Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 463

Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs. Komarul Zaman, SH, MH Pantau Pengamanan Logistik Dan Rekapitulasi Penghitungan Suara

0

JIB | Cikarang timur, Bekasi- Irwasda Polda Metro Jaya, melakukan kunjungan kerja terkait pengecekan penyimpanan logistik pemilu di PPK ( panitia pemungutan kecamatan ) kecamatan Cikarang timur kabupaten Bekasi.

Dalam Kedatangan Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs. Komarul Zaman, SH, MH disambut langsung oleh Kapolsek Cikarang Timur AKBP Warija, SH di dampingi Para Perwira, serta anggota yang melaksanakan pengamanan logistik dan rekapitulasi penghitungan suara di PPK kecamatan Cikarang timur, jum’at (19/4/2019).

Dalam kunjungan kerjanya itu, Irwasda Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs. Komarul Zaman menyampaikan terima kasih atas kinerja anggota yang melaksanakan pengamanan TPS dan pengamanan dikantor PPK kecamatan Cikarang timur.

“Kami ucapkan terimakasih banyak kepada seluruh anggota yang sudah melakukan pengamanan dan pengawalan pemilu 2019 sehingga bisa berjalan dengan lancar, aman dan kondusif,” katanya.

Dia juga menghimbau agar selalu mengantisipasi gangguan kamtibmas dari oknum-okmnum yang ingin mengambat jalannya pesta demokrasi tahun ini.

“Saya juga menghimbau selalu antisipasi terhadap oknum-oknum yang ingin mengganggu jalanya pemilu, dan kepada anggota yang melakukan pengamanan dan pengawalan selalu menjaga kesehatan saat melakukan pengamanan pemilu 2019 dan selalu waspada,” jelasnya.

Usai melakukan pengecekan di Polsek Cikarang Timur, Irwasda Polda Metro Jaya meninggalkan dan melanjutkan kegiatannya ke wilayah lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung dengan aman dan lancar. (Red)

Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs. Komarul Zaman, SH, MH Pantau Pengamanan Logistik Dan Rekapitulasi Penghitungan Suara

0

JIB | Cikarang timur, Bekasi- Irwasda Polda Metro Jaya, melakukan kunjungan kerja terkait pengecekan penyimpanan logistik pemilu di PPK ( panitia pemungutan kecamatan ) kecamatan Cikarang timur kabupaten Bekasi.

Dalam Kedatangan Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs. Komarul Zaman, SH, MH disambut langsung oleh Kapolsek Cikarang Timur AKBP Warija, SH di dampingi Para Perwira, serta anggota yang melaksanakan pengamanan logistik dan rekapitulasi penghitungan suara di PPK kecamatan Cikarang timur, jum’at (19/4/2019).

Dalam kunjungan kerjanya itu, Irwasda Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs. Komarul Zaman menyampaikan terima kasih atas kinerja anggota yang melaksanakan pengamanan TPS dan pengamanan dikantor PPK kecamatan Cikarang timur.

“Kami ucapkan terimakasih banyak kepada seluruh anggota yang sudah melakukan pengamanan dan pengawalan pemilu 2019 sehingga bisa berjalan dengan lancar, aman dan kondusif,” katanya.

Dia juga menghimbau agar selalu mengantisipasi gangguan kamtibmas dari oknum-okmnum yang ingin mengambat jalannya pesta demokrasi tahun ini.

“Saya juga menghimbau selalu antisipasi terhadap oknum-oknum yang ingin mengganggu jalanya pemilu, dan kepada anggota yang melakukan pengamanan dan pengawalan selalu menjaga kesehatan saat melakukan pengamanan pemilu 2019 dan selalu waspada,” jelasnya.

Usai melakukan pengecekan di Polsek Cikarang Timur, Irwasda Polda Metro Jaya meninggalkan dan melanjutkan kegiatannya ke wilayah lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung dengan aman dan lancar.

Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs. Komarul Zaman, SH, MH Pantau Pengamanan Logistik Dan Rekapitulasi Penghitungan Suara

0

JIB | Cikarang timur, Bekasi- Irwasda Polda Metro Jaya, melakukan kunjungan kerja terkait pengecekan penyimpanan logistik pemilu di PPK ( panitia pemungutan kecamatan ) kecamatan Cikarang timur kabupaten Bekasi.

Dalam Kedatangan Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs. Komarul Zaman, SH, MH disambut langsung oleh Kapolsek Cikarang Timur AKBP Warija, SH di dampingi Para Perwira, serta anggota yang melaksanakan pengamanan logistik dan rekapitulasi penghitungan suara di PPK kecamatan Cikarang timur, jum’at (19/4/2019).

Dalam kunjungan kerjanya itu, Irwasda Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs. Komarul Zaman menyampaikan terima kasih atas kinerja anggota yang melaksanakan pengamanan TPS dan pengamanan dikantor PPK kecamatan Cikarang timur.

“Kami ucapkan terimakasih banyak kepada seluruh anggota yang sudah melakukan pengamanan dan pengawalan pemilu 2019 sehingga bisa berjalan dengan lancar, aman dan kondusif,” katanya.

Dia juga menghimbau agar selalu mengantisipasi gangguan kamtibmas dari oknum-okmnum yang ingin mengambat jalannya pesta demokrasi tahun ini.

“Saya juga menghimbau selalu antisipasi terhadap oknum-oknum yang ingin mengganggu jalanya pemilu, dan kepada anggota yang melakukan pengamanan dan pengawalan selalu menjaga kesehatan saat melakukan pengamanan pemilu 2019 dan selalu waspada,” jelasnya.

Usai melakukan pengecekan di Polsek Cikarang Timur, Irwasda Polda Metro Jaya meninggalkan dan melanjutkan kegiatannya ke wilayah lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung dengan aman dan lancar.

Panitia TPS 18 Mohon Maaf Kepada Warga Yang Ditolak Mencoblos Gunakan KTP Dan Suket

0

JIB | Bekasi – Ramainya pemberitaan proses Pemilu dalam pemungutan suara pada hari Rabu (17/04/2019) yang lalu di TPS 18 Desa Jatireja Kecamatan Cikarang Timur, tentang adanya warga yang di tolak oleh panitia guna mencoblos dengan membawa KTP elektrik dan suket dibawah jam satu siang, ditambah lagi soal di persilahkannya orang kurang waras (warga setempat) yang disuruh mencoblos, akhirnya panitia mengunjungi kediaman yang bersangkutan mengutarakan permohonan maaf.

Ketua panitia, Jamaludin (berbaju hitam) didampingi bersama beberapa anggota panitia mengunjungi kediaman Aan Barwati dan Siti Rahayu Sapitri di Kampung Rukem RT/RW. 01/05 desa Jatireja kisaran pukul 14.00 Wib. menyampaikan permohonan maafnya atas kelalaian tindakan panitia yang tidak membolehkannya dalam turut mencoblos. Jum’at (19/04/2019).

Adik kakak, Aan dan Ayu menyambut baik kedatangan para panitia, dan menerima permohonan maafnya.

“terus terang, sebenernya hati mah kesel banget, orang – orang pada nyoblos pilihan presiden dan wakil rakyatnya masing – masing, kita mah jadi ga milih tahun ini. Padahal kita juga asli warga Indonesia Kampung Rukem.” ujar Aan, sambil senyum lega, di iya kan oleh Ayu.

“sementara orang stres mah, malah boleh nyoblos !” sambut Ayu.

Mewakili Panitia, Jamaludin selaku ketua menyampaikan, mengakui atas keteledoran panitia dalam menjalankan tugas dikarenakan kondisi fisik yang sangat menguras tenaga dan fikiran karena adanya hal – hal yang tidak terduga sejak malam hingga pagi hari menunggu kedatangan kotak suara dan kartu suara dari desa, karena ada musibah alam yang tidak terduga yaitu rusaknya kotak suara dan kartu suara akibat kena air hujan di desa.

“Kami memohon maaf kepada Ibu Aan dan Ayu, juga kepada masyarakat luas umumnya yang membaca berita terkait kami di media online maupun cetak, Semoga ini semua menjadi pembelajaran bagi kami untuk kedepannya agar lebih berhati – hati dan konsentrasi dalam menjalankan tugas sesuai aturan juklak dan juknis yang ada. Karena saat itu, Ibu Aan dan Ayu datangnya setelah waktu menunjukkan jam satu lebih dan sudah kami tutup.” ucap Jamal.

