Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 508

Diduga Lakukan Kecurangan Panitia Pilkades Desa Kedungwaringin Dilaporkan

0

Kedungwaringin, Jurnalindonesiabaru.com –
Dugaan kecurangan Pemilihan kepala Desa Kedungwaringin akan dilaporkan ke panitia Pemilihan tingkat Kabupaten serta ke penegak hukum.

Dugaan kecurangan pemilihan kepala Desa Kedungwaringin Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Jawa Barat yang dilakasanakan (26/08/2018) lalu yang dilakulan kepanitiaan pemilihan Calkades KedungWaringin.

Menurut Dirja Sujani Calkades Kedungwaringin nomor urut 1 (satu) kepada Jurnalindonesiabaru.com pihaknya sudah mencium indikasi adanya dugaan kecurangan yang dilakukan Panitia dari sebelum acara Pemilihan kepala Desa (Pilkades) digelar.

“Salah satunya Panitia tidak memberitahu soal dimana tempat, lokasi percetakan surat suara dibuat, dengan alasan untuk menjaga netralitas, itu menurut saya alasan yang tidak mendasar “katanya

masih kata Dirja, Pas sebelum hari pencoblosan para saksi dari masing-masing calon menyaksikan pihak panitia melipat kertas surat suara di kantor Desa, selain ada kelebihan 50 surat suara yang telah disepakati oleh para saksi, eh masih adalagi kertas suaranya lebih tiga lembar dari jumblah DPT 10.173 selain itu waktu penghitungan suara dilaksanakan di tempat pemungutan suara (TPS) para saksi melihat ada surat suara hasil pencoblosan, dalam satu lipatan ada dua lembar.

“Sontak saksi dari pihak saya dan dari saksi calon lainya mempertanyakan kejanggalan sangat di sayangkan pihak Panitia tidak bisa menjelaskan ada apa” Tanya, Dirja minggu (02/09/2018).

Setelah dapet dari laporan warga malam itu, Dirja juga langsung mendatangin panitia di atas panggung saya tanya panitia, kenapa bisa terjadi dalam satu lipatan bisa ada dua kertas suara tapi pihak panitia tidak bisa menjelaskan.

“Akhirinya penghitungan suara di hentikan tapi kenapa panitia malam itu tidak membuat berita acara pemberhentian perhitungan sementara yang ditanda tangani oleh para saksi, terus ke esokan harinya senin (28/08/2018) lagi-lagi Panitia tanpa membuat surat berita acara perhitungan surat suara, yang tidak dihadirkan 4 saksi calon kepala Desa penghitungan suara di kantor Camat Kedungwaringin terus berjalan, Laah Coba Itu” Kata Dirja.

maka dari itu Dirja beserta 3 calon kepala Desa lainya, besok senin (03/09/2018) kita laporkan temuan ini ke panitia pemilihan tingkat kabupaten di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan penegakan Hukum dengan bukti-bukti yang kita punya” tutupnya (MyD/rul)

RT 03/03 Desa Karang Raharja Adakan Fogging Agar Terhindar Dari Penyakit

0

Cikarang Utara, Jurnalindonesiabaru.com -Banyak cara dapat dilakukan untuk mencegah wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Satu di antaranya dengan fogging atau pengasapan. Di kampung walahir RT 03/03, Drsa karang raharja Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, baru-baru ini, seorang anak muda mudi melakukan fogging dengan beberapa rekanya untuk membasmi nyamuk dengan bersama-sama agar terhindar dari DBD, dengan cara fogging atau pengasapan.

Menanggapi hal tersebut Yeyen RT 03/ 03 Desa Karang raharja menjelaskan dengan adanya fogging atau pengasapan ini adalah salah satu bentuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, di sisi lain sangat, bagus membasmi nyamuk malaria( aedesaegypti) agar tidak terjangkit penyakit malaria dengan di adakan fogging atau pengasapan di setiap lingkungan.

“Mudah mudahan tidak terjangkit malaria dengan adanya fogging dan pengasapan” harap, Yeyen pada jurnalindonesiabaru.com, Minggu (02/08).

