menurutnya, Food Estate tidak bisa langsung dilabeli proyek yang tidak berhasil hanya karena pencetakan lahan baru dan produksi yang dihasilkan di dalamnya belum bisa mengimbangi penyusutan lahan pertanian lokal yang mencapai 150 ribu hektare per tahun.
“Enggak bisa dibilang gitu (gagal), baru dicetak sudah dibilang gagal. Kita butuh waktu. Seperti saya pengalaman ke lokasi transmigrasi dulu itu, memang awal-awal tidak bisa langsung produktif,” katanya.
Ia meyakini kecukupan pangan lokal akan bisa terjaga seiring dengan upaya pemerintah untuk memenuhinya, yang salah satunya melalui program Food Estate. “Karena ya Kementerian Pertanian, kalau bahasa saya, sudah habis-habisan juga menjaga pangan kita,” ujarnya. (Red)
JIB | KABUPATEN BEKASI- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menjelang hari sampah nasional mengadakan Jambore Peduli Sampah Tingkat Kabupaten Bekasi.
“Dalam rangka menjelang hari sampah nasional kami dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menggelar Jambore dengan bertujuan akan membereskan dan membersihkan sampah liar yang saat ini marak di Kabupaten Bekasi” tutur Kasi Kebersihan Dlh Kabupaten Bekasi, Eddy Sirotim kepada Jurnal Indonesia Baru. Kamis (28/07)
Seperti diketahui kegiatan bersih-bersih itu berlangsung di lokasi, Kampung Pasirlimus, Desa Mangunharja, Kecamatan Cikarang Utara.
Ia mengatakan sampah liar yang berlokasi di wilayah pasirlimus hari ini akan di bersihkan dan di angkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.
“Rencana nya untuk pengangkutan sampah yang sudah di angkut dan akan di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng” katanya.
Kegiatan ini bergerak bersama-sama dengan unsur masyarakat, penggiat lingkungan, relawan, hingga mahasiswa.
“Persoalan sampah itu bukan hanya dari tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup saja tetapi sampah ini juga menjadi tanggungjawab bersama baik dari pihak swasta, masyarakat dan pihak-pihak lain terhadap persoalan sampah” imbuhnya.
JIB | KABUPATEN BEKASI,- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, tengah mematangkan persiapan rangkaian kegiatan acara Gebyar Desa yang rencananya akan dihadiri secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Agustus mendatang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi, Ida Farida mengatakan, rute yang akan dilalui oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil akan dimulai dari Desa Lambangsari Tambun Selatan dan berakhir di Desa Kertarahayu Kecamatan Setu, sebagai lokasi acara Gebyar Desa.
“Di acara Gebyar Desa ini, Pak Gubernur akan mengunjungi desa-desa untuk melihat pembangunan yang berjalan, termasuk melihat kekayaan alam, budaya, tradisi hingga potensi di desa. Alhamdulillah untuk Kabupaten Bekasi agendanya tidak double sehingga Insya Allah (Gubernur Jabar) akan hadir secara pribadi,” ucap Ida, seusai mengikuti road show bersama Pj Bupati Bekasi, Kamis (28/07/22).
Ida menjelaskan, dari 180 desa yang ada di Kabupaten Bekasi, terpilihlah beberapa desa yang akan menjadi trek dalam agenda Gebyar Desa yang masing-masing akan dikunjungi oleh gubernur.
Dirinya juga menambahkan, Kabupaten Bekasi mendapatkan beberapa Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) dari Provinsi Jawa Barat. Mobil itulah yang diharapkan dapat memberikan warna berbeda di Kabupaten Bekasi dengan melakukan inovasi melalui potensi-potensi yang ditawarkan.
“Kita coba ingin tampilkan bagaimana manfaat mobil Maskara yang ada di Kabupaten Bekasi. Jadi potensi unggulan yang ada di desa juga bisa disaksikan oleh masyarakat, nanti juga akan ada pameran UMKM di desa-desa yang dilewati,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi, Ida Farida
Lebih lanjut, Kepala Desa Kertarahayu, Rudi Catur Pribadi menegaskan, sejauh ini persiapan yang telah dilakukan sebagai lokasi kegiatan Gebyar Desa hampir mencapai 100 persen.
“Persiapannya sudah hampir 100 persen, karena nantinya ada rombongan dari provinsi, maka semuanya telah kita siapkan, seperti ketersediaan lahan parkir hingga teknis yang lainnya,” ujarnya.
Desa Kertahayu memiliki keunggulan sebagai desa yang berhasil mempertahankan ruang terbuka hijau. Desa tersebut sedang dikembang sebagai Desa Wisata di Kabupaten Bekasi. Selain itu, Taman Lansia yang berada di Desa Kertahayu menjadi spot favorit untuk menjadi tempat finish dari rangkaian kegiatan tersebut. (Red)
JIB | KABUPATEN BEKASI – Miris, karena tidak memiliki gedung sekolah siswa-siswi SMPN 3 Bojongmangu melakukan Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilantai.
Ketua Komite SMPN 3 Bojongmangu Ondang Donal SE sangat prihatin melihat para siswa melakukan KBM hanya di atas lantai padahal pengajuan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN 3 Bojongmangu sudah lama di ajukan, namun sangat di sayangkan hingga kini belum dibangun.
“Miris sekali para siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya di atas lantai, padahal dengan kegiatan belajar seperti itu sangat beresiko bagi kesehatan dan keselamatan apabila atapnya roboh mengenai para siswa,” terang Donal. (27/7/2022)
Seperti diketahui SMPN 3 Bojongmangu hanya berjarak ratusan meter dari pusat pemerintahan kabupaten Bekasi dan kawasan industri, namun kegiatan KBM para siswa masih numpang di gedung SDN Sukabungah 01, dan juga para siswa hanya belajar di atas lantai karena tidak memiliki gedung sendiri.
“Kami selaku komite SMPN 03 Bojongmangu berharap agar pemerintah Kabupaten Bekasi, terutama Disdik, Bappeda, Dinas Pupr, DPRD, terkhusus PJ Bupati, agar merealisasi usulan RKB gedung SMPN 3 Bojongmangu di kabulkan pada tahun 2023 menjadi prioritas jangan sampai gagal lagi,” harapnya.
Sebelumnya ketua komite juga bersama kepala sekolah dan juga perwakilan guru SMPN 03 Bojongmangu mendatangi komisi III DPRD kabupaten Bekasi, untuk mempertanyakan lambatnya pembangunan ruang Kelas Baru (RKB) untuk SMPN 3 Bojongmangu.
JIB | CIKARANG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mengelar lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2022 yang dilaksanakan di Primebiz Hotel, Kecamatan Cikarang selatan, yang diikuti oleh dari 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi pada Kamis, (14/7/2022).
Kepala Dinas PMD, Ida Farida menjelaskan, tujuan lomba TTG ini adalah mendorong kreativitas dan inovasi di masyarakat, sehingga muncul inovasi-inovasi teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat, dan juga mampu menghasilkan teknologi yang berkualitas.
“Kegiatan lomba TTG ini sudah kami lakukan di tingkat kecamatan, Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, cari tahu inovasi – inovasi yang berkembang di setiap desa, baik itu dari sektor pertanian, perkebunan dan lain sebagainya, mereka betul-betul ada dan bisa mengembangkan inovasinya untuk kemajuan di desanya, untuk peningkatan produkltifitas dan perekonomian masyarakat, serta meningkatkan pemanfaatan TTG menuju keunggulan kompetitif daerah,” ujarnya.
Ida, juga mengatakan, dari hasil lomba TTG tingkat kabupaten ini yang terbaik akan dikirimkan ke lomba TTG tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Dan disini kami lakukan kegiatan untuk pemilihan, kami lombakan, dan nanti kita harapkan ada yang terbaik, dan kita mitrakan juga, karna dari hasil-hasil pengembangan mereka juga jangan sampai putus di tengah jalan, dan untuk juri nya kami, udang dari provinsi, akademisi, dan dari kementrian, adapun aspek yang dinilai ada beberapa yaitu, nilai inovasi dan modifikasi, kegunaan dan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ida, juga berharap dengan diadakannya kegiatan lomba TTG, dapat memilih inovasi atau terobosan-terobosan yang terbaik yang bisa di jadikan untuk role model pengembangan di kabupaten Bekasi.
“Nantinya yang terpilih menjadi yang terbaik akan di jadikan role model yang akan diikuti oleh kecamatan – kecamatan maupun desa yang ada di Kabupaten Bekasi sesuai dengan resources yang diperlukannya untuk dikembangkan, dibudidayakan, kemudian di tingkatkan di masing-masing wilayahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kapala Bidang Kelembagaan Desa pada DPMD Kabupaten Bekasi, Mien Aminah menjelaskan, Lomba TTG tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2022 dengan tema, Teknologi Tepat Guna kita optimalkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi desa.
“Kegiatan lomba TTG bertujuan untuk, memfasilitasi masyarakat dalam wadah Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek), agar dapat menampilkan potensi-potensi yang ada di wilayahnya masing-masing, dan kegiatan ini untuk mendapatkan kandidat yang terbaik dari seluruh peserta lomba TTG tingkat Kabupaten Bekasi,” tutupnya. (ADV)