Monday, May 11, 2026
Home Blog Page 54

Evaluasi Program Ketahanan Pangan Dana Desa di Kabupaten Bekasi Didesak

0

JIB | Kabupaten Bekasi – Program ketahanan pangan yang didanai melalui Dana Desa dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa menjadi sorotan tajam. Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI) mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut di seluruh desa di Kabupaten Bekasi. Desakan ini muncul setelah ditemukan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program oleh pemerintah desa yang dianggap tidak sesuai regulasi.

Sekretaris Umum DPP GMI, Asep Saipulloh, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan berbagai indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program ketahanan pangan. Temuan tersebut mencakup dugaan penyalahgunaan anggaran, distribusi bantuan yang tidak tepat sasaran, serta minimnya transparansi dalam pelaporan.

“Kami telah menerima banyak laporan dari masyarakat dan melakukan investigasi terkait dugaan penyimpangan di sejumlah desa. Program ini seharusnya menjadi solusi bagi ketahanan pangan masyarakat desa, tetapi malah menyimpang dari tujuan dan aturan yang ada. Kami meminta pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi dan menindak tegas pelanggaran-pelanggaran ini,” ujar Asep Saipulloh kepada media.

Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan Dana Desa agar program ini sesuai dengan tujuannya, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan ketersediaan pangan di tingkat desa.

“Program ini merupakan prioritas pemerintah pusat untuk memperkuat kemandirian pangan di desa. Jika penyimpangan terus dibiarkan, tujuan mulia tersebut akan sulit tercapai,” tambahnya.

Masyarakat berharap pemerintah pusat dan daerah memastikan pengelolaan program ini berjalan dengan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Mereka juga meminta agar pelaku penyimpangan segera diproses hukum demi menjaga kepercayaan publik.

Dengan perhatian yang lebih serius terhadap pengelolaan program ketahanan pangan, diharapkan kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat dan kebutuhan pangan terpenuhi dengan baik. (Sul/Red)

Pemerintah KBB dan Dewan KBB Diduga Tutup Mata, Jalan Rusak di Blok Salim dan Kebon Kelapa Tak Kunjung Diperbaiki !

0

JIB |™BANDUNG BARAT,- Infrastruktur jalan di Kampung Blok Salim dan Kebun Kelapa Desa Kertajaya , Kecamatan Padalarang, kondisinya sudah menghawatirkan alias rusak parah.

Seperti diketahui ruas Jalan tersebut statusnya jalan Kabupaten, yang menghubungkan Dua Kecamatan, yakni kecamatan Ngamprah dan Padalarang.

Para pejabat hingga Wakil Rakyatpun sering menginjak dan melewati jalan tersebut, namun seakan tutup mata dan tidak mendengar keluhan aspirasi dari warga blok Salim Desa Kertajaya sehingga sudah lama tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah sampai sekarang.

Warga Blok Salim Urip K menyayangkan, ruas jalan tersebut sampai saat ini belum ada informasi kapan akan diperbaikinya.Bahkan pihaknya juga pernah menulis memberitakan di media online pada maret tahun kemarin, tapi tidak ada respon dan perhatiannya baik dari B
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, PUTR KBB Maupun Wakil Rakyat KBB

Menurutnya, jalan ini berada di dekat ibukota Kabupaten Bandung barat, yakni kecamatan Ngamprah, Ko kenapa pemerintah sampai tega membiarkan jalan rusak seperti ini. Apalagi Jalan ini juga dekat dengan stasiun KCIC, ungkapnya kepada Jurnalindonesiabaru saat ditemui dikediamannya. Minggu, (26 /1/2025).

Urip berharap pemerintah itu harusnya respect ketika ada warga menyampaikan aspirasinya.

Ia menyebut, sepanjang Jalan kebun kelapa,Blok salim sampai jalan Curug Agung, Ngamprah ini selain ditemukan banyak lobang menganga dengan diameter cukup besar juga banyak batu kerikil berserakan di badan jalan. Kondisi tersebut dapat membahayakan para pengendara khususnya roda dua.

“Kerusakan jalan ini terbilang sudah cukup lama, dan sampai saat ini belum ada perbaikan. Sehingga banyak pengendara roda dua yang terperosok ke lubang hingga terjatuh”,tegasnya.

Ia juga mengatakan, apalagi saat ini musim hujan kondisinya becek,licin banyak kubangan air.

Sementara, Pj Bupati Bandung Barat Ade Zakir tidak menjawab saat dimintai tanggapannya melalui via Japri WhatsAppnya.

Sedangkan Sekdis PUTR KBB Aan Sopiyan saat dimintai tanggapannya melalui Via Japri Whatsapp mengatakan agar informasinya lengkap, bisa kontak dan Konfirmasi langsung ke Kabid Bina Marga dan Kabid Tata Ruang.

Namun Kabid Bina Marga dan Kabid Tata Ruang tidak menjawab saat dikonfirmasi melalui japri WhatsApp nya.

(Rahmat Global)

Pria Ditemukan Tewas di Dalam Mobil di Karawang, Penyebab Kematian Masih Diselidiki

0

JIB | Kabupaten Karawang – Seorang pria ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Avanza berpelat nomor T 1276 KP yang terparkir di area SPBU Jalan Raya Surotokunto, Kelurahan Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, pada Sabtu sore (25/1/2025). Penemuan ini terjadi setelah adanya laporan dari warga setempat.

Korban diketahui bernama Muhammad Sopian (33), warga Gempol Rawa RT 11 RW 03, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat. Hingga kini, penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Menurut keterangan warga, mobil tersebut sudah terparkir di lokasi sejak Kamis (23/1/2025). Warga mulai curiga setelah mencium bau tidak sedap dari dalam kendaraan dan melihat adanya tetesan air dari pintu kiri mobil.

Rizal Nurcholis, salah satu warga yang pertama kali mencurigai keberadaan mobil, menjelaskan kronologi penemuan tersebut. “Saya awalnya curiga karena ada tetesan air dari pintu mobil. Setelah dicek, ternyata ada korban sudah meninggal di dalam mobil,” ujar Rizal.

Laporan segera disampaikan kepada pihak kepolisian. Tim dari Reskrim dan unit INAFIS Polres Karawang langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Dua saksi, Rizal Nurcholis dan Dede Yusep, turut memberikan keterangan terkait temuan tersebut.

Keluarga korban menyatakan bahwa Muhammad Sopian sempat mengeluhkan sakit dada sebelum meninggalkan rumah. “Almarhum sempat bilang dadanya sakit sebelum pergi dari rumah. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Arif Sopian, adik korban.

Hingga berita ini diturunkan, jasad korban telah dibawa ke RSUD Kabupaten Karawang untuk diautopsi guna memastikan penyebab kematian. Polisi juga masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian. (Sul/Red)

Peran BUMDes dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan

0

JIB | Kabupaten Karawang – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat desa. Ketua Umum GEMPAR, Mulyadi, menegaskan bahwa dengan kebijakan pengalokasian minimal 20% dana desa untuk ketahanan pangan dan penyertaan modal bagi BUMDes, langkah-langkah konkret perlu dirancang agar program tersebut berjalan optimal.

“BUMDes harus mampu mengidentifikasi potensi desa, menyusun rencana usaha yang matang, membangun infrastruktur pendukung, memberikan pelatihan kepada masyarakat, dan menjalin kemitraan yang strategis,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, tahapan tersebut menjadi fondasi penting dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis desa. Ia juga menyoroti bahwa dana desa dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti penyertaan modal usaha, pengadaan sarana produksi, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan teknologi.

“Pemanfaatan dana desa secara efektif dapat menjadi katalisator dalam menciptakan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat desa,” tambahnya.

Namun, Mulyadi juga mengingatkan bahwa BUMDes kerap menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan modal, minimnya keterampilan masyarakat, dan akses pasar yang terbatas. Untuk mengatasi hambatan tersebut, ia merekomendasikan beberapa solusi, antara lain optimalisasi penggunaan dana desa, pemanfaatan teknologi digital, penguatan kemitraan strategis, dan diversifikasi usaha.