Theza oktaridwan, mengatakan dengan adanya fogging atau pengasapan Menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan indah. (Usan).

Rutinitas Pengajian Bulanan Diponpes Halqoh El-Istighotsah

0

Cikarang Utara, Jurnalindonesiabaru.com -Acara rutinitas pengajian bulanan yang di adakan di Yayasan pondok pesantren Halqoh El-Istighotsah pada setiap awal bulan. Jatuh pada Sabtu malam Minggu.

Acara pengajian bulanan itu di hadiri jama’ah pondok pesantren Halqoh El-Istighotsah, bapak-bapak maupun ibu-ibu, muda mudi dan lain lainnya dari berbagai daerah di Bekasi dan luar Bekasi, yang begitu semangat untuk hadir menimbah ilmu agama, dan tausyiah Dari para Kyai.

Panitia pengajian bulanan Darman mengatakan, Alhamdulillah acara pengajian bulanan berjalan lancar atas bantuan dan kerjasama panitia dan jama’ah sehingga acara ini bisa terlaksana.

“Bukan itu saja ada 4 hewan hakikah Yang di kurbankan untuk kepentingan si bayi yang lahir, adalah pengorbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah SWT, mengenai bayi yang dilahirkan” Jelas, panitia kepada Jurnalindonesiabaru.com di tempat acara pengajian, Sabtu malam Minggu (02/09).

Dalam ceramahnya KH. Asep Jaenal Aripin mengatakan, sebentar lagi kita akan menghadapi bulan Muharam, Safar, Robiul awal, Robiul Akhir, Syawal, setiap manusia pasti menghadapi kematian pertama, yang harus kita siapkan mendirikan solat lima Waktu, jangan sampai meninggalkan sholat. Yang kedua, Wanhar artinya berkurban, dari sisi kemanusiaan, dalam hal ini ajaran kurban memberikan pesan kepada kita semua bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat hidupnya bagi sesama.

“Hidup yang terasa indah dan nikmat orang yang pandai bersyukur, hidupnya akan terasa nikmat, Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ibrahim : 7 yang artinya: “ Barang siapa yang bersyukur atas nikmatku kata Allah, niscaya aku akan menambah nikmat itu. Akan tetapi barang siapa yang kufur atas nikmat Ku kata Allah, maka azab ku sangatlah pedih .” Tutupnya.

Yayasan Pondok pesantren Halqoh El-Istighotsah yang beralamat di kampung walahir RT 01/03 Desa Karang raharja Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat, pengasuh KH Atin Hayatin Kauni S.Ag, dan Ketua Yayasan H. Suhermanto S.pd.I, MSi. adalah pondok pesantren yang di peruntukkan untuk para santriwan atau santriwati menimbah ilmu agama, Agar mencetak para santriwan dan santriwati yang menjunjung nilai Agama yang berazaskan kepada Sunnah dan Alquran. (Usan)

Polres Metro Bekasi Tetapkan 2 Tersangka Pelaku Pelempar Batu, Dikantor Kecamatan Kedungwaringin

0

CIKARANG UTARA -Jurnalindonesiabaru.com –
Polres Metro Bekasi mengamankan empat warga Desa Kedungwaringin, yang terlibat melakukan perusakan dikantor Kecamatan Kedungwaringin, setelah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di hentikan, akibat kerusuhan yang terjadi dilokasi pencoblosan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito menjelaskan, pada saat pemilihan atau perhitungan suara berlangsung, di tengah perhitungan, ada pendukung yang memancing keributan, karena masa pendukung lain terpancing, sehingga terjadi keributan.

“Walaupun perhitungan belum selesai, mereka sudah ada indikasi bakalan kalah, sehingga langsung bereaksi, karena kondisi sudah tidak kondusif, polisi langsung mengamnakan TPS Kekantor Kecamatan,” ucapnya saat gelar perkara di Polres Metro Bekasi, Jum’at (31/8).

Saat kotak suara di bawa Kekantor Kecamatan Kedungwaringin, Kata Rizal, mereka (pendukung masing-masing calon) pada ikut, karena sudah cape, merasa kalah, dan ada yang memprovokasi, sehingga terjadi keributan.”Kejadian ini sehari setelah pencoblosan, dan masih perhitungan,” ujarnya.

Dia menegaskan, empat orang tersebut diamankan setelah ketahuan melakukan pelemparan kantor Kecamatan Kedungwaringin.”Pada malam itu empat orang langsung kita amankan yang kebetulan ada di TKP,” ucapnya saat gelar perkara di Polres Metro Bekasi, Juma’at (31/8).

Dari keempat yang diamankan, Rizal mengaku, dua orang terbukti melakukan pelemparan, dan ada petugas yang saat itu ada dilokasi melihat dua orang tersebut melempar batu, Sehingga dua orang tersebut di tetapkan sebagai tersangka yakni berinisial SD dan JP.

“Sebenarnya mereka ini hanya mau menyampaikan aspirasi ketidakpuasaan saat Pilkades, karena masih banyak yang tidak mengerti menyampaikan aspirasi kemana, sehingga terjadi seperti ini,” jelasnya.

Dia mengatakan, Pilkades ini dasarnya ada di Perbup, sebenarnya apabila merasa tidak puas, dan mau menggugat bisa langsung ke Dinas terkait.

“Mereka takut tidak di akomodir, sehingga melakukan tindakan seperti ini,” tutupnya
( MyD/rul )

Alasan Nilang, Oknum Polisi Embat HP dan Uang Pengendara Motor

0

poto orangtua dan korban modus oknum polisi yang menilang si pengendara motor.

Cikarang Timur, Jurnalindonesiabaru.com- Muda-mudi mengendarai sepeda motor yang sedang pulang sehabis nagihin kreditan di sekitar bundaran citarik atau jalan lemah Abang rengas Bandung KM 45, sekitar jam 18.30 WIB pada hari Jum’at setelah bahda magrib, (31/08), Diberhentikan oleh oknum polisi berseragam, lalu muda-mudi tersebut di mintai STNK setelah di perlihatkan STNK, malah oknum polisi mengambil HP dan Uang sekitar Rp 70.000.00,- .

Putri mengatakan awal saya pulang dari Citarik di berhentikan oleh bapak-bapak yang memakai jaket Hitam, baju berlogo kepolisian republik Indonesia, oknum polisi tersebut meminta STNK, HP dan Uang.

Percakapan Putri dengan oknum polisi, “Sudah ni STNK kamu, HP dan Uangnya saya bawah, ayo ikut ke Polsek” kata Oknum Polisi kepada Putri, lalu Putri menanyakan kembali ” mau di bawa ke Polsek mana pak” kata Oknum Polisi “Polsek Cikarang”.

” Lalu saya ingin bareng sama oknum polisi yang membawa HP dan Uang, lalu oknum polisi langsung ngebut, lalu saya kejar sempat ilang, pas sampe jalan kali ulu Cikarang, oknum polisi saya teriakin dan berhenti, saya minta HP dan Uang saya, oknum polisi tersebut hanya memberikan HP, lalu kabur membawa uang saya, tapi saya tahu motor yang di Kendarai oleh oknum polisi tersebut memakai Yamaha Mio Nopol B 3661 FHM” papar Putri kepada media online Jurnalindonesiabaru.com.

Tempat terpisah orang tua korban, Endang lalu mengecek langsung ke Polsek Cikarang, tentang oknum polisi yang memakai kendaraan Yamaha Mio dengan Nopol B 3661 FHM, lalu Nopol tersebut di cek sama pihak polisi ternyata motor dengan Nopol B 3661 FHM ternyata bodong.

Dengan demikian tim Media online jurnalindonesiabaru.com mengecek dan memastikan kendaraan Yamaha Mio dengan nopol B 3661 FHM yang di pakai oleh oknum polisi, di aplikasi ternyata dengan Nopol B 3361 FHM itu nomor palsu, yang terdapat di Satlantas mabes Polri jenis Honda Vario NC11B3c itu juga kalau tidak salah.

Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi Kabupaten Bekasi Asep Saepullah menuturkan Oknum polisi tersebut merusak citra baik polisi dengan alasan menilang si pengendara motor di depan bundaran citarik, dan bawa kabur HP dan Uang Pengendara motor, apakah ini di benarkan oleh pihak kepolisian.

” saya meminta kepada Propam atau jajaran Polresta Bekasi agar menindak tegas kepada oknum polisi, karena merusak citra baik kepolisian Republik Indonesia, atau jangan jangan itu polisi gadungan atau modus menakut-nakuti si pengendara motor” Ungkapnya.

Kejadian dan modus ini hampir sama oleh korban kerabat dari bapak Usman, kemarin, sekitar pulang kerja di kawasan 2100 daerah Cikarang Barat, oknum polisi tersebut mengambil HP, pas di lacak melalui Aplikasi ternyata ada di daerah cibutung, dan langsung di laporkan ke Polsek Cikarang Barat. (Red).

Semangat 17 Agustusan Desa Waluya Adakan Malam Gebyar Bersama Artis Ibukota

0

Cikarang Utara, Jurnalindonesiabaru.com -Biarpun Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 73 sudah terlewati Masyarakat Desa Waluya tetap semangat, karena terhalang acara Pilkades, akan Tetapi Desa Waluya Adakan Acara malam Gebyar 17 Agustus di lapangan Perumahan Bumi Citra lestari (BCL), dengan Tema “ Malam Gebyar HUT Kemerdekaan RI Ke 73 Desa Waluya tahun 2018″.

Adapun acara malam Gebyar 17 Agustus di hadiri oleh Wakil Bupati Bekasi H.Eka Suriatmaja SH, Camat Cikarang Utara Muchlis, Kepala Desa Karang Raharja Suhendra Bachtiar, Kepala Desa Waluya Dedi Cahyadi, tokoh Bekasi H.Ojoy Jarkasih, dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Waluya.

Dengan demikian acara malam Gebyar tersebut di hadirkan artis-artis dari Ibukota salah satunya, Evi Sukaesih, Joni Iskandar, Dedi Irama, Maja, Madih dan kawan-kawan, untuk memeriahkank masyarakat Desa Waluya di malam Gebyar 17 Agustusan pada Kamis malam Jum’at (30/08).

Di sela-sela malam gebyar 17 Agustus Camat Cikarang Utara Muchlis mengatakan Acara berlangsung dengan baik, tertib aman dan penuh kekeluargaan.

“Mudah-mudahan dengan acara malam Gebyar yang di adakan di Desa Waluya ini bisa menambahkan nilai-nilai persatuan dan kebersamaan bersama masyarakat” Harapannya.

Ketua panitia gebyar Agustusan Desa Waluya Pujiyono mengatakan biarpun acara 17 Agustus sudah terlewati karena ada acara pemilihan kepala Desa oleh sebab itu baru sekarang kita adakan acara gebyar 17 Agustusan, semoga acara alam gebyar ini berjalan lancar dan tidak halangan.

“Harapan saya dengan adanya acara gebyar ini bisa memberikan semangat kepada Masyarakat, dan bisa lebih baik lagi masyarakat Desa Waluya dan kami perlu kerjasama kepada steackholder masyarakat, media massa dan lain-lain, agar Desa Waluya bisa lebih baik lagi” Tutupnya. (Endang).

Warga Kertasari Menuding Lemah Pengawasan Dinas DPRKPP Kabupaten Bekasi

0

Pebayuran.
Jurnalindonesiabaru.com-
Proyek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang di kelola oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bekasi, yang sedang berjalan di Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi di tuding lemah pengawasan.

Pasalnya, proyek jalan lingkungan (Jaling) di anggap tidak sesuai spesifikasi, hal itu di katakan Didin Kubil (39) selaku tokoh pemuda Kertasari, dirinya menganggap proyek yang di kerjakan persis di depan SMAN 1 Pebayuran tidak luput bari lemahnya pengawas dan konsultan.

“Proyek yang di kerjakan asal jadi di Kelurahan Kertasari tepatnya di depan SMAN 1 Pebayuran, itu tidak luput lemahnya pengawas Dinas terkait dan konsultan, jika pengawas dan konsultan ketat, rekanan kontraktor pasti akan mengerjakan sesuai spesifikasi”. Ungkapnya rabu (29/08) di lokasi kegiatan.

Masih kata Kubil, Tidak seperti kontraktor yang mengerjakan proyek di Kertasari, yang Lapisan Penahan bawah (LPB) nya bercampur dengan tanah, bahkan dudukan papan

begistingnya pun di gali, berapa ketinggian yang akan di kerjakan kontraktor tersebut, itu sudah jelas-jelas merugikan uang Negara, dampaknya akan merugikan masyarakat kertasari.

Saya mewakili Masyarakat Kelurahan Kertasari, berharap agar kepada Dinas terkait harus memberikan teguran secara tertulis kepada kontraktor tersebut”.jelasnya.

Berbeda dengan Wawan atau biasa di panggil One, beliau selaku Konsultan di proyek tersebut, Ketika Jurnalindonesiabaru.com mencoba konfirmasi Via Whatsapp, kamis (30/08) namun yang bersangkutan langsung memblokir seolah tidak mau di konfirmasi, hingga akhirnya berita ini di turunkan.(zw)

Incumbent Maju Dikanca Calkades Pepedan

0

Pemalang, Jurnalindonesiabaru.com – Desa pepedan Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa tengah, seorang perempuan yang muda dan cerdas, Maftuhah memimpin Desa sudah satu periode, banyak sekali kemajuan Desa yang beliau kerjakan dalam satu periode ini.

Dalam pesta Demokrasi, Maftuhah mencalonkan diri menjadi Calkades Papedan Periode 2018 s/d 2024, yang di usung oleh masyarakat Papedan.

Disela-sela kesibukan Maftuhah, kepada Jurnalindonesiabaru.com pada hari selasa (28/08), mengatakan Alhamdulilah kami sudah mendaftar sebagai bakal calon kades. Insya Allah berkas persyaratan sebagai bakal calon kepala Desa Papedan sudah sesuai prosedur.

“Saya berharap mudah-mudahan Pilkades Papedan berjalan lancar, aman dan kondusif seperti Pilkades 5 Tahun lalu” paparnya.

Maftuhah juga, Insya Allah apa bila di kasih kepercayaan lagi oleh masyarakat Desa Papedan untuk memimpin lagi akan kami lanjutkan pembangunan yang belum selesai.

Desa Papedan dengan jumlah hak pilih kurang lebih 1.600 hak pilih, Pemilihan Calkades Papedan di laksanakan hari Minggu 7 Oktober 2018 nanti.(M.Abadan).

Pengajuan Tak Kunjung Direalisasikan Akhirnya Pagar SDN 01 Cipayung Roboh Dinas Pendidikan Masa Bodoh

0

Cikarang Timur, Jurnalindonesiabaru.com –
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Cipayung Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Jawa Barat, membutuhkan bantuan pemagaran sekolah. Karena pagar yang sudah ada kontruksinya sudah rapuh dan roboh selain untuk menjaga keamanan aset sekolah dan kegitan belajar mengajar jadi terganggu karena berbagai jenis hewan peliharaan yang leluasa masuk ke dalam perkarangan sekolah.

” Ya, pemagaran sekolah itu salah satu prioritas kami sebab, kalau tidak banyak hewan peliharaan masuk serta kegitan belajarpun terganggu,” kata Kepala SDN 01 Cipayung Hj Yeti Ratna Dewi SPD.MM.PD kepada Jurnalindonesiabaru.com Selasa (28/08/2018).

Masih kata, Dewi Ironisnya, upaya keras yang dilakukan pihak sekolah seperti mengajukan proposal sampai saat ini masih belum membuahkan hasil dari pemeritah.” Pembangunan pagar sangat penting dilakukan karena dapat mendukung proses belajar mengajar khususnya bagi kenyamanan para siswa,” tuturnya.

Selain itu, dengan kondisi sekolah saat ini dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.” Apalagi sekolah tidak memiliki penjaga. Karena itu, kami berharap pemerintah yang berkompeten bisa memperhatikan kebutuhan sekolah ini,” jelasnya.

Pihaknya memaklumi bila usulannya tersebut belum mendapat perhatian, karena ia meyakini yang melaporkan usulan tidak hanya dari sekolahnya saja tetapi juga dari pihak sekolah lain.” Meski pun demikian kami tetap berharap kebutuhan pagar sekolah menjadi prioritas pemerintah untuk sekolah ini,” pungkasnya.

Ditempat terpisah” Iwan kepala Bidang Investigasi LSM Solidaritas Nasionalis Intelektual Peduli Rakyat (Sniper) Seharusnya pemerintah Kabupaten Bekasi memprioritaskan Sarana dan prasarana yang dibutuhkan Sekolah”ucapnya

Pagar dilingkungan sekolah itu sangat Penting selain untuk keamanan, kegiatan belajar mengajarpun tidak terganggu jika terus dibiarkan akan mempengaruhi konsentrasi belajar anak sebab tidak ada pagar memudahkan hewan perlihara’an milik warga berkeliaran masuk ke area sekolah”pungkasnya
( MyD/rul )

Merasa Hak Demokrasi Dibatasi Ratusan Warga Desa Karangharja Grudug Kantor Kecamatan Pebayuran

0

Pebayuran, Jurnalindonesiabaru.com –
Ratusan warga Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi berbondong-bondong mendatangi Kantor Camat Pebayuran, Rabu (29/7/2018).

Warga memadati halaman kantor Camat dan beramai-ramai menyerukan kalimat “keadilan” berulang kali. Sembari membawa kertas bentang dengan beragam tulisan.

“Usut tuntas Pilkades?? Karang Harja“. Demikian kalimat tertulis pada spanduk yang dipegang 2 orang. ‘Panitia curang kami meminta pemilihan ulang‘ tertulis pada spanduk lainnya.

“Karang Harja butuh keadilan !!!! ” seru salah seorang pendemo.

Perwakilan Calon Kades Karanghrja Nomor 2 Ujang Bustaman, M. Anton Koboy, usai audiensi dengan pihak musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) menjelaskan pertemuan itu.

“Kita sampaikan aspirasi pelaksanaan Pilkades yang tidak konsekuen, banyak kejanggalan. Penutupan dimajukan, dari jam 07.00 sampai 14.00 menjadi jam 12.00,” katanya kepada media massa.

Akibat hal itu, 463 warga dalam DPT kehilangan hak pilih dari total 5.719 orang, pada demonstrasi itu juga hadir massa calon kades nomor urut 1 Mintra.

“Kami beranggapan ada diskriminasi pemilih oleh panitia. Ada apa? Jadi kami mohon sebagai perwakilan, muspika dan muspida menindaklanjuti,” katanya.

Lanjut Anton, pada dusun 3 ada dugaan penggelembungan suara. Dari 1.430 DPT, ketika penghitungan selesai justru ada 1.961 lebih 531.

“Pihak Camat merespons dengan baik. Besok kita laporkan tertulis kepada bupati dengan tembusan ke camat, DPMPD, DPRD, Polres, Kodim dan lainnya,” kata Anton.

Apabila tuntutan pilkades ulang tak terpenuhi, Anton dan massa akan memperjuangkan hal itu hingga ke Mahkamah Konstitusi.

“Kalau memang tidak diulang, kita akan kriminalkan panitia karena 1 suara saja sangat berarti,” jelasnya.

Usai perwakilan selesai diterima, mereka membubarkan diri dengan tertib.

Demo tersebut di kerahkan sekitar 32 personil polisi beserta Satpol PP dan TNI bersiaga di hadapan demonstran. Sampai berita ini diturunkan, mediasi masih berlangsung. (MD)
(MyD/rul)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -