JIB | Kabupaten Bekasi – Bupati Eka Supria Atmaja di sisa periode 2017-2022, kemunculan Ahmad Marzuki seorang pengusaha asal Kabupaten Karawang yang akan mendaftarkan diri menjadi Wakil Bupati Bekasi menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, LSM, Wartawan dan Ormas.
Salah satunya Ormas Gibas resort Kabupaten Bekasi menolak keras dengan adanya cawabup Bekasi dari luar Kabupaten Bekasi.
Ketua Gibas Resort Kabupaten Bekasi, Riden Bahrudin, Jumat (21/6/2019) menegaskan memangnya di Kabupaten Bekasi sudah tidak ada orang harus orang luar Bekasi yang mendampangi Bupati yang tidak paham kultur Bekasi.
“Saya menegaskan Gibas Resort Kabupaten Bekasi menolak keras Ahmad Marzuki sebagi Wakil Bupati Bekasi, emang ngga ada putra-putra terbaik Bekasi…??” Jelasnya.
Alasanya. Kata Riden, karena di Kabupaten Bekasi banyak sekali putra putri terbaik yang sangat layak, berkompeten dan mengerti soal Bekasi dan bukan itu saja tapi paham tentang Bekasi, paham tentang kebutuhan orang Bekasi, paham tentang geografis Bekasi, dan paham tentang kultur Bekasi.
“Baik segi pendidikan, kredibilitas, performance, loyalitas dan dedikasinya di Kabupaten Bekasi”,tambahnya
Saya (Riden) berharap biar putra atau putri daerah Kabupaten Bekasi yang harus jadi wakil Bupati. (Dre)
JIB | Tambun selatan, Bekasi- Dalam Acara Halal bi halal yang di prakasai oleh Aliansi Ormas Bekasi atau di singkat AOB dan sekaligus menandatangani Pernyataan sikap atau mosi tidak percaya langsung hari itu juga AOB bersamaan gelar deklarasi penolakan calon wakil Bupati Bekasi dari luar daerah bekasi (21/06/2019).
Turut hadir dalam acara Halal Bi Halal sekitar 28 Ormas Se Kabupaten bekasi, Dengan mengusung tema “Mempererat tali silaturrahmi”, di saung jati Tambun.
“Sengaja acara halal bi halal ini kita adakan dalam rangka mempererat tali silaturrahmi sesama ormas yang ada di Bekasi.” Jelas. Ketua Aliansi Ormas Bekasi, H. Jainal Abidin pada awak media
Lanjut. H. Jainal Abidin, hari ini kita kumpulkan 28 Ormas, dalam rangka silaturrahmi bersama saling mengenal dan ikut serta dalam membangunan Bekasi apa lagi dengan adanya pemilihan wakil Bupati yang telah di perbincangkan oleh masyarakat Bekasi dengan hadirnya Cawabup dari luar Bekasi.
“Hari ini juga 28 Ormas sepakat untuk Deklarasi penolakan terhadap Calon wakil Bupati Bekasi dari luar daerah bekasi,” Jelasnya.
Jainal juga berharap untuk calon wakil Bupati Bekasi, yah harus orang yang ngerti Bekasi, dan bukan itu saja tapi paham tentang Bekasi, paham tentang kebutuhan orang Bekasi, paham tentang geografis Bekasi, dan paham tentang kultur Bekasi.
“Jangan asal main cogroh (ambil) aja calon dari mana-mana dan Janganlah bicara kepentingan tertentu,” tegas H.Jainal.
Terakhir Kata Jainal. Save Bekasi, Selamatkan bekasi, jadi kami menolak dengan tegas calon wakil Bupati Bekasi dari luar daerah bekasi, Sangat banyak orang di kabupaten Bekasi yang mampu jadi wakil Bupati, ngapain harus orang dari luar Bekasi. (End).
JIB | Bekasi- Percis kaya Sinetron perjodohan Siti Nurbaya dengan Datuk maringgi yang di paksakan oleh orang tuanya sehingga sehingga Siti Nurbaya di jodohkan oleh Datuk maringgi karena hutang orang tuanya, sehingga di jodohkan juga, yang tidak sukai oleh Siti Nurbaya.
Siti Nurbaya adalah gadis muda belia yang cantik rupawan. Bukan hanya cantik wajahnya tetapi juga lekuk tubuhnya sangat mempesona. Bak gitar sepanyol siapa yang tidak kenal dengan Siti Nurbaya.
“Begitupun dengan pemilihan calon Wakil Bupati. Seharusnya, Bupatilah yang menentukan dengan siapa dia akan bekerja sama.” Ujar Maulana Yusuf Pribadi atau yang biasa dikenal dengan panggilan Benny Seorang politisi muda dari Partai Demokrat. Jum’at, (21/06/2019).
Menurut Benny, Keelokan Kabupaten Bekasi telah menarik perhatian banyak politisi dan tokoh masyarakat yang ingin menjadi Wakil Bupati Bekasi.
“Bahkan ada dari luar Kabupaten Bekasi yang ingin menjadi Wakil Bupati Bekasi.” Ujar Benny.
Daerah yang sering disebut sebagai Mesin Dollar, karena memiliki kawasan industri terbesar se-Asia dan Bruto sangat besar ke pusat.
Di Sisi lain sumber migas di Kabupaten Bekasi, menjadi daya tarik sendiri.
“Permasalahan adalah apakah dia mengerti permasalahan yang ada di Kabupaten Bekasi.” Tegas Benny.
Masih kata Benny, apa motivasinya berambisi menjadi Wakil Bupati Bekasi ? Karena Hakikatnya Wakil Bupati Bekasi haruslah orang yang mampu dan handal mempunyai jiwa Kredibilitas bekerja sama dengan Bupati.
“Karena Wakil Bupati harus sejalan dan selaras dengan ide dan gagasan sesuai dengan misi dan visi Bupati. Maka, Bupati yang menentukan siapa Wakil Bupati yang akan mendampinginya. Bukan titipan dari atas.” Ungkapnya.
Benny juga. Jika Titipan dari atas, baik itu orang Kabupaten Bekasi apa lagi orang diluar Kabupaten Bekasi. Jika tidak bisa bekerja sama dengan Bupati akan membuat perencanaan pembangunan yang dicanangkan oleh Bupati tersendat dan mandek (Stagnan).
“Apabila pembangunan tersendat, yang akan menjadi korban adalah warga Kabupaten Bekasi. Dan tentunya Bupati akan dipermasalahkan dan di demo oleh masyarakat Kabupaten Bekasi. Sudah seperti cerita Siti Nurbaya saja. Main paksa untuk memilih Wakil Bupati.” Tutup. Benny mengelus dada. (Red)
JIB | Kabupaten Bekasi- Kepala daerah seperti apa yang pantas, layak dan mampu di Bekasi era terkini dan mendatang ? Tentunya, membutuhkan paduan antara terpeliharanya tradisi dan budaya yang harus lestari dengan keterbukaan terhadap modernisasi dan globalisasi.
Masyarakat Industri Global sangat tepat dan pas untuk dilekatkan pada masyarakat dan warga Bekasi terkini. Saya menyebutnya : KABEK (Kabupaten Bekasi), sekedar membedakan secara administrasi pemerintahan daerah dengan KOTA Bekasi (Kobek).
Bekasi bukan lagi warga lokal saja. Bukan hanya sunda, betawi atau banten. Bukan pula hanya dari perwakilan nusantara mini : suku jawa, batak, melayu, timur, bali, dsb. Bahkan, sekitar perwakilan dari 30 warga negara asing – sebut warga mancanegara – sudah ada dan tinggal sejak 30 tahun lalu.
Bekasi pun tak lagi agraris. Bahkan kebanyakan area pertanian, perkebunan, tani dan nelayan lahannya berubah drastis menjadi kawasan industri, perumahan dan area pabrik, serta kota-kota baru yang membentang hutan beton dan kemewahan. Semua terlindas oleh ketamakan dan keserakahan yang tak manusiawi dan tak
Ramah lingkungan.
Roda perekonomian berjalan 24 jam tanpa henti. Mobilitas dan transformasi ekonomi berjalan cepat, bahkan sangat cepat dan melesat. Ada kemajuan, ada juga kemunduran. Ada yang datang, ada juga yang hilang. Masalah sosial, ekonomi, hukum, pendidikan, kebudayaan dan kemanusiaan makin kusut, amburadul dan kompleks.
Potret kesenjangan sosial ekonomi sangat tajam. Kesenjangan dan ketidakadilan kawasan, antar kota desa, utara selatan, bahkan antar tetangga, sungguh ironi dan mengenaskan. Angka bunuh diri meningkat, muncul rasa frustasi, hopeless, distrust (ketidak percayaan) terhadap lingkungan meningkat.
Apakah warga pribumi, yang terlahir dan tumbuh di Bekasi merasa makmur, bahagia dan berdaya ? Siapa yang menjadi penikmat atas kemajuan industri ? Siapa jadi penonton, siapa jadi korban ? Apakah, para warga pribumi sudah menjadi tuan dan pemilik di rumah sendiri ?
Tidak juga dan mustahil, arus besar dan cepat migrasi ke Bekasi diabaikan. Bahkan, saat ini, pemain utama ekonomi dan industri bukanlah warga Bekasi, bukan pula warga asli WNI. Bekasi sudah menjadi kawasan warga global (Global Society), bukan lagi lokal melulu. Bagaimana memadukan tata kehidupan yang Makmur Bahagia dan Berdaya lahir batin secara harmoni bagi semua lapisan warga ?
Reformasi dan demokrasi langsung Pemilu Kepala Daerah di Bekasi patut jadi renungan. Setiap warga punya kesempatan memilih. Pernah terpilih dan mendapat amanah dalam Pilkada 2007 : Bupati-Wabup : Sa’duddin-Darip Mulyana, dilanjutkan 2012 : Bupati-Wabup : Neneng Hasanah Yasin-Rohim Mintaredja, dan 2017 : Bupati-Wabup : Neneng Hasanah Yasin – Eka Supri Atmaja, diwarnai tragedi prahara kasus Megakorupsi yang menghebohkan.
Patut menjadi tafakkur bersama, apakah pemilihan langsung didasari faktor keterpilihan secara visioner, kualitas dan keunggulan atau justru karena proses transaksional dan money politic ?
Mengapa hingga sekarang, kita belum mendengar adanya reputasi dan prestise, keunggulan Kepala Daerah Bekasi menjadi role model, trend setter dan berdaya saing seperti kepala daerah lainnya ? Sebut saja : Jokowi sangat harum dari Walikota Solo, Ridwan Kamil dari Kota Bandung, Risma di Surabaya. So, apa yang menjadi kebanggaan, rasa takdzim dan kemuliaan atau penghargaan kita atau pihak lain atas prestasi dan keunggulan Kepala Daerah yang kita pilih dan kita dukung ?
Apa prestasi dan kemajuan yang dapat kita banggakan ? Hal yang paling mengenaskan adalah betapa aneh bin ajaib di tengah ribuan pabrik dan perusahaan, pengangguran membanjir. Cari kerja sulit, mahal, bahkan diperas. Banyak calo dan mafia agen tenaga kerja dibiarkan.
Sampai saat ini, belum ada solusi dan eksekusi yang pasti. Sebagian bilang, pemerintahan dan warga di
Bekasi, abnormal, karena masalah pengangguran dan kesenjangan alias ketimpangan ekonomi, kaya-miskin, tuan tanah-korban penggusuran, kawasan elit-kawasan kumuh, banjir, air bersih langka, polusi udara sangat
Buruk, tata kelola sampah sangat amburadul. Tingkat keamanan dan rasa aman juga banyak titik
Rawannya. Dimana harmoni dan kemajuan bisa dinikmati oleh warga ?
Kemana keuntungan, uang dan investasi yang dicetak 24 jam di kawasan industri itu ? Siapa paling diuntungkan siapa dikorbankan ?
Begitulah potret nyata, fakta dan realita Bekasi masa kini. Lebih dari 3 kali Pilkada, harapan melahirkan pemimpin yang mampu memberi
Solusi dan Eksekusi atas masalah warga Bekasi belum sesuai harapan. Sejarah tak pernah pupus akhirnya terbukti, uang bukan solusi, demokrasi dengan transaksi malah menimbulkan bencana. Kita butuh recovery, pemulihan kepercayaan publik dan rakyat.
Rakyat nya pun perlu mengasah kesadaran moral dan intelektual. Budaya money politic, transaksi dan pragmatis, memilih pemimpin semata karena uang, uang cendol, Nomor Piro Wani Piro, harus segera dikikis dari penyakit korupsi berjamaah yang makin parah.
Perhelatan siapa Wakil Bupati yang terbaik dan pantas mendampingi Bupati Eka, tentunya tak banyak
bisa kita harapkan untuk perubahan fundamental yang luar biasa. Masa kerja efektifnya hanya 2 tahun. Selebihnya pasti sibuk agenda Pilkada 2022.
Apakah Golkar rela atau bisa berani mengambil Calon Non Kader. Apakah para dewan yang akan memilih akan keluar dari tradisi politik uang ? Apakah bebas dari
Mahar ? Beban moral dan tanggung jawab terbesar ada pada Bupati dan Golkar serta partai pengusung. Masihkah rakyat bisa percaya, hasilnya akan sesuai aspirasi rakyat ?
Tentu saja, faktor yang berkembang dalam demokrasi terbuka selayaknya memberikan kesempatan bagi semua. Tak dipungkiri, aspirasi putera daerah sangat dimaklumi menimbang
Local
Wisdom dalam semangat otonomi daerah serta kesempatan setiap warga daerah membangun daerahnya sendiri. Namun, semua bukan karena alasan primordial atau emosianal.
Semangat putera daerah untuk membangun daerah patut diapresiasi, dihargai. Namun, aspek Keahlian (kompetensi), Pengalaman, Integritas Moral serta
Kemampuan memberi Solusi dan Eksekusi terbaik itu menjadi
Pertimbangan utama.
Saya meyakini, pontensi dan kemampuan putera daerah Bekasi sangat mumpuni dan lebih dari layak. Justru kendalanya ada pada longgarnya semangat bersatu dan bersama di lingkungan warga daerah sendiri. Saling sikat, saling sikut, saling gilas dan saling lindas.
Mentalitas kacung, budak dan lebih nyaman mengorbankan warga dan sesama warga sendiri menjadikan kultur dan kehidupan sosial yang tidak solid. Banyak ormas, lembaga dan organisasi tapi saling bertikai. Sementara, warga pendatang lebih solid dan membangun solidaritas kuat.
Secara ekonomi, investasi, kualitas SDM maupun spirit solidaritas warga pribumi
tersisih dan terkalahkan. Malah sangat mudah diadu domba. Jadilah warga yang terpecah belah. Bahkan dicampakkan sbg warga yang dicap sebagi sumberdaya rendah, gak bisa bersaing dan malas. Dituduh lebih banyak gunakan otot daripada otak.
Saya pernah mendapat kesempatan menjadi Calon Bupati termuda (2017), tanpa
Mahar dan tanpa sesenpun
melakukan transaksi, money politic ataupun serangan fajar. Saya juga pernah mencoba menjadi Caleg DPR RI agar putera daerah meraih kemenangan. Faktanya, budaya money politik dan serba transaksional warga sampai panitia pemilu masih sangat kental dan dominan. Saya memang kalah suara. Money Talk, uang yang bicara dan uang yang menentukan kemenangan.
Nah, pertanyaannyq, sampai kapan kita lebih mengutamakan kekuatan uang dan pragmatisme dibanding kemajuan dan kehormatan, martabat menjadi warga beradab ?
Bagaimana orang baik, sholeh, visioner, ahli dan berpengalaman bisa tampil menjadi Pemimpin kalau budaya politiknya masih seperti rimba raya kebun binatang, siapa kuat uangnya itulah yang menang ?
Moga ada saatnya dan momentum kesadaran bersama, Bekasi harus meraih kemuliaan, kehormatan dan martabatnya dimulai dengan memilih Pemimpin yang terbaik sehingga bisa menghadirkan perubahan besar dan harapan setiap warga.
JIB | Kabupaten Bekasi- Menyambut peringatan HUT BHAYANGKARA KE -73 yang diperingati tanggal 01 Juli 2019, anggota Polsek Cikarang Barat bersama anggota Polwan Polres Metro Bekasi melakukan aksi sosial yakni membersihkan tempat ibadah di masjid Al hidayah yang berlokasi di jalan Imam Bonjol Kelurahan Telagaasih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Pukul 09:00 Wib, Jumat ( 21/6/2019 )
Kegiatan bakti sosial membersihkan tempat ibadah masjid tersebut dilakukan oleh anggota Polsek Cikarang Barat serta anggota Polwan dari Polres Metro Bekasi dalam rangka menjalin tali silaturahmi dengan warga sekitar dan pengurus masjid, dengan harapan akan memupuk hubungan yang baik antara Polri dengan warga.
Satu persatu anggota Polsek Cikarang Barat maupun anggota Polwan dari Polres Metro Bekasi bahu membahu membersihkan Masjid, baik halaman masjid maupun ruangan Masjid.
Di usia yang ke 73 semoga institusi kepolisian semakin di cintai oleh warga masyarakat dan warga masyarakat selalu mendukung atas tugas – tugas kepolisian dalam rangka menjaga keamanan negara kesatuan republik indonesia. (Dre)
JIB | Kabupaten Bekasi- Dinamika kehidupan Bekasi begitu komplek dari kesenjangan baik kesenjangan sosial, budaya, ekonomi, pendidikan dan Ketenagakerjaan, khusunya di bidang pembangunan Inprastuktur yang sudah di eksekusi tetapi tidak merata ini yang berdampak kepada kemajuan perekonomian di wilayah Bekasi.
DS hadir untuk itu, artinya kami hadir Bekasi nyaman, dengan gerakan DS Bekasi nyaman, tetapi semua itu harus di dukung penuh oleh semua kalangan maupun elemen agar sesuai konsep-konsep misi dan visi Bupati dengan menciptakan kemaslahatan bagi rakyat Bekasi.
Program yang ada kita jalankan, di tambah 5 Program DS jika menjadi Wakil Bupati Bekasi ya itu :
1. Tidak macet
2. Tidak becek
3. Tidak kumuh
4. Tidak gelap
5. Tidak santai
1.Tidak macet artinya, kami Akan berkoordinasi kesemua elemen, khusunya Dinas Perhubungan, kepolisian dan peran masyarakat agar sadar hukum dan mentaati peraturan undang-undang lalulintas, agar terlihat di setiap prapatan jalan seperti lemah abang, lampu merah cikarang, cibitung, tambun, jababeka, pasar serang, cibarusah dan lainnya agar tertata rapi sehingga budaya macet setidaknya berkurang, di Sisi lain di berikan pemahaman dan bersosialisasi dengan lapisan masyarakat, tentang bagaimana cara mengatasi kemacetan lalulintas pertama lampu pengatur lalulintas, jalan layang, jalan searah dan sistem buka tutup, lingkaran di tengah persimpangan dan simpang susan.
2. Tidak Becek artinya semua ini harus ikut berperan untuk Bekasi sadar akan lingkungan di wilayah masing-masing agar jalan tidak becek, baik dari segi infrastuktur, drainase dan lain-lain agar bisa tertata dengan baik rapi itu perlu sigap Dinas terkait ketika ada permaslahan di bawah langsung respon, cepat di tangani agar satu permasalahan bisa di atasi (selesaikan), dan permasalahan yang lain ditangani, tidak bertumpuk-tumpuk.
3. Tidak Kumuh adalah merupakan masalah konpleks yang dihadapi oleh hampir semua kota-kota besar di Indonesia, salah satunya di kabupaten Bekasi, tentang permukiman kumuh, pada umumnya mencakup tiga segi, yaitu, pertama, kondisi fisiknya. Kondisi fisik tersebut antara lain tampak dari kondisi bangunannya yang sangat rapat dengan kualitas konstruksi rendah, jaringan jalan tidak berpola sehingga rawan penyakit dan tidak diperkeras, sanitasi umum dan drainase tidak berfungsi serta sampah belum dikelola dengan baik. Kedua, kondisi sosial ekonomi budaya komunitas yang bermukim di permukiman tersebut. Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berada di kawasan permukiman kumuh antara lain mencakup tingkat pendapatan rendah, norma sosial yang longgar, budaya kemiskinan yang mewarnai kehidupannya yang antara lain tampak dari sikap dan perilaku yang apatis. Ketiga, dampak oleh kedua kondisi tersebut. Kondisi tersebut sering juga mengakibatkan kondisi kesehatan yang buruk, sumber pencemaran, sumber penyebaran penyakit dan perilaku menyimpang, yang berdampak pada kehidupan keseluruhan masyarakat Bekasi DS hadir untuk itu.
Adapun kawasan permukiman kumuh dianggap sebagai penyakit kota yang harus diatasi. Pertumbuhan penduduk merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan permukiman. Sedangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan kemampuan pengelola kota akan menentukan kualitas permukiman yang terwujud. Permukiman kumuh adalah produk pertumbuhan penduduk kemiskinan dan kurangnya pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan dan menyediakan pelayanan kota yang memadai dan DS bisa mengatasi itu akan tetapi DS tidak sendiri, harus semua steakholder yang bisa mengatasi semua permasalahan (bersatu kita tegu bercarai kita runtuh).
4. Tidak gelap artinya DS bagaimana caranya untuk penerangan di segala pelosok wilayah yang ada di kabupaten Bekasi karena Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia.
Maka DS sudah mengonsep semua untuk penerangan wilayah berdasarkan wilayah masing-masing dengan pencahayaan alami, pencahayaan buatan, pencahayaan merata, pencahayaan terarah, pencahayaan setempat, pencahayaan langsung, pencahayaan semu langsung, pencahayaan difus, pencahayaan semi tidak langsung, dan ini kalau sudah menjadi wakil bupati akan DS terapkan sehingga wilayah Bekasi merata akan penerangan jalan baik di Kota maupun di perdesaan wilayah kabupaten Bekasi.
Dan 5. Tidak santai kenapa saya konsep tidak santai kita masyarakat Bekasi jangan berleha-leha dan santai masih banyak yang harus kita kerjakan untuk pembangunan Bekasi dari segi sosial, ekonomi, pendidikan dan sebagainya, jangan sampai ketinggalan oleh kota-kota maju, Bekasi adalah Mesin Dollar kalau kita tidak bisa mengelolahnya akan tergerus, oleh sebab itu kenapa saya punya konsep Tidak santai kita harus giat bekerja, belajar agar bisa membangun Bekasi. terakhir “Tanamkan Bekerja dan Belajar”.
Inilah sekelumit konsep-konsep yang DS buat agar masyarakat Bekasi bisa tergugah, demi kemajuan, kemaslahatan pembangunan Bekasi yang merata sesuai slogan Bekasi Baru Bekasi Bersih. (*)
JIB | Kabupaten Indramayu – Perwakilan pekerja mitra berjumlah 400 Orang yang tergabung dalam organisasi Federasi Serikat Buruh Migas (FSBMigas) kembali turun ke jalan melakukan unjuk rasa ke PT Pertamina TBBM Balongan Indramayu pasalnya BUMN itu telah melakukan diskriminasi kepada buruh antara hak pekerja volume dan maindys padahal di lihat dari kewajiban dan tanggung jawab sama hal ini disampaikan oleh ketua FSBMigas – KASBI Kabupaten Indramayu Hadi Haris kepada awak media.
“Hari ini kita melakukan unjuk rasa damai dan menyampaikan unek – unek kami kepada Managemen PT Pertamina TBBM Balongan karena telah melakukan diskriminasi atau pilih kasih kepada buruh volume buruh dan maindys padahal mempunyai kewajiban yang sama tapi hak kami di bedakan, lucu dan aneh TBBM Balongan ini,” ujar Hadi, Kamis (20/06/2019) di sela – sela demo di TBBM Balongan.
Masih menurut Hadi haris bahwa persoalan ini harus segera di selesaikan antara kami buruh dan mereka PT Pertamina TBBM Balongan jangan sampai menjadi bola api yang nantinya menjalar kemana – mana, karena ini kami yang turun baru perwakilan akan tetapi jika hal ini di abaikan kami juga siap akan terus melakukan unjuk rasa sampai adanya kesepakatan bersama.
Nampak dalam aksi unjuk rasa itu di kawal ketat oleh aparat keamanan baik yang berseragam maupun tidak berseragam juga oleh security perusahaan nasional tersebut.
Akhirnya menjelang siang PT Pertamina TBBM Balongan dan Buruh sepakat di adakan audensi di fasilitasi Polres Indramayu di hadiri Disnaker, Vendor –Vendor atau penyedia tenaga kerja dan di ambil kesepakatan bahwa extrafuding bagi pekerja volume yang shif dan ada bayaran uang kelebihan jam kerja untuk pekerja volume yang shif sedangkan untuk uang tunjangan kehadiran akan di lakukakn pertemuan dengan Pertamina corporate. (Dre)
JIB |BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor meminta jajaran Kementerian Agama mengupayakan pemondokkan jemaah haji Indonesia tidak terlalu jauh dengan tempat ibadah di Mekkah mauoun Madinah, Arab Saudi.
Menurut Isran, selama ini letak atau lokasi pemondokkan jemaah haji Indonesia termasuk Kaltim masih terbilang jauh khususnya Masjidil Haram di Mekkah. “Akibatnya, banyak jemaah yang melaksanakan ibadah wajib seperti solat hanya di pemondokkan, tidak di Masjidil Haram sebab dirasa terlalu jauh menujunya” kata Isran saat Pelantikkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan 1440 Hijriah di Asrama Haji Batakan Balikpapan, Rabu (19/6/2019).
Padahal, ujar pemimpin Benua Etam ini, ibadah yang lebih baik dan besar pahalanya saat menunaikan ibadah haji adalah ibadah yang dikerjakan dan dilaksanakan di tempat haram (Masjidil Haram). Sebab itu, harapnya, pemerintah melalui Kementerian Agama dan lembaga terkait selayaknya memikirkan lokasi pemondokkan dengan kondisi jemaah haji Indonesia.
Gubernur mengakui tidak sedikit jemaah haji Indonesia yang sudah memasuki usia uzur maupun memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik. Ditambah lagi ungkapnya, daftar tunggu yang terlalu panjang dan lama, sehingga membuat dan berpengaruh pada calon jemaah haji yang sudah terdaftar untuk berangkat melaksanakan ibadah haji.
“Saya rasa ini tantangan kita semua, khususnya pihak Kementerian Agama agar bisa berkoordinasi dengan Pemerintahan Arab Saudi. Guna memperjuangkan penempatan atau lokasi pemondokkan jemaah tidak terlalu jauh dengan tempat ibadah di Mekkah maupun Madinah,” harapnya.
Bagi Isran, kemudahan dan pelayanan yang maksimal dari pemerintah tentu berimbas pada kenyamanan dan kekhusyukan jemaah dalam beribadah haji selama di tanah suci Mekkah. “Kalau jemaah hajinya jadi haji mabrur. Tentu para petugas dan panitia khususnya pihak Kementerian Agama yang mengurusi haji mendapat ganjaran kebaikan dan pahala yang besar dari Allah SWT,” beber Isran Noor.
Dirinya berharap komitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kemudahan serta mampu melindungi jemaah haji benar-benar diimplementasikan Kementerian Agama bersama petugas dan panitia haji, sehingga jemaah merasa terlayani dan terlindungi selama melaksanakan ibadah hajinya. (Dre)
JIB | Jakarta- Kabar hoaks kembali menerpa para pejabat tinggi negara. Kali ini seputar insiden meninggalnya ratusan petugas KPPS pada Pemilu 2019. Di media sosial, beredar kabar jika Kapolri Jenderal Tito Karnavian dituding menjadi dalang kematian 600 petugas KPPS.
Konten hoaks tersebut menarasikan bahwa, Tito sebagai otak pelaku pembunuhan berencana 600 orang anggota KPPS dengan cara menggunakan racun. Tidak hanya itu, dalam postingan itu juga menulis, korban tidak boleh dilakukan autopsi. Tito juga melakukan ancaman hukuman 10 tahun kepada dokter yang melakukan autopsi.
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu mengatakan, setelah dilakukan penelusuran oleh Tim AIS, kabar tersebut dipastikan hoaks.
“Itu kabar bohong yang sengaja dipelintir, karena untuk membuktikan anggota KPPS tewas karena diracuni, telah dibantah oleh KPU dan Bawaslu,” kata Ferdinandus di Jakarta, Rabu (19/6/2019).
Ferdinandus menjelaskan, selain dibantah oleh KPU dan Bawaslu. Meninggalnya 600 anggota KPPS yang diduga diracuni itu, tidak memiliki bukti yang kuat. “Jadi kami ingatkan ya, itu kabar Hoaks. Apalagi ini malah menuduh Kapolri Tito Karnavian sebagai pelakunya,” imbuhnya
Kabar hoaks lain yang beredar luas di media sosial Facebook tentang menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution sebagai Calon Sekjen PSSI mendampingi Komjen (Pol) M Iriawan.Kabar tersebut dibantah langsung oleh Bobby Afif Nasution, bahwa dirinya tidak pernah mengajukan diri menjadi Sekretaris Jenderal PSSI.
“Bobby merasa, dirinya kurang mampu menjadi bagian dari struktur PSSI. Sebab, selain tidak berpengalaman mengurusi sepak bola Tanah Air, ia juga tidak menaruh minat di sana (sepakbola),” terang Ferdinandus.(Dre)
JIB | Bekasi- Bima Sakti memimpin latihan perdana, pemain yang sudah ada dan melewati seleksi pada tahap pertama ikut kembali di tahap kedua ini, salah satunya adalah Alexandro Felix Kamuru dari Barito Putera.
Pelatih kepala Tim Nasional Indonesia U-16, Bima Sakti, memanggil 37 orang pemain untuk mengikuti seleksi sekaligus pemusatan latihan yang sudah berlangsung dari tanggal 18 Juni hingga 30 Juni 2019. Mereka mulai berkumpul dari tanggal 18 Juni 2019 dan memulai latihan pertamanya di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (19/6/2019).
“Seleksi tahap kedua ini diisi oleh pemain gabungan antara pemain yang sudah menjalani seleksi tahap pertama dan beberapa orang pemain baru. Dimana tujuannya saya adalah untuk melihat dan mencari lagi pemain lain dalam mengisi pos-pos yang saya rasa perlu,” jelas Bima.
Dikatakan oleh Bima, bahwa ini dirinya sudah melihat potensi-potensi yang ada di timnya. “Hari ini kami latihan penyesuaian dan pemulihan kondisi. Di sisi lain, saya sudah memiliki kerangka tim. Nantinya saya ingin di setiap posisi di isi dua sampai tiga pemain dengan kualitas dan kemampuan yang setara,” ungkapnya.
Salah satu kekuatan penting tim ini, adalah kecepatan. Kemampuan itu nantinya akan menjadi senjata utama dari karakter permainan yang tengah dibangun Bima. Dia mencontohkan, skuat yang ada saat ini memiliki banyak pemain lincah dan kecepatan tapi juga punya skill individu yang mumpuni.
“Ya kecepatan menjadi kunci utama tim ini. Karena itu kelebihan dari pemain-pemain Indonesia. Di sini saya juga memiliki sayap-sayap seperti Rui, Alexandro mereka punya kecepatan di sayap. Jadi kami main di tengah hanya sebagai poros, untuk main ke luar (sayap),” kata Bima.
Kelebihan itu bisa menjadi andalan pasukan Bima Sakti di Tim Nasional U-16 yang disiapkan untuk menghadapi ajang Piala AFF U-15 2019, Indonesia berada di grup A bersama dengan Myanmar, Vietnam, Timor-Leste, Singapura, dan Filipina. Event ini akan berlangsung di kota Chonburi, Thailand.
Selain berlaga di Piala AFF U-15 2019, Timnas U-16 juga akan bermain di Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di bulan September mendatang. Indonesia menjadi tuan rumah di ajan ini dan berada di grup G bersama China, Brunei Darussalam, Filipina, dan Kepulauan Mariana Utara.
Namun sebelum itu terjadi, dirinya merasa timnya perlu melawan tim dari luar Indonesia dalam uji coba internasional.Mengenai kebutuhan tersebut, jika tidak bisa bermain di luar negeri, mendatangkan tim dari luar untuk menjalani laga uji coba di Indonesia juga tidak masalah.
Yang terpenting, kata Bima, pemain punya pengalaman internasional sebelum terjun di turnamen sesungguhnya. “Ya, pastinya kami berharap ada uji coba internasional. Sehingga para pemain setidaknya sudah memiliki pengalaman bermain dengan tim dari luar Indonesia,” tutupnya. (Dre)