
JIB | Karawang,- Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang, bersama dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purwakarta, menggelar “Operasi Pengawasan Keimigrasian” di sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta, Rabu (27/11).
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Yan Edo Supomo mengatakan, terdapat 4 (empat) perusahaan di wilayah Kabupaten Purwakarta yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang menjadi tujuan dari kegiatan Operasi Gabungan (Opgab) Pengawasan Keimigrasian. Dari jumlah tersebut, terdapat lebih dari seratus Warga Negara Asing (WNA) dilakukan pemeriksaan izin tinggalnya.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap WNA yang berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Karawang melakukan aktivitas sesuai dengan izin tinggal yang dimilikinya. Selain melakukan pemeriksaan dokumen, kami juga melakukan wawancara dengan beberapa WNA perihal tujuan keberadaannya di wilayah Indonesia,” katanya.
Dari hasil pengawasan tersebut, Edo menjelaskan, tidak ditemukan adanya WNA yang melakukan pelanggaran hukum keimigrasian. Dirinya berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan Operasi Gabungan (Opgab) tersebut, dapat semakin meningkatkan kesadaran kepada setiap perusahaan yang menggunakan TKA agar melakukan pelaporan secara berkala. Selain itu, diharapkan dapat terjalin sinergisitas yang baik untuk menegakkan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang.
“Harapannya, tentu kami menginginkan agar pihak perusahaan selalu berkoordinasi dan melaporkan apabila ada orang asing yang bekerja di perusahaannya, karena untuk menjaga kedaulatan hukum keimigrasian diperlukan peran aktif dari semua pihak, bukan hanya dari Imigrasi saja,” pungkasnya. (Supri)

JIB | Karawang, – Ratusan warga Rengasdengklok sangat antusias dengan menyaksikan berjalannya otopsi yang dilakukan tim forensik Karawang di pemakaman TPU Bojongkarya 2. Otopsi tersebut dilakukan terhadap jenazah Mita (14) yang diduga meninggalnya adanya kejanggalan, Kamis (28/11/19).Diketahui, Mita seorang gadis warga Dusun Bojongkarya 2 RT 009/002 Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, mengakhiri hidupnya pada (19/11/19) malam, dengan cara menggantungkan diri di kusen pintu rumahnya.Hasil dari pantauan Jurnalindonesiabaru,com (JIB), tim forensik yang dipimpin langsung dr. Hapip dari RSUD Karawang datang ke pemakaman sekitar pukul 16.00 wib. Setelah dilakukan penggalian makam, tak lama kemudian, proses otopsi dimulai.
Opi, selaku ibunya korban mengatakan, otopsi silakukan agar pihak kepolisian dapat mengetahui dengan secara mendetail, penyebab atas meninggal putrinya yang meninggal dengan cara gantung diri di kusen pintu diduga ada kejanggalan.Dilakukan otopsi ini, merupakan salah satu jalan agar dapat diketahui atas meninggalnya putri saya yang dianggap kurang wajar. Dan untuk selanjutnya agar mendapatkan kebenaran hukum,” katanya kepada JIB, Kamis (28/11/19).Sementara itu, ditempat makam Mita telah dipasangkan garis polisi. Hal tersebut agar warga yang ikut menyaksikan berjalannya otopsi yang dilakukan tim forensik tidak bisa masuk kelokasi makam, demikian.(Sule/Ey)







JIB | Karawang, – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang diikuti oleh ratusan anak-anak di Kabupaten Karawang berpartisipasi ikut memeriahkan.
Bupati Karawang sangat optimis, bahwa Kabupaten Karawang sebagai kota layak anak yang bisa terus meningkatkan kualitas pelayanannya dalam rangka mengembangkan potensi anak.
JIB | Kabupaten Bekasi– Baznas Kabupaten Bekasi meningkatkan target pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak 150 unit di tahun 2020. Target tersebut meningkat dibanding tahun 2019 sebanyak 120 unit.Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, H. Abdul Azis mengatakan, pembangunan Rutilahu bisa melampau target yang telah ditetapkan. Tahun ini saja, Baznas banyak menerima proposal warga yang masuk untuk perbaikan Rutilahu. Namun belum bisa semuanya tercover.“Tetapi ya Baznas mencoba melakukan yang terbaik untuk memberikan bantuan ke warga,” jelas Ketua Baznas, H. Abdul Azis kepada awak media, beberapa waktu lalu.Azis mengatakan, jumlah proposal yang masuk diprediksinya bakal meningkat pada bulan Desember-Januari 2020. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor musim penghujan di bulan tersebut.“Dibulan Desember dan Januari itu masuk musim hujan banyak angin puting beliung, banyak (red. Rumah) yang pada ambruk, makanya kita siap sedia bantu masyarakat,” jelasnya.Setiap tahun, Baznas selalu meningkatkan target pembangunan Rutilahu. Namun, target tersebut diiringin dengan jumlah pendapatan yang diterima Baznas. Tahun 2020, anggaran ditargetkan sebesar Rp 15 Miliar.“Tahun 2018 itu kan anggaran sebesar Rp 12 M, mudah-mudahan di 2019 bisa mencapai RP 13 M, kan tahun ini belum selesai,” ujarnya.Dengan banyaknya proposal warga untuk pembangunan Rutlihau membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat ke lembaga pengelola zakat itu semakin tinggi.Apalagi, Baznas Kabupaten Bekasi juga melengkapi pembangunan Rutilahunya dengan penyediaan WC sehat. (Endang)
