JIB | KABUPATEN BEKASI – H. Ardi (58) seorang tokoh warga masyarakat Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merasa dirugikan terkait dengan pemberitaan yang beredar sebagai mafia jual beli tanah. Ia meminta oknum pelaku mengklarifikasi terkait pencemaran nama baiknya. Kamis, 27/05/2021.
“Apa yang disangkakan pemberitaan tersebut tidak benar, kami sekeluarga kecewa dan merasa dirugikan. Untuk Transaksi jual beli dengan surat tanah atas nama H. Taba tersebut sudah lama sekali dan itu tanah atas dasar hak milik pribadi H. Taba bukan waris”. Ungkap H. Ardi.
H. Ardi meminta pihak yang sudah mencoreng nama baiknya untuk segera klarifikasi dan meminta maaf, Ia berkata, “sepertinya ini perkara pribadi antara keluarga pak H. Taba, yang semestinya saya tidak dibawa-bawa. Saya mohon kepada pihak yang sudah mencoreng nama baik saya untuk segera klarifikasi”. Tegasnya.
Sementara H. Taba (47) ketika diwawancara awak media mengatakan, “Saya bingung dengan pemberitaan itu, saya akui S adalah saudara saya tapi apa yang di beritakan itu tidak benar. Jual beli yang saya lakukan dengan H. Ardi dengan luas tanah 6700 m2 tersebut mutlak hak milik saya pribadi bukan warisan”.
“Saya tidak abis pikir, ini kaitannya dengan apa? Untuk jual beli tersebut mutlak hasil jerih payah saya. Untuk loyal sebagai saudara apa yang kurang dari saya, mobil saya kasih, itu bisa saya buktikan. Saya kecewa, sepertinya ini ada udang dibalik batu, ini tidak bisa diterorir saya akan bawa keranah hukum”. Tegas H. Taba (Prabu/Ang)
(Jumpa Pers)
H. Ardi Bantah Dirinya Sebagai Mafia Jual Beli Tanah
Dihari Waisak Klenteng Ngo Kok Ong Vihara Virya Dharma Dapat Pengawalan Polsek Cibarusah Polres Metro Bekasi
JIB | Kabupaten Bekasi,- Polsek Cibarusah Polres Metro Bekasi membantu pengamanan dalam rangka giat sembahyang perayaan Waisak di Vihara Virya Dharma ( Klenteng Ngo Kok Ong ) yang beralamat di Kp Pasar Lama Desa Cibarusah Kota kecamatan Cibarusah kabupaten Bekasi Jawa Barat, kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 26 Mei 2021 pukul 07.00 Wib. – selesai 18.30.
Dalam giat Pujabhakti perayaan hari waisak di vihara tersebut dipimpin oleh Iptu Jamil.S Wakapolsek Cibarusah dan Salah satu rangkaian pujabhakti tersebut adalah para umat hindu bersukur atas rahmatnya dan mendo’akan leluhur yang mendahuluinya semoga terlahir di alam bahagia, dengan menekankan kepada umat hindu untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan mendukung NKRI harga mati. Kegiatan sembahyang dalam rangka perayaan Waisak dalam keadaan aman dan lancar.
Hadir Dalam kegiatan tersebut IPTU JAMIL S (Wakapolsek Cibarusah), IPDA AVIT PADILAH (Kanit IK), IPDA FIFIN E.H SH (Kanit Reskrim), AIPDA SS SIREGAR (Reskrim), AIPTU BAUM (Samapta), AIPTU NASICHIN (Bhabinkamtibmas), BRIPKA SUMITRO (Samapta), AIPDA HARTOPO (IK), AIPDA KAMALUDIN (Bhabinkamtibmas),BRIGADIR JANWAR (IK)
Wakapolseksek Iptu Jamil.S mengatakan bahwa pada hari ini Telah dilaksanakan kegiatan pengamanan persembahyangan hari raya Waisak 2565 BE di Klenteng Ngo Kok Ong (Vihara Virya Dharma) dengan Keterangan sbb : Kegiatan Peserta persembahyangan di lakukan Swab Antigen di kegiatan ini dengan Hasil ( – ) Negatif, di Hari Raya Waisak 2565 dilaksanakan oleh Jemaat Klenteng Ngo kok ong sekitar saja lk. Berjumlah 20 orang dengan penanggung jawab Nci NONAH (081311500567), Persembahyangan di klenteng Ngo Kok Ong dilaksanakan dengan mematuhi prokes covid 19, selama kegiatan berlangsung dapat berjalan dengan aman dan kondusif (End)
Kapolsek Cibarusah Polres Metro Bekasi Giat Kampung Tangguh Jaya Kecamatan Bojong Mangu
JIB | Kabupaten Bekasi – Bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap warga yang kurang mampu yang terdampak Covid-19 Polsek Cibarusah Polres Metro Bekasi pada tanggal 25 Mei 2021 pukul 16.00wib – selesai mengadakan kegiatan sosial menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga desa Bojongmangu.
Kegiatan dipusatkan di Kampung Tangguh Jaya ( KTJ ) yang beralamat di RW 003 Ko Cibeber Cibuluh desa Bojongmangu mudah mudahan kegiatan ini dapat meringankan Beben ekonomi warga yang terdampak Covid-19 semoga dapat bermanfaat. Selasa (25/05/2021).
Pada kesempatan tersebut Kapolsek Cibarusah AKP Josman Harianja SH mengatakan kita harus perduli kepada masyarakat yang kurang mampu akibat dampak pandemi Covid 19 dan mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bahu membahu mencegah penyebaran Covit 19 dengan cara Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas.
KAPOLSEK CIBARUSAH AKP JOSMAN HARIANJA. SH di Kampung Tangguh Jaya bojongmangu di Wilkum Polsek Cibarusah, memberikan bantuan sembako kepada warga Desa Bojong Mangu yang terdampak covid-19 berupa paket sembako,Pada kesempatan tersebut Kapolsek Cibarusah juga menyerahkan bantuan alat medis berupa APD sebanyak 10 pcs, Masker 10 box, alat Test Swep sebanyak 50 pcs dan sarung tangan medis kepada Kepala Desa Bojong Mangu Kec Bojong Mangu Kab Bekasi yg merupakan wilayah Polsek Cibarusah.
Hadir dalam kesempatan tersebut AKP.JOSMAN HARIANJA,SH (KAPOLSEK CIBARUSAH),IPTU JAMIL SUPRIYADI (WAKA POLSEK CIBARUSAH),IPDA AVIT PADILLAH (KANIT INTEL),IPTU HERU SUTOPO (KAPOLSUBSEKTOR BOJONGMANGU),AIPDA DEDE(PS.KANIT PROVOS),AIPTU FAJAR PRIYONO (BHABINKAMTIBMAS)
-AIPTU OMAR SYARIP (BHABINKAMTIBMAS),BRIPKA AGUS SUPRIYATNA (BHABINKAMTIBMAS),BRIPKA ADE SUHERMAN (BHABINKAMTIBMAS),IBUT JARI(KADES BOJONGMANGU),AGUS MUNANDAR(KETUA KTJ RW.003 DESA BOJONGMANGU),PERANGKAT DESA BOJONGMANGU,SATGAS PPKM MIKRO DESA BOJONGMANGU.
Sementara ditempat yang sama kepala desa Bojongmangu Ibu Jari mengatakan kami dari pemerintah desa merasa senang dan bangga kepada Kapolsek Cibarusah atas kepeduliannya memberikan bantuan paket sembako dan yang lainya,kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pada hari ini dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolsek beserta jajarannya semoga bantuan tersebut bisa membawa keberkahan bagi kita semua Pungkasnya. (End)
Pos Penyekatan, Tes Swab Pindah ke Kecamatan Cikarang Utara dari Cikarang Timur
JIB | Kabupaten Bekasi – Antisipasi lonjakan Arus balik pemudik dari beberapa daerah yang melintasi wilayah Kabupaten Bekasi, Pos penyekatan pemudik diperpanjang hingga 31 Mei 2021 di Kabupaten Bekasi.
Pos penyekatan yang tadinya diwilayah Kecamatan Cikarang Timur, kini berpindah ke Kecamatan Cikarang Utara tepatnya di depan Kantor Kecamatan Cikarang Utara.
Adapun pemindahan Pos Penyekatan di Cikarang Utara ini diutarakan oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan S.I.K., M.Si, kepada awak media karena dinilai sangat tepat karena wilayah Cikarang Utara adalah segala lintas arus di Kabupaten Bekasi pasti melintas disini.
“Perlu saya jelaskan Pos Penyekatan ini pindahan dari Pos Penyekatan yang ada di Cikarang Timur, dan Cikarang Utara ini sangat strategis untuk dilakukan penyekatan, karena disini pasti jalan yang dilalui oleh pemudik,” Ucap Kapolres.
“Sejak pagi hari petugas sudah melakukan penyekatan dan melakukan swab kepada para pemudik yang hendak balik ke arah Jakarta dan sekitarnya,” tambahnya.
Para pemudik yang melintas dan yang tejaring penyekatan untuk dilakukan swab antigen gratis berjumlah sebanyak 78 orang dan ditemukan 2 orang yang reaktif (Positif), dan dilakukan evakuasi ke Wisma Atlet Jakarta, Ucap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bekasi M.Said.
“Dari hasil penyekatan dan swab yang dilakukan berjumlah total 78 orang dan ditemukan 2 diantaranya ditanyakan Positif oleh petugas menurut hasil swab antigen oleh petugas, dan keduanya akan dilakukan isolasi di Wisma Atlet Jakarta, karena satu diantaranya ber-KTP Jakarta dan satunya mau mengarah ke Bogor yang berasal dari Kudus,” Ujar M.Said.
Dalam penyekatan dilakukan oleh petugas gabungan dari Polsek Cikarang Utara, BPBD Kabupaten Bekasi, Satpol PP Kabupaten Bekasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Puskesmas Cikarang Utara, Dishub Kabupaten Bekasi dan Petugas dari Kecamatan Cikarang Utara.
(Endang prabu Kabiro Bekasi)
Lakukan Tes Sweb Antigen Bocah 7 Tahun Positif Covid 19
JIB | Kabupaten Bekasi – Bocah tujuh tahun positif covid 19, saat di lalukan tes sweb antigen yang di lakukan petugas tiga pilar kecamatan Setu di bantu petugas puskesmas setempat,saat akan melakukan tes sweb kepada warga yang baru balik mudik dari kampung halamannya(Selasa/25/05).
Di dapatinya bocah 7 tahun yang reaktif dan positif covid 19, saat petugas tiga pilar yang terdiri dari kepolisian Polsek Setu,petugas kecamatan dan koramil setu, mekakukan pam dan monitoring test antigen secara mobile terhadap warga masyarakat yang baru pulang mudik dari kampung halamannya di puskesmas setu.
“ada puluhan warga ynag hari ini kami lakukan tes sweb antigen, salah satunya anak 7 tahun yang positif covid 19, dan saat ini masih dalam pemantauan petugas gugus covid 19” terang Kapolsek Setu AKP Mukmin saat di lokasi tes sweb di Puskesmas Desa Suka Rahayu Kecamatan Setu.
“anak tujuh tahun yang positif covid 19, di ketahui orang tuanya atau bapaknya sudah dalam perawatan setelah positif terpapar covid 19 dan saat ini sedang di isolasi di rumah sakit,ada kemungkinan anak tersebut terjangkit dari bapaknya yang sudah terlebih dahulu terpapar” lanjut AKP Mukmin.
Kapolsek Setu juga menambahkan kegiatan Pengamanan dan monitoring pelaksanaan test swab terhadap warga masyarakat maupun pemudik yang baru datang dari kampung halamannya, di Wilayah Puskesmas Setu 2, di lakukan guna megantisipasi kerumunan dan penegakan PPKM mikro dengan menerapkan prokes covid 19 dengan 3M dalam kesempatn ini Personil Polsek Setu menghimbau agar tertib tetap menjalankan protokol kesehatan.
“untuk anak 7 tahun yang positif saat ini masih dalam penanganan pihak tim medis,dan rencana hari Jumat akan di lakukan tes kembali termasuk, ibu dan kakak nya,petugas juga akan terus memonitoring kondisi anak tersebut, apabila nanti tetap kondisinya belum stabil akan di lakukan isolasi bersama dengan beberapa keluarganya” tandes AKP Mukmin.
(Endang prabu Kabiro Bekasi)
Pasca Lebaran Pesantren Darut Taufiq Kembali Aktifitas, Santriwati Yatim Piatu Bertambah

JIB | KABUPATEN BEKASI – Usai liburan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, Pesantren Darut Taufiq kembali mulai aktifitasnya dengan mulai datangnya para santri secara serempak yang diantar oleh kedua orang tua maupun saudaranya bagi para santri yatim piatu, yatim, duafa maupun lainnya ke pesantren. Senin (24/05/2021).
Pesantren Salaf “Darut Taufiq” pimpinan Ust. Taufik Suprapto, S.Sos.I., yang masih proses merintis ini bertempat di Kampung Rukem RT.01/05, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
15 santri laki – laki dan perempuan mayoritas usia SD, 2 yatim piatu, 7 yatim, lainnya duafa dan sebagian lagi kedua orang tuanya masih ada, mereka berkumpul bersama yang mengantarkannya di ruangan masjid area pesantren untuk berhalal bi halal bersama para ustadz/ustadzah dengan mengedepankan protokol kesehatan mengingat masih gencarnya pemerintah dalam menanggulangi penanganan wabah covid-19.
Dihadapan para orang tua dan santri, Ustadz Taufik menyampaikan ucapan permohonan maaf lahir bathin sekaligus mewakili para segenap pengajar.
“Kami atas nama pribadi dan keluarga sekaligus mewakili para ustadz/ustadzah dewan pengajar di pondok, mengucapkan permohonan maaf lahir dan bathin,” ujar UT sapaan akrab ustadz Taufik.
“Hari ini kita kedatangan satu santriwati baru yatim piatu, dia ayah ibunya sudah tiada. Sekarang dia lulus SD tahun ini, namanya Nur Azida Widyasari. Selain itu, juga ada dua santri baru lagi yaitu Enjan dan Enjin, dia kembar, sama tahun ini lulus SD juga, mereka dari Rengasbandung, Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin. Semoga mereka betah menimba ilmu bersama kita semua disini,” tutur Ustadz.
Kepada para orang tua, ustadz berharap kerjasamanya agar bisa saling menghormati dan terjalin hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru-guru demi kelancaran berjalannya kegiatan belajar mengajar ataupun mengaji para santri.
“Doakan kami para ustadz/ustadzah juga anak – anak Ibu Bapak, agar kami semua sehat, anak-anak diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, dan yang paling penting semoga anak Ibu Bapak kelak bisa memiliki akhlak yang mulia serta ilmu yang barokah dalam kehidupannya nanti setelah dewasa, sehingga mereka bisa berguna bagi diri pribadi dan keluarganya, lingkungannya, juga bagi negara dan agamanya,” papar Ustadz, disambut suara “Aamiin” oleh para orang tua dan santri.
Perlu diketahui, bahwa para santri yatim piatu maupun duafa yang bermukim di Pesantren Darut Taufiq sama sekali tidak dipungut biaya apapun, baik dalam makan sehari-hari maupun biaya pembelajaran.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari juga pengeluaran rutin bulanan honor 5 pengajar, Ustadz Taufik bersama rekan – rekannya yang tergabung dalam bentuk program “Orang Tua Asuh”, mereka berswadaya saling bahu membahu untuk mencukupi semuanya walaupun sampai saat ini masih belum maksimal.
Program jangka panjang kedepan, santri yatim piatu maupun yatim, akan diusahakan diberikan uang saku jajan harian sekolah, bahkan bagi mereka yang terlihat antusias dalam belajarnya maka akan diusahakan sampai perguruan tinggi maupun masuk ke TNI ataupun Polri sebagaimana yang di cita-citakannya.
Dalam hal pembangunan, saat ini Ustadz Taufik berkeinginan untuk merencanakan pembangunan gedung asrama santri putra disebelah kiri masjid area tanah pesantren yang semuanya seluas 1000 meter persegi. Karena saat ini asrama putra dan putri masih satu gedung, hanya di jaga oleh pembatas dinding asbes yang masing-masing ruangan antara putra dan putri ditemani guru pendamping setiap harinya. Mengingat beberapa santri saat ini sudah mulai balligh menuju usia remaja, agar kepribadiannya tumbuh kembang dengan nilai-nilai agamis, oleh karenanya perlu segera pemisahan ruang asrama.
Mengingat hal tersebut, Ustadz Taufik bersama pengurus lainnya mengajak para donatur dermawan untuk berjuang bersama dalam Fi Sabilillah mencetak para “Generasi Qur’ani Yang Berakhlakul Karimah”, khususnya anak-anak yatim piatu maupun yatim juga duafa. Karena memang dari 5 pengajar, salah satunya ada ustadz yang hafiz Qur’an lulusan Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Bagi yang mau bergabung menjadi “Orang Tua Asuh” ataupun ingin berdonasi dipersilahkan mengunjungi langsung ke pesantren dengan menghubungi nomor WhatsApp : 0895411128035, juga bisa transfer langsung melalui rekening khusus Bank BJB : 0115112041100 atas nama MAJLIS TAKLIM DARUT TAUFIQ AL-ADAM. (Aang)
Kapolsek Cibarusah Metro Bekasi Giat Sambangi Pemudik
JIB | Kabupaten Bekasi,- menyambangi beberapa warga yang baru pulang mudik yang sudah melakukan tes SWAB,tercatat ada 199 orang di dua wilayah kecamatan Cibarusah dan kecamatan Bojongmangu yang menjalani swab test antigen.
Semua dinyatakan non-reaktif (Negatif) kunjungan tersebut di laksanakan di Perumahan Mutiara Blok J. Senin (24/05/2021).
Kapolsek Cibarusah AKP Josman Harianja SH mengatakan Alhamdulillah pada hari ini kami beserta Babinsa Dan Bhabinkamtibmas mengunjungi warga masyarakat yang baru pulang mudik yang sudah melakukan test SWAB Antigen,dari total 199 orang semuanya negative dan kami berpesan kalau ada keluhan tentang kondisi badan nantinya bisa langsung menghubungi ketua gugus tugas kecamatan Cibarusah dan ini bertujuan untuk memutus penyebaran mata rantai Covid-19 yang belum sepenuhnya hilang dari muka bumi ini ucapnya.
Kami berharap dengan test SWAB Antigen ini seluruh lapisan masyarakat bisa memahami akan situasi pandemi saat ini, sehingga bagi mereka yang sempat melakukan mudik lebaran maupun warga pendatang di Cibarusah khususnya mau menyadari dan mau mengikuti program swab antigen,Kami akan bekerja sama baik dengan pihak puskesmas maupun Polres Metro Bekasi untuk menyediakan swab antigen gratis kepada warga di Cibarusah dan mengimbau pemudik yang kembali ke wilayah Cibarusah untuk melakukan isolasi mandiri di tempat yang telah ditentukan terlebih dahulu, Warga juga diimbau untuk melapor ke pihak RT maupun Bhabinkamtibmas atau Babinsa agar terdata dengan baik pungkasnya. (End)
Tiang Listrik Nyaris Ambruk Diduga PLN Tutup Mata
JIB | KABUPATEN BEKASI – Tiang listrik tepat pinggir jalan arah Pemda Kampung Rawabangkong, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, nyaris ambruk selama beberapa tahun namun tidak kunjung juga diperbaiki oleh pihak PLN.
Seorang warga yang rumahnya tak jauh dari tempat tersebut sempat mengatakan kepada awak media bahwa ia sudah bosan lapor sama pihak PLN tapi sampai sekarang tidak pernah dibetulkan.
“tiang ini mah sudah sering konslet, pihak PLN cuma disambung – sambung doang. Dibenerin mah kaga’. Bosen udah pak, lapor ke PLN juga..!!”, ungkap si Bapak. Sabtu (22/05/2021).
Menyikapi hal þersebut, Lurah Sertajaya, Toha, saat berada di Kecamatan Cikarang Timur ia mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari pihak masyarakat dan itu adalah ranahnya PLN.
“itu kan ranahnya PLN, harusnya PLN tanggap lah…, apalagi itu kan dekat dengan gardu induk, masa’ PLN ga melihat”, ujar Lurah Toha.
“Perhatiannya juga kurang ke lingkungan, PLN itu…!,” sambungnya.
Sementara, ketika awak media menghubungi call center PLN 123, pihak customer service menyampaikan akan segera memprioritaskan dengan pengecekan dilokasi.
“Laporan bapak akan kami sampaikan ke pihak pelayanan setempat,” jawab operator, Lia. (Bimaseno)
Pelaksanaan US SDN Kemiri IV Dengan Sistem Luring
JIB | KARAWANG – Ujian Sekolah (US) untuk tingkat Sekolah Dasar/MI baik negeri maupun swasta se Kabupaten Karawang, pelaksanaannya serentak pada, Senin (24/05/2021). Dijadwalkan pelaksanaan US hingga Senin (31/05/2021).
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Kemiri IV, Priyono saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, sebelumnya informasi pelaksanaan US akan dilakukan dengan sistem tatap muka, menyusul adanya surat edaran dari Tim Gugus Covud-19 Kabupaten, terkait pelaksanaan US dilakukan dengan sistem luar jaringan (Luring)
“Kami menerima edaran dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karawang, melalui Korwilcambidik Jayakerta, pelaksanaan US dilakukan harus dengan sistem Luring, artinya kami melakukan tidak dengan tatap muka langsung di sekolah,” ungkapnya, Senin (24/05/2921).
Lanjutnya, dasar dari pelaksanaan US dengan memakai sistem luring adalah, guna mengantisipasi adanya penambahan dan terjadinya cluster mudik paska libur Idul Fitri 2021.
“Tentunya sebagai pelaksana kami menjalani apa yang telah menjadi keputusan dan perintah dari Dinas dan Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Karawang, untuk tidak melakukan US dengan tatap muka,” jelas Priyono.
Dikatakan pula, sebagai tenaga pengajar/pendidik dalam dunia pendidikan, berharap wabah Covid-19 semoga cepat berakhir, agar dunia pendidikan kembali normal sedia kala sebelum adanya wabah. Bahkan harapan tersebut datang dari tenaga pengajar/pendidik tetapi dari para orang tua wali murid.
“Semoga saja wabah Covid-19 cepat berakhir, karena harapan ini menjadi harapan kita semua,” ujarnya penuh harap.
Senada dikatakan Zahruddin, guru wali kelas VI, meski pelakasanaan US dengan sistem Luring tapi tidak mengurangi dari hikmah dan tujuan pelaksanaan US.
“Kami sebagi wali kelas VI tetap melakukan ini dengan penuh rasa tanggung jawab, intinya tetap tidak keluar dari apa yang menjadi ketentuan pelaksanaan dari Dinas Pendidikan. Dan perlu diketahui pelaksanaan US tetap memakai protokol kesehatan (prokes) pungkasnya. (Supri)
Unit Resmob Polres Indramayu Berhasil Bongkar Sindikat Pembuat Uang Palsu.

JIB | Indramayu,- Empat orang berhasil ditangkap, satu diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur.
Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti uang kertas palsu pecahan seratus ribu yang dinilainya setara dengan Rp11,5 miliar.
Selain lembar rupiah, sindikat ini juga memalsukan uang dolar Amerika, Canada dan Singapura.
Pengungkapan sindikat itu berawal dari patroli Satuan Reserse Mobile (Satresmob) pada Kamis 20 Mei 2021 malam pukul 19.00 WIB.
Di sebuah tempat di wilayah Kecamatan Kedokanbunder, polisi menemukan dua orang dengan gelagat mencurigakan. Saat didekati, tiba-tiba salah satu diantaranya berlari menghindari petugas.
“Tentu saja petugas jadi curiga hingga menangkap salah satu diantaranya yang tidak sempat kabur,” tutur Kapolres Indramayu Hafidh S Herlambang, didampingi Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara dan Paur Humas Ipda Agus Setiwan.
Belakangan diketahui, laki-laki itu bernama Car. Dari Car polisi kemudian berhasil menemukan tindak kejahatan mereka yang ternyata merupakan jaringan sindikat pencetak dan pengedar uang palsu.
Dari CAR, polisi kemudian menangkap Sam dan terakhir Guf dan Im. Dari penangkapan itu, polisi menemukan uang palsu yang disimpan oleh mereka.
“Dari Sam kita temukan uang palsu pecahan Rp100 ribu yang disimpan di jok motor. Rencananya uang itu mau ditukar ke seseorang yang identitasnya masih didalami. Tadinya akan ditukar dengan uang asli sebesar Rp100 juta,” tutur Hafidh.
Hasil penelusuran, kemudian diperoleh pengakuan dari Guf dan Im, yakni uang senilai Rp11 miliar. Tersimpan dalam sebuah gudang tersembunyi di tengah areal empang atau tambak udang di Desa Cemara, Kecamatan Losarang.
Pengakuan awal, uang palsu yang tersimpan nilainya Rp24 miliar. Namun setelah dihitung ternyata hanya Rp11 miliar pecahan Rp100 ribu, masih dalam bentuk lembaran dan belum dipotong.
“Kita juga mendapatkan pengakuan, mereka sempat melakukan transaksi dengan orang Lampung. Kita masih menelusuri uang lainnya yang dilaporkan Rp24 miliar, tapi cuma ada Rp 11 miliar,” tutur Hafidh. (Dre)








