
JIB | Kabupaten Bekasi,- Sinergitas Muspika Kecamatan Cibarusah dan Polsek Cibarusah, Koramil 09 Cibarusah dan Karang Taruna melakukan empati yang sangat baik dan cepat respon dengan kepedulian membangun rumah warga yang bernama Peri di Kampung Kebon Kelapa Rt 02/01 Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Pembangunan rumah warga tersebut di gagas oleh Ade Guniwa Ketua Karang Taruna Kecamatan Cibarusah dan berkat kerjasama dengan Karang Taruna Desa yang berada di wilayah Kecamatan Cibarusah
Kegiatan sosial bedah rumah tersebut di dukung oleh Muspika Kecamatan Cibarusah, Polsek Cibarusah, Koramil 09 Cibarusah. Sejak di pugarnya rumah warga tersebut di perbaiki tepat pada hari ini Jum’at (29/11/19) kegiatan tersebut selesai.

Drs. Muhamad Kurnaepi.MM Camat Cibarusah yang di dampingi staf, Bimaspol Cibarusah Kota (Polsek Cibarusah), Bhabinsa Cibarusah Kota (Koramil 09 Cibarusah), Ade Guniwa Ketua Karang Taruna Kecamatan Cibarusah dan para Karang Taruna Desa, Kadus, Rw, Rt, serta Desa Cibarusah Kota pada hari ini meresmikan kegiatan bedah rumah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Drs.Muhamad Kurnaepi.MM dalam sambutannya mengatakan, Alhamdulillah akhirnya rumah warga yang di perbaiki beberapa waktu yang lalu akhirnya bisa selesai juga, dan pada hari ini rumah tersebut akhirnya bisa di resmikan yang berarti rumah warga yang bernama Peri sudah rampung di kerjakan dan tentu sudah layak untuk di tempati, ujar Kurnaepi
Sambungnya. “Mudah-mudahan dengan kegiatan sosial dalam bedah rumah tersebut serta serah terima kunci untuk warga yang di gagas oleh Karang Taruna Kecamatan Cibarusah dan Karang Taruna Desa berikut yang terlibat dalam kegiatan sosial dalam bedah rumah ini saya ucapkan terimakasih, semoga dengan kegiatan ini kita semua selalu tetap bersinergi dalam melakukan kegiatan sosial di berbagai hal.” Pungkas Kurnaepi
(Dedi/End/Dre)


JIB | Karawang, – Ratusan warga Rengasdengklok sangat antusias dengan menyaksikan berjalannya otopsi yang dilakukan tim forensik Karawang di pemakaman TPU Bojongkarya 2. Otopsi tersebut dilakukan terhadap jenazah Mita (14) yang diduga meninggalnya adanya kejanggalan, Kamis (28/11/19).Diketahui, Mita seorang gadis warga Dusun Bojongkarya 2 RT 009/002 Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, mengakhiri hidupnya pada (19/11/19) malam, dengan cara menggantungkan diri di kusen pintu rumahnya.Hasil dari pantauan Jurnalindonesiabaru,com (JIB), tim forensik yang dipimpin langsung dr. Hapip dari RSUD Karawang datang ke pemakaman sekitar pukul 16.00 wib. Setelah dilakukan penggalian makam, tak lama kemudian, proses otopsi dimulai.
Opi, selaku ibunya korban mengatakan, otopsi silakukan agar pihak kepolisian dapat mengetahui dengan secara mendetail, penyebab atas meninggal putrinya yang meninggal dengan cara gantung diri di kusen pintu diduga ada kejanggalan.Dilakukan otopsi ini, merupakan salah satu jalan agar dapat diketahui atas meninggalnya putri saya yang dianggap kurang wajar. Dan untuk selanjutnya agar mendapatkan kebenaran hukum,” katanya kepada JIB, Kamis (28/11/19).Sementara itu, ditempat makam Mita telah dipasangkan garis polisi. Hal tersebut agar warga yang ikut menyaksikan berjalannya otopsi yang dilakukan tim forensik tidak bisa masuk kelokasi makam, demikian.(Sule/Ey)







JIB | Karawang, – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang diikuti oleh ratusan anak-anak di Kabupaten Karawang berpartisipasi ikut memeriahkan.
Bupati Karawang sangat optimis, bahwa Kabupaten Karawang sebagai kota layak anak yang bisa terus meningkatkan kualitas pelayanannya dalam rangka mengembangkan potensi anak.
JIB | Kabupaten Bekasi– Baznas Kabupaten Bekasi meningkatkan target pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak 150 unit di tahun 2020. Target tersebut meningkat dibanding tahun 2019 sebanyak 120 unit.Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, H. Abdul Azis mengatakan, pembangunan Rutilahu bisa melampau target yang telah ditetapkan. Tahun ini saja, Baznas banyak menerima proposal warga yang masuk untuk perbaikan Rutilahu. Namun belum bisa semuanya tercover.“Tetapi ya Baznas mencoba melakukan yang terbaik untuk memberikan bantuan ke warga,” jelas Ketua Baznas, H. Abdul Azis kepada awak media, beberapa waktu lalu.Azis mengatakan, jumlah proposal yang masuk diprediksinya bakal meningkat pada bulan Desember-Januari 2020. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor musim penghujan di bulan tersebut.“Dibulan Desember dan Januari itu masuk musim hujan banyak angin puting beliung, banyak (red. Rumah) yang pada ambruk, makanya kita siap sedia bantu masyarakat,” jelasnya.Setiap tahun, Baznas selalu meningkatkan target pembangunan Rutilahu. Namun, target tersebut diiringin dengan jumlah pendapatan yang diterima Baznas. Tahun 2020, anggaran ditargetkan sebesar Rp 15 Miliar.“Tahun 2018 itu kan anggaran sebesar Rp 12 M, mudah-mudahan di 2019 bisa mencapai RP 13 M, kan tahun ini belum selesai,” ujarnya.Dengan banyaknya proposal warga untuk pembangunan Rutlihau membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat ke lembaga pengelola zakat itu semakin tinggi.Apalagi, Baznas Kabupaten Bekasi juga melengkapi pembangunan Rutilahunya dengan penyediaan WC sehat. (Endang)