Masih tutur Jamal, “berkaitan warga kurang waras (si Epong alias Anim) yang tidak terdata kami bolehkan mencoblos, karena sodaranya si Epong bernama Sayim yang ada di DPT memohon kepada kami selaku panitia agar si Epong disuruh mencoblos saja, nanti kertas suara yang harusnya untuk Sayim biar buat si Epong saja. Soalnya kalau tidak di kasih mencoblos biasanya suka ngamuk – ngamuk merusak barang – barang rumah.” tuturnya.

RT Sanip alias Jepang (kaos kuning bertopi) yang mendampingi Epong saat pencoblosan, juga turut menyampaikan, “Memang setiap Pemilu apapun si Epong pasti ikut datang ingin mencoblos, kalau tidak di kasih marah – marah. Bahkan sasaran kemarahannya suka di lampiaskan memukuli setiap bertemu anak – anak dibawah umur.”

“Biasanya kita siasati terlebih dulu, kertas untuk di coblos si Epong kita foto copy, bukan aslinya. Tapi pemilu sekarang ini kita bingung, foto copy mana yang ada kertas sebesar itu. Biar lancar kondusip, saudaranya Epong (Sayim) memohon kepada kami. Dan masyarakat pun sudah ga aneh dengan kelakuan si Epong.” papar Sanip.

Sejalan dengan ucapan RT Sanip, Nurman (amil jenazah) dan Karnaen (mantan RT) selaku panitia saat itu, juga memohon maaf.

“Intinya, sekali lagi kami memohon maaf kepada warga masyarakat dan pihak – pihak terkait atas ketidak nyamanan dalam kami bertugas menjadi KPPS. Semoga kedepan, kami atau siapapun yang menjadi panitia pemilu agar bisa lebih baik. Dan semua kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kami” pungkas Jamal, ketua KPPS/TPS 18 Jatireja. (TS).

Panitia TPS 18 Mohon Maaf Kepada Warga Yang Ditolak Mencoblos Gunakan KTP Dan Suket

0

JIB | Bekasi – Ramainya pemberitaan proses Pemilu dalam pemungutan suara pada hari Rabu (17/04/2019) yang lalu di TPS 18 Desa Jatireja Kecamatan Cikarang Timur, tentang adanya warga yang di tolak oleh panitia guna mencoblos dengan membawa KTP elektrik dan suket dibawah jam satu siang, ditambah lagi soal di persilahkannya orang kurang waras (warga setempat) yang disuruh mencoblos, akhirnya panitia mengunjungi kediaman yang bersangkutan mengutarakan permohonan maaf.

Ketua panitia, Jamaludin (berbaju hitam) didampingi bersama beberapa anggota panitia mengunjungi kediaman Aan Barwati dan Siti Rahayu Sapitri di Kampung Rukem RT/RW. 01/05 desa Jatireja kisaran pukul 14.00 Wib. menyampaikan permohonan maafnya atas kelalaian tindakan panitia yang tidak membolehkannya dalam turut mencoblos. Jum’at (19/04/2019).

Adik kakak, Aan dan Ayu menyambut baik kedatangan para panitia, dan menerima permohonan maafnya.

“terus terang, sebenernya hati mah kesel banget, orang – orang pada nyoblos pilihan presiden dan wakil rakyatnya masing – masing, kita mah jadi ga milih tahun ini. Padahal kita juga asli warga Indonesia Kampung Rukem.” ujar Aan, sambil senyum lega, di iya kan oleh Ayu.

“sementara orang stres mah, malah boleh nyoblos !” sambut Ayu.

Mewakili Panitia, Jamaludin selaku ketua menyampaikan, mengakui atas keteledoran panitia dalam menjalankan tugas dikarenakan kondisi fisik yang sangat menguras tenaga dan fikiran karena adanya hal – hal yang tidak terduga sejak malam hingga pagi hari menunggu kedatangan kotak suara dan kartu suara dari desa, karena ada musibah alam yang tidak terduga yaitu rusaknya kotak suara dan kartu suara akibat kena air hujan di desa.

“Kami memohon maaf kepada Ibu Aan dan Ayu, juga kepada masyarakat luas umumnya yang membaca berita terkait kami di media online maupun cetak, Semoga ini semua menjadi pembelajaran bagi kami untuk kedepannya agar lebih berhati – hati dan konsentrasi dalam menjalankan tugas sesuai aturan juklak dan juknis yang ada. Karena saat itu, Ibu Aan dan Ayu datangnya setelah waktu menunjukkan jam satu lebih dan sudah kami tutup.” ucap Jamal.

Masih tutur Jamal, “berkaitan warga kurang waras (si Epong alias Anim) yang tidak terdata kami bolehkan mencoblos, karena sodaranya si Epong bernama Sayim yang ada di DPT memohon kepada kami selaku panitia agar si Epong disuruh mencoblos saja, nanti kertas suara yang harusnya untuk Sayim biar buat si Epong saja. Soalnya kalau tidak di kasih mencoblos biasanya suka ngamuk – ngamuk merusak barang – barang rumah.” tuturnya.

RT Sanip alias Jepang (kaos kuning bertopi) yang mendampingi Epong saat pencoblosan, juga turut menyampaikan, “Memang setiap Pemilu apapun si Epong pasti ikut datang ingin mencoblos, kalau tidak di kasih marah – marah. Bahkan sasaran kemarahannya suka di lampiaskan memukuli setiap bertemu anak – anak dibawah umur.”

“Biasanya kita siasati terlebih dulu, kertas untuk di coblos si Epong kita foto copy, bukan aslinya. Tapi pemilu sekarang ini kita bingung, foto copy mana yang ada kertas sebesar itu. Biar lancar kondusip, saudaranya Epong (Sayim) memohon kepada kami. Dan masyarakat pun sudah ga aneh dengan kelakuan si Epong.” papar Sanip.

Sejalan dengan ucapan RT Sanip, Nurman (amil jenazah) dan Karnaen (mantan RT) selaku panitia saat itu, juga memohon maaf.

“Intinya, sekali lagi kami memohon maaf kepada warga masyarakat dan pihak – pihak terkait atas ketidak nyamanan dalam kami bertugas menjadi KPPS. Semoga kedepan, kami atau siapapun yang menjadi panitia pemilu agar bisa lebih baik. Dan semua kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kami” pungkas Jamal, ketua KPPS/TPS 18 Jatireja. (TS).

Warga Kampung Rukem RT. 01/05 Desa Jatireja Kecamatan Ciktim Tidak Boleh Nyoblos Oleh Panitia KPPS

0

JIB | Cikarang timur- Musnah sudah harapan seorang warga bernama Aan Barwati dan Siti Rahayu Sapitri (Ayu) yang berkeinginan untuk memilih calon presiden dan wakil rakyat dambaannya seperti warga lainnya yang berduyun – duyun melakukan pencoblosan di TPS setempat dilingkungan dia tinggal.

Pasalnya, dari penuturan dua wanita adik kakak ini (yang satu ibu rumah tangga, yang satunya gadis lajang) tidak mendapatkan kartu undangan untuk melakukan pencoblosan seperti warga lainnya, padahal mereka asli warga setempat kampung Rukem RT/RW. 01/05 Desa Jatireja Kecamatan Cikarang Timur. Rabu (17/04/2019).

Menyadari dirinya tidak memiliki kartu undangan, sesuai informasi yang dia dapat bahwa dengan menggunakan KTP elektrik atau Suket di bolehkan untuk mencoblos, maka dia datang ke TPS 18 yang tidak jauh dari rumahnya sebelum pukul 13.00 Wib mereka sudah berada di lokasi TPS. Sebab dari pukul 12.00 hingga 13.00 proses pencoblosan di istirahatkan oleh panitia.

Setibanya di TPS, Aan dengan membawa KTP elektriknya di tolak oleh panitia, dengan alasan waktunya sudah habis padahal sisa kartu suara untuk pencoblosan masih ada, bahkan ada juga kartu suara yang dikirim ke TPS lainnya.

Padahal, berbarengan dengan datangnya Aan, ada juga wanita yang hanya membawa KTP karena tidak mendapatkan undangan, tapi di bolehkan oleh panitia.

“saya bingung, kenapa si Meli anaknya Pak Jono yang sama hanya membawa KTP ko’ bisa mencoblos, sementara saya tidak boleh. Alasannya waktunya habis, sementara si Meli boleh,” ujarnya.

Ayu yang membawa Suket juga demikian, di tolak oleh panitia penjaga depan dengan membawa lembaran Suket sebagai pengganti KTP nya yang belum jadi juga sama, ditolak oleh panitia.

Ketika awak media mengkonfirmasi Meli, yang juga hanya membawa KTP, membenarkan perihal kejadian itu.

“saya ga dapat undangan, makanya saya datang bawa KTP. Pas saya keluar selesai mencoblos, saya bilang ke Bi Aan agar masuk giliran nyoblos, tapi katanya ditolak sama panitianya. Saya juga bingung.” ucap Meli.

Di duga, oknum beberapa panitia termasuk salah satu yang menjabat sebagai RT, mantan RT, juga Amil Jenazah ada unsur sengaja menolak wanita tersebut, karena mereka sebagai panitia terkesan tidak netral karena mendukung salah satu pasangan calon presiden dan calon legislatip DPRD. Sementara wanita tersebut di anggap oleh oknum panitia tidak akan memilih jagoan pilihannya. Makanya di tolak.

Bahkan tadi siang dalam pantauan awak media, sekitar pukul 10.30 Wib seorang warga bernama Anim alias Epong yang dikenal oleh mayoritas warga sedikit kurang waras, dengan menggunakan KTP imitasi dan namanya tidak ada dalam DPT tapi oleh panitia RT Sanip disaksikan banyak warga di persilahkan mencoblos 5 kertas suara asli.

Ketika awak media mengkonfirmasi perihal kejadian tersebut, salah satu panitia yang juga sebagai ketua RT beralasan “ditolaknya wanita itu karena mereka tidak punya undangan, dan datangnya sudah telat, jam satu sudah di tutup. Ucapnya.

Sementara ketua panitia KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) Jamaludin, kepada awak media memohon maaf atas kejadian tersebut. Karena saat itu dirinya duduk berada di dalam dan terhalang triplek pembatas. Dan disaat sela – sela berlangsungnya pencoblosan, Jamal juga sering mengumumkan bahwa dibolehkannya mencoblos dengan menggunakan KTP atau suket dengan batas akhir jam satu lebih lima menit baru di tutup.

Dengan bahasa daerahnya (sunda) Jamaludin mengatakan permohonan maafnya yang kami artikan ke bahasa indonesia, “kami mohon maaf atas kejadian tersebut, karena saat itu saya duduk di dalam terhalang triplek pembatas. Saya ga tau kalau di luar ada kejadian itu.” ujar Jamal.

Melalui telepon seluler, ketua PPK kecamatan Cikarang Timur, Furkon mengatakan kepada awak media bahwa “warga asli lingkungan yang tidak mendapat undangan, boleh ikut mencoblos dengan membawa KTP elektrik atau Suket sampai batas waktu pukul 13.00 Wib di TPS terdekat dimana dia tinggal.” tuturnya meyakinkan.

Demikian juga ketua panitia PPS desa Jatireja, Ade Abdullah mengatakan perihal seperti itu tidak benar. “padahal para panitia TPS dalam penataran sudah sering di sampaikan bahwa, bagi yang tidak dapat undangan dibolehkan membawa KTP atau Suket.” tuturnya.

Perihal kejadian ini, bila memang ada unsur sengaja menghalangi warga dalam melakukan pencoblosan, maka bisa terancam pidana pasal 351 nomor 7 tahun 2017 dengan hukuman pidana 4 tahun, denda 48 juta.

Bahkan Kapolri, Tito Karnavian juga sering menghimbau, bahwa pukul 13.00 Wib itu bukan batas akhir pencoblosan, tapi batas waktu akhir hadir di TPS. (TS)

Inilah TPS Unik di Bekasi yang Bertema “Jawara Sunda”

0

JIB | Bekasi – Untuk menarik warga agar memberikan hak suaranya dalam pelaksanaan Pemilu 2019, seluruh petugas di TPS 27 Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi menggunakan pakaian pangsi lengkap dengan iket di kepalanya. Pemandangan seperti itu membuat suasana di TPS ini berbeda dengan TPS lainnya.

Pengawas TPS 27 Desa Hegarmukti, Irdat Cahyadin, mengatakan, para petugas KPPS yang menggunakan kostum unik tersebut telah berhasil membuat warga penasaran. Sehingga, pemilih di TPS tersebut berduyun-duyun datang ke lokasi untuk menyalurkan suaranya.

Warga antusias memberikan hak suara pada Pemilu 2019 di TPS 27 Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat

“Hebat, mereka berhasil membuat warga penasaran, dan akhirnya warga yang mendapat undangan di TPS ini ingin cepat-cepat datang untuk menyalurkan suaranya,” ujar Irdat, kepada MITRA News di lokasi TPS 27 Desa Hegarmukti, Rabu (17/04/2019).

Ketua KPPS TPS 27, Doni Ardon, mengatakan, dengan menggunakan tema “Jawara Sunda” ini, tujuan utamanya memang untuk menarik warga supaya ikut serta dalam Pemilu 2019, sehingga tidak ada golput.

Ketua KPPS TPS 27 Desa Hegarmukti, Doni Ardon
“Selain itu, juga sebagai rasa cinta dan bangga terhadap budaya sendiri, yakni budaya Sunda. Makanya kami sengaja menggunakan kostum tradisional Sunda,” katanya.

Tak hanya menggunakan pakaian adat sunda, tetapi TPS 27 juga lengkap dengan iringan musik sunda.

“Tema nyunda ini pertama kalinya ditampilkan TPS 27 di Desa Hegarmukti Cikarang Pusat dan kami ingin memberikan yang terbaik pada hajat besar Pemilu 2019,” ucapnya..

Adapun dalam TPS ini tergabung RT 01 – 02 RW 05 dan RT 01 – 02 RW 12 yang ditampung di RT 01/12 dengan jumlah 287 yang jadi pemilih tetap dan 6 pemilih tambahan.

Berikut para petugas KPPS di TPS 27 Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, sebagai berikut : Doni Ardon (Ketua), Sukatno (Anggota), Makur (Anggota), Sunaryo (Anggota), Nurdi Suryadi (Anggota), Kusnadi (Anggota), Rohimudin (Anggota), Aan Maulana (Pamsung) dan Suprapto (Pamsung). (Red)

Ketua KPU Kabupaten Bekasi Jajang Wahyudin : 23 Kecamatan Dipastikan Hari Ini Selesai Pengiriman Logistik

0
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi Jajang Wahyudin

JIB | Kabupaten Bekasi – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi Jajang Wahyudin, pastikan pengiriman logistik untuk 23 Kecamatan hari ini selesai dilaksanakan.

Pengiriman tersebut, meliputi kotak suara yang berjumlah 39.755. Bilik suara 31.792 buah. Surat suara 2.098.000 dari masing-masing jenis surat suara, serta alat tulis kantor (ATK).

menurut Jajang, hari ini sudah bisa selesai di kerjakan sampai malam dan ini kita usahakan semaksimal mungkin agar bisa terkapar semua.

“Ya hari ini sudah bisa di pastikan selesai, semua pengiriman logistik untuk 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi. Kita kerjakan sampai malam hari, agar semuanya bisa kondusif, Aman dan lancar tidak ada halangan apapun.”ungkap Ketua KPU Kabupaten Bekasi Jajang Wahyudin, Minggu (14/4/2019) di kantor.

Tempat terpisah Aim Ibrahim, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kedungwaringin, penerima logistik dari KPU Kabupaten Bekasi sangat maksimal dan sudah bisa kami terima dan kami laksanakan.

“Sekarang kami bersama temen-teman PPK sedang mendistribusikan untuk ke tingkat Desa yang ada di Kecamatan Kedungwaringin,”jelasnya.

Lanjut Aim, pendistribusian ini, kami lakukan untuk 7 Desa, yang ada di wilayah Kecamatan Kedungwaringin. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dengan lancar, aman dan kondusif tanpa ada halangan, demi keamanan bersama” Tutupnya.(Red)

Apel Pencanangan Program K3 Dan Hari Tenang Kecamatan Cikarang Timur Dipimpin Camat Ciktim

0

JIB | Kabupaten Bekasi- Cikarang timur, Apel bersama 3 pilar kecamatan Cikarang Timur yang berlokasi di halaman kecamatan Cikarang Timur dalam rangka pencanangan Program K3 (Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan), lingkungan wilayah, serentak di laksanakan se-kabupaten Bekasi, salah satunya di wilayah Cikarang timur, Minggu (14/04/2019).

Disamping pembersihan sampah yang merusak pemandangan dan keindahan, kegiatan ini bersamaan dengan penurunan Alat Peraga Kampanye ( APK ) diwilayah Kecamatan Cikarang Timur

Hj. Ani Gustini MM Camat Cikarang Timur dalam apelnya Mengatakan Ini merupakan kegiatan serentak se-kabupaten Bekasi dalam rangka Pencanangan Program K3 dan penurunan APK oleh Satpol PP.

“Untuk logistik pemilu bagi PPS silahkan diantisipasi penyimpanan dan keamanannya, dan mengingat rapatnya kegiatan hari ini kita maksimalkan keberadaan anggota dilapangan.”Jelasnya.

Masih kata Ani biasa di panggil Umi. Apel bersama 3 pilar kecamatan Cikarang Timur diikuti sekitar 329 personil gabungan dari Polsek Cikarang Timur, Koramil 06 Lemahabang, PPK kecamatan Cikarang Timur, Panwascam Kecamatan Cikarang Timur, Satpol-PP, gabungan Kecamatan dan Kabupaten Bekasi.(red)

Kodim 0713 Brebes Rombak Kandang Ayam Jadi Rumah Bagi Janda Tua Taswi

0

JIB | Brebes – Sebuah gubuk milik Taswi, janda tua berusia 60 tahun, yang selama ini dijadikan sebagai kandang ayam, dibongkar malam hari oleh anggota Kodim 0713/Brebes untuk dibuatkan rumah layak huni. Hal tersebut disampaikan Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Faisal Amri, Sabtu (13/4/2019).

Diungkapkan Dandim, gubuk reyot milik Taswi, janda tua tidak beranak di Desa Luwungbata, Kecamatan Tanjung, pada Kamis, (11/4/2019) telah dibongkar anggota Koramil 04/Tanjung Kodim 0713/Brebes, bersama warga masyarakat dan beberapa aparat setempat.

“Pembongkaran ini dipimpin Danramil, Kapten Inf Muhtadi bersama Ketua BPD, Usman dan Sekretaris Desa/Carik, Wirnojo serta Babinsa Serda Sudirman, malam hari,”ujarnya.

“Rumah itu awalnya terbuat dari gedek bambu berukuran 4 x 8 meter, berlantai tanah dan terletak 1 (satu) meter di belakang rumah keponakannya (Warto, 48 tahun dan Sarwid, 50 tahun). Saat ini telah dijadikan prioritas bedah rumah bersama Pemprov dan juga Dana Desa,”imbuh Faisal Amri.

Lebih lanjut dikatakan Faisal Amri, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian TNI Kodim 0713/Brebes, kepada masyarakat yang sangat membutuhkan, apalagi Taswi selama ini tinggal bersama saudaranya.

“Mbah Taswi sudah tidak menempati gubuk reyot sejak awal Januari 2019 dan tinggal bersama keponakannya, sejak saat itu rumahnya yang sudah reyot itu dijadikan kandang ayam,” jelasnya.

“Dengan kondisi itu, Danramil dan Babinsa serta aparat setempat tidak tinggal diam dan menyarankan ke Desa dan kami, agar rumah Mbah Taswi dijadikan sasaran Rehab Rumah. Aparat Teritorial, selain menjaga keutuhan wilayah, juga membantu program pemerintah ikut mensejahterakan masyarakat,” tandasnya.

Senada dengan Faisal Amri, Ketua BPD Luwungbata, Usman membenarkan bahwa rumah Taswi sudah terdaftar dalam Data Base program Rutilahu/RTLH dengan menggunakan Dana Desa Tahun 2019, Banprov, para donatur lainnya serta swadaya masyarakat.

“Adapun untuk rencana realisasinya akan dilangsungkan pada bulan Mei ini dengan tenaga tukang berasal dari warga setempat dibantu TNI dari Kodim 0713/Brebes,” terangnya.

“Kami bergotongroyong bersama disini, baik jajaran Kodim, Desa dan Kepolisian bertekad untuk menyediakan rumah layak huni bagi Mbah Taswi. Saat membongkar pun kita malam hari supaya pekerjaan lebih efektif,” tegas Muhtadi.

Untuk diketahui, Taswi selama ini tinggal di rumah keponakannya Warto dan Sarwid, karena rumahnya itu tidak memungkinkan lagi untuk ditempati, apalagi jika turun hujan, hampir seluruhnya basah.

Taswi pun mengucapkan terima kasih kepada prajurit TNI, Kodim 0713/Brebes bersama masyarakat atas bantuan menghadirkan rumah layak huni bagi dirinya.

“Hanya doa kepada Sang Khalik yang dapat saya panjatkan, semoga TNI selalu berhasil dalam menjalankan tugas,” pungkasnya dengan mata berkaca-kaca. (Biro Brebes)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -