Thursday, February 19, 2026
Home Blog Page 396

Wiranto Menjawab Pertanyaan Berita Bohong Dan Provokasi Soal Papua Dan Papua Barat

0

JIB | Jakarta, – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menjawab beberapa pertanyaan mengenai berita bohong dan provokasi tentang keadaan Papua dan Papua Barat. Ada lima hal yang disampaikan Menko Polhukam.

“Pertama saya bicara masalah tuduhan adanya pelanggaran HAM yang luar biasa, termasuk pelanggaran HAM berat di sana yang tidak terselesaikan, sehingga seakan-akan pemerintah enggan atau tidak mau menyelesaikan penyelesaian pelanggaran HAM berat di Papua dan Papua Barat,” ujar Menko Polhukam Wiranto pada saat konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (03/09/2019).

Namun, kata Menko Polhukam, bukan begitu duduk permasalahnya. Menurutnya, bukan karena pemerintah tidak mau menyelesaikan tapi karena ada hal-hal teknis hukum atau aturan main di bidang hukum yang tidak bisa dipenuhi.

Dari data yang diterima, ada keinginan untuk menginvestigasi terhadap 12 kasus dugaan pelanggaran HAM berat di Papua. Tapi setelah disortir ternyata tidak semua kasus yang 12 itu merupakan pelanggaran HAM berat, namun di sisihkan yang lain masalah kriminal dan itu sudah diselesaikan melalui jalur-jalur hukum pidana, KUHP oleh Kepolisian dan Kejaksaan.

“Tinggal sekarang direkomendasikan tiga kasus yang terindikasi pelanggaran HAM berat yaitu Wasior tahun 2001, Wamena tahun 2003 dan Paniai tahun 2014, dan sudah terjadi satu kerja sama antara Komnas HAM dan Jaksa Agung,” katanya.

Menko Polhukam menjelaskan, pelanggaran HAM berat memiliki syarat yaitu harus ada satu proses penyelidikan dan penyidikan awal untuk masuk ke Kejaksaan, di mana syarat-syarat penyidikan hasilnya harus dapat memenuhi persyaratan bahwa betul-betul ada pelanggaran HAM berat dan mempunyai bukti yang cukup untuk ditindaklanjuti.

Namun masalahnya sekarang adalah antara Komnas HAM dan Jaksa Agung masih belum klop, apa yang sudah ditemukan Komnas HAM diserahkan ke Kejaksaan ternyata dicek, dipelajari, dianalisis belum memenuhi untuk dapat diteruskan dalam proses-proses pengadilan sehingga dikembalikan lagi.

“Misalnya satu perstiwa yang mencari alat buktinya harus melakukan otopsi jenazah, namun begitu mau diotopsi untuk mendapatkan bukti keluarga di sana tidak mau, sehingga tidak bisa dibedah dan tidak ada kelengkapan bukti, sehingga terhambat,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Sedangkan untuk yang lain-lain sudah mulai diselesaikan, misalnya kasus Wasior dan Wamena ini sudah ada koordinasi Komnas HAM dengan Kejaksaan Agung , terus berlanjut melengkapi secara formal dan material untuk dapat melanjutkan pada proses peradilan. Untuk Wasior, Mahkamah Militer Tinggi II tahun 2003 telah mengadili 8 anggota Polri yang sudah berkekuatan hukum tetap. Catatan di sini, pada tahun 2003 itu peradilan untuk anggota Polri masih masuk peradilan hukum militer, padahal sudah diselesaikan satu kasus lewat satu proses hukum dan peradilan tidak bisa dihukum dua kali.

“Hal-hal seperti ini yang mengisyaratkan bahwa bukan karena pemerintah enggan menyelesaikan, malas menyelesaikan atau tidak mau menyelesaikan, tapi ada hal-hal teknis. Ini yang terus digembar gemborkan bahwa pelanggaran HAM di sana tidak pernah diselesaikan dan ini perlu dialog, apakah terus kita genjot lewat yudisial atau lewat non yudisial. Kita kan punya lembaga adat yang dapat menyelesaikan masalah-masalah ini dengan cara kekeluargaan, bahkan di Papua dan Papua Barat ada istilah bakar batu, antar suku kalau ada perang dan terbunuh ada acara adat bakar batu, selesai. Ini salah satu budaya yang tentu bisa kita gunakan untuk jalur penyelesaian non yudisial,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Kemudian untuk keadilan pembangunan di Papua. Menko Polhukam mengatakan jika ia kerap mendapatkan informasi dari dalam dan luar negeri kemudian terus dilansir oleh pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan pemerintah atau mendeligitmasi pemerintah bahwa seakan-akan pemerintah tidak adil terhadap provinsi Papua dan Papua Barat dalam konteks pembangunan nasional, sehingga diharapkan ada kekecewaan, ada ketidaksenangan dari masyarakat Papua dan Papua Barat.

Menko Polhukam menyampaikan bahwa sejak Presiden Joko Widodo diangkat menjadi presiden salah satu orientasinya ialah bagaimana membangun daerah pinggiran, termasuk membangun Papua dan Papua Barat. Menurutnya, hal ini bukan hanya ngomong, bukan hanya rencana tapi sudah dibuktikan selama 4 tahun lebih ini. Misalnya kunjungan Presiden yang sangat sering ke sana lebih dari 10 kali untuk meninjau sendiri rencana pembangunan infrastruktur, rencana pembangunan fasilitas-fasilitas kesejahteraan masyarakat, kesehatan, pendidikan, membangun pos lintas batas yang megah.

“Jika bicara indeks pembangunan manusia, Papua dan Papua Barat dari 58,05 pada tahun 2016 sudah menjadi 60,06 pada tahun 2018, ada kenaikan indeks pembangunan manusia. Berarti, masalah kesehatan, masalah pendidikan, kesejahteraan dan lain sebagainya. Kemudian, Papua Barat kenaikannya dari 62,21 di tahun 2016 menjadi 63,74 di tahun 2018, ada kenaikan di sana,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Untuk pembangunan di bidang pendidikan misalnya, SD di awal berlakunya Otonomi Khusus atau sebelum pemekaran provinsi ada 2407 unit dan pada tahun 2018 menjadi 2321 unit di Papua, sedangkan di Papua Barat ada 1038. Artinya mengalami kenaikan 40% untuk gedung SD.

Sementara pembangunan gedung SMP dan SMA di awal berlakunya otsus atau sebelum pemekaran, ada 513 unit, dan pada tahunn 2018 menjadi 981 di Papua dan 468 di Papua Barat, atau mengalami kenaikan pembangunan SMP/SMA 182%. Begitu juga dengan Perguruan Tinggi sama. Pada awal Otsus berarti sebelum pemekaran terdapat 1 perguruan tinggi negeri dan 11 perguruan tinggi swasta dan di tahun 2018 menjadi 4 perguruan tinggi negeri dan 21 perguruan tinggi wasta. “Ini mengalami kenaikan hampir 200 persen,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Dari kesehatan, RS awal berlakunya Otsus (sebelum pemekaran) jumlahnya hanya 12 rumah sakit. Di tahun 2018 menjadi 36 rumah sakit di Papua dan 16 rumah sakit di Papua Barat, berarti jumlahnya sekitar 52, sehingga mengalami kenaikan 300%. Sedangkan Puskesmas di awal berlakunya otsus jumlahnya 216, dan di tahun 2018 menjadi 868 di provinsi Papua dan 177 di Papua Barat, kenaikannya hampir 400%.

“Jadi ada satu bukti nyata bahwa pemerintah betul-betul mencoba untuk melakukan akselerasi pembangunan di semua bidang. Belum lagi untuk pembangunan-pembangunan yang lain, jalan-jalan antar kota, pelabuhan-pelabuhan, harga-harga disamakan. Ini semua sudah bisa membantah bahwa pemerintah cukup berlaku adil bahkan sangat adil, karena khusus Papua dan Papua Barat dana yang digelontorkan ini cukup besar.

Misalnya saja tercatat bahwa untuk tahun lalu digelontorkan kurang lebih dana itu sekitar Rp 92 triliun, sedangkan dana daerah yang tersedot ke pusat kurang lebih hanya Rp 26 triliun. Sehingga ada subsidi dari pemerintah untuk pembangunan Papua,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Dalam kesempatan itu, Menko Polhukam juga menjelaskan mengenai anarkis di Provinsi Papua dan Papua Barat. Menurutnya, hal seperti ini tidak hanya terjadi sekarang, tapi sejak dulu juga pernah terjadi. Misalnya, unjuk rasa di Biak Numfor tahun 1998, penyerangan Polsek Abepura tahun 2000, unjuk rasa di Wasior 2001, kerusuhan pasca meninggalnya Theys Elluai tahun 2001, pembobolan gudang senjata Kodim Wamena 2003, unjuk rasa Uncen Abepura tahun 2006, Kongres Rakyat Papua III 2011, Paniai 2014, dan sekarang.

“Oleh karena itu, dengan peristiwa sekarang ini Presiden sudah mewanti-wanti ayo sabar, dialog, bukan dengan demo, bukan dengan bakar-bakar, dialog dengan hati. Ini semuanya kita lemparkan ke masyarakat agar kita semua tidak mengulangi masa lalu sebagai pelajaran kita, yang rugi juga rakyat, pemerintah, dan kita semua,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Berikutnya tentang masalah yang menyangkut referendum. Menko Polhukam mengatakan, banyak informasi tentang referendum atau tuntuan tentang keinginan memisahkan diri atau merdeka dari pihak-pihak yang memang tidak menyadari atau barangkali tidak tahu apa yang terjadi selama ini.

Dijelaskan, kalau bicara referendum, maka sebenarnya hukum internasional sudah tidak ada lagi tempat atau tidak relevan lagi untuk Papua dan Papua Barat disuarakan referendum. Sebab dalam hukum internasional, referendum itu bukan untuk wilayah yang sudah merdeka, tapi wilayah yang non governing territory, seperti misalnya Timor Timur dulu yang merupakan provinsi seberang lautan dari Portugis di PBB, bukan wilayah Indonesia.

“Tapi Papua dan Papua Barat itu sudah pernah referendum di tahun 1969, itu sesuai prinsip-prinsip PBB sudah dilaksanakan satu jajak pendapat, didukung oleh sebagian besar angota PBB, muncul resolusi 25/24 yang sah bahwa Papua dan Papua Barat waktu itu Irian Barat sah sebagai wilayah Republik Indonesia, NKRI, bulat, sah dan didukung oleh banyak negara melalui keputusan PBB. Resolusi PBB tidak bisa bolak balik ditinjau lagi, ganti lagi, tidak bisa, sehingga jalan untuk ke sana sebenarnya tidak ada lagi,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Kemudian kalau berbicara karena hak-hak dasar masyarakat Papua tidak dipenuh, masalah hak politik, hak ekonomi, hak sosial, hak budaya, merasa dikebiri oleh pemerintah misalnya, itupun tidak benar karena dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2002 tentang Otonomi Khusus, sebenarnya hak-hak dasar itu sudah diberikan dan diatur oleh Pemerintah Daerah di sana dengan tetap mengacu hukum UU yang ada di Indonesia.

“Jadi tidak ada seperti berita yang disampaikan Benny Wenda di luar negeri, Indonesia itu mengebiri hak-hak rakyat Papua dan Papua Barat, setiap hari ada pembunuhan, setiap hari ada pelanggaran HAM, tidak ada pembangunan di sana, dianak tirikan, itu semua tidak benar, jangan kita terkecoh dengan hal semacam itu. Saya sampaikan bahwa wacana self determination, rencana untuk merdeka, untuk referendum, hukum intrnasional sudah tertutup dan hukum nasional kita juga sudah final, jadi tidak ada pembicaraan seperti itu,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Terakhir mengenai pembatasan media sosial. Menurut Menko Polhukam, pelemotan atau pembatasan internet ini merupakan reaksi dari satu kondisi yang terjadi dan dapat membahayakan keamanan nasional karena banyak yang campur tangan dan menggunakan kesempatan untuk ikut-ikutan, serta mengacaukan keadaan itu dengan alat media sosial atau internet. Menurutnya, pada saat masyarakat melihat banyaknya hoax, hasutan, dan tone negative tentang apa yang terjadi di sana, maka akan menambah keadaan menjadi kacau sehingga sulit bagi aparat keamanan untuk menstabilkan daerah itu. Oleh karena itu, sesuai dengan UU yang ada sebagian daerah dibatasi jaringan internetnya.

“Kapan ini dicabut? Kalau ada laporan di sana sudah kondusif, sudah berkurang hasutan, hoaks, detik itu juga kita akan cabut. Tadi saya sudah koordinasi dengan Panglima, Kapolri dan Kabin yang melihat itu, saya tadi minta sekarang dicabut gimana nih? Dengan dasar-dasar bahwa hoax sudah berkurang, hasutan-hasutan sudah hampir tidak ada, tone nya sudah positif, negative 10 persen dan yang positif 90. Kondisi daerahkan sudah stabil, tetapi dari informasi yang kita dapat, dari analisis prediksi keamanan, kita masih mohon waktu sebentar.

Tanggal 5 nanti kalau keadaan betul2 kondusif kita buka kembali internet,” kata Menko Polhukam Wiranto. (Dre)

Sum: Kominfo

Bhabinkamtibmas Polsek Cikarang Menghadiri Acara Pemakaman warga Kampung Kongsi-Cikarang Kota

0

JIB | Kab Bekasi,- Untuk Mendekatkan diri dengan Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Cikarang Aiptu Rasman hadir di acara Pemakaman warga Kampung Kongsi, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Rabu, (04/09/2019)

Adapun warga yang meninggal dunia Alm Ibu Hajah Erni, yang dimakamkan di TPU pemakaman warga Kampung Kongsi RT 02/03, Desa Cikarang kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

“Semoga ini bisa menjadi jembatan penghubung antara Polisi dan Masyarakat, dan tidak ada jarak antara Polisi dan Masyarakat.” Ujar Aiptu Rasman yang ikut menghadiri prosesi pemakaman

Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan Polisi akan semakin dekat dengan Masyarakat, dan dicintai Masyarakat guna mewujudkan situasi aman dan tentram. (Dre)

Pendistribusian Air Bersih Oleh BAZNAS Dan Karang Taruna di Kecamatan Cibarusah

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Untuk menanggulangi musim kemarau dan krisis air bersih pada warga Cibarusah dan sekitarnya dan rasa empati untuk bersosial serta membantu warga Cibarusah, BAZNAS Kabupaten Bekasi gandeng Karang Taruna Kecamatan Cibarusah untuk membantu didistribusikan air bersih di 4 (Empat) Desa, di antaranya Desa Cibarusah Kota air bersih di kirim ke Kampung Poponcol, Desa Sirnajati, Kampung Cijati Tonggoh, Desa Ridogalih, Kampung Gempol dan Ridomanah, dan Kampung Tempuran. Selasa, (03/09/2019)

Saat di konfirmasi media online jurnalindonesiabaru.com, Ade Guniwa ketua Karang Taruna Kecamatan Cibarusah mengenai hal tersebut mengatakan.

“Alhamdulillah berkat kerjasama dengan BAZNAS Kabupaten Bekasi dan Karang Taruna Kecamatan Cibarusah pada hari ini melalui kepedulian bersosial membantu warga Cibarusah dan sekitarnya dalam menanggulangi musim kemarau dan krisis air bersih akhirnya bisa terlaksana dengan baik dalam pendistribusian air bersih di Kecamatan Cibarusah.” Tuturnya

Menurut Endang selaku Pemerhati lingkungan dari LSM GEMPAL (Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan) memaparkan.

“Seharusnya BPD yang berada di Kecamatan Cibarusah turut serta berperan aktif dalam tugas kemanusiaan dan jangan menjadi penonton, apa yang telah di lakukan para Karang Taruna Kecamatan Cibarusah dan Karang Taruna Desa dalam menyumbang sesuatu tidak harus dengan materi, dengan tenagapun bisa.” ujar Endang

Bukti Karang Taruna Kecamatan Cibarusah yang belum lama terbentuk beserta pengurusnya betul-betul langsung di tunjukan oleh Ketua dan pengurus serta para Karang Taruna Desa bersinergi aktif dalam penanggulangan tanggap darurat musim kemarau dan krisis air bersih yang terjadi di Kecamatan Cibarusah dan sekitarnya.

Masih kata Endang. “Kami beserta pengurus Karang Taruna Kecamatan Cibarusah sangat berterimakasih pada BAZNAS Kabupaten Bekasi yang sangat peduli dan tanggap dalam bersosialisasi untuk mengatasi kekeringan di Kecamatan Cibarusah dengan mengirim air bersih ke empat Desa, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan yang seperti ini, bisa membantu dan bermanfaat, terutama dalam masalah air bersih,”

“Semoga dalam kerjasama kemanusiaan antara BAZNAS Kabupaten Bekasi dan Karang Taruna Kecamatan Cibarusah bisa berkelanjutan,” Pungkasnya (Endang/Dre)

Bupati Bekasi Siapkan BUMDESA AWARD 2019 pada Perayaan Pesta Rawabinong dan BUMDESA EXPO 2019

0

JIB | BEKASI – Selain membantu memfasilitasi desa dalam pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Bupati Bekasi berencana memberikan apresiasi berupa BUMDes Award (Penghargaan BUMDes) pada gelaran Bumdesa Expo 2019 di Situ Rawabinong tanggal 14 September 2019.

“14 September ini ada Bumdes award dari pak Bupati, kita yang mengusulkannya,” ucap Sekretaris Forum Bumdesa Kabupaten Bekasi, Doni Ardon di Situ Rawa Binong, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat. Usulan ini sebagai bentuk reward (penghargaan) kepada desa yang memiliki BUMDes terbaik.

Dikatakannya, BUMDes award menjadi inisiatif Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja dalam rangka memotivasi (mendorong) desa-desa membentuk dan menjalankan BUMDes

“Sebab, dari 180 desa tercatat baru 96 desa yang memiliki BUMDes. Itupun, belum semua (yang terbentuk) berjalan dengan benar. Baru sebagian kecil,” kata Doni Ardon.

Dirinya berharap, dengan adanya apresiasi Bumdesa Award dari Bupati Bekasi dapat memberikan rangsangan terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDESA) untuk membangun dan menggerakkan perekonomian masyarakat yang positif sesuai potensi yang dimiliki.

Adapun kategori bagi Bumdesa Award 2019 Kabupaten Bekasi adalah sebagai berikut : Penggerak Wisata Unggulan, Penggerak Informasi Teknologi Produk Unggulan, Penggerak Inovasi & Kreatifitas Ekonomi Unggulan, Penggerak Manajemen Pemasaran Produk Usaha Unggulan, Penggerak Manajemen Sumber Daya Manusia Unggulan, Penggerak Kelembagaan Usaha Ekonomi Unggulan, Penggerak Inovasi Pelayanan Publik, Penggerak Sentralisasi Ekonomi dan Usaha Bersama, Penggerak Ekonomi Pengolahan Hasil Bumi Berbasis Potensi Desa dan Penggerak Kontribusi Pendapatan Asli Desa.

Selain memberikan penghargaan kepada Bumdesa, Bupati Bekasi juga memberikan penghargaan kepada pendukung kegiatan Bumdesa, yakni terhadap Kepala Desa Penggerak Bumdesa Unggulan dan Pendamping Desa Terbaik.

“Bumdesa Award tersebut sudah sesuai dengan Permendagri nomor 81 tahun 2015, tentang evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan yang bertujuan mengevaluasi, menilai dan mendorong Pemerintah Desa dan Kelurahan, bersama masyarakat untuk mengenali dan mengoptimalkan potensi yang ada di wilayahnya,” terang Doni Ardon.

Ditambahkan Wakil Ketua Forum Bumdesa Kabupaten Bekasi, Enjay Suharja, aspek penilaian BUMDESA AWARD berdasarkan 10 kriteria melalui proses dan penjabaran yang selektif.

“10 Konsepsi dan aspek penilaian tersebut harus dipenuhi oleh Bumdesa yang akan memperoleh BUMDESA AWARD dari pak Bupati dengan penjabaran merangkum Aspek Manajemen, Kelembagaan, Personil, Rencana Usaha, Pengelolaan Keuangan, Usaha yang dikelola, Inovasi, Teknologi Informasi, Kontribusi PADes dan Aspek Dukungan Pemerintah Desa dan Kecamatan,” terang Enjay.

Secara terpisah, Ketua Umum Forum Bumdesa Kabupaten Bekasi, Fakhrija mengatakan bahwa Bumdesa Expo 2019 Kabupaten Bekasi merupakan terobosan yang dilakukan secara mandiri guna mendorong keberhasilan Bumdesa yang sudah terbentuk di Kabupaten Bekasi.

“Semoga ke depannya, perhatian Pemerintah Pusat dan Provinsi semain serius dan keberadaan kita tidak sekedar dilewati begitu saja,” ungkapnya (Endang)

kesiapan Kabupaten Indramayu Menyambut Investasi Industri Petrokimia Oleh China Petroleum Corporation (CPC) Taiwan

0

JIB | Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto kembali memanggil Bupati Indramayu H. Supendi terkait percepatan realisasi investasi industri Petrokimia oleh China Petroleum Corporation (CPC) Taiwan di Kabupaten Indramayu.
“Sehubungan dengan percepatan realisasi investasi industri Petrokimia oleh CPC Taiwan di Kabupaten Indramayu Alhamdulillah hari ini (3/9/2019) saya diundang secara langsung untuk mengikuti rapat di ruangan Menteri Perindustrian Bapak Airlangga Hartarto,” tulis Bupati

“Semoga ini bisa secepatnya terwujud dan terlaksana agar kedepan bisa memberikan peluang kerja untuk putra – putri kita, aamiin…” kata Supendi di akun resmi facebooknya Kang Supendi

Sebelumya pada tanggal 2 Agustus 2019 Kementerian Perindustrian telah berkoordinasi dengan Pemkab Indramayu untuk memfasilitasi investasi industri Petrokimia oleh CPC Taiwan dengan menggandeng Pertamina tersebut.

Seperti dikutip Bisnis.com pada 2/8/2019, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi telah bertemu Bupati Indramayu H. Supendi guna membahas pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Indramayu.

“Rapat kerja itu membahas kesiapan Indramayu untuk menyambut investasi yang akan masuk, baik itu kesiapan lahan, air baku, listrik maupun transportasi di kawasan industri tersebut,” kata Doddy dalam keterangan resmi, Jumat (2/8/2019).

Investasi tersebut merupakan kerja sama antara Pertamina dengan CPC Taiwan melalui mekanisme business to business yang dilakukan dalam bentuk pembangunan pabrik naphtha cracker dan unit pengembangan sektor hilir Petrokimia berskala global di Indonesia.

“Dengan terbangunnya pabrik Naphtha Crackers, Indonesia nantinya dapat mensubstitusi bahan baku impor,” ujar Doddy.

Doddy mengatakan, pertemuan tersebut juga membahas dukungan Pemerintah Daerah dalam penyediaan lahan untuk investasi CPC Taiwan, serta status KPI di Balongan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Indramayu.

Selain itu dibahas pula kesiapan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, air baku, listrik, percepatan perizinan investasi, kesiapan sumber daya manusia, serta pemetaan kepemilikan lahan.
Pengembangan kompleks industri Petrokimia terpadu di Balongan, Indramayu itu rencananya CPC Taiwan menggelontorkan dana sebesar 8,62 Miliar US Dolar melalui kerja sama dengan PT Pertamina (Persero). (Dre)

Gubernur Jabar Ridwan menghadiri Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Janji Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Masa Jabatan 2019-2024

0

JIB | Kota Bandung,- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum menghadiri acara Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Masa Jabatan 2019-2024, di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Senin (2/9/19).

Sebanyak 120 Anggota DPRD Provinsi Jabar resmi dilantik melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 161.32-3812 Tahun 2019 tentang Peresmian Pengangkatan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Masa Jabatan 2019-2024, yang ditetapkan di Jakarta, 28 Agustus 2019.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bandung. Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri RI juga telah mengeluarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 161.32-3811 Tahun 2019 tentang Peresmian Pemberhentian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Masa Jabatan 2014-2019.

Pengucapan sumpah/janji ini merupakan amanat Pasal 156 Undang Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam sambutannya, Ridwan Kamil pun menyampaikan selamat kepada angggota DPRD Jabar yang baru dilantik, serta berterimakasih kepada anggota DPRD Jabar sebelumnya atas dedikasinya dalam pembangunan di Jawa Barat.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengucapkan selamat atas dilantiknya bapak dan ibu sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Masa Jabatan 2019-2024. Selamat mengemban amanah secara jujur, adil, serta penuh integritas, dan semoga Allah senantiasa melindungi kita semua saat melaksanakan tugas,” ucap Emil –sapaan Ridwan Kamil.

Di acara tersebut, Emil juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak TNI dari Kodam III/Siliwangi dan Kepolisian Daerah Jawa Barat yang telah berupaya menjaga kondusifitas keamanan di wilayah Jawa Barat selama proses Pemilu 2019.

Selain itu, Emil pun menyampaikan rasa bangganya atas capaian tingkat partisipasi pemilih Jabar yang mencapai angka 82 persen, atau di atas angka target nasional.

Emil berharap anggota DPRD Jabar masa jabatan 2019-2024 bisa memaknai proses Pemilu sebagai upaya sakral dalam rangka penegakan kedaulatan rakyat.

“Karena rakyat telah mempercayakan suaranya kepada bapak dan ibu (anggota DPRD Jabar) sekalian. Tidak hanya untuk diwakili, tapi untuk diperjuangkan aspirasinya,” tegas Emil.

“Ini adalah tugas yang sangat mulia, karena sejak saat ini, bapak dan ibu mengemban tanggung jawab yang besar, dimana suatu saat nanti kita semua akan dimintai pertanggungjawaban atas semua hal yang diamanahkan kepada kita,” tambahnya.

Berdasarkan keputusan KPU Provinsi Jawa Barat melalui Keputusan Nomor: 88/PL.01.8 Kpt/32/Prov/VIII/2019 yang dikeluarkan dalam Rapat Pleno KPU Provinsi Jawa Barat pada 13 Agustus 2019, anggota DPRD Jabar yang dilantik berjumlah 120 orang yang terdiri dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 25 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 21 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 20 kursi, Partai Golongan Karya (Golkar) 16 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 12 kursi.

Kemudian Partai Demokrat 11 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) tujuh kursi, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) empat kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tiga kursi, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) satu kursi.

Sementara berdasarkan jenis kelamin, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang baru terdiri dari 97 laki-laki dan 23 perempuan.

Pimpinan berdasarkan raihan kursi terbanyak di DPRD Provinsi Jawa Barat diberikan kepada Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai Ketua Sementara dan Wakil Ketua Sementara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Berikut Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Masa Jabatan 2019-2024:

Anggota DPRD Jabar dari Partai Gerindra

1. Arif Hamid Rahman

2. Buky Wibawa

3. Dadang Kurniawan

4. Tobias Ginanjar Sayidina

5. Mirza Agam Gumay

6. Rina Ruslinawati

7. Sopyan Bhm

8. Ricky Kurniawan

9. Prasetyawati

10. Cecep Gogom

11. Ibnu Ariebowo Kusumo

12. Abdul Harris Bobihoe

13. Rizki Apriwijaya

14. Syahrir

15. Irpan Haeroni

16. Gina Fadlia Swara

17. Ihsanudin

18. Heri Ukasah Sulaeman

19. Taufik Hidayat

20. Daddy Rohanady

21. Kasan Basari

22. Tina Wiryawati

23. Deden Galih

24. Viman Alfarizi Ramadhan

25. Ali Rasyid

Anggota DPRD Jabar dari PKB

1. Oleh Soleh

2. Dadan Hidayatulloh

3. Johan J Anwari

4. Muhammad Sidkon

5. Yuningsih

6. Nasir

7. Rahmat hidayat Djati

8. M Faizin

9. Erni Sugiyanti

10. Hasim Adnan

11. Asep Suherman

12. Asep Syamsudin

Anggota DPRD Jabar dari PDI-P

1. Yunandar T Eka Perwira

2. Rafael Situmorano

3. Nia Purnakania

4. Elin Suharliah

5. Tandiontong

6. Muhammad Jaenudin

7. Asyanti Rozana Thalib

8. Rudi Hariba Tanaya

9. Waras Wasisto

10. Sumiyati

11. Jejen Sayuti

12. Iis Turniasih

13. Ineu Purwadewi Sundari

14. Abdy Yuhana

15. Syamsul Bachri

16. Bambang Mujiarto

17. Ijah Hartini

18. Bedi Budiman

19. Memo Hermawan

20. Arip Rachman

Anggota DPRD Jabar dari Partai Golkar

1. Yod Mintaraga

2. Ade Ginanjar

3. Herman Sutrisno

4. Abdul Rozaq Muslim

5. Hilal Hilmawan

6. Reynaldy Putra Andita Budi Raemi

7. Sri Rahayu Agustina

8. Almaida Rosa Putra

9. Ade Puspitasari

10. Kusnadi

11. Phinera Wijaya

12. Ade Barkah Surahman

13. Edi Rusyandi

14. Cucu Sugyati

15. Dadang Supriatna

16. Ali Hasan

Anggota DPRD Jabar dari PKS

1. Haru Suandharu

2. Siti Muntamah

3. Jajang Rohana

4. Sari Sundari

5. Aep Nurdin

6. Sadar Muslihat

7. Abdul Muiz

8. Achmad Ru’yat

9. Mochamad Ichsan

10. Iwan Suryawan

11. Nur Supriyanto

12. Heri Koswara

13. Imam Budi Hartono

14. Abdul Jabar Majid

15. Faizal Hafan Farid

16. Abdul Hadi Wijaya

17. Ridwan Solichin

18. Anwar Yasin

19. Didi Sukardi

20. Ahab Sihabudin

21. Tetep Abdulatip

Anggota DPRD Jabar dari PPP

1. Neng Madinah Ruhiat

2. Pepep Saepul Hidayat

3. Ruhyat Nugraha

Anggota DPRD Jabar dari Partai Demokrat

1. Sugianto Nangolah

2. Toni Setiawan

3. Lilis Boy

4. Hendar Darsono

5. Asep Wahyuwijaya

6. Irfan Suryanagara

7. Achdar Sudradjat

8. Toto Surwanto Sandi

9. Zulkifly Chaniago

10. Sri Budihardjo H

11. Yosa Octora Santono

Anggota DPRD Jabar dari PAN

1. Ade Kaca

2. Herry Dermawan

3. Raden Tedi

4. Hasbullah Rahmad

5. Supono

6. Dessy Susilawati

7. Thoriqoh Hasrullah Fitriyah

Anggota DPRD Jabar dari Partai Nasdem

1. Tia Fitriani

2. Sabil Akbar

3. Nina Nurhayati

4. Eryani Sulam

Anggota DPRD Jabar dari Partai Perindo

1. Husin

Usai acara pelantikan, Emil mengatakan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar kan terus menjaga sinergisitas dengan DPRD Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kunci untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin adalah kolaborasi dan inovasi.

“Insyaallah kita tunjukkan fokus Jawa Barat adalah sinergitas karena kuncinya adalah kebersamaan,” ucap Emil.

“Kita ini akan juara kalau berkolaborasi dan inovasi. Kuncinya hanya dua itu saja. Kita kompak dengan dewan (DPRD Jabar) baru, kita bersemangat membangun Jawa Barat mengedepankan kepentingan rakyat melebihi kepentingan golongan. Insyaallah Jawa Barat Juara Lahir Batin akan hadir,” katanya.

Emil mengaku bahwa saat ini perubahan sudah mulai terasa di Jawa Barat di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum. Meskipun belum terasa sempurna, kata Emil, perubahan itu terus berproses.

“Setiap hari saya juga posting kemajuan-kemajuan, yang menandakan pelan-pelan sudah mulai terasa perubahan-perubahan yang dirasakan masyarakat. Belum sempurna tapi berproses,” tutup Emil. (Dre)

Giat Penyerahan Bantuan Peduli Pendidikan Dari Warga RT 06/03 Dusun II Desa Wangun Harja Kepada Siswa-Siswi SDN Wangun Harja 02 Untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia Yang Unggul

0

JIB | Kab Bekasi,- Peduli dengan pendidikan warga Dusun II Wangun Harja dan PT Cikarang Nusantara pada hari selasa 03 September 2019 memberikan bantuan untuk SDN 02 Wangun Harja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Rabu, (04/09/2019)

Dengan jumlah undangan 100 orang, kegiatan dimulai Pukul 10.00 s/d 11.30 WIB. Penyerahan bantuan peduli Pendidikan dari warga Rt.06/03 Dusun II Desa Wangun Harja kepada Siswa/i SDN Wangun Harja 02 untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Yang Unggul.

Kegiatan ini dihadiri oleh. Carwinda (KadisDik Kab.Bekasi), Herlambang (ketua PGRI Kab.Bekasi), Kompol Sujono,SH (Kapolsek Cikut), Kapten Arh Bahrul Hadi (Danramil), Muchlis,S.Sos,Map (Camat Cikut), H. Enjum Eldabo (Tomas Kab.Bekasi), Hj. Mia Eldabo (DPRD Kab.Bekasi), Kusnadi,Spd (Kepsek SDN 02 Wangun Harja), H. Ganda (Kepala Ds.Wangun Harja), Perwakilan LPPM Kawasan Jababeka, Tokoh Masyarakat D esa Wangun Harja, BPD Desa Wangun Harja, dan Karang Taruna Desa Wangun Harja.

Sambutan pertama diberikan Kepala Sekolah SDN 02 Wangun Harja Kusnadi,Spd. Dalam sambutannya beliau mengatakan.

“Saya ucapakan kepada yang tertera Dusun II Wangun harja dan PT Cikarang Nusantara yang telah memberikan bantuan untuk 330 SDN 02 Wangun Harja, bantuan ini sangat menunjang untuk meningkatkan sarana dan fasilitas siswa sekolah ini mudah-mudahan kedepan lebih baik lagi.” ujar Kepala Sekolah

Selanjutnya sambutan kedua diberikan Haji Ganda selaku Kepala Desa Wangun Harja. Dalam kesempatan baik tersebut beliau menuturkan.

“Saya ucapkan terima kasih untuk warga Dusun II, serta Kepada Haji Enjum Eldabo selaku tokoh Masyarakat KabupatenBekasi bersama team 10 yang mempunyai ide bantuan ini semoga pendidikan di Desa wangun Harja semakin baik sehingga menimbulkan pemimpin-pemimpin yang baik dan unggul untuk masa depan.” Paparnya

Dalam sambutannya Haji Enjum Eldabo menuturkan. “Program dusun II peduli pendidikan awalnya hanya obrolan biasa kemudian team 10 dengan kebersamaan bisa terwujud bantuan ini, saya sebagai inisiator mendukung dan yang penting team yang kita tunjuk amanah ini adalah contoh mudah-mudah seluruh Kabupaten Bekasi bisa membantu untuk pendidikan,”

“Mudah-mudahan Wangun Harja segera mempunyai gedung SMP Di Wilayah wangun Harja,”

Masih Kata Haji Enjum Eldabo. “Team 10 ini orang cukup semua, namun rasa ingin membantu untuk orang banyak sudah tidak diragukan lagi, di Desa Wangun Harja tidak ada warganya yang sakit dan slalu aman,”

“Saya mohon kepala dinas tambahkan tenaga pengajarnya saat ini tenaga pengajar hanya 3 yang PNS yang 5 honorer idealnya 8 PNS 2 honorer ,saya akan dorong ke Bupati bahkan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan bisa hadir di SDN 02. Insyaalloh giat ini bisa mendorong dan bermanfaat untuk orang lain.” Pungkas Haji Enjum

Sambutan selanjutnya dari Kapolsek Cikarang Kompol Sujono,SH.
“Ini gagasan yang luar biasa, saya menyimak dari awal ini adalah sistimatis dan wujud yang baik mudah-mudahan akan berkelanjutan, Rt 06/03 dan team 10 sebagai pendobrak ini adalah contoh yang bisa di jual sehingga merambah kedesa-desa yang lain, ini sangat mengapresiasi kami dari Kepolisian kami bersama muspika slalu mendukung. Dengan terwujudnya warga yang sehat dan sejahtera keamanan juga akan baik sehingga tidak ada lagi kejahatan ataupun tindak pidana yang lainnya.” Terang Kapolsek

Sambutan terakhir diberikan oleh C arwinda Kepala Dinas Kabupaten Bekasi.

“Terima kasih atas saran dan masukan. Fakta sampai saat ini yang tenaga pengajar pengawai negeri Kabupaten Bekasi hanya berjumlah 6.000 sedangkan total kebutuhan 16.000, ini sudah saya sampaikan ke Bupati,”

“Berkaitan dengan gedung SMP mengingat dengan sistem zonasi Desa wangun Haga merasa dirugikan ini akan kita lakukan kajian agar segera di bangun SMP di Desa Wangun Harja. Inilah bukti nyata warga peduli Pendidikan kami sangat mengapreasi karean pendidkan adalah tanggung jawab kita bersama.” Pungkasnya (Dre)

Gubernur Jawa Tengah Meresmikan Empat Rumah Sakit Harapan Sehat dan Hotel Grand Dian Guci

0

JIB | Slawi – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Bupati Tegal Umi Azizah, Walikota Tegal Dedy Yon dan Bupati Brebes Idza Priyanti meresmikan empat Rumah Sakit Harapan Sehat dan Hotel Grand Dian Guci, Selasa (3/9). 4 Rumah Sakit tersebut berlokasi di Slawi, jatibarang, bumiayu dan pemalang. Ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemukulan gong, empat rumah sakit dan satu hotel dibawah naungan Dedy Jaya Grup resmi beroperasi.

Dalam kesempatan ini Umi melaporkan, fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tegal sudah memiliki tiga unit rumah sakit pemerintah dan lima rumah sakit swasta, ditambah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama berupa 29 unit Puskesmas yang tersebar di 18 wilayah kecamatan.

“Dengan hadirnya Rumah Sakit Harapan Sehat ini tentu akan semakin menambah ketersediaan fasilitas kesehatan, meningkatkan rasio antara jumlah rumah sakit ataupun tempat tidur pasien dengan jumlah penduduk Kabupaten Tegal yang mencapai 1,4 juta jiwa”, kata Umi. Ini juga akan memperkecil resiko kematian ibu dan anak, tambah umi.

Umi juga mengungkapkan perihal kabar hangat yang sedang menjadi perbincangan publik, yaitu rencana kenaikan iuran Program JKN BPJS Kesehatan sebesar 100 persen di awal Januari 2020 terutama bagi peserta kelas I dan kelas II. Jika skenario kenaikan tersebut sudah tidak mungkin lagi dihindari untuk menutup defisit, ia berharap iuran mandiri untuk kelas III kenaikannya tidak lebih dari 30 persen agar tidak membebani masyarakat bawah.

Terakhir umi berpesan, agar seluruh pasien nantinya bisa ditangani dengan prosedur yang sama dengan hospitality-nya yang baik seperti lingkungan yang bersih, tidak bau, kamar yang bersih, tempat tidur yang nyaman, makanan yang enak, hingga senyuman dalam pelayanannya pun juga harus sama. Tidak ada perbedaan antara pasien BPJS kelas III dengan pasien umum atau kelas diatasnya.

Ini berlaku bagi siapa pun tenaga kesehatan yang bekerja disini, baik dokter, perawat, tenaga penunjang lainnya seperti petugas administrasi hingga security. Sementara dalam keadaan darurat, utamakan penyelamatan nyawa pasien terlebih dahulu sebelum bicara administrasi, pungkasnya.

“Dari awal kita sepakat tidak menolak pasien itu adalah hal yang luar biasa, dengan pelayanan prima jangan lagi membedakan pelayanan antar kelas” kata Ganjar dalam sambutanya. Ia menambahkan, dengan bertambahnya rumah sakit, secara jangka panjang akan mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian anak.

Ganjar juga bercerita tentang keluhan warga tentang Rumah Sakit Swasta yang tidak menerima Pasien BPJS, karena tagihan BPJS belum dibayarkan Oleh BPJS Pusat. Dirinya menyarankan agar pasien tersebut pindah ke rumah sakit pemerintah, karena menurutnya jika harus bergantung dengan Pusat itu tidak mungkin, “Rasa – rasanya di Jawa Tengah ini perlu mengaktifkan Jamkesmas Lagi” kata Ganjar.

Sementara itu CEO Rumah sakit Harapan Sehat Muhadi setiabudi menuturkan bahwa dengan Pembangunan 4 rumah sakit dan 1 hotel. Bisa mendukung pelayanan di sektor kesehatan dan pariwisata. Karena menurutnya pembangunan di sektor ini tidak hanya milik pemerintah, swasta juga akan mewarnainya.

Dengan motto profesional dan bersahabat, Keempat rumah sakit ini harapanya bisa memenuhi layanan kesehatan yang terintegritas, prima dan paripurna. (Dre)

Budidaya Anggur Memiliki Nilai Tambah Tersendiri

0

JIB | KAB TEGAL,- Budidaya buah-buahan atau sayuran tak melulu memerlukan lahan yang luas. Lahan yang sempit pun, dapat disulap menjadi tempat budidaya anggur merah. Salah satu petani yang memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya anggur merah terdapat di Desa Mangunsaren Kecamatan Tarub. Dengan modal lahan 6 meter, petani anggur sekaligus Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL TanKP bernama Wahud mampu menghasilkan 45 – 70 kilogram anggur merah dalam satu pohon.

“Dilahan 6 meter itu saya menanam dua pohon anggur merah, hasilnya pun sangat memuaskan. Karena dalam waktu setahun dapat dipanen 2 kali. Sekilo saya jual dengan harga Rp 25 ribu,” kata Wahud usai panen anggur merah bersama Bupati Tegal Umi Azizah dan Kepala Dinas TanKP Khofifah, di halaman rumahnya di Desa Mangunsaren, Tarub, Selasa (3/9) pagi.

Menurut Umi, selain mempercantik halaman atau lahan yang kosong. Budidaya anggur juga memiliki nilai tambah tersendiri, dari mengubah halaman menjadi rindang sampai terpenuhinya kebutuhan oksigen hingga menambah penghasilan.

“Mata kita juga terhibur dengan banyaknya anggur yang bergelantungan. Selain dijual juga dapat memenuhi konsumsi kebutuhan buah-buahan sehari-hari,” kata Umi.

Dengan hasil anggur yang melimpah, Umi berharap masyarakat Kabupaten Tegal mampu meniru cara Pak Wahud memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya anggur. “Saya sangat berharap langkah ini ditiru oleh seluruh masyarakat Kabupaten Tegal. Selain ditanami anggur, lahan sempit juga bisa ditanam sayuran seperti daun bawang kucai yang bisa dimanfaatkan untuk mendoan,” pungkasnya. (Dre)

Kapolsek Cikarang Kompol Sujono. SH, Laksanakan DDS Ke Warga Desa Wangun Harja

0

JIB | Kab Bekasi,- Kapolsek Cikarang Kompol Sujono. SH, bersama dengan Wakapolsek Cikarang Akp Triyono, beserta Kapolpos Jababeka Iptu Parokhan dan Bhabinkamtibmas Desa Wangun Harja Aiptu Maryamto pukul 09.00 WIB, melaksanakan DDS ke warga Desa Wangun Harja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Selasa, (03/09/2019)

Haji Udin Kaharudin. Beliau adalah tokoh masyarakat Desa Wangun Harja sebagai Kepala Dusun.

Dalam kunjungannya tersebut, Kapolsek membahas terobosan baru di Desa Wangun Harja yaitu iuran bulanan yang berupa sumbangan beras sekarang diganti dengan uang sebesar Rp. 2.000,00. (Dua Ribu Rupaih)

Dalam kesempatan tersebut Haji Udin Kaharudin mengatakan. “Bahwa iuran tersebut digunakan untuk kepentingan bersama diantaranya digunakan untuk sumbangan kematian, sumbangan tempat ibadah dan lain sebagainya,”

“Sumbangan tersebut diambil setiap malam hari sekalian Ronda oleh warga yang bertugas,” tuturnya

Kapolsek Cikarang Kompol Sujono. SH, mengapresiasi terobosan baru tersebut, dengan meningkatkan Roda dimalam hari sekaligus mengambil iuran yang ditaruh atau di gantung di depan pintu warga.

Kapolsek Cikarang Kompol Sujono menuturkan. “kegiatan silahturohmi ini untuk menumbuhkan kebersamaan dan menjaga tali silaturahmi antar POLRI dengan Masyarakat,” ungkap Kompol Sujono

Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan kopi morning diteras rumah. (Dre)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -