JIB | Cikarang Utara- Pemkab Bekasi helat silaturahmi bersama ulama dan umaro se-Kabupaten Bekasi, di Hotel Grand Cikarang, Jababeka, (26/11/2019).
Menurut Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja kegiatan ini merupakan silaturahmi sebagai bentuk penghargaan pemerintah kepada para ulama dan umaro.
“Kegiatan ini merupakan silaturahmi kepada ulama dan umaro. Juga memberikan penghargaan bagi mereka,” kata Eka.
Dikatakan Eka, pihaknya berharap dengan adanya silaturahmi yang baik antara Ulama dan Umaro akan dengan sendirinya membangun ‘Bekasi Baru Bekasi Bersih’ dengan kebersamaan masyarakat.
“Dengan demikian, secara berasama-sama kita memantau kemungkinan timbulnya radikalisme dan intoleran yang disebabkan oleh pemahaman keliru atas ajaran agama,” ucapnya
Eka menambahkan, pembangunan yang dilaksanakan pemerintah akan berjalan dengan baik, jika mendapatkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Sehingga bisa tercipta kenyamanan, kondusifitas dan keamanan ditengah masyarakat.
“Kerja sama yang terbangun dan kebersamaan dapat terjaga dalam memberikan kenyamanan, kondusifitas dan keamanan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Eka mengajak seluruh masyarakat bersatu membangun komitmen bersama. Khususnya menjaga ukhuwah insaniyah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Silaturahmi bersama ulama dan umaro Kabupaten Bekasi ini merupakan agenda tahunan, dan harus tetap dilaksanakan,” tandasnya (Endang)
JIB | Karawang, – Agenda rapat minggon keliling yang di laksanakan Pemerintah Kecamatan Kutawaluya merupakan suatu agenda rutin yang mana bertujuan untuk mengevaluasi hasil kinerja baik di tingkatan Kecamatan maupun Desa. Kegiatan tersebut berbeda dilaksanakan dengan dirumah salah seorang warga, Selasa (26/11/19).
Rapat minggon keliling yang di pimpin oleh, Rochman, selaku Camat Kutawaluya, dengan dihadiri oleh seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kutawaluya, Kapospol, Danposramil, Kasi Pemerintahan Kecamatan, BPD serta tokoh masyarakat dan karangtaruna Desa Kutakarya.
Pada kesempatan rapat minggon keliling tersebut, Camat Kutawaluya, dalam sambutannya menyampaikan sengaja kita ambil suasana yang berbeda dari biasanya yang biasa di lakukan di kantor Desa, tetapi kali ini dilaksanakan dirumah warga Desa Kutakarya.
“Kegiatan ini kita lakukan dengan tujuan memberikan kenyamanan terhadap lingkungan sehingga tidak ada yang merasa jenuh, dan mampu menciptakan suasana yang lebih harmonis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rochman, mengatakan ada beberapa materi yang di sampaikan dalam Rapat minggon, yaitu yang pertama Pemerintahan Desa harus melakukan evaluasi dalam peningkatan infrastruktur. Untuk pelaksanaan pembangunan dengan dibiayai anggarana dari Pemerintah Daerah Provinsi maupun Pusat diharapkan bisa merata.
Pemerintahan Desa harus semaksimal mungkin melakukan kegiatan. Dalam hal ini harus benar benar di kawal karna menjadi tolak ukur sukses atau tidaknya pembangunan di Desa,” pungkasnya.(Sule/Ey)
JIB | Kab Indramayu,- Dalam kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat, terkadang terjadi gesekan yang menimbulkan kericuhan, terlebih dalam acara hiburan dangdut. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Babinsa Bapak Dadan, Kanit Suciptoro, serta Babinkamtibmas Johan Hidayat melaksanakan pengamanan hiburan di Block.M, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Senin, (25/11/2019)
Pengamanan yang dilaksanakan oleh Kepolisian Polsek Sliyeg dan Koramil Sliyeg ini bertujuan untuk memberikan rasa aman demi kelancaran dalam rangka acara Silaturahmi KBM BLOCK.M.
Babinkamtibmas Polsek Sliyeg, Johan Hidayat memberikan pesan – pesan kamtibmas kepada warga yang menton hiburan tersebut agar tetap tertib dan tidak anarkis.
“Kami harap kepada para penonton atau pengunjung agar tertib dalam menonton hiburan tersebut, tidak adanya yang meminuman keras,” ungkap Johan
Bhabinkamtibmas Polsek Sliyeg juga menegaskan kepada para panitia selaku pelaksana kegiatan tersebut agar ikut Serta memberikan himbauan pada para penonton agar menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Selama Kegiatan berlangsung acara silaturahmi KBM BLOCK.M berakhir terlaksana dalam keadaan aman dan kondusif.
JIB | Kab Indramayu,- Terselenggaranya acara silaturahmi KBM BLOCK.M Keluarga Besar Block.M nampak meriah pada malam hari, hadir pada acara tersebut Kepala Desa Tugu H. Ermanto, beserta pamong Desa, dan Bhabinsa Koramil Sliyeg, serta Bhabinkamtibmas dan Kanit Polsek Sliyeg. Senin, (25/11/2019)
Acara hiburan yang dimeriahkan oleh pentas Tarling Dangdut Anica Nada, diawali dengan sambutan-sambutan dilanjutkan dengan sesi Temohan serta dilanjutkan dengan acara puncak pentas seni Musik Tarling Dangdut Anica Nada.
Dalam sambutannya Hendri memaparkan. Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Tugu H.Ermanto beserta jajarannya yang berkenan hadir dalam acara ini, dan terimakasih kepada muspika Kecamatan Sliyeg atas kerja samanya sehingga terselenggaranya acara silaturahmi KBM Block.M. paparnya
Bertempat di Block.m Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu acara tarling musik dangdut digelar tampak begitu meriah dengan sejumlah pertunjukan spektakuler dari para artis Pantura.
Kemeriah terlihat banyaknya penonton dari Desa Tugu maupun luar Desa Tugu meskipun cuaca yang sedikit agak panas walaupun pada malam hari, masyarakat yang datang sangat bersemangat.
Sampai berita ini disiarkan acara silaturahmi masih berjalan aman dan kondusif.
Oleh : Asep Saepullah S.Pd.I Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi Kabupaten Bekasi.
JIB | Kabupaten Bekasi- Kesenjangan sosial adalah suatu perbedaan antar individu atau kelompok dalam masyarakat yang terjadi karena perbedaan status sosial, perbedaan status ekonomi, dan perbedaan kedudukan dalam masyarakt.
Perbedaan-perbedaan tersebut dapat berupa perbedaan cara mengatasi kesenjangan sosial dalam perlakuan, perbedaan hukum, perbedaaan kesempatan, dan perbedaan fasilitas umum yang didapatkan. Sehingga berepek pada perekonomian masing-masing.
Kesenjangan sosial yang umum terjadi di negara-negara berkembang adalah kesenjangan sosial ekonomi atau kesenjangan sosial yang disebabkan faktor ekonomi. Maka, biasanya pembahasan kesenjangan sosial lebih banyak mengarah kepada kesenjangan sosial ekonomi. Akibat dari kesenjangan sosial pun tidak lepas dari masalah sosial yang diakibatkan dari faktor ekonomi yang berkepanjngan.
Dinamika kesenjangan sosial
Dan ini tidak lepas dari pemerintah oleh sebab itu pemerintah secara berfase agar kesenjangan sosial di kehidupan manusia di jaman millinial berdampak pada perekonomian maka dari itu ini bisa terkoodinir secara relevan di kehidupan jaman sekarang. Dan itu butuh proses yang panjang untuk menangani hal itu. Agar perekonomian bisa seimbang dengan kehidupan di jaman sekarang sehingga kesenjangan sosial bisa di atasi.
Kesenjangan sosial di jaman sekarang adalah PR pemerintah untuk mengentaskan itu dengan cara bekerjasama antara Dinas Sosial dan Dinas pendidikan dan steakholder agar kedepannya bisa berjalan sesuai harapan pemerintahan. Mulailah dari dini untuk mengentaskan kesenjangan sosial itu.
Kalau kita lihat dari penomena kehidupan di jaman sekarang ini, terlalu bebas dan tidak terkendali manusia untuk berbuat sesuatu karena tidak berimbangnya antara kesenajngan sosial dan perekonomian sehingga berbuat keperbuatan negative.
Hal lainnya kurang pengawasan dari orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah bukan hanya itu tetapi tidak di bekali pendidikan yang berkarakter {akhlak} semestinya.
Semua itu butuh kesadaran dari semua pihak agar kesenjangan sosial yang berdamak pada perekonomian bisa di atasi, akan tetapi harus di bekali pendidikan, ketranpilan, dan lainya agar setiap manusia masing-masing punya kesibukan untuk dirinya masing-masing agar tidak terjadi ke perbuatan yang melanggar hukum dan norma-norma Agama.
Ada beberapa cara untuk mengatasi kesenjangan sosial mengingat banyaknya faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan sosial yang berakibat terhadap masyarakat, maka diperlukan upaya untuk mengatasi kesenjangan sosial di jaman sekarang yaitu :
1. Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah merupakan adalah prioritas utama untuk mencegah dan mengendalikan kesenjangan sosial yang berdampak pada ekonomi. dan kebijakan pemerintah sangat diharapkan untuk dapat mencegah kesenjangan sosial seperti kebijakan tentang pemerataan pembangunan, kebijakan sistem pendidikan, penyediaan lapangan pekerjaan, perbaikan lingkungan sehat, upaya tindakan terhadap korban bencana alam, dan sebagainya agar semua bisa di atasi oleh pemerintah pusat dan Daerah.
2. Sosialisasi Secara Bertahap
Sosialisasi adalah sesuatu yang perlu di sampaikan kepada masyarakat dalam hal apapun sehingga terjadi reaksi yang bisa terlaksana di masyarakat agar masyarakat sadar akan hak dan kewajibannya dan tidak melakukan kejahatan yang keluar dari kaidah dan norma Agama.
3. Memperbaiki Sistem Yang ada
Sistem yang ada harus di perbaiki agar semuanya berjalan sesuai dengan Undang-undang dan Pancasila maupun norma-norma Agama Insya Allah kalau itu sudah di jalankan oleh masyarakat (Manusia) maka kesenjangan sosial akan terkikis dan perekonomian lambat laut akan mengikuti (Meningkat). Dengan system ini akan menjamin kesamaan status seseorang di tengah masyarakat dan jauh dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
4. Sumber Daya Manusia
Dinamika kesenjangan sosial dapat dicegah dengan meningkatkan secara terus menerus agar sumber daya manusia dan sumber daya alam seimbang. Sehingga masyakat dapat memanfaatkan dengan SDM yang merata dengan mempunyai keterampilan, kreativitas dan percaya diri agar mampu mengakat perekonomian di segala sector.
5. Persamaan Fasilitas Publik
Fasilitas publik atau fasilitas umum, serta sarana kesehatan, pendidikan, Tenaga kerja, ekonomi dan sarana transportasi sangat diperlukan untuk mencegah kesenjangan sosial, sehingga masyarakat bisa menikmati itu karena kesenjangan sosialnya tegerus oleh aktivitas dan kreativitas masyarakat yang berkesinambungan. (***)
JIB | Karawang, – Dalam Penggunaan Dana Desa tahap 3 tahun 2019, Pemerintahan Desa Talagajaya, Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang, diperuntukkan peningkatan sarana prasarana infrastruktur pembangunan di berbagai sektor. Hal ini tentunya telah membuktikan dengan kerja kerasnya Pemdes sehingga dapat terciptanya kebersamaan antara masyarakat dengan Pemerintah Desa, Senin (25/11/19).
Dikatakan, Naja Nurjaya, SE, sebagai Kepala Desa Talagajaya, pihaknya dalam merealisasikan DD tahap 3 tahun 2019, yang digelontorkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa telah dipergunakan untuk membangun turap saluran air sepanjang 1000 meter di Dusun Pegadungan. Selain itu digunakan untuk membangun jalan lingkungan di Dusun yang sama.
“Hal tersebut, harapan saya dapat menjaga kerukunan antar warga dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Dengan skala prioritas yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip yang dapat menjamin pemanfaatan sumber daya secara optimal,” ucapnya kepada Jurnal Indonesia Baru (JIB), Senin (25/11/19).
Menurutnya, jalan lingkungan dan penurapan saluran air di Dusun Pegadungan yang sudah dikerjakan kini mulai dapat dirasakan manfaatnya. Jalan dan turap tersebut pun kini sudah bisa dinikmati masyarakat setempat, terutama pembangunan jalan lingkungan bisa memperlancar akses transfortasi warga, karena selama ini menurutnya kondisi jalan-jalan tersebut sudah rusak parah dan memerlukan pembangunan.
“Semua realisasi Dana Desa untuk peningkatan sarana prasarana infrastruktur pembangunan dalam pelaksanaannya secara swakelola dengan melibatkan masyarakat Desa sendiri, sehingga masyarakat pun turut berperan aktif dalam kegiatan pembangunan desa,” ungkapnya.
Lanjutnya, mengatakan realisasi Dana Desa tahap 3 tahun 2019, selain dipergunakan untuk membangun jalan lingkungan dan turap saluran air di Dusun Pegadungan, sebagian dana dipergunakan untuk membangun gedung TPA dengan ukuran 5 X 6 meter persegi di Dusun Kaliasin, dan dipergunakan untuk membangun POSYANDU yang letaknya di Dusun Kalijaya.
“Berkat adanya kerjasama yang sinergis antar lembaga dengan masyarakat serta instansi terkait, sehingga dapat mendorong alokasi dan peruntukan dana desa dengan hasil yang optimal, dan dalam pelaksanaannya sekali mendayung bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar,” pungkasnya.(Sule/Ey)
JIB | Kab Indramayu,- Peran guru sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Meletakan pentingnya pendidikan dalam konstelasi pembangunan bangsa berarti menghargai keutamaan guru. Guru lah sebagai episentrum perubahan tersebut. Untuk itu, sudah seharusnya perhatian terhadap guru menjadi sangat penting mulai dari pemenuhan kebutuhan guru, profesionalisme, kesejahteraan, pelatihan, hingga perlindungannya.
Hal itu ditegaskan Plt. Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat ketika menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-74 tahun 2019, Senin (25/11/2019) di Alun-alun Indramayu.
Taufik menambahkan, kemajuan teknologi, komunikasi, dan informasi sangat cepat dan tidak dapat diduga. Kemajuan ini membawa dampak positif dan negatif secara beriringan dalam kehidupan masyarakat tidak terkecuali dalam proses pembelajaran di sekolah. Untuk itu dibutuhkan komitmen terhadap pentingnya literasi utamanya literasi digital bagi guru, siswa, dan orang tua.
“Mari kita bangun kesadaran bersama bahwa ruang kelas bukan lagi satu-satunya ruang untuk belajar, dan guru bukan lagi satu—satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan,” tegas Taufik.
Menurut Taufik, pergeseran peran guru di era digital sebagai fasilitator pembelajaran yang menarik, menantang rasa ingin tahu siswa sehingga terdorong untuk menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat inilah yang harus terus menerus ditanamkan dan menjadi kesadaran bagi guru dalam menjalan tugas utamanya sebagai pendidik dan pengajar.
“Betapapun majunya teknologi dengan segala turunannya, sejatinya guru tidak pernah dapat digantikan oleh teknologi. Hal ini mengandung makna bahwa guru profesional dan berintegritas akan terus menjadi isu global dan menjadi perhatian dunia tak terkecuali Indonesia,”katanya.
Pada momentum Hari Guru dan HUT PGRI tersebut, seusai upacara Plt. Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat langsung turun dari mimbar dan menuju ke peserta apel untuk menyalami serta memberikan ucapan selamat dan terima kasih kepada para guru-guru di Kabupaten Indramayu.
“Apa yang dilakukan oleh Pa Taufik sangat luar biasa, beliau turun dari panggung dan langsung memberikan ucapan selamat kepada para guru yang hadir. Ini keren dan beliau sangat perhatian,” kata salah seorang guru dari belakang barisan peserta apel.
JIB | Kabupaten Bekasi,- Majelis ta’lim Assalafiyah Kp.Cigo’ong Rt 03/01 Desa Sirnajati Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi. gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Senin, (25/11/19).
Acara tersebut di hadiri oleh Drs. Muhamad Kurnaepi.MM Camat Cibarusah dan staf, H.Ridwan Sunarya Kepala Desa Sirnajati dan staf, R.Selpia Indriyani Ayub Kepala Desa Sindang Mulya dan staf, Komarudin Kepala Desa Ridogalih, Ustad Cep Mas’ud tokoh Sirnajati, Ade Guniwa Ketua Karang Taruna Kecamatan Cibarusah, Lucki Ketua Karang Taruna Desa Sirnajati, Pemuda GP Ansor Cibarusah, Ibu-ibu pengajian Cibarusah, Rt serta tamu undangan.
Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang di gelar oleh Majelis Ta’lim Assalafiyah pengajian Ibu-ibu Sirnajati tersebut di isi oleh penceramahnya Ustadjah Husnah dari Depok.
Drs. Muhamad Kurnaepi.MM Camat Cibarusah dalam sambutannya mengatakan, Alhamdulillah atas rahmat serta puji syukur pada Allah SWT kita semua di pertemukan kembali dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang di gelar oleh Majelis Ta’lim Assalafiyah Kp.Cigo’ong rt 03/01 Desa Sirnajati Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi, ucapnya
Lanjut masih katanya. Saya mengucapkan terimakasih atas undangannya yang di mana Alhamdulillah saya bisa menghadiri acara ini dengan istri saya dan para staf Kecamatan Cibarusah berikut Kepala Desa beserta tamu undangan, ujarnya
“Saya sebagai Camat Cibarusah yang baru menjabat di Kecamatan Cibarusah, dalam acara ini sekaligus untuk memperkenalkan diri dan bersilaturahim dengan ibu-ibu pengajian Sirnajati,” ucap Kurnaepi
Sambungnya, mudah-mudahan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang di laksanakan pada hari ini di Majelis Ta’lim Assalafiyah kita semua mendapatkan safa’at serta siritauladannya Nabi Muhammad SAW dalam perjalanannya menyebarkan agama Islam keseluruh penjuru dunia.
Kurnaepi menambahkan, Saya sangat mengharapkan pada ibu-ibu pengajian yang menghadiri acara ini agar turut serta mendukung segala program-program Bupati Bekasi baik dalam infrastruktur dan berbagai hal untuk kepentingan dan kemajuan kita semua umumnya di Kabupaten Bekasi, dalam Bekasi Baru Bekasi Bersih, ujarnya
“Mungkin untuk lebih jelasnya mengenai tausiah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan di bawakan oleh Ustadjah tersebut yang di mana beliau telah berada di sini.” Pungkas Kurnaepi
JIB | Karawang- Pemerintah Kabupaten Karawang memberikan tambahan penghasilan pegawai bagi guru dan tenaga kependidikan se-kabupaten Karawang. Tambahan penghasilan tersebut sebagai kado manis HUT PGRI Ke-74 yang akan Pemkab Karawang, Senin (25/11/19).
Dalam sambutannya di upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) sekaligus HUT PGRI ke-74 yang berlangsung, Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, menyatakan bahwa kenaikan tambahan penghasilan tersebut telah dianggarkan melalui APDB murni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.
Bagi yang akan menerima kenaikan tambahan penghasilan, yaitu Pengawas Sekolah sebanyak 95 orang dengan mendapatkan tunjangan sebesar Rp. 4 juta untuk pengawas sekolah jenjang muda, Rp. 5 juta untuk jenjang madya dan Rp. 6 juta untuk jenjang utama. Tunjangan bagi pengawas akan diberikan November tahun ini.
Selanjutnya, guru termasuk calon guru dan kepala sekolah sebanyak 6298 orang diberikan TPP masing-masing Rp.500.000 dan Rp. 1 Juta mulai tahun depan (sudah dianggarkan dalam anggaran TPP 2020).
Kemudian untuk Guru dan Tenaga Pendidikan Non PNS (honorer) bagi eks kategori 2 sebanyak 1242 orang mendapatkan tambahan penghasilan sebesar Rp. 250.000 mulai Januari 2020. (anggaran PMMS semula antara Rp.700.000 sampai dengan Rp. 900.000)
Sementara itu, Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer lainnya sebanyak 1290 orang mendapatkan Rp.500.000 (selama ini belum mendapatkan intensif dari PMMS), demikian.(Sule/Ey)
JIB | Karawang, – Pemerintahan Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, telah sesuai harapan masyarakat dalam realisasikan Dana Desa (DD) tahun 2019 secara optimal. Besaran dana yang diterima direalisasikan untuk pembangunan diberbagai sektor, terutama peningkatan infrastruktur, Senin (25/11/19).
Dikatakan, Kepala Desa Telukjaya, Nursan, dengan adanya pengawasan yang signifikan dari instansi terkait serta berbagai elemen masyarakat. Hal ini tentunya dalam pengoptimalisasi pembangunan dengan secara merealisasikan Dana Desa tahun 2019, sehingga dapat tercapai sesuai harapan masyarakat.
“Anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019, kami fokuskan untuk peningkatan sarana prasarana infrastruktur pembangunan, diantaranya membangun jalan setapak, jalan lingkungan dan TPT yang tersebar dibeberapa dusun,” ucapnya, kepada Jurnal Indonesia Baru (JIB), Senin (25/11/19).
Menurutnya, peningkatan jalan lingkungan dan jalan setapak yang sudah dikerjakan kini mulai dapat dirasakan dalam perubahannya. Jalan tersebut pun kini sudah bisa dinikmati masyarakat setempat, dan bisa memperlancar akses transfortasi warga. Karena selama ini menurutnya kondisi jalan-jalan tersebut sudah rusak parah merlukan pembangunan.
“Semua untuk merealisasikan Dana Desa untuk peningkatan sarana prasarana infrastruktur pembangunan dalam pelaksanaannya secara swakelola dengan melibatkan masyarakat Desa sendiri, tidak melibatkan pemborong,” katanya.
Lanjut, Nursan, realisasi DD tahun 2019, selain membangun jalan lingkungan dan jalan setapak diberbagai dusun, sebagian dana dipergunakan untuk membangun Turap Penahan Tanah (TPT) yang berfungsi sebagai drainase dan saluran irigasi pertanian warganya. Selain itu anggaran DD sudah direalisasikan sesuai perencanaan hasil musrenbang desa.
“Berkat adanya kerjasama yang sinergis antar lembaga dengan masyarakat serta instansi terkait, sehingga dalam pengelolaan Dana Desa yang di kelola oleh Pemerintahan Desa Telukjaya, mendapatkan hasil yang optimal, yakni, efektif, efisien dan akuntabel,” ujarnya.
Ditempat terpisah, Saipudin, selaku tokoh masyarakat Dusun Krajan, Desa Telukjaya Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang, mengatakan dengan adanya pembangunan yang telah dikerjakan diberbagai dusun dan pembangunan lainnya, sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar dalam perubahannya, dan dapat dinikmati.
“Telah terwujudnya peningkatkan sarana prasarana pembangunan, hingga masyrarakat mengapresiasi kinerja Pemdes Telukjaya yang telah mengoptimalkan pembangunan melalui berbagai kajian potensi yang mencakup segala aspek sehingga semua kebutuhan masyarakat dapat terakomodir,” pungkasnya.(Amir/Sule/Ey)