JIB | Bekasi,- Dari Kitab Hilyatul Aulia karya Abu Nu’aim Ashfani. Dalam kitab tersebut diceritkan, suatu masa, muncul segerombolan makhluk Allah berupa wabah penyakit ganas yang hendak memasuki Kota Damaskus.
Dalam perjalanan menuju Kota Damaskus, mereka bertemu dengan salah satu Wali Allah. Kemudian, terjadilah percakapan.
Inilah percakapan antara Wali Allah dan wabah penyakit.
Waliyullah bertanya, “Mau ke mana kalian?”
Wabah menjawab, “Kami diperintah oleh Allah untuk memasuki Damaskus.”
Waliyullah bertanya lagi, “Berapa lama, dan berapa banyaknya korban?
” Wabah itu pun menjawab, dua tahun dengan seribu korban meninggal.
Dua tahun kemudian, jumlah korban meninggal ternyata mencapai 50 ribu orang.
Ketika Sang Wali bertemu kembali dengan wabah penyakit ini, ia pun bertanya,
“Kenapa dalam dua tahun kalian memakan korban 50 ribu orang?
Bukannya kalian janji hanya seribu orang meninggal?
Wabah itu pun menjawab, “Kami memang diperintah Allah untuk merenggut seribu korban. Empat puluh sembilan ribu korban lainnya meninggal dikarenakan panik.
Oleh sebah itu masyarakat jangan sampai panik dengan adanya virus Corona (Covid -19), dan ini bisa tangani bersama untuk memutuskan mata rantai penyakit tersebut.
Dan dalam menghadapi wabah (Covid -19), sepatutnya kita wajib menjaga kesehatan, menjaga diri sendiri, jaga keluarga, dan saling jaga persaudaraan dengan sekitar. Waspada, namun jangan panik.
JIB | Sukatani, Kabupaten Bekasi- Menyikapi virus Corona (Covid-19), yang sedang mewabah saat ini di beberapa wilayah dan 187 Desa hari ini himbauan pemerintah kabupaten Bekasi melaksanakan penyemprotan disinfektan untuk memutuskan mata rantai, salah satunya di Desa Banjarsari, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.
Giat antisipasi virus corona (covid-19) dengan mengadakan penyemprotan desinfektan dan bagi-bagi alat pembersih serta pembersih pencuci tangan untuk warga dan tempat ibadah yang berada di Desa Banjarsari. Selasa (31/3/2020).
Pembagian alat pembersih serta pembersih pencuci tangan diberikan ketempat-tempat ibadah seperti 18 Musholla dan 10 Masjid.
Kepala Desa Banjarsari Eri Akadarmadi mengatakan kepada awak media dengan adanya kegiatan ini untuk mencegah dan jangan sampai terjadi merebahnya virus corona ke Desa Banjarsari. Dan hari ini kita gerakan untuk memutuskan mata rantai virus yang mematikan.
“Syukur alhamdulillah sampai saat ini warga Desa Banjarsari belum ada laporan apapun terkait adanya korban Corona (covid-19)”, ucapnya.
Lanjut, Eri berharap agar wabah virus Corona (Covid-19), ini cepat berlalu karena sebentar lagi kita semua menghadapi bulan penuh berkah, yaitu bulan suci Ramadhan.
Lain halnya. Ketua RT (Rukun Tetangga) 06/004 Salim yang juga pengurus Masjid Jami Baitul Rohman dengan adanya pembagian alat-alat pembersih serta sabun pembersih pencuci tangan mengucapkan banyak terimakasih kepada kepala Desa Banjarsari Bapak Eri Ekadarmadi yang sudah memberikan ini semua.
“Kami sangat bersyukur dengan memperhatikan warganya agar tidak terkena wabah virus corona, yang beliau Pimpinan demi keselamatan dan kesehatan warganya” Tutupnya. (Thoyang)
JIB | Indramayu, – Personil Polres Indramayu bersama Kodim 0616 / Indramayu melaksanakan apel kegiatan Patroli gabungan Skala Besar. Apel kesiapan ini dimulai pukul 21.00 Wib bertempat di lapangan apel Polres Indramayu. Senin, (30/03/2020) Malam.
Apel kesiapan dipimpin langsung Waka Polres Indramayu KOMPOL NANANG SUHENDAR, S.H., M.H., didampingi Kasat Binmas Polres Indramayu AKP GATOT KUNCORO, Kasubag Dal Ops Akp KARYAMAN, KBO Narkoba Polres Indramayu, Kanit Regident, Perwira Polres, personel Polres Indramayu dan anggota Kodim 0616 Indramayu.
Dalam arahannya Waka Polres Indramayu mengatakan, dalam menghadapi situasi yang berkembang seperti sekarang ini, kita lakukan patroli skala besar ke titik titik berkumpulnya warga untuk menghimbau dan melakukan pencegahan, antisipasi wabah virus corona di wilayah hukum Polres Indramayu.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan personel, saat menghimbau warga masyarakat dengan cara humanis agar pesan dan himbauan bisa tersampaikan kepada masyarakat, ucapnya
“Mari kita ajak masyarakat bersama-sama melawan Covid-19”. Tutupnya
JIB | INDRAMAYU, – Polres Indramayu Polda Jabar melaksanakan kegiatan patroli dalam rangka memberikan himbauan kepada masyarakat guna mengantisipasi virus corona (Covid- 19). Senin, (30/3/2020)
Kegiatan dipimpin oleh Kabag Sumda Polres Indramayu KOMPOL H. SARJONO S.H. didampingi Kasat Binmas AKP GATTOT KUNCORO, S.H., Perwira Polres dan personel Polres Indramayu Polda Jabar.
Kegiatan tersebut merupakan suatu upaya Polres Indramayu untuk mencegah Penyebaran Covid – 19 di Wilayah Kab. Indramayu.
Paur Subbag Humas Polres Indramayu IPDA SUKENDA menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan himbauan kepada masyarakat mengenai bahayanya COVID-19 dan mengantisipasi penyebaran serta menyampaikan maklumat Kapolri dan mempersempit atau memutus penyebaran Virus Corona ( COVID – 19 ). Singkatnya
JIB | INDRAMAYU,- Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19), anggota Polsek Kerangkeng bersama Pemdes Tanjakan melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Senin, (30/03/2020).
Penyemprotan dilakukan pada bangunan masjid baik di luar maupun di dalam bangunan serta seluruh fasilitas lainnya.
“Kegiatan Penyemprotan disinfektan dilingkungan Masjid ini guna mencegah penyebaran atau bentuk penanggulangan Covid- 19 diwilayah Kabupaten Indramayu khususnya di wilayah hukum Polsek Kerangkeng”, ucap Kapolsek Kerangkeng melalui Paur Subbag Humas Polres Indramayu IPDA SUKENDA
Sambungnya, dilakukan penyemprotan di area masjid karena masjid merupakan tempat ibadah dan berkumpulnya masyarakat yang tidak menutup kemungkinan ada virus terbawa oleh jamaah sehingga harus dibersihkan dengan disinfektan,” ungkap IPDA SUKENDA
Usai melakukan penyemprotan anggota Polsek Kerangkeng menghimbau masyarakat desa Tanjakan guna menanggulangi pencegahan penyebaran virus Corona agar selalu menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan, mengkonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, serta melakukan social distancing.
JIB|Kabupaten Bekasi,- Gerak cepat yang di lakukan Pemerintahan Desa Sirnajati untuk mencegah penyebaran virus corona (covid 19) pada Minggu (29/03/2020) s/d Senin (30/03/2020) melakukan penyemprotan disinfektan pada rumah warga. dalam penyemprotan tersebut untuk selalu jaga diri dan keluarga dari virus corana (covid 19) bersama GERMAS berikut Karang Taruna Jati Muda.
Pantauan dari media online jurnalidonesiabaru.com serta informasi yang di dapat dari Sahrudin sekdes Sirnajati Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi.giat yang di lakukan Pemerintahan Desa Sirnajati dalam penyemprotan tersebut turut di lakukan pada pelosok jalan penduduk setempat.
Acara tersebut turut di dukung oleh H.Ridwan Sunarya Kades Sirnajati,Sahrudin sekdes Sirnajati,staf Desa,Asep Juarsa Bhimaspol Sirnajati,Endang Nugeraha Babinsa Sirnajati,TPK Desa Sirnajati,BPD,Lucky Candra Ketua Karang Taruna Jati Muda dan Anggota,rt,rw dan kadus.
Sahrudin sekdes Sirnajati saat di konfirmasi terkait giat tersebut oleh media online jurnalindonesiabaru.com menuturkan,”Untuk mencegah penyebaran virus corona (covid 19) di pemerintahan Desa Sirnajati dari mulai Minggu s/d Senin melakukan penyemprotan disinfektan pada rumah warga dalam giat tersebut sekaligus untuk jaga diri dan keluarga dari virus corona (covid 19) yang di lakukan bersama GERMAS ucapnya.
Dan tidak di situ saja penyemprotan disinfektan di lakukan pada jalan dan pelosok jalan kampung warga setempat yang di mana Lucky Candra Ketua Karang Taruna Jati Muda dan Anggotanya turut serta dalam kegiatan tersebut katanya.
Menurut Sahrudin giat tersebut di lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (covid 19) di Desa Sirnajati,semoga dengan giat yang di lakukan secara bertahap oleh pemerintahan Desa tersebut dari mulai dusun I dan III.Insaalloh dengan upaya yang di lakukan tersebut Desa Sirnajati dan sekitarnya terbebas dari virus corona pungkasnya.(Dedi/Endang)
JIB | Kabupaten Bekasi,- Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah mempersiapkan RSUD Cabangbungin sebagai salah satu rumah sakit yang akan menangani pasien kasus Covid-19. Saat ini pemerintah daerah tengah melakukan rehabilitasi di sejumlah ruangan untuk dapat dipergunakan dalam menangani Pasien Covid-19 khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Nantinya akan ada 37 Bed yang terbagi di dua lantai, khusus untuk menangani ODP dan PDP di RSUD Cabangbungin”, ucap Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah kepada Humas Pemkab Bekasi.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan dalam waktu 14 hari kedepan terhitung mulai hari Minggu (29/3/20), RSUD Cabangbungin sudah dapat difungsikan untuk menangani kasus Covid-19. Selain sarana dan prasarana, kebutuhan Tenaga Medis juga tengah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dalam penyelenggaraan penangangan khusus Covid-19.
“Kami sedang menyusun rencana kebutuhan yang diperlukan mulai dari sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung rumah sakit, dan yang paling utama ialah ketersediaan Tenaga Medis seperti Dokter dan Perawat, mudah mudahan dalam 2 minggu kedepan semua sudah bisa dipenuhi”, pungkas Alamsyah.
Sementara itu Direktur RSUD Cabangbungin dr. Markenley mengatakan bahwa pihaknya mengaku siap apabila Pemerintah Daerah akan memfungsikan RSUD Cabangbungin untuk menangani Pasien Covid-19, meski ia berharap segala sarana prasarana yang dibutuhkan dapat segera dipenuhi untuk menunjang pelaksanaan penanganan pasien Covid-19.
Markenley mengatakan salah satu aspek yang menurutnya dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 ialah dukungan dari tenaga Medis, dirinya berharap kebutuhan perawat dan dokter dapat dipenuhi. Saat ini pihaknya hanya memiliki sekitar 20 orang Perawat dengan dokter umum dan dokter spesialis.
“Kami membutuhkan setidaknya 75 Orang Perawat serta penambahan sejumlah dokter umum dan dokter spesialis, tentu dengan Alat Pelindung Diri yang tercukupi”ucapnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan beberapa Rumah Sakit baik RSUD Cibitung maupun beberapa RS Swasta untuk menangani Pasien dengan Kasus Covid-19. Saat ini terdapat sejumlah 61 Ruang Isolasi yang disiapkan untuk penanganan Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi.
Poto : Anton Pasaribu Narasumber Community Enhancement Analyst, Senior Professional Trainer, Social Entrepreneur.
JIB | Jakarta,- Salah satu issu dari 7 subjek inti tanggungjawab sosial (seven SR core subject) pada kerangka kerja ISO 26000 adalah pengembangan dan pelibatan komunitas (community involvement and development). Issu ini merupakan bagian utuh dari implementasi 7 prinsip tanggungjawab sosial yang di tuangkan pada panduan implementasi ISO 26000. Bagaimana korporasi berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
berdialog dengan warga adalah pendekatan komunikasi untuk berbagi informasi dan pengetahuan
ABCDE. Asset Based Community Development& Empowerment. Pembangunan komunitas berdasarkan asset. Asset lokal setempat yang ada, existing, di lingkungan daerah ring 1, sekitar wilayah operasi korporasi. Implementasi dan strateginya tentu sesuai kebijakan dan prioritas program CSR-PPM korporasi langsung.
Tentu, korporasi ketika menyusun rencana induk program pemberdayaan masyarakat (RI PPM) harus berdasarkan data-data hasil pemetaan sosial. Studi komprehensif terkait sustainable livelihood assets (SLA). Sehingga, RIPPM sesuai dengan konteks kebijakan korporasi maupun prioritas kebutuhan program pemberdayaan masyarakat itu sendiri.
Bersinergi. Mengutamakan pembangunan dan pelibatan modal SDM (human capital). Tokoh lokal atau tokoh komunitas, yang mampu berkolaborasi dengan tim CSR-PPM korporasi, memanfaatkan, mengolah dan mengelola 4 potensi asset lokal lain, yakni natural capital, financial capital, social capital dan physical capital. 5 potensi asset lokal dikelola secara bijak untuk jaminan keberlangsungan hidup generasi berikutnya.
Target dan tujuannya apa ? Guna pencapaian proyeksi tujuan investasi sosial korporasi maupun pencanangan target hasil keluaran (outcomes) yang membawa perubahan dan perbaikan dalam kualitas tatakelola kehidupan di lingkungan masyarakat. Kemajuan dalam pembangunan ekonomi, lingkungan hidup maupun peradaban sosial budaya.
Kesatuan dalam visi pembangunan nasional. Meski berangkat dari visi dan situasi kondisi masing-masing. Resultan energi perbaikan akan maksimal ketika terjadi sinergi dan kolaborasi berdasarkan kekuatan, kemampuan dan keberdayaan masing-masing. Resiko sosial rendah. Potensi konflik horizontal tidak ada. Konflik kepentingan lebur dalam kebersamaan meraih keberhasilan kolektif. Semua mendapat dampak positif. Setiap pengaruh berinterfrensi sehingga terdistribusi positif kepada setiap komunitas dan warga.
Daya terkoreksi pada level yang lebih positif.Lebih tinggi.
Pertama Kemiskinan informasi adalah sudah berkurang karena semua pihak menjadi pembelajar. Arus informasi dan komunikasi diagonal, terjadi lintas pemangku kepentingan sesuai strata sosial dan ekonomi.
Kedua Kemiskinan akses adalah tidak ada lagi. Karena korporasi membuka ruang pembelajaran melalui aksi –reaksi selama program CSR – PPM. Diskusi kelompok warga memperbesar pengetahuan untuk aktif ambil peran, memperbesar potensi akses eksternal. Kesuksesan telah menjadi pilihan pribadi. Akses terbuka. Pengetahuan bertambah. Hubungan sosial makin aktif.
Ketiga Kemiskinan ekonomi adalah berkurang karena program CSR-PPM bertumpu pada pengembangan kewirausahaan sosial melalui pemanfaatan potensi asset lokal yang memiliki nilai pasar eksternal. Geliat ekonomi desa dan warga di push up melalui program social investment, yakni program CSR-PPM itu sendiri. Dimana totalitas nilai social return on investment (SROI) nya menjadi asset sosial masyarakat. Instrumen financial sekaligus aktiva produktif yang mampu menaikkan nilai rentabilitas ekonomi lokal dengan pelibatan para pihak untuk ambil alih kepemimpinan.
Keempat Kemiskinan jaringan adalah juga sudah tidak menjadi alasan. Program CSR – PPM tidak eksklusif. Ada pembelajaran terbuka. Semua diberi peluang sama untuk mendrive up potensi diri sendiri. Pertemuan lintas komunitas, memperbesar spectrum jejaring diantara semua pihak. Tawaran potensi terbuka lebar. Energi sukses sekarang sepenuhnya menjadi keputusan dan kebutuhan pribadi. Tools dan media, terhampar dan terbuka untuk dimanfaatkan dalam proses keberlangsungan program CSR-PPM. Ruang pembelajar terbuka untuk semua pihak yang bisa saling membuka kerjasama dan berbagi kekuatan.
Kelima Kemiskinan keyakinan atau iman adalah Tawaran berkembang, makin maju, sukses sepenuhnya adalah keputusan pribadi. Keterbatasan bisa menjadi halangan. Sekaligus alasan. Ketidakmampuan (karena 4 bentuk kemiskinan diatas) bagi sebagian orang akan menjadi kata kunci, untuk tidak bertindak. Keragu-raguan kuat. Keyakinan diri rendah. Kepasrahan menjadi sepaket dengan kemalasan.
Pribadi kita tidak bertumbuh dalam setiap tantangan. Kita alergi dengan perubahan. Kita berpikir, orang lain yang wajib peduli kepada diri kita. Dengan beragam program kemanusiaan atau CSR-PPM. Kita tidak memberdayakan potensi diri sendiri. Kita menutup mata bahwa potensi kita sangat besar ketika berjalan dan bertindak dalam keyakinan diri.
di lingkungan masyarakat, beragam dimensi pembelaaran. Tanpa kurikulum
Iman menyertai. Doa mendasari setiap ikhtiar. Harapan makin besar ketika setiap luka hidup dan keprihatinan dapat kita lewati. Bahkan disyukuri. Kita semakin percaya diri bahwa langkah-langkah berat berikutnya akan lebih mudah untuk kita lewati. Keyakinan diri menyatu dengan harapan dan keimanan itu sendiri. Kini, kita sudah lebih berdaya.
The power of intrinsic telah kita miliki. Sehingga, setiap perubahan menjadi sahabat bagi keberlanjutan, kepintaran dan perolehan keberhasilan berikutnya. Kita telah memberdayakan potensi asset dasar diri pribadi kita langsung. Memberi sumber energy gerak pada diri setiap orang. Tidak hanya untuk berubah. Tetapi juga untuk memberikan jaminan dan kepastian tentang masa depan semesta lingkungan alam bagi generasi berikutnys.
Mampukah, para programmer CSR-PPM mendisain metode pemberdayaan dan pengembangan komunitas melalui rekonstruksi intrinsic power dari warga dampingannya?? Pelibatan dan pendistribusian partisipasi sudah terintegrasi selama proses program pemberdayaan dilaksanakan. Ini artinya, energi dan kekuatan keberlanjutan (sustainability forces) sudah ditransfer dan diartikulasikan secara cerdas oleh korporasi dengan social investmentnya. (Penulis adalah pembelajar).
Oleh : Anton Pasaribu (Community Enhancement Analyst, Senior Profesional Trainer, Social Entrepreneur)
JIB | Bekasi- Warga Perumahan Taman Raya Cikarang Kampung Kandang RT. 09 RW. 05 Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi,
melakukan penyemprotan cairan disinfektan dalam rangka pencegahan dan pemutusan mata rantai virus Corona atau covid-19 Minggu (29/03/2020).
Ketua LSM Benteng Bekasi DPC Karang Bahagia Hermansyah dan ketua RT. 09 RW. 05 Erie Dodo mengajak warga perumahan untuk bersama-sama melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara swadaya. Kegiatan tersebut dimulai dari jam 8:00 WIB, sampai dengan selesai.
Ketua LSM Benteng Bekasi DPC Karang Bahagia Hermansyah kepada awak media mengatakan Penyemprotan ini kami lakukan guna menangkal atau meminimalisir penyebaran virus Corona (Covid -19).
“Dengan demikian kami bersama warga untuk penyemprotan disinfektan tersebut di beberapa titik seperti Musholla, Majelis ta’lim dan rumah-rumah warga juga menjadi sasaran penyemprotan disinfektan” Ujarnya.
Hal yang sama di ucapkan oleh Sugiono Ketua DKM Mushola Al-Muhajirin. Semoga apa yang kami upayakan bersama warga ini, bisa membuat rasa nyaman untuk warga perumahan terkait virus Corona tersebut.
“Saya bersama LSM Benteng Bekasi dan warga berharap dengan swadaya warga penyemprotan disinfektan ini bisa menyudahi virus Corona ini, sehingga warga bisa beraktivitas sedia kala” Harapannya.
Tempat terpisah Camat Karang Bahagia Karnadi, S, Sos.MM menghibau kepada warga masyarakat dalam kegiatan penyemprotan disinfektan tersebut, guna meminimalisir penyakit yang memantikan (Virus Corona (Covid -19).
“Untuk pencegahan pemutusan mata rantai virus Corona tersebut, warga diminta agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal, dan mendawamkan berwudhu minimal enam kali sehari semalam.” Jelasnya.
Karnadi juga, agar warga selalu berdo’a kepada Allah SWT semoga virus Corona segera berlalu.
JIB | Cikarang Utara,- Menanggapi perkembangan Virus Corona, Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia, khususnya Kabupaten Bekasi, Desa Karang Raharja RT 001/002 saat ini, Gerakan Pemuda Peduli Sekitar (GPPS) ikut bergerak membantu warga. Salah satunya lewat kegiatan penyemprotan disinfektan ke pemukiman warga, langsung dipimpin Wakil Ketua GPPS Suratno. Sebagai Panesehat Ust Romdoni HS, dan pembina Irwan. Minggu (29/02/2020).
“Saat ini Relawan GPPS Siap membantu Pemerintah dengan melakukan penyemprotan Disinfektan kerumah-rumah warga” kata Anwar Saepuddin yang biasa di panggil onyet, humas GPPS.
Masih kata Anwar Saepuddin. Program kerja Gerakan Pemuda Peduli Sekitar (GPPS), di bantu oleh RT setempat saudara Rohman dan wakil ketua GPPS Saudara Suratno serta sesepuh masyarakat RT 001/002 Saat ini, mereka telah mulai bergerak untuk melakukan penyemprotan disinfektan dari rumah ke rumah warga di kampung walahir RT 001/002 Desa Karang Raharja Cikarang Utara.
“Jika Program GPPS ini, dilakukan Penyemprotan Disinfektan bertujuan meminimalisir penyebaran Virus Covid-19 yang telah meresahkan warga, juga membantu warga ditengah langkanya persediaan masker dan berusaha membantu Rewalan GPPS yang sedang melakukan penyemprotan disinfektan, mengingat wilayah Desa karang Raharja yang begitu luas,” katanya.
Hal ini membuat humas GPPS Anwar Saepuddin (Onyet), berharap semoga virus Corona Covid 19 ini, pergi dan jangan datang kembali agar kita sebagai umat islam bisa tenang menjalankan ibadah puasa dan bisa saur bersama serta buka bersama, bahkan sholat tarawih berjama’ah. (AS)