“Jika dikelola dengan baik, BUMDes bukan hanya mampu meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa. Pada akhirnya, ini akan menciptakan kemandirian desa dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (Sul/Red)

Alumni SMK Negeri 1 Pakisjaya Diminta Segera Mengambil Ijazah

0

JIB | Kabupaten Karawang – Kepala SMK Negeri 1 Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, mengimbau para alumni untuk segera mengambil ijazah yang hingga kini masih tersimpan di sekolah. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak ijazah yang belum diambil, meski sudah bertahun-tahun sejak kelulusan.

“Kami mengharapkan kerja sama dari para alumni untuk segera mengambil ijazah mereka. Ijazah adalah dokumen penting yang berfungsi sebagai penunjang untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan. Jangan sampai dibiarkan terlalu lama,” ujar Kepala SMK Negeri 1 Pakisjaya, Yudi Kartiwa, S.Pd., S.ST., M.Pd.

Ia menjelaskan, pihak sekolah telah menyediakan waktu khusus untuk mempermudah pengambilan ijazah. Prosesnya dapat dilakukan di bagian Tata Usaha pada hari kerja, mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.

“Bagi alumni yang kesulitan untuk datang langsung, kami terbuka untuk membantu, misalnya dengan mengatur koordinasi lebih lanjut. Namun, kami tetap mengutamakan agar ijazah ini diambil langsung oleh pemiliknya demi menjaga keamanan dan keaslian dokumen,” tegas Yudi Kartiwa.

Ia juga menegaskan pentingnya segera mengambil ijazah, mengingat manfaat besar yang bisa diperoleh dari dokumen tersebut.

“Semakin cepat ijazah diambil, semakin besar manfaatnya untuk digunakan sesuai kebutuhan masing-masing. Kami berharap para alumni tidak menunda-nunda lagi,” pungkasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, alumni dapat menghubungi kontak resmi yang telah disediakan oleh pihak sekolah, dalam proses pengambilan ijazah tidak di pungut biaya. (Sul/Red)

GEMPAR Sambut Baik Pernyataan Kang Dedi Mulyadi: Setiap Sekolah Harus Serahkan Ijazah Alumni

0

JIB | Kabupaten Karawang – Gerakan Masyarakat Peduli Karawang (GEMPAR) menyambut baik seruan Gubernur Jawa Barat terpilih, Kang Dedi Mulyadi, yang meminta pihak sekolah segera menyerahkan ijazah yang ditahan kepada para alumni. Kang Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan siswa.

Ketua Umum GEMPAR, Mulyadi, mengapresiasi kebijakan tersebut sebagai langkah yang pro-rakyat. “Kami sangat menghargai keberanian Kang Dedi Mulyadi dalam membela hak-hak siswa. Ijazah bukanlah alat tawar-menawar, melainkan hak mendasar bagi setiap siswa yang telah menyelesaikan pendidikan,” tegasnya.

Mulyadi juga menekankan bahwa jika ada sekolah yang tetap menahan ijazah, pihaknya akan mengambil langkah hukum. “Kami akan melaporkan kasus ini ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Menahan ijazah adalah pelanggaran hukum dan hak asasi manusia,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa tindakan menahan ijazah bertentangan dengan sejumlah regulasi, antara lain:

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 5 ayat 1): Menjamin setiap warga negara berhak atas dokumen pendidikan.
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 72): Mengatur bahwa ijazah wajib diberikan kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 43 Tahun 2019 (Pasal 15): Melarang sekolah untuk menahan ijazah.
Dalam pernyataannya, Kang Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya implementasi kebijakan ini di seluruh wilayah Jawa Barat. “Setiap siswa berhak mendapatkan ijazah mereka tanpa terkecuali. Pemerintah akan memastikan akses pendidikan yang setara bagi semua masyarakat,” ujarnya.

GEMPAR berharap langkah Kang Dedi menjadi awal dari perubahan positif dalam sistem pendidikan Jawa Barat. “Kami siap mendukung implementasi kebijakan ini dan akan terus mengawal pelaksanaannya. Pendidikan yang inklusif adalah hak semua anak bangsa,” tutup Mulyadi. (Sul/Red)

GEMPAR Akan Investigasi Dugaan Siswa “Fiktif” di Lembaga Pendidikan

0

JIB | Kabupaten Karawang – Gerakan Masyarakat Peduli Karawang (GEMPAR) tengah bersiap melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan adanya siswa “Fiktif” di sejumlah lembaga pendidikan Negeri dan Swasta di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat.

Dugaan tersebut mencuat setelah laporan dari masyarakat mengungkap adanya siswa yang terdaftar di sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), namun tidak pernah mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun ujian.

Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Karawang (GEMPAR), Mulyadi, menegaskan bahwa langkah investigasi ini bertujuan untuk mengungkap kebenaran di balik isu tersebut.

“Kami akan melakukan investigasi secara transparan dan akuntabel guna memastikan apakah benar ada siswa ‘siluman’ di lembaga-lembaga pendidikan di Karawang,” ujar Mulyadi dalam keterangannya kepada media.

Ia juga menambahkan bahwa jika ditemukan bukti adanya praktik semacam itu, pihaknya tidak akan segan-segan membawa kasus ini ke jalur hukum.

“Jika terbukti, kami akan menyerahkan kasus ini ke pihak berwenang untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Pelaku kecurangan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Selain itu, GEMPAR mendesak agar izin operasional sekolah yang terlibat dalam praktik ini dicabut sebagai bentuk sanksi tegas.

“Kami tidak bisa mentolerir lembaga pendidikan yang melakukan kecurangan, apalagi menyalahgunakan dana publik. Lembaga seperti itu tidak layak beroperasi,” tambah Mulyadi.

GEMPAR berharap investigasi ini dapat memperbaiki sistem pendidikan di Karawang agar lebih transparan dan berintegritas.

“Kami ingin memastikan bahwa lembaga pendidikan di Karawang berjalan sesuai aturan dan mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, GEMPAR menunjukkan komitmennya dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan. (Sul/Red)

Bangunan SDN Sukamakmur 02 Ambruk, Ketum PIRA Desak DPRD dan APH Lakukan Investigasi

0

JIB | Kabupaten Bekasi – Bangunan dua lantai SDN Sukamakmur 02 di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, mengalami kerusakan parah pada bagian plafon. Insiden ini terjadi belum lama ini, meskipun bangunan tersebut baru selesai dibangun setahun lalu dengan anggaran sebesar Rp 1.236.399.000,- yang berasal dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2023.

Proyek pembangunan ini dikerjakan oleh CV. Mardhotillah Mandiri berdasarkan Kontrak Nomor PG 02.02/872/SP/BH-CKTR/2023, tertanggal 4 Oktober 2023. Namun, insiden ini menimbulkan kecurigaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut, terutama terkait kualitas pengerjaan dan pengawasan dari pihak berwenang.

Ketua Umum Peduli Indonesia Raya (PIRA), Haetami Abdallah, menyampaikan kekecewaannya atas kejadian ini dan meminta agar pihak yang bertanggung jawab segera diusut.

“Kami sangat kecewa dan prihatin dengan insiden ambruknya plafon bangunan dua lantai SDN Sukamakmur 02. Bangunan ini baru selesai dibangun setahun lalu dengan anggaran yang cukup besar, yaitu Rp 1.236.399.000,- dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2023,” ujarnya.

Haetami juga menduga adanya penyimpangan dalam proyek tersebut. “Kami mendesak Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan Kepolisian untuk melakukan investigasi yang transparan dan akuntabel terhadap insiden ini. Jika ditemukan adanya kelalaian atau penyimpangan, pihak yang bertanggung jawab harus diberikan sanksi tegas,” tambahnya.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan dan kualitas infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bekasi. Berbagai pihak mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pengelolaan proyek infrastruktur pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (Red)

Yayasan Al Ansori Islamic Boarding School Adakan Tabligh Akbar Memperingati Isra Mi raj

0

JIB | Kabupaten Bekasi –Majelis Taklim Al Ansori adakan Tabligh Akbar Memperingati Isra Miraj yang di laksanakan di halaman sekolah YPIA Al Ansori Perum Mega Regency Blok C46 No.1 Desa Sukasari Kec Serang Baru Kab Bekasi,yang di hadiri para wali murid,Masjid Tak lim,anggota dewan DPRD Propinsi Jawa Barat ,Pimpina Yayasan Wafizs Al Amin Center,Ketua MUI bidang (P3AK) Kab Bekasi .

Ketua Yayasan Al Ansori Hj.Dedeh Juleha,S.Ag,M.Pd.I ,Visi dan Misi YPIA -Al Ansori ada jangka pendek ,jangka menengah ,jangka panjang, Visinya kita membentuk seorang muslim yang kapah seimbang dunia dan akhiratnya, dengan adanya SDIT Al Ansori ini ingin mengkaper atau membentuk manusia yang sempurna bisa menjalankan sarekat Islam,
” Tema dari Isra Miraj untuk menebalkan keimanan dan oleh oleh sholat lima waktu dan memperkuat ukuwah Islam miah dan terus menyiarkan siar Islam Sabtu (18/01/25) ,”pungkasnya.

Di tempat yang sama Pimpinan Yayasan Wafiz Al Almin Center, KH.Nur Anwar Amin,LC.MA, mengatakan ,” Isra dan Mi raj adalah salah satu peristiwa yang luar biasa ,kita juga sebagai manusia tidak percaya apalagi orang orang jahilia seperti Abu Jahal dan Abu Lahab, gak mungkin perjalanan dari Kota Mekah ke Masjidil Akso terus ke Sinatul Muhtahar hanya di tempuh seoertiga malam, “paparnya.

Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat Ibu Hj. Situ Komariah yang biasa di sapa Bunda Sikom, ” Alhamdulilah saya sudah bisa hadir dalam acara isroa Miraj di Yayasan Al Ansori mari kita ambil makna dari Isro Miraj ,jangan lupa dirikan sholat.
“Dalam kesempatan ini saya sebagai perwakilan rakyat Khusus nya dapil pemilihan Sembilan yaitu Kabupaten Bekasi, saya ingin memprioritas kan masalah UMKM, di mana banyak nya pengusaha atau para pelaku usaha yang ke kurang modal, seperti pedang pedang kecil, ke banyaknya dari mereka meminjam modalnya ke Bank keliling sehingga pemodal nya kurang bagus, nantinya saya akan menggarkan untuk memberi modal ke pengusaha-pengusaha kecil, agar perekonomian mereka dapat meningkat,, “terangnya.(dede).

Grand Opening Klinik Putra Medika Ceper

0

JIB | Kabupaten Bekasi – .Atas Rahmat dan Ridho Allah SWT, pada hari Kamis,16 Januari 2025 telah dilakukan Grand Opening Klinik Pratama Putra Medika Ceper, yang berlokasi Jalan Raya. Pasir Randu Ceper, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Gelaran acara Grand opening Klinik Putra Medika Ceper dilaksanakan secara simbolis dengan melakukan pemotongan tumpeng serta pengguntingan pita. Klinik Putra Medika Ceper merupakan Klinik ke 7 milik Putra Medika Grup. Acara dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Muspika Serang Baru, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD Karang Taruna, Ketua IBI, Ketua PPNI, Kepala Cabang BPJS, Ketua ARSSI, Ketua Umum ASKLIN, Tamu undangan serta warga masyarakat.

Salah satu agenda kegiatan Klinik Putra Medika adalah memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam sambutannya, Direktur Utama Putra Medika Grup dr. Mulyana Syarip Panija menyampaikan, “Alhamdulilah, Klinik Pratama Putra Medika Ceper merupakan Klinik ke 7 dari PT. Putra Medika Grup yang hadir di tengah lingkungan masyarakat Desa Sukasari untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan nasional.” Papar dr. Mulyana.

“Klinik Putra Medika Ceper menawarkan layanan medis yang dilakukan oleh dokter yang terlatih secara profesional dan berpengalaman dalam merawat pasien. Klinik ini juga dilengkapi dengan fasilitas medis terbaru dan alat-alat diagnostik yang canggih. Dengan demikian, pasien dapat merasa tenang dan nyaman saat memperoleh perawatan yang diperlukan di Klinik Putra Medika Ceper”. Pungkas dr. Mulyana.,(Dede)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -