Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 443

Program Prioritas Pembangunan Demi Kesejahteraan Rakyat

0

JIB | Bekasi- Di hadapan jajaran para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian dan Camat se-Kabupaten Bekasi, Eka Supria Atmaja, meminta mereka untuk menyelaraskan priotitas program pembangunan di Kabupaten Bekasi. Senin (24/06/2019).

Eka menjelaskan. Seperti peningkatan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ketenagakerjaan, pelayanan publik dan ekonomi kreatif dengan mulai mencari terobosan inovatif dalam pemberian pelayan kepada masyarakat.

“Agar masyarakat Bekasi dapat mendapatkan kelayakan dan maslahat” Ungkapnya.

Eka juga. Salah satunya dengan pelayanan KTP-el yg nantinya akan mengikuti model pelayanan paspor di kantor Imigrasi yg masyarakat tak lagi repot menunggu lamanya antrian tapi cukup dilakukan secara online.

“Boleh dong saya diberi masukan, terkait inovasi prioritas program lainnya agar bisa terlayani dengan baik masyarakat Bekasi, demi menata Bekasi yang lebih baik, Bekasi Baru Bekasi Bersih” Tutupnya. (Endang)

Pemilihan Cawabup Harus Berdasarkan UU, Dan Sesuai Mekanisme

0

JIB | Pebayuran, Bekasi- Kekosongan Wakil Bupati Bekasi Sisa Masa Jabatan 2017 – 2022. Selama 35 Bulan 10 hari menjadi daya tarik tersendiri bagi para tokoh daerah.Karena berdasarkan Pasal 176 Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 yang lebih mengejawantahkan pelaksanaan tentang Peraturan Pemerintah No. 102 Tahun 2014.

Menyebutkan bahwa Pengisian Wakil Bupati dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Kabupaten berdasarkan Partai Politik atau gabungan partai politik pengusung.

“Jangan lupa, berdasarkan Undang-undang tersebut. Yang mengusulkan ke DPRD adalah Bupati.” Ujar Cucung Wahyudi, Politisi dari Partai Gerindra Kabupaten Bekasi. Senin, 24 Juni 2019.

Menurut Cucung, berdasarkan Undang-undang tersebut, Bupati Bekasi sebaiknya terlibat atau dilibatkan dalam proses penjaringan Calon Wakil Bupati Bekasi yang dilaksanakan BAPPILU DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

“Setidaknya, Bupati yang menyeleksi para calon cawabup sebelum diserahkan ke DPRD.” Jelasnya.

Seperti diketahui, saat ini yang baru mendaftarkan diri menjadi cawabup baru 9 orang dari unsur Partai dan Birokrat. Dan belum terjadi penambahan. Meskipun pendaftaran diperpanjang hingga 2 Juli.

“Saya berharap, yang menjadi Wakil Bupati Bekasi adalah orang Bekasi bukan dari luar Bekasi.” Ujar Cucung tegas.

Cucung juga. Tidak punya jiwa Patriotisme sama sekali jika orang yang lahir di Bekasi malah membela orang dari luar Kabupaten Bekasi menjadi Calon Wakil Bupati Bekasi. (Endang)

Program Penyediaan dan Pengolahan Air Baku Sebesar Rp. 30 Milliar Kemana ya Anggaran…..??? Kok Bekasi Masih Kekeringan

0

JIB | Bekasi- Pertama-tama saya ucapkan Selamat Atas dilantiknya Bupati Bekasi Bapak Eka Supria Atmaja (ESA) menjadi Bupati Bekasi ke 14 sejak berdirinya Kabupaten Bekasi pada Tahun 1950. Semoga engkau mampu menjadi Punggawa yang membawa Bekasi kearah yang lebih baik.

Kekeringan di Kabupaten Bekasi masih menjadi mimpi buruk bagi warga yang terkena dampaknya, mengingat kebutuhan air bersih adalah kebutuhan dasar yang tak terpisahkan, Dimana setiap hari manusia membutuhkan air bersih untuk meminum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya.

Bahkan, Pemkab Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pernah memberlakukan status Siaga Darurat Kekeringan pada tahun 2018 silam di 4 (empat) Wilayah Kecamatan diantaranya: Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, dan Cikarang Selatan. Belum lagi kecamatan lain yang terkena dampak kekeringan sehingga gagal panen dan kesulitan dalam mendapatkan air bersih seperti Sukatani, Tambelang, Pebayuran dll.

Berbagai cara dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Bekasi untuk menyediakan Air Baku untuk memenuhi Kebutuhan hidup Masyarakat yang terdampak kekeringan khususnya dan Masyarakat Kabupaten Bekasi pada umumnya mulai dari pemberian air bersih dari PDAM Tirta Bhagasasi, upaya Penghijauan, Pembuatan Lubang Biopori, membangun Sumur Resapan, Sumur Artesis, Sumur Bersih, Sumur Imbuhan, Sumur Satelit, Sumur Bor dan lain sebagainya.

Berdasarkan hasil rekap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bekasi Tahun Anggaran (TA) 2016, 2017 dan 2018 dari dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tercatat dalam 3 tahun Pemkab Bekasi menggelontorkan Anggaran dengan nama Program Penyediaan dan Pengolahan Air Baku Sebesar Rp. 30.612.133.800 Atau 30 Milliar dan terealisasi sebanyak Rp. 25.762.797.341 Atau 84, 53%.

30 Milliar dalam 3 tahun dianggarkan untuk Program Penyediaan dan Pengolahan Air Baku yang berada di Post Anggaran PUPR meliputi kegiatan Perencanaan Teknis, kegiatan Monev dan Pelaporan Kegiatan, Penyusunan Database, Pembangunan Sarana Air Bersih, Pengadaan Sumur Bersih (Sumur Artesis), Peningkatan Sarana Air Bersih, Bak Penampungan (Toren Air), Pembuatan Sumur Bor.

Di dalam post Anggaran tersebut paling banyak kegiatan Pembuatan Sumur Bor, yang dibangun hampir disetiap wilayah, Baik di Kantor-kantor Pemerintahan, Lingkungan Warga hingga di Dalam Lingkungan Sekolah. Dan Rata-rata Pembuatan 1 Sumur Bor memakan biaya sebesar Rp. 80juta.

Berdasarkan pantauan stake holder kerap ditemukan pelaksanaan pembuatan Sumur Bor yang tidak sesuai spesifikasi (Spek), mulai dari kedalaman Bor dan bahkan ada yang tidak berfungsi sehingga hal tersebutlah mengakibatkan kurang Optimalnya langkah Pemkab Membasahi problem Kekeringan ini.

Selain itu juga, dalam upaya memenuhi Kebutuhan Air Bersih Pemkab Bekasi pun menggelontorkan anggaran ke BPBD pada TA 2017 dengan kegiatan Pengadaan Tangki Air sebagai Penampung Air Bersih dengan Pagu anggaran Rp. 300.000.000 dengan realisasi 278.386.000 atau 97,24%.

“Apapun caranya yang terpenting komitmen dan konsisten menjalaninya”

Anehnya, sampai detik ini dibeberapa wilayah Kabupaten Bekasi masih kekeringan, langkah yang dilakukan Pemkab Bekasi sudah Banyak namun belum maksimal. Ending dari pemberitaan kekeringan oleh insan media actionnya hanyalah bantuan air Bersih yang diambil dari PDAM Tirta Bhagasasi.

Minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), konsistensi kegiatan monitoring dan evaluasi oleh SKPD terkait mengenai pelaksanaan program penyediaan dan pengolahan Air Baku serta pemeliharaan jaringan irigasi, menjadi indikator bahwa tahun-tahun kedepan akan tetap abadi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Bekasi. (Asep)

Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei : Kami Ikhlas, Sepenuhnya Menyerahkan Pengusutan Kepada Kepolisian

0

JB | Jakarta Barat- Polisi masih menelusuri penyebab tewasnya sembilan orang terkait karena kerusuhan pada tanggal 22-21 Mei. Sementara, ayah dari satu korban tewas, Adam Nooryan, Nurwarsito, menyebut anaknya tewas karena tembakan peluru tajam.

“Kalau masalah peluru memang nggak kelihatan peluru apa nggak, karena pertama yang jelas ada lubang di belakang punggung, tembus ke sini (menunjuk bagian dada). Cuma pelurunya ada nggak, nggak tahu saya. Kalau dokternya bilang itu peluru. Peluru tajam ditembak dari jarak dekat. Kata dokternya begitu,” kata Nurwarsito di kediamannya di Jalan Sawah Lio, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (31/5/2019).

Dia mengaku ikhlas dan menolak jika jenazah anaknya diautopsi. Nurwarsito menyerahkan soal pengusutan penyebab tewasnya Adam ke Kepolisian.

“Kita keluarga Adam sudah ikhlas, mungkin sudah takdirnya. Kalau soal usut serahkan ke kepolisian aja” katanya.

Disinggung adanya pihak yang menawarkan bantuan pengusutan, Nurwarsito menjelaskan keluarga tidak mau terlibat, ingin kembali hidup normal.

“Udah banyak orang-orang datang ke rumah, dari ngucapin belasungkawa, ngasih santunan sampai nawarin bantuan. Kita ucapin terima kasih tapi kami sudah ikhlas nggak mau pusing lagi. Pengen hidup normal lagi, kerja seperti biasa” tambahnya.

Sebelumnya, Adam Nooryan (19 tahun) warga Jl. Lio 2 Gang 3 RT 006 RW 001 Kelurahan Jembatan Lima Kecamatan Tambora Jakarta Barat merupakan salah satu korban meninggal dunia di RS Tarakan dalam kerusuhan tanggal 21-22 Mei 2019 akibat luka tembak. (Andre).

Ketua Bineka Bekasi : Cawabup Diperkenalkan Kepada Bupati Terlebih Dahulu Agar Bupati Tahu Siapa Yang Pantas Untuk Mendampingi Menata Bekasi

0

JIB | Cikarang Barat, Bekasi- Semakin gencar isu Calon Wakil Bupati (Cawabup). Titipan menambah semakin panasnya persaingan memperebutkan kursi Wakil Bupati Bekasi sisa masa jabatan 2017 – 2022.

Membuat Ketua Barisan Inti Neneng – Eka (BINEKA) pada pilkada 2017 lalu, angkat bicara.
“Ini Bekasi. Jangan di cederai demokrasi di Kabupaten Bekasi dengan cawabup titipan.” Ujar Ebong Hermawan kepada Jurnal Indonesia Baru saat ditemui dikediamannya. Senin, (24/06/2019).

Ebong juga, bicara mekanisme yang dijalankan DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi sudah benar. Dengan melakukan penjaringan calon Wakil Bupati. Yang akan diserahkan ke DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk mendapatkan rekomendasi DPP Partai Golkar.

“Seyognya, sebelum mendapatkan rekomendasi DPP yang akan diserahkan ke DPRD. Calon Wabup juga diperkenalkan kepada Bupati terlebih dahulu agar Bupati Tahu siapa yang pantas untuk menata Bekasi.” Jelasnya.

Masih kata Ebong, pelantikan Anggota DPRD Periode 2019 – 2024. Akan dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2019. Jika pemeilihan Cawabup dilakukan oleh DPRD yang akan mengakhiri masa jabatannya. Hal ini bisa dipertanyakan sebabnya. Karena terkesan tergesa-gesa mendapatkan Wakil Bupati yang handal.

“Ahmad Budiarta mengatakan, Pengumuman Cawabup akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juli. Apakah Calon tersebut secara keseluruhan atau sudah ada 2 calon Wabup ? Dan Apakah ke 2 calon wabup itu sudah disetujui oleh Bupati ?” Kata Ebong sambil mengutip pernyataan Ahmad Budiarta, sekretaris BAPPILU Partai Golkar.

Lanjutnya. Jika mengacu pada tanggal 3 Juli, katakanlah membutuhkan waktu selama 1 bulan untuk mendapatkan kepastian rekom cawabup yang akan dipilih oleh DPRD. Otomatis di terima pada tanggal 3 Agustus. Secara logika, tidak mungkin dilakukan pemilihan Cawabup pada tanggal 4 Agustus. Mengingat pada tanggal 5 Agustus, sudah dilantik anggota DPRD yang baru.

“Kalau tidak ada apa-apanya. Tidak mungkin pemilihan Cawabup, dilakukan oleh anggota DPRD periode 2014 – 2019.” Tutupnya. (Endang)

FKPPBM Kab Bekasi Menolak Sistem Droping Wakil Bupati Bekasi

0

JIB | Bekasi- Isue droping calon Wakil Bupati membuat para relawan Neneng Hasanah Yasin – Eka Supria Atmaja, SH. Yang tergabung di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawiran Baret Merah (FKPPBM) Kabupaten Bekasi.

Menemui Bupati Bekasi, H. Eka Supriaatmaja di rumah kediaman Bupati Bekasi, Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara. Minggu, 23 Juni 2019.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua LPM Kabupaten Bekasi, Heri Antono, SE menyampaikan keinginan masyarakat LPM kepada Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja, SH.

“LPM menolak sistem droping Wakil Bupati Bekasi.” Ujar Heri Antono kepada awak media usai menemui Bupati Bekasi Sisa Masa Jabatan 2017 – 2022.

“Pembangunan di Kabupaten Bekasi, sempat tersendat akibat badai tsunami yang melanda (Kasus Meikarta). Jangan sampai karena Bupati Bekasi dijodohkan dengan Wakil Bupati. Mengakibatkan Pembangunan kembali tersendat.” Lanjut Heri Antono.

Senada dengan Heri Antono, jajaran pengurus FKPPBM juga menolak adanya droping Wakil Bupati.

“Bupati dan Wakil Bupati itu seperti pasangan suami istri. Harus bisa bekerja sama dan saling isi. Untuk itu mereka perlu saling mengenal. Bukan memaksa Bupati untuk menerima Wakil Bupati.” Ujar Iye Sutaryat.

Disinggung tentang pemilihan Wakil Bupati adalah DPRD Kabupaten Bekasi. Baik Heri Antono maupun Iye Sutaryat sepakat berpesan agar Wakil Rakyat memilih Wakil Bupati dengan melihat aspirasi Masyarakat Bekasi, bukan berdasarkan ampau yang diterima oleh calon Wakil Bupati.

“Kami percaya, para wakil kami di Parlemen akan mementingkan kepentingan Rakyat Kabupaten Bekasi dari pada kepentingan pribadi.” Tegas Heri Antono, Ketua LPM Kabupaten Bekasi. (Endang)

Yusup Sekjen LPK DPC Kab.Bekasi : Banyak Putra-putri Bekasi Layak Jadi Wakil Bekasi

0

JIB | Kabupaten Bekasi – Bupati definitif Eka Supria Atmaja di sisa periode 2017-2022, untuk mendampingi perlu wakil yang handal dan Kredibilitas dan elagan dalam membangun tatanan pemerintahan Kabupaten yang penuh pemahaman dalam menjalankannya.

Apalagi sampai sekarang banyak yang mencalonkan sebagai wakil Bupati Bekasi itu mendampingi Bupati Bekasi. Sehingga menuai polemik, kemunculan Ahmad Marzuki seorang pengusaha asal Kabupaten Karawang yang akan mendaftarkan diri menjadi Wakil Bupati Bekasi.

Semua ini menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, Birokrat, LSM, Wartawan dan Ormas. Tokoh-tokoh masyarakat,

Salah satunya Lembaga Pembrantas Korupsi DPC Kabupaten Bekasi, sangat tidak elok, dengan adanya cawabup Bekasi dari luar Kabupaten Bekasi. Ini akan kehilangan marwah Bekasi.

Sekjen LPK DPC Kabupaten Bekasi, Yusup yang biasa di panggil kong mpe, sabtu (22/6/2019) menjelaskan ini harus ada kejelasan oleh panitia Pemilihan (Panlih) Cawabup Bekasi agar ada payung hukum, ketika nanti ada permasalahan yang mecuat sudah ada payung hukum yang jelas. Itu yang pertama, yang kedua saya selaku sekjen LPK DPC Kabupaten Bekasi menolak keras apabila ada Cawabup Bekasi dari luar Bekasi.

“Sekali lagi saya menegaskan LPK DPC Kabupaten Bekasi menolak keras Ahmad Marzuki sebagi Wakil Bupati Bekasi, emang ngga ada putra-putra terbaik Bekasi…? Ujarnya.

Kata kong Mpe, ini Bekasi bung, masih banyak masyarakat Bekasi yang layak untuk Cawabup Bekasi, dan berkopenten dan layak Putra-putri terbaik untuk mendampingi Bupati Bekasi,

“Karena putra-putri terbaik Bekasi menurut saya sangat layak, karena mengerti soal Bekasi dan bukan itu saja tapi paham tentang Bekasi, paham tentang kebutuhan orang Bekasi, paham tentang geografis Bekasi, dan paham tentang kultur Bekasi.” Ungkap Yusup biasa di sapa kong Mpe. (Ayunk)

Kapolsek Cikarang timur pimpin apel pengamanan pertandingan sepakbola uji coba Timnas U – 16

0

JIB | Cikarang timur,- Bertempat di stadion wibawa Mukti kelurahan sertajaya kabupaten Bekasi digelar pertandingan sepakbola uji coba Timnas U – 16 Indonesia vs PSSI Bekasi U – 15. Sabtu ( 22/06/2019 )

Kegiatan pengamanan
pertandingan sepakbola uji coba Timnas U – 16 Indonesia vs PSSI Bekasi U – 15, pada apel pengamanan pertandingan sepakbola di pimpin langsung oleh Kapolsek Cikarang timur polres metro Bekasi Kompol Dona zatulo Harefa.

Pada kesempatan apel pengamanan sepakbola Kapolsek menitik beratkan pengamanan sepakbola kepada anggota yang melaksanakan pengamanan 5 points penting agar menjadi perhatian dan dipahami oleh anggota pengamanan.

Berikut atensi yang disampaikan oleh Kapolsek Cikarang timur Kompol Dona zatulo Harefa ” Terima kasih atas kehadiran anggota yang melaksanakan pengamanan hari ini dicek kembali bagi rekan yang belum lengkap.” Ucap Kapolsek Cikarang timur

Lanjut Kapolsek Kompol Dona zatulo Harefa “Ini merupakan pertandingan sepakbola yang di saksikan oleh penonton agar diperhatikan segala hal yang menyangkut keamananan selama berjalannya pertandingan ini”

“Waspadai hal hal sekecil apapun baik orang maupun barang bawaan, yang tidak boleh masuk ke lapangan jangan sampai masuk. perkembangan setiap waktu agar dilaporkan secara berjenjang”. Tambah Kapolsek.

Di akhir arahan Kapolsek mengatakan ” Kita berdoa bersama semoga pelaksanaan selama pertandingan bola kali berjalan dengan baik aman dan lancar ” pungkas Kapolsek Cikarang timur.

Pada pengamanan pertandingan sepakbola uji coba Timnas U – 16 Indonesia vs PSSI Bekasi U – 15, polres metro Bekasi menerjunkan 385 personil gabungan Polsek jajaran polres metro Bekasi dan personil polres metro Bekasi itu sendiri. (Andri)

Sekjen DPP Pejuang Putra Singa Bekasi : tolak Keras Cawabup Bekasi Luar Bekasi

0

JIB | Bekasi- Seluruh masyarakat Bekasi baik Lembaga, Birokrat, LSM, Ormas, Tokoh-tokoh Bekasi, melek akan pencalonan wakil Bupati Bekasi yang di gadang-gadang dari luar Bekasi yaitu daerah Karawang yaitu Ahmad Marzuki, untuk masuk di bursa Cawabup Bupati masa periode 2018-2022.

Lagi-lagi Organisasi masyarakat atau di sebut Ormas yaitu Ormas Putra Pejuang Singa Bekasi besutan Herman, menolak keras dengan adanya cawabup Bekasi dari luar Kabupaten Bekasi.

“Saya selaku sekertaris putra pejuang singa bekasi menolak calon wakil Bupati Kabupaten Bekasi yang bukan dari pribumi bekasi” Jelas Agustin kepada Jurnal Indonesia Baru. Sabtu (22/06/2019).

Lanjut, Agustin yang biasa di panggil Agay. Bisa berpotensi kepada kurangnya pemahaman masalah yang ada d Kabupaten Bekasi, tapi harus, memajukan roda pemerintahan Bekasi, dan bukan itu saja tapi paham tentang Bekasi, paham tentang kebutuhan orang Bekasi, paham tentang geografis Bekasi, dan paham tentang kultur Bekasi, itulah yang perlu di pahaminya.

“Dan perlu di pahami oleh masyarakat Bekasi, dan sadar apabila Cawabup Bupati dari luar Bekasi dan tidak pahami tentang Bekasi akan membawa beban masyarakat Bekasi” Tegasnya.

Masih kata Agay, saya menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bekasi agar berpikir dewasa, dan berpikir kedepan untuk Bekasi.

Depan kecamatan kedungwaringin Jalan Sudah Di Aspal

0

JIB |Kabupaten Bekasi, – Jalan antar penghubung Kedungwaringin Pebayuran tepatnya depan kecamatan kedungwaringin sudah terlihat rapih, Sabtu (22/6/2019).

“Dodi Sekcam Kedungwaringin merasa bersyukur dan Alhamdulillah usulan perbaikan jalan di depan kecamatan direspon dengan cepat, paling tidak untuk sementara”. Ucapnya

Masih kata Dodi, “Harapan saya kedepannya jalan depan Kecamatan bisa dicor sehingga kualitas dan kekuatannya lebih bagus, mengingat kendaraan yg lewat depan kecamatan tonasenya besar”. Tandasnya

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Alhamdulillah berkat usaha dan do’a kita semua, usulan perbaikan jalan di beberapa titik terealisasi tahun ini, diantaranya:

1. Jalan depan kantor kecamatan
2. Tanjakan pasar Bojong, dan
3. Jalan Rawa Kuda

Insya Allah usulan lainnya segera kita dorong agar segera terealisasi, terangnya. (kong mpe)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -