Monday, February 16, 2026
Home Blog Page 453

SEKJEN LPK KAB. BEKASI MEMINTA MENUTUP TEMPAT HIBURAN MALAM YANG BERKEDOK PANTI PIJAT

0

JIB | Kabupaten Bekasi- Pasca bulan suci ramadhan tempat prostitusi dengan kedok panti pijat tradisional diwilayah Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi semakin marak bahkan terang-terangan membuka tempat maksiat itu pada malam hari.

Bahkan dibuat bangunan liar secara permananen untuk dijadikan tempat prostitusi.Maka dari itu Sekjen Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Kabupaten Bekasi, Yusup mendesak pemerintah daerah melalui Satpol PP bertindak tegas memberikan sangsi atau teguran, sebelum masyarakat bergerak dengan membokar paksa bangunan liar tersebut yang di jadikan tempat maksiat.

“Sudah banyak tempat-tempat kemaksiatan, sudah meraja lela, dan bahkan sudah terang-terangan. Kami sangat miris dengan adanya panti pijat yang dijadikan kedok sebagai tempat kemaksiatan, dan hal itu harus segera ditutup,” ucap Yusup biasa dipanggil Kong mpe.

Bahkan ia mendesak pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cikarang Timur sebagai penegak perda diwilayah tersebut, untuk segera memberikan surat teguran dan melakukan penertiban bangunan-bangunan liar demi tertatanya wilayah Cikarang Timur. Camat juga harus lebih peka terhadap lingkungan dan kondisi sosial di tengah masyarakat.

“Bangunan itu sudah lama dibiarkan, sehingga banyak orang yang berdatangan dari berbagai daerah untuk buka usaha panti pijat tradisional, dan saat ini masih tetap berjalan tidak ada tindakan tegas dari pihak terkait,” katanya.

Ia mengungkapkan, sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bekasi yang agamis, serta Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang Kepariwisataan. Usaha hiburan malam seperti diskotik, bar, klab malam, pub, karaoke, panti pijat dan live musik, dilarang beroperasi di Kabupaten Bekasi apalagi pada pasca bulan ramadhan.

“Banyak pengusaha THM yang belum menutup usahanya, serta adanya tempat usaha pijat refleksi yang di dalamnya kedapatan perempuan cantik tak berbusana sebagai terapisnya.

Seharusnya usaha tersebut sudah ditutup, untuk memberikan efek jera bagi para pengusaha yang membangkang ataupun menyalahgunakan izin,” pungkasnya. (Ndang)

BUPATI BEKASI NON-AKTIF, NENENG HASANAH YASIN MEMINTA KERINGANAN KEPADA JPT

0

JIB | BANDUNG– Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hassanah Yasin (NHY), terbata-bata dan sesekali mengeluarkan air mata saat membacakan pembelaan (pledoi) dalam sidang kasus suap perizinan mega proyek Meikarta di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019).

Neneng meminta, Majelis Hakim memberikan hukuman seringan-ringannya.
Dihadapan Majelis, Neneng mengakui, apa yang dibacakannya bukanlah nota pembelaan. Terlebih lagi, dirinya sudah tentu bersalah. Dengan adanya pledoi ini, tidak mungkin dirinya terbebas dari semua tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Ini hanyalah permohonan bersalah, saya minta maaf kepada Majelis dan demi Allah tidak ada sedikit pun saya untuk mengingkari, dari awal proses pemeriksaan,” ucapnya.

Diungkapkan Neneng, dari awal penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirinya sangat kooperatif hingga membuat perkara yang lebih besar terungkap. Neneng pun mengakui jika perbuatannya tidak mencerminkan tugasnya sebagai Kepala Daerah.

“Makanya saya kembalikan seluruh kerugian negara. Saya akui perbuatan tersebut dan buka perkara seluruhnya. Semua saya lakukan agar Majelis memberikan putusan yang seringan-ringannya,” kata Neneng.

Sebagai bahan pertimbangan, Neneng menyebutkan dirinya masih memiliki anak-anak yang masih kecil. Tidak mudah baginya untuk berpisah dengan anak-anaknya yang paling besar berumur 6,5 tahun dan yang paling kecil berumur 26 hari.

“Ini merupakan pukulan berat bagi saya dan keluarga, membuat efek jera bagi saya. Saya khilaf tidak menyangka ini semua akan terjadi, saya minta hukuman yang seringan-ringannya dan kepada Jaksa Penuntut saya mohon tidak memberikan tuntutan yang lebih tinggi. Mudah-mudahan Majelis bisa mempertimbangkannya,” pungkas Neneng. (Dre)

BANYAK PELANGGAN PLN MENGELUH, TEGANGAN LISTRIK KEC. NANGA PINOH KURANG STABIL.

0

JIB | MELAWI- Banyak pelanggan PLN mengeluhkan tegangan listrik yang tak stabil. Tegangan yang sering turun ini membuat alat-alat elektronik tak bekerja dengan baik, AC jadi kurang dingin, isi baterai ponsel jadi lebih lama, serta peralatan elektronik lain dan sebagainya menjadi rusak.

Salah seorang warga /Rw 05/Rt 07 Dusun Kenual Desa Kenual jalan sertu sebut saja ibu MARDALENA INDIT menyampaikan kepada awak media saat wawancara dikediamannya, tentang kekecewaannya terhadap pelayanan PLN Unit Nanga Pinoh Cabang Sanggau Kecamatan Nanga Pinoh dalam segi pelayanan PLN masih kurang maksimal.

Kenapa saya katakan demikian, lihat saja dilapangan kurang lebih (500 Meter) jaringan masih numpang dari penyaluran dari pelanggan lain yang mana kapasitas daya dan kabel jaringan saya anggap tidak standar, untuk kapasitas Gardu dan tiang daripada kabel tersebut menggunakan bahan kayu jelasnya.

Padahal tempat tinggal kami masih dalam lingkungan Perkotaan, toh penyediaan jaringannya sama sekali tidak di perhatikan. Seandainya jika ada kendala tentang gardu maupun jaringan kenapa setiap ada warga pasang baru masih juga di layani. Seharusnya pihak PLN harus cek kelapangan apakah usulan pasang baru tersebut sudah sesuai dengan SOP PLN apa tidak ujarnya.

MARDALENA INDIT mengatakan saya memang sudah melaporkan kepada pihak PLN, katanya akan di tinjau dan di perbaiki. Dan saya juga minta kepada Pemerintah Daerah tolong dong pikirkan tentang jaringan yang masuk ke daerah saya, masak pemukiman dalam kota dan dekat dengan mesin pembangkit sementara jaringan masih numpang di kabel pelanggan dan tiangnyapun menggunakan berbahan kayu berukuran 9×9. pungkasnya. Sum: Fokus Berita Nasional.(Dre)

PEMANDANGAN TIDAK SEDAP TUMPUKAN SAMPAH DIBIARKAN SAJA DI SAMPING PINTU AIR TUJUH DESA WALUYA

0

JIB | CIKARANG UTARA– Memprihatinkan mungkin itu gambaran yang di lihat oleh warga ketika melintas di jalan sebelah jembatan Pintu Air Tujuh Desa Waluya Kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi , terlihat pemandangan tumpukan sampah yang berserakan dan sampai menimbulkan aroma yang kurang sedap bagi pengguna jalan yang melintas di area jalan tersebut.

Hal itu menjadi titik perhatian sebab sampah itu sudah berhari-hari di biarkan begitu saja dan malah nambah banyak begitulah ungkapan dari salah satu Netizens Media Sosial Facebook yang mengunggah gambar tumpukan sampah ke salah satu grup Facebook (Info Jurnalindonesiabaru.com). Selasa 14/05/2019.

Sampai saat ini belum adanya penanganan dari pihak kelurahan setempat agar warganya tidak membuang sampah di lokasi tersebut.

“Semoga cepat di bersihkan agar tidak menuai reaksi kurang baik dari lingkungan dan tidak bikin malu, khawatir orang orang dinas Lh nanti turun”. Ungkap salah satu Netizens yang memberikan komentar di salah satu unggahan foto tersebut.

Masyarakat tidak mempunyai kesadaran sehingga memanfaatkan membuang sampah area tanggul hal ini menjadi penyebab menumpuknya sampah dan sebagai pemerintahan atau dinas yang terkait harus segera cekatan menanggapi masalah seperti ini. (Dre)

Poesaka Noesantara Kembalikan Sejarah Abad Ke 14, Nilai Dasar Negara 1945.

0

JIB | KABUPATEN BEKASI- Poesaka Noesantara kembali dengan dasar pemikiran Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa yang sudah berdiri sejak abad 14, bahwa Republik Indonesia belum ada. Cakrawala mandala dwipantara adalah cita-cita luhur menyatukan kerajaan-kerajaan diseluruh penjuru negeri menjadi nusantara.

Diketahui kegiatan itu turut serta Raden Putro Kusumaning Bawono salah satu mahasiswa STAI Al-Muhajirin Purwakarta, aktivis pemuda pemudi Guntara Des Laperta, srikandi nusantara Ayu Dwi Lestari, pengurus yayasan pendidikan Al-watoniyah H Rajan dan Ketua Himpunan Pengusaha Nahdiyin (HPN) Kabupaten Bekasi. Adapun maksud dan tujuan hak itu untuk mengingatkan yang lupa akan sejarah nusantara akan lupa jatidiri,budaya dan kearifan lokal nusantara yang akan Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Titi Tentram Kertaraharja.

“Kami jemput yang tertinggal pendidikannya dan pengetahuannya yang tertinggal ekonominya, pembangunannya, kesehatan dan moral serta akhlaknya,” ucap Imam Sugiarto sebagai Inisiator Nusantara saat coference press di bilangan City Walk Lippo Cikarang.Selasa (15/05/2019)

Ia menambahkan, kumpulkan yang sudah tercecer dinegara lain bahkan yang tercecer dikolong jembatan, pengungsian serta yang tercecer pemikirannya berserakan dan membanggakan budaya asing. Dalam menghadapi situasi suhu politik saat ini semakin hari semakin memanas.

“Kami segenap punya tenaga, punya pemikiran mengajak seluruh Putra Putri, tua maupun muda serta siapa pun tanpa terkecuali untuk merapatkan barisan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan guna menjaga keutuhan Negeri tercinta,” ugkapnya.

Menurutnya demi keutuhan nusantara ini kita tidak mempedulikan dari tim relawan pasangan manapun yang menjadi peserta Pesta Demokrasi saat ini. Siapa pun yang terpilih kita tidak pedulikan, perlu diketahui kita sangat peduli dengan keutuhan nusantara.

“Siapapun yang terpilih, jangan sampai mengadu domba anak Bangsa dengan Kepentingan yang sesaat, siapapun yang terpilih jalankan amanat untuk kepentingan nusantara, serta kembalikan pusaka-pusaka nusantara,” ucapnya.

Dia mengatakan amalkan dan laksanakan Bhinneka Tunggal Ika dan lakukan keputusan kongres pemuda tahun 1982 serta mengimplementasikan dasar teks proklamasi dengan baik dan benar, selain itu juga harus menaati Undang-undang dasar (UUD) negara republik indonesia tahun 1945.

“selain itu juga mari amalkan dan laksanakan nilai-nilai sila yang ke 5 yang terkandung dalam pancasila sebagai dasar negara republik indonesia dalam Kondisi apapun Kami akan tetap mempertahankan keutuhan nusantara,” pungkasnya (Dre)

PLT BEKASI HADIRI SAFARI RAMADHAN DI MASJID JAMIE AL-MUTTAQIEN

0

JIB | BEKASI- Dalam kesempatan di Bulan Ramadhan bulan suci yang penuh berkah ini PLt Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja SH menyempatkan diri bersilaturahmi dengan para tokoh dan serta warga Kedung Waringin sore ini di Masjid Jamie Al-Muttaqien – Kecamatan Kedungwaringin.

Rabu 14/05/2019 dalam kesempatan bahagia itu Bupati Bekasi PLt H. Eka Supria Atmaja SH menyampaikan ke warga Kedung waringin bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang melaksanakan proses Tender Revitalisasi (Proses) Pasar Bojong, Kedung Waringin.

Lanjutnya Bupati Bekasi mengajak warganya agar Rhamadan kali ini dijadikan sebagai ajang memperbaiki diri, mari jadikan bulan puasa sebagai wahana memperkuat silaturahmi,” kata Bupati saat melakukan safari.

Plt Bupati menyebutkan safari Ramadhan yang dilakukan merupakan bagian dari membangun silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya Kedungwaringin.

” harapannya semoga masyarakat untuk memiliki Pasar yang lebih bersih dan representatif (Mewakili) dapat segera diwujudkan khususnya untuk warga Kedung Waringin dan sekitarnya” ujarnya.

Tempat terpisah Sekertaris Kecamatan Kedungwaringin Dodi Supriadi SE.M.SI mengatakan Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Kedungwaringin mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Kecamatan Kedungwaringin sebagai salah satu tuan rumah kegiatan Safari Ramadhan Tingkat Kabupaten Bekasi.

“Dengan kegiatan ini diharapkan bisa terjalin silaturahmi antara Pejabat Kabupaten Bekasi dengan masyarakat, khususnya masyarakat Kedungwaringin.” Ungkapnya.

Lanjutnya, Kami berharap agar masyarakat dapat mengisi bulan ramadhan ini dengan memperbanyak ibadah dan kegiatan-kegiatan positif lainnya “Indahnya silaturahmi, indahnya berbagi dan indahnya kebersamaan”.(Endang)

Karawang Mesin Dollar 11 Orang Tinggal Di Rumah Tidak Layak

0

JIB | Karawang- Hidup di bawah garis kemiskinan, memang sangat menyakitkan dan penuh penderitaan di sisi lain sangat mengenaskan 11 orang tinggal di rumah tidak layak huni, bagaimana dengan kesehatannya, apalagi tinggal di tanah orang lain, Amud (45) warga Dusun Karajan , Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, harus bekerja ekstra keras, dan harus menghidupi seorang istri dan tujuh orang anak. Dengan penghasilan alakadarnya. Minggu (12/05/2019).

Amud kepada awak media mengatakan, rumahnya dihuni oleh sebelas orang, bahkan dirinya pun harus tidur di bale depan rumahnya karena kondisi rumah yang sempit, kotor dan Amburadul.

“Jadi lamun sare teh kos cue, ngalampar di handap, (kalau tidur itu kaya ikan cue numpuk, berjejer di lantai),” katanya.

Amud juga, kesehariannya menjadi kuli ngarit rumput untuk makan domba milik orang lain. Pengasilan yang didapat setiap hari hanya Rp 20 ribu, itu pun buat beli beras dan jajan anak-anaknya, ya kadang kuli apapun kami lakonin demi menghidupi anak-anak.

Apalagi di bulan puasa ini tidak melaksanakan kewajiban berpuasa seperti layaknya seorang muslim lainnya.

“Hoyong puasa tapi teu gaduh sakeur buka (ingin puasa tapi tidak ada buat sahur sama buka puasa, cuma kalau yang lainnya tetap menjalankan puasa),” Keluhnya.

Masih kata Amud, sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah, apalagi pemerintah desa, saya berharap dengan Adanya pemberitaan ini semua pihak bisa memperhatikaumah yang ditempati Amud sudah tidak layak huni. Dirinya hanya pasrah dengan kehidupan yang menimpanya, walaupun harus mengurus anak-anaknya yang masih kecil.

“Putra aya tujuh, anu tos nikah dua. Anu sakola aya tilu, anu teu acan aya dua (anak ada tujuh, yang sudah nikah dua, yang masih sekolah tiga, dan yang belum sekolah dua),” Ujarnya.

Tempat terpisah Badriyah tetangga Amud mengakui kehidupan Amud di bawah garis kemiskinan. Amud hanya seorang tukang ngarit dan istrinya tukang kuli cuci, bahkan harus mengurus anak-anaknya. Makanya dia sangat mengharapkan bantuan pemerintah.

“Saya sangat berterima kasih kalau ada yang ngasih bantuan. Apalagi kalau ada yang mau membedah rumah,” Tutupnya. (As)

Sum : Raka / Kominfo Karawang

POLSEK TAMBELANG BERIKAN PEMBINAAN KEPADA REMAJA YANG BERKONVOI MENGENDARAI SEPEDA MOTOR PADA MALAM HARI

0

JIB|Tambelang. – maraknya anak remaja dan pemuda yang berkonvoi dengan mengendarai sepeda motor pada malam hari, Polsek Tambelang secara rutin dan mengoptimalkan kegiatan Patroli pada malam sampai dini hari.

Ada sekitar 4 unit sepeda motor yang diamankan di Polsek Tambelang, karna tidak dilengkapi dengan surat surat kendaraan pada saat ditertibkan oleh anggota Patroli Polsek Tambelang yang dipimpin oleh Kanit Lantas Aipda Bambang. S pada Minggu dini hari (12/5/2019)

“ada sekitar 8 sampai 10 unit sepeda motor yang berkonvoi pada malam dini hari, khawatir akan melakukan tindakan kejahatan, saya bersama anggota lainnya mencoba untuk memeriksa kendaraan tersebut, namun yang terjadi pengendara sepeda motor tersebut malah mencoba untuk menghindari pemeriksaan aparat Polisi” ucap Aipda Bambang. S

Dan untuk pengendara sepeda motor yang berhasil kita amankan, agar membawa surat surat kendaraan nya ke Polsek Tambelang, serta menghadirkan orang tua yang bersangkutan, tambah Aipda Bambang. S

Seperti apa yang disampaikan oleh Aipda Bambang. S, para orang tua yang kendaraannya diamankan di Polsek Tambelang pada hari Selasa (14/5/2019) hadir dengan didampingi oleh Kepala Desa Sukamantri Bpk. Eko Kosasih.

Bersama dengan Kades Sukamantri, Kanit Binmas Ipda Gianto dan Kanit Lantas Aipda Bambang. S, Wakapolsek Tambelang Iptu Sujiyo memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada remaja / pemuda dan warga Desa Sukamantri yang bertempat di aula Polsek Tambelang.

Dalam binluhnya, Iptu Sujiyo menyampaikan bahwa didalam bulan suci Ramadhan ini agar di isi dengan kegiatan kegiatan yang baik, jangan malah keluyuran tak jelas, ucapnya.

“saya tidak mau lagi ada konvoi atau semacamnya dijalan apalagi sampai terjadi keributan atau tawuran” tegas Iptu Sujiyo

HumasPolsekTambelang.(Dre)

TEKAN ANGKA KECELAKAAN LALU LINTAS SAT LANTAS POLRES SUBANG, MENGHIMBAU KEPADA PENGGUNA JALAN UNTUK MENINGKATKAN KEWASAPADAAN SAAT BERKENDARA.

0

JIB|SUBANG. – Kepala Unit Laka Lantas Polres Subang Iptu H. Zaenudin menghimbau kepada pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, Senin (13/5/2019).

Himbauan itu bukan tanpa alasan, diwilayah Kabupaten Subang, akhir-akhir ini kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Bahkan disejumlah lokasi tak jarang para pelajar terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Akhir-akhri ini Lakalantas di Kabupaten Subang memang sering terjadi, bahkan tidak sedikit korban bersatus pelajar tewas terlibat kecelakaan,” Ujar Iptu H. Zaenudin.

Sebagian contoh beberapa hari kebelakang kecelakaan yang terjadi Pada Sabtu (27/4/2019) satu pelajar tewas saat ditangani oleh pihak RSUD Ciereng, sementara satu korban berjenis kelamin laki-laki mengalami luka ringan.

“Kecelakaan terjadi sebagian besar berawal dari para pengendara kurang memperhatikan keselamatan dan kerap melanggar rambu-rambu lalu lintas, untuk jalan Ciater – Cicenang terutama pada hari minggu itu biasanya dijadikan arus balapan,” lanjut Iptu Zaenudin.

“Jadi kami menghimbau untuk masyarakat Subang atau luar Subang, yang mempunyai kendaraan Roda 2 jangan pernah melakukan balapan di wilayah Subang, dikarenakan selain mengakibatkan terjadinya laka lantas, warga sekitar geram dan ketakutan saat melintas jalan tersebut,” tuturnya.

Iptu H. Zaenudin mengatakan pihaknya telah menugaskan beberapa anggota Laka Lantas untuk memantau jalan tersebut, himbauan terakhir yang dilontarkan Iptu Zaenudin, warga harus selalu safety saat mengendara.

“Himbauan yang terakhir dari kami berhati-hati saat mengendara dan selalu safety saat bepergian, utamakan selalu keselamatan dan patuhi rambu-rambu lalu lintas, lengkapi kendaraan dan gunakan selalu helm saat berpergian,” pungkasnya, Sum: FokusBN.(Dre)

PKS KABUPATEN BEKASI LAPOR KE GAKUMDU DI DUGA ADA PENGGELEMBUNGAN SUARA DPR RI

0

JIB|KABUPATEN BEKASI- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi bergerak cepat melaporkan dugaan penggelembungan suara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan ke Sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Jawa Barat.

Laporan diterima Gakkumdu dengan tanda bukti penerimaan laporan Nomor 015/PEN/LP/PL/Prov/13.00/V/2019, tertanggal 13 Mei 2019. Pelaporan ke Gakkumdu Jawa Barat adalah buntut dari keberatan PKS atas dugaan penggelembungan suara DPR-RI pada Partai Nasdem di Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan, yang tidak ditanggapi oleh pihak Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tambun Selatan dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi pada saat rekapitulasi.

PKS menyerahkan bukti-bukti pendukung terkait selisih suara antara dalam bentuk Formulir C1, Form DAA1 dan DB1.

“Selisih suara yang dilaporkan mencapai 6000 suara lebih yang ditambahkan ke Partai Nasdem,” ucap saksi dari PKS Budi Purwanto kepada Jurnalindonesiabaru.com
Selasa (14/03/2019)

PKS berharap, dengan pelaporan ini bisa ditindaklanjuti dengan penyandingan data yang sah sehingga penggelembungan suara ini akan terbukti lebih cepat dan efektif.(Dre)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -