Wednesday, February 25, 2026
Home Blog Page 191

Pelepasan Atlet IKANAS JABAR, Ruslan Ependi : Semangat Persatuan dan Kesatuan Serta Semangat Untuk Menjadi Juara.

0

Jurnal Indonesia Baru||Bandung – INKANAS Lakukan Pelepasan Kontingenya untuk mengikuti Pekan Olahgaga Nasional PON XX di GOR Dojo Sasakawa, Senin (04/10/2021). Pelepasan Kontingen INKANAS Jabar ini dilakukan langsung oleh Direktur Intelkam Polda Jabar KBP Drs. Ruslan Ependi selaku SEKUM INKANAS JABAR bersama Ketua Harian INKANAS dan beberapa perwakilan Mahasiswa Papua yang ada di Kota Bandung.

Ketua pengurus INKANAS JABAR Sdr. Iwan Tahe menyampaikan bahwa jumlah Atlet yang dilepas untuk mengikuti kejuaraan KARATE pada PON XX di Papua ada sebanyak 15 Orang, diantaranya 8 Atlet Putra dan 7 Atlet Putri serta 8 orang pelatih.

Hadir pula dalam pelepasan Atlet INKANAS JABAR mahasiswa Papua dari berbagai elemen kemahasiswaan yang berada di Kota Bandung dalam rangka silaturahim dan memberi dukungan kepada Atlet INKANAS JABAR pada laga PON XX di papua.
Dalam sambutanya Ketua Forki Jabar Sdr. OGI menyampaikan, memberikan Salam Olah Raga dan Salam Karate “OS” serta berharap bisa menjadi juara kembali pada PON XX Papua ini.
“PON pada tahun 2016 yang lalu kita menjadi Juara Umum ke-1 dan untuk sekarang kita harus bisa mempertahankannnya, pada intinya kita ingin menjadi yang terbaik dan dengan cara yang sportifitas, semua harus mendapatkan Medali,” Ucapnya.

Dir Intelkam Polda Jabar yang juga Sekum INKANAS JABAR KBP Drs. Ruslan Ependi sampaikan Ucapan terimakasih kepada para Atlet dan kepada para Mahasiswa Papua yang turut hadir dalam pelepasan Kontingen INKANAS JABAR.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh yang hadir disini, kepada atlet dan kepada rekan – rekan Mahasiswa Papua yang ikut menghadiri dan mendukung Kontingen INKANAS JABAR, Kita bicara tentang Wawasan Nusantara, bahwa kita dari sabang sampai merauke kita tetap Indonesia, yang saya harapkan kita memberikan motifasi dan semangat dalam setiap pertandingan, Papua merupakan serpihan Surga Dunia, semangat persatuan dan kesatuan serta semangat untuk menjadi Juara.

Para perwakilan Mahasiswa Papua pun memberikan motivasi serta dukungan dan do’anya kepada para Atlet INKANAS JABAR salah satunya Sdr. Alfenendes Pohowan (Ketua Imaka Bandung).

“Saya Ucapkan terimakasih kepada Bapak Direktur Intelkam Polda Jabar, Semoga para Kontingen Jabar bisa menujukan bahwa Jabar menjadi Juara, Setelah bapak bapak beres dalam pertandingan, semoga para kontingen bisa menceritakan bahwa di Papua sana sangat indah,”Ujarnya.

Sukseskan PON XX 2021 Papua, Kemendagri Masifkan Gerakan Pembagian Masker

0


JIB | Jayapura- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak hentinya memastikan protokol kesehatan diterapkan pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua. Hal ini dilakukan, sebagai bentuk dukungan agar perhelatan pesta olahraga terbesar di tingkat nasional tersebut, tidak menjadi media penularan Covid-19.

Upaya ini salah satunya dilakukan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, dengan memasifkan gerakan pembagian masker kepada para pengunjung PON XX. Sebanyak 10.000 masker dibagikan kepada para pengunjung di venue utama, yaitu Stadion Mandala dan Stadion Lukas Enembe. Pembagian tersebut berlangsung menjelang pembukaan PON XX pada Sabtu (2/10/2021).

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA menjelaskan, gerakan pembagian masker ini sebagai bentuk dukungan dalam memperkuat implementasi penegakan protokol kesehatan pada penyelenggaraan PON XX Papua. Dukungan ini sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua.

“Gerakan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih patuh dan tertib protokol kesehatan, meliputi kesadaran untuk selalu meningkatkan disiplin memakai masker,” ujar Safrizal.

Safrizal menegaskan, penguatan disiplin protokol kesehatan merupakan hal utama dalam pelaksanaan pesta olahraga di tingkat nasional tersebut. Langkah ini untuk mencegah gelaran tersebut menjadi media penularan Covid-19. Berbagai upaya lain dilakukan, seperti mempercepat pelaksanaan vaksinasi, membatasi jumlah penonton, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, dan penerapan Strategi lainnya.

“Seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kompetisi,” tutur Safrizal.

Dalam pelaksanaan gerakan pembagian masker tersebut, Kemendagri berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Papua melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Untuk diketahui, penyelenggaraan PON XX Papua ini telah secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia pada Sabtu, 2 Oktober 2021 pukul 19.00 WIT kemarin. Gelaran ini menjadi bagian dari ajang promosi berbagai kekayaan yang dimiliki Papua, baik di bidang kebudayaan, keindahan alam, dan sebagainya. Pasalnya, kegiatan ini melibatkan kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Penyelenggaraan PON XX ini menjadi ajang promosi, yang akan membuat masyarakat di luar Papua tertarik mengenal dan memahami kondisi di daerah yang sangat indah alamnya ini,” terang Safrizal. (AS)

Sejumlah Tokoh Sepakbola Mendukung Ramram jadi Ketua Asprov PSSI Jabar

0


JIB | Bandung – Sejumlah tokoh sepakbola mulai dari asosiasi kabupaten/kota, pemilik klub, hingga mantan exco PSSI pusat mendukung Ramram Mukhlis Ramdani untuk menjadi ketua umum PSSI Jawa Barat periode 2021-2025. Dukungan dibuktikan dengan mengantarkan Ramram saat mendaftar di kantor PSSI Jawa Barat di Jalan Lodaya, Kota Bandung, Minggi (3/10).

Mantan ketua PSSI Jawa Barat yang juga pernah menjadi exco PSSI pusat, Toni Apriliani, mengatakan, Ramram merupakan sosok yang tepat untuk memajukan kembali persepakbolaan Jawa Barat. “Masih muda, punya pengalaman (mengurus) di sepakbola, dan mempunyai jaringan yang luas. Sehingga tidak perlu diragukan lagi komitmennya,” kata dia.

Toni menjelaskan, persepakbolaan di Tanah Air khususnya Jawa Barat memiliki persoalan yang kompleks terutama menyangkut pembiayaan. Akibatnya, tambah dia, pengelola klub selalu dibebani keuangan setiap kompetisi akan digelar.

Oleh karena itu, menurutnya perlu sosok yang pandai berkolaborasi untuk memimpin PSSI Jawa Barat. “Punya komitmen yang tinggi untuk memajukan bola dan tidak membebankan biaya ke para stakeholder. Mudah-mudahan permasalahan sepakbola yang terus terjadi, bisa beres,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Kabupaten PSSI Bogor, Junaidi Samsudin, menjelaskan, PSSI membutuhkan sosok yang berpengalaman mengurus sepakbola agar paham betul tentang persoalan yang ada. “Kami mendukung Ramram karena beliau sudah pengalaman di sepakbola,” ujarnya.

Selain itu, dia pun meyakini Ramram mampu menjembatani PSSI Jawa Barat dengan pemerintah daerah di provinsi tersebut. “Bukan hanya sepakbola, semua cabang olahraga wajib bersinergi dengan pemerintah kalau kompetisi ingin berjalan baik,” ujarnya.

Dengan adanya kolaborasi tersebut, dia optimistis kompetisi akan berjalan baik. “Kompetisi akan berjalan baik, dan klub akan menanggung biaya yang murah, syukur-syukur bisa gratis,” katanya.

Sementara itu Ramram sendiri mengaku memiliki keinginan yang tinggi untuk bisa berkontribusi terhadap kemajuan sepak bola. Menurutnya, selama ini terlalu banyak persoalan yang harus diselesaikan mulai dari minimnya pembiayaan, pendataan, dan pelaksanaan kompetisi yang tidak maksimal.

“Perlu kolaborasi dalam mengelola PSSI, agar semuanya bisa dijalankan secara profesional,” tuturnya.



Ramram pun berjanji akan bersinergi dengan pemerintah dan swasta dalam menggelar kompetisi. Berdasarkan pengalamannya selama mengelola dua klub sepak bola asal Jawa Barat, ia menilai PSSI kurang bersinergi sehingga berdampak terhadap minimnya bantuan biaya.

“Ini berdampak terhadap klub yang terbebani biaya pendaftaran,” katanya.

Padahal, lanjutnya, selama ini klub sudah terseok-seok untuk memenuhi operasional tim selama mengikuti kompetisi. Sehingga tidak diharuskan terbebani oleh biaya pendaftaran.

Selain itu, Ramram juga berjanji akan membentuk badan Liga. Tujuannya agar kompetisi yang diselenggarakan PSSI Jabar bisa berjalan lebih maksimal.

“Jika dikelola secara baik dan profesional, saya yakin kompetisi akan kompetitif dan fair, gaungnya juga akan terasa di masyarakat. Selain itu, badan Liga inipun akan menjadi bukti transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola organisasi. Termasuk terkait keuangannya, silakan nanti bisa diaudit. Makanya perlu semacam badan liga yang khusus untuk menggelar kompetisi,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Ramram berjanji akan melakukan pendataan terkait sepak bola di Jawa Barat mulai dari klub hingga pemain. Selama ini, dia mengakui sulit untuk menemukan profil lengkap tentang suatu klub maupun pemain sepak bola lokal.

“Sebagai salah satu bukti kompetisi berjalan baik, klub asal Jawa Barat yang promosi ke Liga 1 dan Liga 2 harus terus bertambah,” tuturnya. BIRO BANDUNG : MUHAMAD ILHAM AGUSTIAN,S.Pd

FJK Bersepakat Terus Kawal pelaporan Kasus Momo Dhio Alief Sampai Selesai.

0

JIB | KARAWANG – Berawal dari kasus dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yang dilakukan terlapor netizen facebook Momo Dhio Alief, Forum Jurnalis Karawang (FJK) akhirnya bersepakat untuk melakukan boikot atas pemberitaan-pemberitaan Pemda Karawang.

Hal ini menyusul adanya kasus Momo Dhio Alief yang berujung penilaian oleh para awak jurnalis, bahwa Pemda Karawang ‘antikritik’ melalui pemberitaan-pemberitaan di media massa.

Sikap Pemda Karawang melalui oknum-oknum orang suruhan penguasa dianggap berlebihan, ketika dikritik tentang adanya pengadaan mobil dinas baru Bupati dan Wakil Bupati Karawang di tengah kesusahan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Ini kesepakatan kawan-kawan semua yang ada di FJK. Intinya, perjuangan tetap akan kita lanjutkan. Jangan sampai ke depan profesi kita terus dilecehkan ketika kasus Momo Dhio Alief ini dianggap sepele,” tutur Ketua FJK, Rudi Setiawan, disela-sela rapat FJK, Jumat (1/10/2021).

Pada hal lain, para kuli tinta yang tergabung dalam FJK ini juga bersepakat akan terus mengawal pelaporan kasus Momo Dhio Alief sampai selesai.

“Kita akan terus komunikasi intens dengan pengacara dan penyidik Polres Karawang tentang sampai sejauh mana kasus Momo Dhio Alief ini,” kata Rudi.

Ditegaskan Rudi, FJK tidak akan menggunakan cara-cara pragmatis dan oportunis di dalam menyikapi persoalan yang sedang dihadapi. Sehingga ia menghimbau kepada semua anggota FJK, agar tidak termakan rayuan gombal segelintir oknum yang mencoba melakukan penyelesaian atas persoalan ini dengan cara-cara murahan dan rendahan.

“Semuanya tetap akan satu intruksi. Jika ada rayuan-rayuan gak jelas, abaikan saja. Karena persoalan ini pertaruhannya adalah harga diri kita sebagai insan pers,” tandas Rudi. (Supri)

PEMDES DESA WIBAWA MULYA GELAR MUSDES BARENG BPD

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Pemerintahan Desa Wibawa Mulya kecamatan Cibarusah kabupaten Bekasi Jawa Barat pada hari kamis. 30 September 2021 menggelar Musyawarah Desa Dalam Rangka Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa untuk tahun anggaran 2022 yang di laksanakan di aula Desa.

Kepala Desa Wibawa Mulya H. Ruly SH mengatakan apa yang Telah diusulkan Di RKPDes Tahun 2021 yang Mengalami Pergeseran Akibat Wabah Covid 19 Perlu di usulkan Kembali ditahun yang Akan Datang, Selanjutnya nanti akan dibentuk Tim Penyusun RKPDes Tahun 2022

“Bahwasanya keterlibatan dan peran serta partisipatif masyarakat dan seluruh stakeholders yang ada di desa dalam hal musyawarah sangat penting, Hal tersebut disampaikannya agar pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan baik serta dapat mewakili aspirasi masyarakat.” Ujarnya.

Masih kata Ruly. Pihaknya juga menggaris bawahi dalam hal penyampaian usulan pada Musdes perlu adanya peran aktif semua pihak,sehingga pembangunan yang akan dilaksanakan tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. (End)

Lembaga KBH Wibawa Mukti Siap Mendampingi Pria Berbaju Hitam Dan Bertopi Koboi Serta Mendorong PJ Bupati Bekasi Menggali Kebenaran Persoalan Pengadaan Proyek

0



JIB | Kabupaten Bekasi – Pada hari Senin lalu terdapat seorang berbaju hitam dan memakai topi koboi yang diduga seorang mandor marah dan membalikan meja di Kantor Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi Kabupaten Bekasi.

Hal tersebut diketahui dari video yang beredar di masyarakat, terlihat seorang pria berbaju hitam dan bertopi koboi mengamuk sambil menendang dan membalikan meja.

Menurut Informasi yang beredar, pria tersebut diduga merupakan seorang mandor yang kerap mengerjakan proyek pengadaan barang di dinas tersebut.

Kejadian dalam Vidio tersebut terjadi pada Senin tanggal 27 September 2021, menurut berita yang beredar karena diduga jatah proyek yang dikerjakannya semakin berkurang setelah diberikan kepada pihak lain. Sambil mencari seseorang bernama Ambar, pria yang mengenakan pakaian serba hitam itu, mendorong dan membalikan meja dan kursi di ruang kantor dinas.

Yang menariknya dalam video tersebut laki-laki tersebut menyampaikan ”Si Ambar bener-bener Si Ambar. Sekarang katanya punya dewan semua,” kata sang pria berbaju hitam dan bertopi koboi tersebut dalam video itu.

Atas kejadian tersebut Pj Bupati Bekasi H.Dani Ramdan,MT menyampaikan, “Bahwa peristiwa tersebut terkait motif proyek yang didapatnya semakin berkurang berdasarkan laporan dari Kadis Bina Marga”.

Disampaikan oleh Pejabat Bupati Bekasi pemerintah daerah sudah memberikan proyek pengadaan barang dan jasa kepada pria tersebut. Hanya saja, oknum tersebut merasa kurang. Dan akibat kejadian tersebut di instruksikan untuk dilaporkan kepada kepolisian.

Menanggapi kejadian dalam Vidio tersebut, awak media mencoba mendatangi Kantor Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum Wibawa Mukti (KBH Wibawa Mukti) yang beralamat di Ruko Cortes Jababeka, Kamis (30/09/2021) dan bertemu langsung dengan Direktur beserta Tim Lembaga KBH Wibawa Mukti.

Direktur KBH Wibawa Mukti, Ulung Purnama,SH.MH. dalam siaran pers mengatakan “Kami Lembaga KBH Wibawa Mukti tidak sependapat dengan apa yang dilakukan pria berbaju hitam dan bertopi hitam koboi tersebut karena tidak sepatutnya protes dilakukan dengan cara tersebut”.



“Namun apa yang disampaikan oleh pria berbaju hitam dan bertopi koboi tersebut perlu kiranya menjadi perhatian kita semua dimana dalam video tersebut bukan hanya semata-mata adanya kejadian meja dibalikan namun perlu kiranya kita mendalami alasan kekesalan atau kekecewaan dalam vidio tersebut”, jelasnya.

Libet Astoyo, SH yang merupakan anggota Tim KBH Wibawa Mukti menyampaikan, “Pria berbaju hitam dan bertopi koboi tersebut menyebutkan nama yang diduga merupakan nama pejabat struktural dalam dinas tersebut dan disampaikan oleh pria tersebut dengan kalimat punya dewan semua, dimana diduga yang disebut dewan oleh pria tersebut adalah Anggota DPRD Kabupaten Bekasi”.

Nurkholis Madjid,SH anggota Tim KBH Wibawa Mukti juga mengatakan “Dalam rangka mengelola pemerintahan yang baik sudah selayaknya Pj Bupati Bekasi menggali sejauh mana kebenaran yang disampaikan pria berbaju hitam dan bertopi koboi tersebut, karena dalam rangka menjalankan pemerintahan yang baik dan sebagaimana dimaksud Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (AAUPB) perlu kiranya dilakukan pemeriksaan Inspektorat sejauh mana kebenaran yang disampaikan pria berbaju hitam dan bertopi koboi tersebut”.

“Karena jika yang disampaikan pria tersebut benar maka Pj Bupati Bekasi harus mengambil sikap untuk memperbaikinya karena jika diabaikan berindikasi terjadi permasalahan hukum yang serius”, tambahnya.

Kami dari Lembaga ini Kajian dan Bantuan Hukum Wibawa Mukti sebagai Lembaga Advokasi siap mendampingi pria berbaju hitam dan bertopi koboi tersebut dalam proses hukum dan kami juga akan menggali sejauh mana kebenaran apa yang disampaikan pria tersebut, agar kebenaran dapat terungkap termasuk Lembaga KBH Wibawa Mukti akan berkoordinasi dengan Organisasi-organisasi pengusaha jasa konstruksi di Kabupaten Bekasi tersebut agar dapat mengungkap kebenarannya. (Red)

Forum Jurnalis Karawang Demo

0

JIB | KARAWANG – Ratusan insan pers yang tergabung dalam Forum Jurnalis Karawang (FJK) berkumpul dan melakukan aksi di Bundaran Mal Ramayana Karawang, Selasa (28/9/2021).

Aksi demonstrasi tersebut merupakan rangkaian setelah pelaporan, dan meminta agar pihak kepolisian segera menangkap dan memenjarakan netizen facebook ‘Momo Dhio Alief’.

Pasalnya, netizen facebook tersebut dianggap telah menghina profesi wartawan dengan sebutan ‘Oteng-oteng’ dalam sebuah postingan facebook milik pribadinya.

Dalam orasinya, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Karawang, Ega Nugraha menyampaikan, aksi yang dilakukan para wartawan sama sekali tidak memiliki muatan atau kepentingan politik.

“Meskipun yang bersangkutan (Momo Dhio Alief), memiliki hubungan kekeluargaan dengan salah satu pejabat tinggi di Karawang,” ujar Ega.

Disampaikan Ega, tugas jurnalis hanya sekedar untuk menyampaikan kebenaran informasi melalui tulisan. Maka apabila setiap bentuk karya jurnalistik dihinakan dengan sebutan ‘Oteng-oteng’, sudah tentu postingan Momo Dhio Alief di facebook tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap profesi wartawan.

“Jika Karawang ingin kondusif, maka hari ini kami menuntut agar pihak kepolisian segera menangkap dan memenjarakan Momo Dhio Alief,” kata Ega Nugraha.

Sementara, Ketua Media Online Indonesia (MOI) Karawang, Latifudin Manaf menegaskan, siapa saja yang menghina profesi wartawan, maka harus dipidanakan. Ia pun kembali menegaskan, jika aksi wartawan hari ini bersih dari kepentingan politik.

“Jangankan sekelas Momo Dhio Alief, mau bupati, wakil bupati atau pejabat manapun, jika menghina profesi wartawan, maka harus dipenjarakan. Karena kami bekerja dilindungi Undang-undang,” kata Latif dalam orasinya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Karawang, Nurdin Pelez meminta, agar hari ini pihak kepolisian segera menangkap dan memeriksa Momo Dhio Alief. Jika tidak, maka para insan pers Karawang akan melanjutkan aksinya ke Mapolres Karawang dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi.

“Segera tangkap Momo Dhio Alief si penghina profesi wartawan. Jika tidak, maka aksi ini akan berlanjut di kantor polisi,” timpal Nurdin dalam orasinya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi moral yang dilakukan FJK ini bukan hanya diikuti oleh wartawan yang tergabung dalam MOI, IWO, AJI dan SMSI. Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), hingga Persatuan Wartawan Indonesia) ikut serta.

Aksi demonstrasi para insan pers bertolak di depan gerbang kantor Pemda Karawang. Sekitar pukul 11.00 WIB, aksi demonstrasiinsan pers ini beralih ke kantor Pemda Karawang. Pasalnya, Momo Dhio Alief dikabarkan merupakan keluarga atau saudara dari salah satu pejabat tinggi Pemda Karawang.

Dan diketahui sebelumnya, dugaan kasus penghinaan terhadap profesi wartawan yang ada sangkut-pautnya dengan pelanggaran UU ITE ini telah dilaporkan ke Polres Karawang. (Supri)

Ketua DPRD Minta Pj Bupati Bekasi, Mengisi Kekosongan Kadin LH Sesuai Kriteria Dan Bakti Kepada Masyarakat Tuntaskan Pencemaran Sungai

0



(Foto: BN Holik Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, saat sambutan penyampaian atensinya dalam Rapat Dinas bersama Forkopimda, dan seluruh Kepala Desa Se-Kabupaten Bekasi)





JIB | KABUPATEN BEKASI,- BN Holik Qodratullah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi turut menghadiri acara Rapat Dinas Pemerintah Kabupaten Bekasi Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan turut serta seluruh Kepala Desa Se-Kabupaten Bekasi. Dilaksanakan di Gedung Wibawa Mukti, komplek Pemkab Bekasi.

Dalam sambutannya. Holik menyampaikan di depan semua peserta rapat, bahwa sangat penting bagi Pj Bupati Bekasi menunjuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang serius menangani limbah di Kabupaten Bekasi demi kemaslahatan masyarakat.

“Mudah-mudahan Pak Bupati Dani mendengar. Atensi saya adalah, saya meminta, apabila ada kekosongan di Kepala Dinas, saya minta atensi satu, tunjuklah Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang serius tentang bagaimana menangani limbah yang ada di Kabupaten Bekasi” jelas. BN Holik, Selasa (28/09/2021).

BN. Holik juga menambahkan dalam penyampaiannya, ketika nanti mengisi kekosongan beberapa jabatan Kepala Dinas, agar dapat memposisikan orang yang tepat sesuai kemampuan dan bersungguh-sungguh untuk berbuat bagi masyarakat Bekasi. dan yang terpenting sesuaikan dengan pendidikan, paham Regulasi dan mekanisme nya sebagai kepala Dinas.

“Saya berharap dalam hal ini, semuanya, dalam pengisian sekitar 11 Kepala Dinas, saya berharap kepada Pak Bupati, agar memposisikan seseorang itu benar-benar tepat dan ada kesungguhan untuk berbakti kepada Kabupaten Bekasi” ucapnya.

Karena itu dirinya mengajak kepada semua komponen lapisan jabatan Pemerintah Kabupaten Bekasi, untuk terus berkomitmen membangun Kabupaten Bekasi. Terlebih menyelesaikan masalah pencemaran Sungai ataupun lingkungan yang terjadi di Kabupaten Bekasi. Demi masyarakat dan tanah Bekasi yang tercinta dan menjaga kelestarian lingkungan hidup seperti sediakala.

Biro Bekasi : Endang Prabu

Hidup Berdua Dalam Kondisi Memperihatinkan  Dapat Pelayan Extra Dari Tim Vaksin Merdeka Berani Cikarang Selatan

0

JIB | KABUPATEN BEKASI,-  Indonesia sedang tidak baik-baik saja saat ini. Secara hukum kita sedang dalam situasi kedaruratan bencana, Sektor-sektor swasta yang sejak dulu menghidupi dirinya sendiri kini sedang sekarat dan menderita. Banyak orang terlantar secara ekonomi dan sosial.

Dampak itu juga dirasakan salah satu warga Kp Tegal Gede Rt 011/ RW 004, Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi bernama Wiwik Astuti (46) berserta anak laki lakinya Muhamad Syahrul Ramadhan (21). Muhamad Syahrul Ramadhan menderita akibat tak bisa berjalan layaknya pemuda seumuranya.

Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Satirin mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga melalui personil Bhabinkamtibmas Desa Pasir Sari bahwa di Desa tersebut masih ada warga yang belum menjalani vaksin.

“Kami mendapat laporan dari warga melalui anggota di lapangan ada warga yang belum menjalani vaksin baik pertama maupun kedua, saat pihak kami bersama nakes dan aparat pemerintahan Desa setempat mendatangi kediaman warga itu, alangkah mirisnya,jangankan untuk berangkat ke gerai vaksin, untuk kehidupan sehari hari juga masih kekurangan, “kata Kompol Satirin saat di konfirmasi, Senin (27/09/2021).

Menurut Kompol Satirin, ia berpedoman pada science, maka vaksin merupakan instrumen vital dan utama dalam melindungi warga. Karena itu, Presiden Jokowi telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 gratis untuk semua sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021.

“Bahkan Presiden juga mencanangkan gerakan vaksinasi 2 juta dalam sehari, sebuah angan kebijakan yang sangat baik. Hal ini tentu berdasarkan data bahwa vaksinasi Indonesia masih jauh dari taget pembentukan herd immunity,”ujar Kompol Satirin.

Kompol Satirin menjelaskan, untuk itu dirinya menyambangi langsung keluarga tersebut yang hidup berdua di sebuah rumah kontrakan dalam kondisi memprihatikan.

“Mereka berdua berhak mendapat pelayanan extra dari tim vaksin Desa Pasir Sari. Salah satunya dengan di sambangi tak perlu harus datang ke gerai vaksin,”tutur Kompol Satirin.

Selain itu, lanjut Kompol Satirin, mereka juga berhak mendapat sedikit bantuan dari Polsek Cikarang Selatan untuk sementara memenuhi kebutuhan sehari harinya.

“Bentuk kepedulian Polsek Cikarang melalui Kanit Reskrim AKP Hotma Sitompul bersama Bhabinkamtibmas Desa Pasir Sari Aiptu Sunaryo memberikan sedikit bantuan berupa finasial yang dapat di pergunakan mereka buat kehidupan sehari hari,”kata dia.

Dia berharap dukungan dan uluran semua pihak agar dapat segera ditangani medis dan dapat sembuh seperti sedia kala.

“Kami berharap ada bantuan untuk pengobatan dan juga lainnya untuk pulihnya ekonomi mereka ditengah pademi,” harapnya. (Dede)

PEMDES SINDANG MULYA BARENG MUSPIKA CIBARUSAH ADAKAN VAKSINASI SINOVAK DI PONPES ALBAQIATUSSHOLIHAT.

0

JIB | KABUPATEN BEKASI,- Program Vaksinasi Merdeka Serentak untuk Ponpes dan rumah ibadah menyasar para santri di Jawa Barat merupakan gagasan Kanwil Kemenag yang bekerjasama dengan Polda Jabar.


Demi terciptanya herd immunity di kalangan para santri, Kemenag Bekasi bekerjasama dengan Polres Metro Bekasi melaksanakan program vaksinasi di Yayasan Ponpes SMPIT KH.R Ma’mun Nawawi Albaqiatussholihat Cibogo RT 03 RW 01 Desa Sindang Mulya Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi Jawa barat.

Program vaksinasi tersebut dilaksanakan demi percepatan vaksinasi nasional dan untuk membentuk Herd Immunity di kalangan para santri di berbagai Ponpes yang ada di Jawa Barat.

Vaksinasi santri dan Ponpes juga berdampak pada tumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk bersama-sama ikut program vaksinasi tersebut.

Kegiatan vaksinasi merdeka bekerjasama dengan Sat intelkam Polres Metro Bekasi, hadir dalam kegiatan tersebut Dinkes, Puskesmas, Bidan, ibu PKK, kades Sindang Mulya beserta staf desa, Camat Cibarusah, Polsek Cibarusah, Waka Polsek Jamil Dan Indriadi serta para tamu undangan yang lainya.

Kepala desa Sindang Mulya R Selpia Indriyani SE menjelaskan bahwa pada hari ini kami mengadakan kegiatan vaksinasi di yayasan pondok pesantren SMPIT dengan Harapan kita semoga semua para santri bisa tervaksin, sehingga bisa melaksanakan kegiatan tanpa ada keraguan dengan tetap melaksanakan prokes serta terhindar dari penyebaran covid-19.

Sekitar 106 dari yang terdaftar 127 dan yang gagal divaksin 21 anak, santri Ponpes turut mensukseskan kegiatan tersebut dengan berpartisipasi disuntik vaksin demi Herd Immunity di kalangan Ponpes tersebut.

Hal ini berakibat semakin banyak warga masyarakat yang di vaksinasi semakin cepat pula Herd Immunity di Kabupaten Bekasi, agar semuanya kembali normal dan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Pimpinan Ponpes SMPIT KH Jamaludin Nawawi mengatakan Alhamdulillah vaksinasi ini berjalan lancar, yang diselenggarakan didalam komplek Ponpes,semoga putra putri kami para santri sehat wal’afiat dan semakin semangat dalam belajarnya.

Semoga jalinan kami dengan Polres Bekasi dan Kemenag Bekasi tetap solid dan bersinergi. Karena Umaroh dan Ulama tidak bisa dipisahkan. Walaupun program vaksinasi di Ponpes kami sudah selesai, tetapi tali silaturahminya tetap berjalan terus ucapnya.

Penyebaran corona bisa diantisipasi dengan langkah vaksinasi. Langkah ini perlu, demi menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan mengajar.

Ini tanggung jawab bersama guna melindungi para santri sebagai aset negeri, program ini mengupayakan 3 juta santri Jawa Barat mendapatkan layanan vaksinasi demi kekebalan komunal di sekitaran Ponpes. (End)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -