Friday, February 27, 2026
Home Blog Page 277

H. Ganda PJ Kades Wibawamulya dan Satgas Tanggap Darurat, Lakukan Percepatan Penanggulangan Covid -19

0

JIB|Kabupaten Bekasi,-Dalam upaya percepatan penanggulangan virus covid 19 di Desa Wibawamulya Kec Cibarusah Kab Bekasi.satgas tanggap darurat Desa Wibawamulya berupaya terus dalam melakukan giat penyemprotan disinfektan ke rumah warga dan lingkungan sekitarnya.berikut himbauan dalam percepatan penanggulangan virus covid 19.

Dalam giat tersebut di motori oleh H Ganda PJ Kades Wibawamulya turut di bantu oleh satgas tanggap darurat Desa tersebut, giat penyemprotan disinfektan dan himbauan pada warga Desa Wibawamulya dalam percepatan penanggulangan virus covid 19 di lakukan secara berkelanjutan dan bergantian di lingkungan masing-masing RT.

H Ganda PJ Kades Wibawamulya dalam keterangan pada media online jurnalindonesiabaru.com pada Sabtu (11/04/2020) perihal giat tersebut menuturkan Kami sebagai PJ Kades Wibawamulya harus bertanggung jawab dengan keselamatan warganya mengenai penyebaran virus corona (Covid -19), yang di mana dalam penyebarannya sangat mengkhawatirkan.

“Sesuai dengan himbauan Pemerintah yang kemudian di tindak lanjuti oleh Bupati Bekasi terkait percepatan penanggulangan virus Covid -19, dalam hal tersebut Pemerintahan Desa Wibawamulya dan satgas tanggap darurat virus Corona (Covid -19).” Jelasnya.

Lanjut,. Ganda terus berupaya untuk menekan penyebaran virus Corona (Covid -19), di wilayah kami, dengan penyemprotan disinfektan dan berikut himbauan pada warga.

“Adapun himbauan yang di lakukan pada warga setempat, di lakukan oleh masing-masing RT, di tiap lingkungannya dengan memasang spanduk terkait virus Corona, semoga dengan berbagai kegiatan tersebut dan himbauan pada warga mengenai percepatan penanggulangan Covid -19, di Desa kami, dan kami bersama warga sangat berharap pada Alloh SWT semoga virus Corona (Covid -19) cepat berakhir di Kab Bekasi dan umumnya di seluruh Daerah.” Tutupnya (Ded/End)

RSUD Kabupaten Bekasi, Dapat Bantuan APD

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Partai Golkar Kabupaten Bekasi menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibitung. Yang diterima langsung oleh Kepala RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Sumarti.

Adapun peralatan APD yang diserahkan ke pihak RSUD Kabupaten Bekasi berupa baju pelindung, masker, sarung tangan, kacamata, hand sanitizer dan lain-lain. Sabtu (11/04/2020).

dr. Asep Surya Atmaja, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bekasi. Mengatakan alhamdulillah kita bisa memberikan bantuan berupa APD atas dasar kesadaran Anggota Dewan Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

“Kita bersama anggota Dewan Partai Golkar lainnya, hari ini secara serentak memberikan masker di dapilnya masing-masing, dan serah terimanya di Rumah Sakit Umum Daerah.” Jelasnya.

Tempat terpisah Direktur RSUD Kabupaten Bekasi dr. Sumarti mengatakan Alhamdulillah hari ini kita dapat bantuan peralatan APD, untuk penanganan pasien PDP, yang sudah kita siapkan satu gedung di RSUD selain dari gedung Intalasi Gawat Darurat (IGD). Apalagi dapat bantuan APD dari Dewan DPRD Kabupaten Bekasi partai Golkar.

“Pasien PDP berjumlah 39, 17 orang sudah berhasil disembuhkan dan dipulangkan dan sebanyak 7 orang, sisanya masih dalam perawatan oleh sebab itu, pihak RSUD juga mengharapkan bantuan dari berbagai pihak guna kelengkapan APD, untuk tenaga medis.” Tutupnya.

Biro Bekasi : Endang

Saat Nasabah Menebus Gadaiannya di Pusat Gadai Tambun, Barangnya Hilang

0

JIB |Kabupaten Bekasi,- Terkait adanya Pusat Gadai Indonesia di Desa Mekar Sari, Kecamatan Tambun Selatan tempatnya Jalan Raya Sultan Hasanudin dekat Polsek Tambun, bahwa Pusat Gadai tersebut diduga telah menipu dan merugikan Nasabah, dan juga tidak memiliki ijin usaha, hal ini agar Kepala Desa Mekar Sari dapat segera memanggil Pegawai dan Pimpinan Cabang Pusat Gadai Indonesia yang berada di wilayah Desa Mekar Sari, Kecamatan Tambun Selatan.

Saat dikonfirmasi nasabah yang namanya minta dilindungi mengatakan, bahwa pada saat dirinya mengadaikan Hp Merek Samsung di salah satu Pusat Pegadaian di wilayah Tambun Selatan, dengan pinjaman uang Rp1.000.000 (Satu Juta), namun saat jatuh tempo hendak di tebus pihak Pegadaian Pusat Gadai mengatakan kepada Nasabah hilang, dan kalau mau di tebus Nasabah silahkan ambil ke Surabaya, namun hal tersebut tidak masuk akal bahkan pihak Pusat Gadai tidak memberikan informasi kepada Nasabah melalui Tlp maupun WhastAap, karena narasumber menduga kuat bahwa Pegadaian Pusat Gadai yang berada di Tambun Selatan telah bermain curang dan merugikan Masyarakat,” kata narasumber.

Narasumber sebagai Nasabah menjelaskan, bahwa dengan hilangkan nya Hp Samsung oleh pihak Pusat Gadai, bahwa ia akan menutut dan segera dapat di kembalikan dalam waktu 3 hari sejak melakukan perjanjian dengan Kepala Cabang M.Ervan Fathan dan segala pinjaman pokok dan bunga pinjaman sudah Saya selesaikan, jangan seenaknya pihak Pusat Gadai menghilangkan barang jaminan Saya,” jelas narasumber

Narasumber menegaskan, apabila dalam waktu tiga hari barang Hp Samsung yang saya gadaikan di Pusat Gadai Indonesia tidak dapat dikembalikan oleh pihak Pegadaian, Saya akan nenutut secara hukum, karena Saya sudah membayar pinjaman pokok dan berikut bunga nya sebesar Rp 1.500.000 kepada M.Ervan Fatha sebagai Kepala Cabang Pegadaian Pusat Gadai Tambun,” tegas Narasumber.

Saat pihak Pusat Gadai Tambun dikonfirmasi selaku Kepala Cabang Pusat Gadai Indonesia Tambun, M.Ervan Fathan mengatakan, bahwa apa yang di Kliem oleh Nasabah Kami, Saya sudah katakan aka di proses dan mengajukan dulu ke Pimpinan Pusat harus menunggu 15 hari kerja dan ia harus melaporkan keatasan dulu agar Kliem dari Nasabah barang yang mau di tebus harus dapat di setujui oleh pihak Pimpinan Pusat,” ujar M.Ervan Fathan

M.Ervan Fathan sebagai Kepala Cabang Pegadaian Pusat Gadai Indonesia Tambun menjelaskan, apa yang diminta oleh Nasabah agar barang jaminan nya dapat dipulangkan, karena saya harus ada persetujuan dari Pimpina Pusat karena dirinya hanya mengikut peraturan dan prosudur di Pegadaian Pusat Gadai,” jelas Ervan.

Dengan adanya Pusat Gadai di Desa Mekar Sari, Kecamatan Tambun Selatan, sebagai Nasabah meminta agar Kepala Desa Mekar Sari dapat segera memanggil Pimpinan Cabang Pusat Gadai Swasta yang berdomisili di Desa Mekar Sari dan dapat segera menijau ulang kembali perizinannya oleh Kepala Desa sebab banyak merugikan masyarakat. (Red)

Guna Memutuskan Mata Rantai Penyebaran Covid -19, Wilayah Desa Tanjung Baru Lakukan Penyemprotan Disinfektan

0

JIB | Cikarang Timur,- Sehubungan dengan adanya marak penyebaran virus Corona dan Covid-19, dengan demikian untuk memutuskan mata rantai virus tersebut.

Maka pihak Desa Tanjung Baru mohon kepada pelaksana BPBD kabupaten Bekasi, untuk Dapat penyemprotan disinfektan, guna mengurangi dampak dari wabah penyakit Covid-19 Corona wilayah desa Tanjung Baru kecamatan Cikarang Timur Bekasi.

Adapun untuk penyemprotan tersebut diwilayahnya kami sebagai berikut.

1. Jalan raya Rengas Bandung, Bapak efsan dari mulai masuk pangkalan ojek, sampai dengan kampung baru Poncol, Bapak kamanda ketua karang taruna.

2. Jalan raya kampung Ceger, bapak Suganda mulai masuk sampai dengan, bapak haji Marwan HB kampung Ceger.

3. Jalan raya Mahmud, bapak Kohar dari mulai masuk, sampai dengan perbatasan Desa Jati Baru bapak Tono kampung Rawa Gebang.

4. Jalan raya Gang kontrakan H Taisan dari mulai masuk, sampai dengan perbatasan BRB H Omba kampung baru.

5. Jalan raya Kosambi bapak Ajuk, dari mulai masuk, sampai dengan bapak RT Ari Munandar kampung Kosambi.

6. Jalan raya kampung baru ibu Karmih dari mulai masuk, sampai dengan BRB Arnas kampung ceger.

Dengan demikian hari ini, Sabtu (11/04/2020), terlaksana penyemprotan disinfektan oleh BPBD kabupaten Bekasi, sebanyak 4000 liter untuk wilayah sekitar Desa Tanjung Baru Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi.

Gatot petugas BPBD Kabupaten Bekasi saat di tanya awak media jurnalindonesiabaru.com mengatakan sebelum melakukan penyemprotan terlebih dahulu kami singgah di Desa lainnya hari ini kami lakukan koordinasi kepada kepala Desa Tanjung Baru bapak Dudu Sumbali SH, terkait titik mana saja yang akan di lakukan penyemprotan disinfektan oleh pihak kami (BPBD Kabupaten Bekasi).

“Semoga apa yang kami lakukan bersama tim dari BPBD Kabupaten Bekasi di wilayah Desa Tanjung Baru ini bisa merata dalam penyemprotan disinfektan yang pada hari ini kami lakukan” Ungkapnya.

Kepala Desa Tanjung Baru Dudu Sumbali SH mengatakan mengenai akan adanya bantuan penyemprotan disinfektan dari BPBD Kabupaten Bekasi kami sangat mengapresiasikan kinerjanya, untuk menyemprotan di wilayah kami.

“Saya berharap dengan adanya penyemprotan ini bisa memutuskan mata rantai virus Corona (Covid – 19), dan warga kami di jauhkan dari wabah penyakit virus Corona” Jelasnya.

Tempat terpisah Deden Sholahuddin menjelaskan, alhamdulillah apa yang kita ajukan permohonan penyemprotan disinfektan kepada BPBD Kabupaten Bekasi langsung di ACC untuk penyemprotan disinfektan di wilayah kami.

“Kami sangat berterimakasih kepada BPBD Kabupaten Bekasi, dan masyarakat Desa Tanjung Baru yang sudah bisa bekerjasama untuk penyemprotan disinfektan virus Corona dan memutuskan mata rantai agar terhindar dari wabah penyakit tersebut” Tutupnya. (Sep)

ToMas Desa Wangunharja H. Enjum, Mia El-Dabo dan Polri Serta TNI Salurkan Sembako ke Warga dan Buruh Terdampak Covid-19

0

JIB | Kabupaten Bekasi –Tokoh Masyarakat Desa Wangunharja, Haji Enjum El-Dabo di bantu kepolisian polres metro Bekasi danTni membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat dan buruh yang bekerja sekitar kawasan industri yang penghasilannya terdampak semenjak adanya pandemi Covid-19 ini.

Pantuan awak media, pembagian sembako ini dikawal TNI-Polri yang tetap memperhatikan jaga jarak agar tidak berkurumun. Haji Enjum mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi situasi Covid-19 ini.

“Minggu depan kemungkinan Kabupaten Bekasi akan masuk zona Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Untuk menghadapi pandemi ini kita harus kompak. Semoga ini bisa menginspirasi yang lain,”kata dia kepada awak media.

Haji Enjum didampingi Tokoh Pemuda, Mia El-Dabo membagikan langsung paket sembako ke rumah-rumah warga sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Desa Wangunharja.

“Menghadapi pandemi ini merupakan kewajiban kita bersama, kami juga mengucapkan terima kasih kepada tim gugus Desa Wangunharja yang sudah berjibaku untuk mencegah penyebaran Covid-19,”tuturnya.

Ia mengatakan berdasarkan data dari satgas Covid-19 Desa Wangunharja hingga saat ini tidak ada warga yang terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, Cina ini. Pembagian sembako difokuskan kepada lanjut usia (lansia) dan pekerja informal di Desa Wangunharja.

Mia berharap seluruh masyarakat dapat berjibaku menghadapi pandemi ini. Pasalnya pekerja informal ekonomi amat berdampak semenjek pemerintah menganjurkan masyarakat untuk dirumah.

“Kita harus bersama-sama menghadapi pandemi ini, apalagi Kabupaten Bekasi merupakan wilayah industri terbesar di Asia Tenggara. Kepedulian harus ditingkatkan, agar Kabupaten Bekasi terbebas korona,”ujarnya.

Mia menjelaskan ada pedagang umkm yang harus tutup usahanya karena semenjak pandemi membuat pendapatan turun drastis, “Sebelum ini kita juga sudah bagikan sekitar 500 paket sembako. Semoga ini menjadi inspirasi yang lain,”tuturnya.

Bersama gugus tugas Desa Wangunharja, pihaknya juga membagikan masker kepada pengendara yang kedapatan tidak mengenakan masker.

Salah satu warga yang juga pedagang Pecel Lele, Nia mengaku pendatapannya turun drastis semenjak adanya wabah ini. Namun dirinya tetap berupaya berdagang untuk mencukupi kebutuhan sehari-sehari.

“Mudah-mudahan wabah ini segera berhenti dan masyarakat beraktivitas normal seperti biasanya. Saya tetap dagang karena saya ada anak yang harus dicukupi kebutuhan,”paparnya

Biro Bekasi : Endang

dr. H Mulyana Syarif Panija MARS, Ketua IDI Kab Bekasi : Berikan Bantuan APD Untuk Para Medis Agar Terselamatkan Dari Covid -19

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Bahwa IDI Kab Bekasi telah mengeluarkan dana sekitar Rp 40 Juta untuk pembelian APD (Alat Pelindung Diri), dan APD ini telah di ditribusikan pada tim medis untuk Anggota kita yang ada di RS, Klinik, Puskesmas, dan yang ada sebagai dokter praktek mandiri.

Ini adalah sebagai wujud dari kepedulian IDI, dan IDI turut serta membantu dan mensuport, dukungan kepada tim medis terutama anggota IDI Kabupaten Bekasi dalam hal menjalankan tugas. Jum’at (10/04/2020).

dr. H Mulyana Syarif Panija, MARS Ketua IDI Kabupaten Bekasi kepada media Jurnalindonesiabaru.com mengatakan Untuk melayani pasien-pasien yang ada di klinik, puskesmas, dan dokter praktek mandiri. Agar kita siapkan alat APD (Alat Pelindung Diri), agar tidak terkena kepada rekan seprofesi demi memutuskan mata rantai virus Corona (Covid -19).

“Insyallah untuk tahap kedua IDI akan segera juga mengeluarkan anggaran untuk membeli APD mengingat sekarang sangat penting untuk keselamatan. baik di RS, Klinik, Puskesmas maupun di dokter praktek mandiri mengeluh tentang kekurangan APD” Ucap. Mulyana.

Oleh karena itu, selain dari bantuan dari Pemerintah. Mulyana juga berharap dari bantuan pihak Masyarakat, dalam hal ini dari para pengusaha, para donatur. Kita pun IDI ingin juga berpartisipasi untuk turut menjaga dan melindungi anggota kita supaya tidak tertular, dan terselamatkan dari pada penularan dan bahaya virus Corona (Covid -19).

“Mengingat sudah banyak teman-teman sejawat dokter yang telah wafat, karena terpapar ataupun tertular Covid -19. Mudah-mudahan langkah kita apa yang kita berikan pada teman sejawat dan tim medis lainnya bisa membantu semuanya untuk terselamatkan dari pada Covid 19.” Jelasnya

Mulyana juga, dengan kejadian wabah virus Corona yang dahsyat ini, semoga Covid -19, segera berakhir sehingga kita bisa bersama-sama normal kembali semua aktifitas Masyarakat yang selama ini memang sudah serba terbatas. (Ded)

Pemerintahan Desa Cibarusah Kota Lakukan Penyemprotan Rutin Serentak,Dalam Rangka Memutus Mata Rantai Virus Corona (Covid 19).

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Dalam rangka memutus mata rantai virus corona / covid 19.Pemerintahan Desa Cibarusah Kota Kecamatan Cibarusah Kab Bekasi, melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan serentak di tiap rt dengan bergantian.

Dalam giat penyemprotan tersebut yang di lakukan Pemerintahan Desa Cibarusah Kota pada Kamis (09/04/2020) di Kp Curug rt 001/003 melakukan penyemprotan secara serentak dan rutin di sekitar Kp tersebut.dan kembali penyemprotan disinfektan secara serentak pada Jumat (10/04/2020) di lanjutkan di Kp Malaka rt 02/06 Desa Cibarusah Kota.dalam penyemprotan tersebut turut di bantu oleh rt dan staf Desa.

Iwan Setiawan Kepala Desa Cibarusah Kota saat di konfirmasi media online jurnalindonesiabaru.com menuturkan,”untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona / covid 19.di wilayah Pemerintahan Desa Cibarusah Kota,berikut bersama aparatur Desa Cibarusah Kota dan yang lainnya akan terus berupaya melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak dan bergantian di tiap rt ujarnya.

Kata Iwan hal tersebut di lakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona / covid 19 di wilayah kami dan sekitarnya.

Mudah-mudahan dengan giat tersebut yang di lakukan oleh Pemerintahan Desa Cibarusah Kota di beberapa rt ataupun rumah warga dan lingkungan sekitarnya,dan dalam upaya tersebut untuk penanganan percepatan virus corona/covid 19 dan umumnya di wilayah Kec Cibarusah.dengan hal tersebut penyebaran virus tersebut dapat kita tekan pungkasnya.

(Ded/End)

Pedagang Pasar Baru Indramayu Berharap “CIPTO GUDANG RABAT” Kembali Jadi Gudang

0

JIB | INDRAMAYU – Kisruh antara pedagang di Pasar Baru Indramayu dengan Toko Modern Cipto Gudang Rabat tidak kunjung selesai.

Padahal Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Bandung sudah mengeluarkan keputusan sidang dengan menolak semua gugatan yang dilayangkan oleh Cipto Gudang Rabat pada bulan Maret 2020 lalu.

Hanya saja, riskuh tersebut kembali berlanjut setelah pihak Cipto Gudang Rabat mengajukan banding ke PTUN Jakarta.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (Asparu), Adang Wahyudi mengatakan, para pedagang merasa keberatan dengan sikap tersebut.

Mereka awalnya bahkan berinisiatif ingin melakukan aksi unjuk rasa mengingat kisruh berkepanjangan yang hingga saat ini tidak kunjung terselesaikan.

“Awalnya kita memang mau demonstrasi cuma kan terhalang oleh Covid-19, jadi tidak jadi,” ujar dia kepada awak media, Jumat (10/4/2020).

Dalam hal ini para pedagang, disebutkan Adang Wahyudi tengah mencari solusi dengan menemui para ahli hukum di Kabupaten Indramayu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Mereka tengah mencari celah bagaimana mengembalikan fungsi Cipto Gudang Rabat sebagai gudang distributor yang menyuplai kebutuhan pokok tanpa harus membuka eceran seperti sekarang ini.

“Saya sedang mencari tahu ke ahli-ahli hukum di Indramayu apakah dengan upaya banding Cipto itu menunda eksekusi (penutupan usaha eceran) atau tidak, ini masih belum jelas,” ujar dia.

“Tapi kalau dari Pemda menyatakan sikap mereka belum bisa mengeksekusi (penutupan usaha eceran) karena menunggu inkrah dari pengadilan terkait pengajuan banding Cipto ke PTUN Jakarta,” lanjut Adang Wahyudi.

Para pedagang di Pasar Baru Indramayu berharap, pihak Cipto Gudang Rabat bisa menerima keputusan yang dikeluarkan oleh PTUN Bandung dengan tidak lagi berdagang eceran.

Hal tersebut disebutkan Adang Wahyudi sangat menganggu aktivitas jual beli di pasar tradisional yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari lokasi Toko Modern Cipto Gudang Rabat.

“Sudah sejak awal jadi harapan pedagang Cipto kembali jadi gudang, pedagang berharap Cipto legowo karena tidak mungkin menutup kemungkinan usaha mereka akan tutup, Cipto masih bisa bertransaksi dengan cara distributor,” ujar dia.

(Dre)

Satuan Lantas Polres Indramayu melaksanakan kegiatan pengawalan Truk pangangkut sembako

0

JIB | INDRAMAYU,- Antisipasi keterlambatan pendistribusian bahan pokok kebutuhan masyarakat, Satuan Lantas Polres Indramayu melaksanakan kegiatan pengawalan Truk pangangkut sembako diwilayah Kabupaten Indramayu. Jumat, (10/04/2020).

Dalam kegiatan pengawalan yang dilakukan, petugas menjelaskan kepada masyarakat bahwa pengawalan tersebut tidak dipungut biaya atau gratis.

Kegiatan pengawalan dipimpin langsung oleh Kanit Turjawali Polres Indramayu Ipda Praja, S.H., dengan didampingi anggota Patwal Sat Lantas Polres Indramayu.

Kanit Turjawali Polres Indramayu Ipda Praja, S.H., melalui Paur Subbag Humas Polres Indramayu mengatakan, “Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan tidak adanya blokade di wilayah kabupaten Indramayu serta menjamin tidak adanya pemblokiran jalan oleh pihak manapun yang mengakibatkan terhambatnya pendistribusian bahan pokok dan kebutuhan masyarakat”, tuturnya

Lebih lanjut, pihaknya menyebutkan pengawalan tersebut dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat mewabahnya COVID- 19, ungkapnya

Salah satu supir truk pengangkut bahan pokok mengatakan, merasa terbantu dengan adanya pengawalan yang dilakukan pihak petugas kepolisian Sat Lantas Polres Indramayu, selain lancar dalam perjalanan juga merasa aman. Singkatnya

Kabupaten Bekasi Bersiap Terapkan PSBB

0

JIB | CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi telah resmi mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Pemerintah Pusat melalui Gubernur Jawa Barat. Hal ini diutarakan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja usai melaksanakan rapat terbatas dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Rabu pagi (8/4) di Command Center, Gd. Diskominfosantik.

Menurutnya, kebijakan ini dilakukan menyusul penerapan PSBB yang juga akan mulai diberlakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (10/4) mendatang.

“Tentu saja kita sebagai daerah penopang juga akan melakukan hal yang sama. Kita juga sudah berkirim surat kepada pusat, dalam hal ini Menteri Kesehatan melalui gubernur. Hari ini telah kita kirimkan suratnya,” paparnya.

Perihal pembatasan social secara umum, Bupati mengatakan sesungguhnya peraturan terhadap hal tersebut telah diterapkan. Namun ketika PSBB dilaksanakan, akan ada sanksi yang berlaku. “Sekolah sudah diliburkan, tempat keramaian juga tidak boleh ada, perusahaan juga kita kirimkan himbauan tentang pembagian waktu. Tentu saja kalau sudah disetujui PSBB, nanti akan kita lakukan secara detail lagi dan ada sanksinya,” ucapnya.

Bupati melanjutkan saat ini Pemkab sedang melakukan pendataan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) perihal penanganan Covid-19, dan bagaimana menghadapi dampak sosial yang akan terjadi ketika pemberlakuan PSBB.

“Dampak sosial yang akan timbul sudah kita persiapkan melalui desa-desa, akan membuka lumbung-lumbung pangan di beberapa desa yang akan terdampak sosial. Kita akan berikan kompensasi juga terhadap masyarakat yang terkena dampak. Ini semua sedang kita data melalui desa, kecamatan, termasuk Satpol-PP kita” Tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterbitkan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Apabila daerah ditetapkan PSBB, maka pemerintah akan melakukan peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan social dan budaya, dan moda transportasi. Terdapat 11 bidang usaha yang boleh beroperasi selama PSBB, termasuk toko/tempat penyediaan makanan dan bahan pangan, bank atau penyelenggara system keuangan, transportasi bahan pangan, obat-obatan dan alat medis, dan lain-lain.

KABIRO BEKASI : ENDANG

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -