JIB | CIKARANG PUSAT,- Perkembangan digitalisasi saat ini telah berkembang pesat dari waktu ke waktu dan tak hentinya para pengembangnya terus melakukan inovasi-inovasi berbasis teknologi informasi agar dapat terus membantu penggunanya dalam menyelesaikan aktivitasnya sehari-hari. Berbagai sektor telah merambah dengan memanfaatkan teknologi informasi, salah satunya Badan pendapatan daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi terus berinovasi mengembangkan digitalisasi agar bisa menghasilkan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dan ini sangat di harapkan oleh pemerintahan Kabupaten Bekasi.

Dengan demikian program digitalisasi sangat membawa perubahan baik dari sisi pelayanan maupun pendapatan di kabupaten Bekasi, karena potensi sangat bisa meringakan pebayaran pajak bagi wajib pajak dengan kesadaran sendiri. Jumat (13/05/2022).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi Herman Hanafi belum lama ini. Melalui digitalisasi ini saya yakin akan lebih riil dan konkret, mudah, cepat dan tepat, itu harapan dari pusat. Sehingga pendapatan kita lebih baik lagi ke depan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pihaknya sudah menerapkan digitalisasi di sejumlah pelayanan, salah satunya dari pembayaran pajak seperti pajak hotel, restaurant, lahan parkir dan lainya, sehingga konsep digitalisasi sangat epesien untuk wajib pajak.” Jelasnya.

Herman Hanafi juga, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bekasi telah meminta dukungan BJB untuk membantu masyarakat dari sisi kemudahan pelayanan, khususnya pembayaran pajak dan lainnya. Agar bisa di rasakan manfaatnya bagi wajib dengan adanya bank Jawa Barat (BJB).

“Sudah ada yang kita lakukan yakni bekerja sama dengan BJB. Ke depan, digitalisasi ini bisa memudahkan masyarakat dalam membayar pajak dan lainnya cukup lewat ponsel pintar agar wajib pajak mudah untuk mebayar dan tidak usah ke kantor Bapenda” ungkapnya. (ADV)