Thursday, February 26, 2026
Home Blog Page 200

“Petani Bekasi Belum Merdeka” Pemkab Bekasi Dinilai Tak Serius Urus Petani

0




JIB | Kabupaten Bekasi- Puluhan petani didelapan kecamatan Kabupaten Bekasi mengaku kesulitan air saat musim tandur tiba.

Petani Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Syarif mengatakan air menjadi salahsatu kebutuhan pokok para petani apalagi saat musim kemarau tiba.

“Kami selalu kwalahan setiap musim tandur, karena harus membendung kali CBL agar air mengalir ke persawahan kami,” keluhnya.

Oleh sebab itu, laki-laki yang dikenal sebagai aktivis dan juga politisi itu meminta Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan segera meninjau Bendungan Cikarang Jati untuk melihat kondisi lokasi tersebut.

“Jika hal ini tetap dicuekin petani didelapan kecamatan akan mengalami kekeringan sehingga gagal panen,” kata dia.

Dia menyebutkan, kalau Pemkab Bekasi tak mampu menangani hal ini lebih baik mundur, karena persoalan ini jangan dianggap mudah.

“Petani adalah salahsatu penyumbang pajak, sekaligus berkontribusi untuk ketahanan pangan,” kata dia.

Syarif menilai, Pemerintah Kabupaten Bekasi tak serius urus persoalan petani, dalam waktu dekat jika tidak ada tanggapan serius pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran.

“Ya, dalam waktu dekat ini kami akan aksi demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi kami,” tegasnya.

Hal demikian, kata dia, pertanian merupakan sumber penghasilan masyarakat wilayah utara dan lahan pertanian abadi dinilai omong kosong belaka.

“Petani tak butuh bantuan komben, mesin disel, petani hanya butuh air yang cukup bukan sekedar penyuluhan bahkan seremoni pembagian bibit,” pungkasnya (AS).

XTC PAC Kedungwaringin Kawal Program Vaksinasi Massal

0




JIB | Kabupaten Bekasi- Organisasi Masyarakat XTC PAC Kedungwaringin ikut serta mengawal pelaksanaan vaksinasi di Desa Karang Harum, Kecamatan Kedungwaringin.

Turut hadir dalam acara tersebut, Camat Kedungwaringin, Kepala Desa Karangharum, serta Mupika setempat, Sabtu (14/8).

“Kami bangga dengan peran aktif anggota XTC membantu pemerintah dalam program vaksinasi sebagai upaya penanganan Pandemi Covid-19,” ucap Human Indra Gunawan.

Laki-lagi yang disapa akrab Gangga itu berharap XTC Kedungwaringin terus mengawal program pemerintah untuk mewujudkan herd immunity alias kekebalan komunal.

“Vaksinasi kurang lebih 250 vaksin untuk tahap ini,” ungakapnya.

Menurutnya ada dua hal yang perlu dijaga yakni keselamatan rakyat dan perekonomian.

Keduanya bisa berjalan lantaran persoalan kesehatan dan ekonomi tidak dapat dipisahkan.

“Dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat dari paparan virus Corona kuncinya dengan menegakkan disiplin protokol kesehatan ketat dan pengaturan mekanisme salah satunya dengan vaksinasia secara masif,” tuturnya..

Hal senada dikatakan Penasehat XTC Kabupaten Bekasi, Yusup vaksinasi ini adalah salah satu program utama Satgas Covid 19 Kabupaten Bekasi.

Dalam upaya mencegah wabah coronavirus disease 2019, oleh sebab itu pihaknya terus mengawal kegiatan vaksinasi.

“Pemerintah sedang gencar mengadakan vaksinasi setiap hari untuk masyarakat,” ungkapnya.

Kita berharap anggota XTC dapat berperan serta dalam mengawal program-program pemerintah sehingga mewujudkan Kabupaten Bekasi lebih baik.

“Saya harap begitu juga pada pemerintah agar mendukung dan mensuport kegiatan kami dalam pengawalan,” pungkasnya (Aang)

Ketua DPRD Kab Bekasi H.M BN Holik Qodratullah, SE.M,Si. : HUT Gerakan Pramuka Ke 60, Menunjukan Loyalitas, Orang Hebat dan Memajukan Negara dan Bangsa RI.

0


JIB | KABUPATEN BEKASI- Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-60 tingkat Kabupaten Bekasi di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi Cikarang Pusat.

Apel Besar Hari Pamuka ke-60 tingkat Kabupaten Bekasi, diikuti oleh utusan Pramuka dari 23 kecamatan, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, memakai masker, menjaga jarak, dan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki lapangan, pada Sabtu (14/08/2021).

Dalam sambutannya, Dani Ramdan, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bekasi, mengajak Pramuka untuk menjadi duta perubahan perilaku yang dapat memberi contoh kepada masyarakat, terutama perilaku hidup sehat di masa pandemi Covid-19.

“Dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru, Pramuka diharapkan dapat memberi contoh untuk mengubah perilaku masyarakat luas, agar hidup lebih sehat dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19,” ujarnya.



Tempat yang sama Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bekasi, Hudaya mengatakan, di masa pandemi Covid-19 saat ini, kegiatan Pramuka untuk sementara tidak dapat dilakukan secara terbuka dan melibatkan banyak orang, tapi diganti dengan latihan dan pembinaan tatap muka secara terbatas serta pelatihan secara virtual.

“Dari awal pandemi, Pramuka Kabupaten Bekasi sudah banyak melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti membagikan masker, handsanitizer dan edukasi prokes kepada masyarakat,” ungkapnya.

Terpisah Ketua DPRD Kabupaten Bekasi H.M BN Holik Qodratullah, SE.M,Si. Mengatakan Dalam kesempatan ini saya hadir mengikuti upacara hari ulang tahun pramuka yang ke 60, di plaza Pemkab Bekasi yang pada prinsifnya adalah ini momentum mengingatkan kita, kepada sosok-sosok tunas bangsa kedepan.

“Mudah-mudahan peringatan ini, mengingatkan kita semua agar tunas bangsa kedepan menjadi sosok seorang figur bersahaja, berlandaskan pada sesuatu kekuatan bagaimana dalam menjalankan menjadi sesuatu ketentuan di dalam pramuka itu, ini semua berdasarkan dasa darma pramuka yang 10 poin, yang telah terakumulasi dari pada semua sosok figur atau kepribadian yang tertuang dalam dasa darma pramuka tersebut.” Jelas, BN Holik kepada Jurnal Indonesia Baru saat di wawancarai.

Lanjut, BN Holik. Benar-benar ini mengingatkan dan menjiwai dari pada apa yang menjadi seorang pramuka. Saya pikir hidup kita menjadi orang baik dan akan tumbuh kedepan sebagai generasi-generasi penerus berlandaskan kepada kepribadian tangguh, jujur, penuh tanggungjawan dan amanah.

“Harapan saya semua ini mengingatkan kita kepada hal-hal yang lebih baik,, jadi saya senang bisa hadir di tengah-tengah, rekan-rekan, temen-temen, kakak-kakak dan adik-adik pramuka yang telah menunjukan loyalitasnya untuk senangtiasa tumbuh berkembang orang-orang hebat dalam rangka memajukan Negara dan Bangsa Republik Indonesia” Tutupnya.

Biro Bekasi : Endang Prabu

Kompol Bobby Kusumawardhana, SH, S.I.K.,M.Si., Berikan Sembako di Wilayah Cikarang Pusat

0

JIB | Kabupaten Bekasi, – Meski tengah menjalani pendidikan sebagai siswa Serdik Sespimmen Polri, mantan Kapolsek Cikarang Pusat Kompol Bobby Kusumawardhana, SH, S.I.K., M.Si masih sangat peduli terhadap warga yang terdampak pandemi COVID-19.

Kompol Bobby Kusumawardhana SH, S.I.K., M.Si menyambangi wilayah yang pernah menjadi tempat bertugasnya dengan berbagi bantuan sosial berupa puluhan paket sembako, masker dan handsanitizer kepada para lansia di wilayah Kp.Cicau PLN Rt.002/005 Ds.Cicau Kec.Cikarang pusat Kab.Bekasi. Sabtu (14/8/21).

Dalam kegiatan ini Kompol Bobby Kusumawardhana, SH, S.I.K., M.Si didampingi oleh Personil Polsek Cikarang Pusat.

“Saya turut prihatin dengan kondisi masyarakat yang terdampak dari pandemi ini. Untuk itu saya tergerak untuk membantu warga, Walau sedang menjalani pendidikan sebagai Serdik Sespimmen 61 Polri Lembang, saya terpanggil untuk membantu warga Cikarang Pusat” jelas Kompol Bobby Kusumawardhana.

Seperti diketahui Kompol Bobby Kusumawardhana, SH, S.I.K.,M.Si., pernah menjabat sebagai Kapolsek Cikarang Pusat hampir 1,5 tahun pada tahun 2014.

Pembagian bantuan sebanyak puluhan bungkus paket sembako, masker dan hanitazier ini diutamakan ke para Lansia di RT 002/005 Desa Cicau Kec.Cikarang pusat Kab.Bekasi.

“Dengan bantuan ini semoga dapat mengurangi beban ekonomi warga yang terdampak covid- 19, dan saya juga berpesan kepada masyarakat Cicau Pln Cikarang pusat untuk tetap menjalankan ProKes,”imbuhnya.

Ibu Parnih, (70) tahun Lansia warga Kp.Cicau PLN RT. 02/05 Ds. Cicau yang mendapat Sembako mengucapkan terimakasih atas pemberian ini kepada Kompol Bobby Kusumawardhana, SH, S.I.K., M.Si.

Biro Bekasi : Endang Prabu

Dengan Semangat Hari Jadi Kab. Bekasi Ke 71, HUT RI Ke 76 Kades Mekar Mukti Dede Sulaiman “Satukan Tekad Untuk Bekasi”

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- memasuki usia 71 tahun tepat pada tanggal 15 Agustus 2021. Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat ini dibentuk pada tanggal 15 Agustus 1950 lalu.Kepala Desa Mekarmukti Dede Sulaiman pun menaruh harapan yang besar pada perkembangan Kabupaten Bekasi di tahun-tahun mendatang.

Menurut Kepala Desa mekar Mukti, Kecamatan Cikarang Utara , Kabupaten Bekasi Sebagai putra daerah kami sangat bangga atas kemajuan Kabupaten Bekasi yang sangat cepat.“Semoga ke depannya pembangunan, program dan kegiatan dapat ditingkatkan untuk mensejahterakan masyarakat,” Ucap Kepala Desa mekar Mukti Dede Sulaeman. Sabtu (14/08/2021).

Dia juga berharap masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya di Desa mekarmukti untuk lebih mempererat tali persaudaraan, saling peduli, untuk lebih produktif secara bersama membangun Kabupaten Bekasi yang lebih maju.“Dengan semangat hari jadi Kabupaten Bekasi , mari kita tingkatkan kepedulian sosial, kebersamaan dan satukan tekad untuk kab Bekasi yang lebih baik,” ujarnya.

“Semoga ke depannya Kabupaten Bekasi semakin maju di semua bidang,” BEKASI BERANI ( kabupaten Bekasi berani berantas pandemi ),” sambungya.

Biro Bekasi : Endang Prabu

Pemkab Bekasi Dinilai Tak Serius Urus Petani

0




JIB | Kabupaten Bekasi- Puluhan petani didelapan kecamatan Kabupaten Bekasi mengaku kesulitan air saat musim tandur tiba.

Petani Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Syarif mengatakan air menjadi salahsatu kebutuhan pokok para petani apalagi saat musim kemarau tiba.

“Kami selalu kwalahan setiap musim tandur, karena harus membendung kali CBL agar air mengalir ke persawahan kami,” keluhnya.

Oleh sebab itu, laki-laki yang dikenal sebagai aktivis dan juga politisi itu meminta Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan segera meninjau Bendungan Cikarang Jati untuk melihat kondisi lokasi tersebut.

“Jika hal ini tetap dicuekin petani didelapan kecamatan akan mengalami kekeringan sehingga gagal panen,” kata dia.

Dia menyebutkan, kalau Pemkab Bekasi tak mampu menangani hal ini lebih baik mundur, karena persoalan ini jangan dianggap mudah.

“Petani adalah salahsatu penyumbang pajak, sekaligus berkontribusi untuk ketahanan pangan,” kata dia.

Syarif menilai, Pemerintah Kabupaten Bekasi tak serius urus persoalan petani, dalam waktu dekat jika tidak ada tanggapan serius pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran.

“Ya, dalam waktu dekat ini kami akan aksi demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi kami,” tegasnya.

Hal demikian, kata dia, pertanian merupakan sumber penghasilan masyarakat wilayah utara dan lahan pertanian abadi dinilai omong kosong belaka.

“Petani tak butuh bantuan komben, mesin disel, petani hanya butuh air yang cukup bukan sekedar penyuluhan bahkan seremoni pembagian bibit,” pungkasnya (Red).

Anggaran Covid 19 Dan Stiker Bansos Pj Bupati Bekasi Di Pertanyakan Masyarakat

0
Ketua Jaringan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa (Japmi) Kabupaten Bekasi : Mat Atin atau disapa akrab Ujo




JIB | Kabupaten Bekasi- Anggaran pembuatan Bansos berstiker Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan disoal Lembaga Pemberantas Korupsi yang menuai pertanyaan.

Hal itu selaras dikatakan Ketua Jaringan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa (Japmi) Kabupaten Bekasi, Mat Atin atau disapa akrab Ujo yang menilai Pj Bupati Bekasi, sejak dilantik hanya melakukan seremonial dan berselefi ria ditengah suhu politik Kabupaten Bekasi.

“Perlu kita pertanyakan tujuan dan pembuatan stiker itu dasar keinginan siapa?. Apa dari dinas, atau memang keinginan Pj Bupati Bekasi untuk perkenalan,” tanya Ujo.

Kalau memang tujuannya hanya untuk perkenalan, kata dia, masyarakat tidak membutuhkan hal itu, namun yang ia inginkan adalah keterbukaan informasi terkait anggaran Covid 19.

“Anggaran Covid 19 Kabupaten Bekasi itu sangat luar biasa mencapai kurang lebih 1,3 Triliun untuk apa aja dana itu dipakai,” tegasnya.

Menurutnya, banyak persoalan yang harus dibenahi oleh Pj Bupati Bekasi diantaranya anggaran Covid 19 hingga saat ini belum ada kejelasan rinciannya dalam web resmi.

“Mestinya Pj Bupati Bekasi membenahi persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Bekasi, bukannya asik-asik berselfi ria dengan masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya menginginkan, anggaran Covid 19 yang sudah terealisasi untuk segera diupdate dalam web resmi Covid 19 Kabupaten Bekasi guna memberikan hak masyarakat dalam keterbukaan informasi publik.

“Menggarisbawahi dengan tebal bahwa salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh Informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tandasnya. (Red)

Ketua PWI Bekasi Raya Sebut PJ Bupati Bekasi Salahi Aturan PPKM

0




JIB | Kabupeten Bekasi- Anggaran pembuatan Bansos berstiker Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menuai pertanyaan masyarakat.

Seperti yang dikatakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Melody Sinaga kita perlu memahami terlebih dahulu tugas prioritas Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan selama satu bulan kedepan sesuai instruksi Kemendagri.

“Terkait pencitraan penyaluran Bansos yang ada tempelan striker Pj Bupati Bekasi, saya pikir terlalu dini jika diartikan demikian” ucap Melody (11/8).

Ditanya mengenai anggaran pembuatan stiker Pj Bupati Bekasi yang diduga memakai dana APBD, ia menyebutkan hal tersebut harus dilakukan melalui identifikasi terlebih dahulu.

“Soal dugaan pelanggaran yang dilakukan Pj Bupati Bekasi yaitu saat pembagian sembako karena terjadi kerumunan massa,” sebutnya.

menurutnya, secara aturan jelas salah karena hal itu dilakukan pada tengah-tengah pemberlakuan PPKM Darurat.

Juru Bicara Satgas Covid 19 harus memberikan penjelasan kepada publik jangan hanya diam ketika ada pertanyaan.

“Jadi bukan malah diam kalau ada yg mengkonfirmasi” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan

Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi, Asep Saepullah menduga pembuatan stiker bergambarkan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan memakai dana APBD Kabupaten Bekasi yang dikelola pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

Dimana ekonomi masyarakat sedang menurun akibat pandemi Covid 19 terlebih PPKM Darurat kembali diberlakukan.

Hal tersebut tidak mengurangi niatan Pj Bupati Bekasi melakukan pencitraan dengan menggunakan uang rakyat.

“Sangat miris ketika kepala daerah hanya mementingkan kedudukan pribadi, padahal banyak PR yang lebih penting untuk segara diselesaikan,” ucapnya, senin (9/8).

Diketahui, penyaluran Bansos bagi warga terdampak Covid 19 itu hasil dari bentuk kepedulian Aparatur Sipil Negara terhadap masyarakat Kabupaten Bekasi.

Dalam surat perintah Bupati Bekasi Nomor 800/189/Tapem juga tidak disebutkan anggaran bahkan pembagian sembako memakai stiker Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan.

“Lebih parahnya lagi dalam pembagian paket sembako itu terlihat berkerumunan massa serta tidak ada batas jarak yang harus dibatasi,” kata dia.

Padahal, kata Asep, Satgas Covid 19 Kabupaten Bekasi tengah gencar melakukan sosialisasi gerakan Bekasi Berantas Pandemi (Berani) namun slogan itu dinilai hanya omong kosong.

“Dengan slogan itu mestinya Pj Bupati Bekasi sebagai kepala daerah memberikan contoh baik kepada masyarakat, bukan malah mengundang kerumunan yang akan membuat klaster baru Covid 19,” tandasnya. (Red)

Pedagang SGC Menjerit,  Level 4 Diperpanjang, Pikirkanlah Pemerintah Nasib Pedagang

0

JIB| Kabupaten Bekasi – Keputusan diperpanjangnya PPKM Darurat level 4 oleh Pemerintah, membuat resah para pedagang yang berada di Sentra Grosir Cikarang (SGC), Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Rabu (11/08/2021).

Sejak diberlakukannya PPKM darurat yang sudah satu bulan lebih SGC lumpuh total, tidak adanya aktivitas  para Pedagang  untuk berjualan didalam mall tersebut.

Puluhan pedagang yang tergabung di Peguyuban Pedagang (PP) SGC bersama sama kibarkan  bendera putih dan memegang sepanduk di depan Jl. Re Martadinata,  sambil  menyanyikan   lagu kebangsaan  Indonesia Raya.

Hal itu juga diucapkan oleh H. Febri selaku Sekjen PP SGC,  diberlakukannya PPKM darurat kami menyerah, kami meminta kepastian kepada  Pemerintah.

“Jelas kami meminta kepastian kepada Pemerintah, karena nasib perekonomian kami bergantung pada dibukanya SGC untuk bisa beraktifitas kembali.” ucapnya

Dirinya juga menjelaskan, kami mendukung PPKM darurat yang diberlakukan oleh Pemerintah, tapi lihat nasib kami para pedagang yang sampai saat ini tidak bisa beraktifitas karena ditutupnya  SGC.



“Kita sudah lakukan audensi dengan Dinas Perdagangan, oleh  ketua DPRD Kabupaten Bekasi, tapi  belum ada pergerakan  saat ini masih ditutup SGC, bukan hanya nasib para pedagang, akan tetapi  bagaimana  ribuan karyawan yang ada di SGC  yang terkena dampaknya sedangkan perhatian dari pemerintah pun kami tidak pernah dapat.” tuturnya

PP SGC juga mengatakan sudah melakukan anjuran  dari pemerintah, yaitu dengan mengikuti program vaksinasi, bukankah kami juga tergolong pelaku UMKM, bahkan kami tergolong ekonomi kebawah tapi kenapa SGC sampai saat ini belum bisa buka, bagaiamana bisa para pedagang memulihkan ekonomi.

“Kami menekan kepada Pemerintah Daerah maupun pusat, agar SGC segera dibuka untuk kami berdagang kembali .” Singkatnya Febri.

Hal senada juga disampaikan oleh Erwin Tanjung Ketua PP SGC, dengan aksi ini kami berharap pemerintah bisa melihat aspirasi kami.

“Hasil audensi kami saat itu, DPRD akan membawanya ke Forkopimda, dengan menunggu itu kami akan terus berjuang agar dapat bisa di bukanya SGC ini.”  Pungkasnya ( Ang)

Pj Bupati Bekasi Diminta Jangan Tidur, Tanggul Citarum Menyelimuti Keresahan Warga

0

JIB | Kabupaten Bekasi- Petani Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Syarif keluhkan kinerja baik Pemerintah Pusat maupun Kabupaten Bekasi soal pembangunan tanggul Citarum yang terletak di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pembayuran.

Diketahui, tanggul tersebut sempat jebol lantaran banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi beberapa bulan lalu yang mengakibatkan 35 rumah warga sekitar rusak.

“Hingga saat ini kami belum juga mendapat kepastian kapan proyek itu selesai. Apa mesti jebol lagi yang ke dua kalinya?,” Keluh Syarif, (11/8).

Laki-laki yang dikenal sebagai aktivis dan juga politisi itu menyebutkan pemerintah tak serius urus tanggul Citarum, padahal Peresiden Jokowi dan Mentri PUPR bahkan dari pihak Provinsi Jawabarat sudah meninjau langsung lokasi tanggul tersebut.

“Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan jangan tidur ditengah keresahan warga babakan banten, karena tanggul masih rawan longsor,” sebutnya.

Mengingat Pj Bupati Bekasi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawabarat tentunya ia mengetahui kondisi tanggul tersebut.

“Oleh sebab itu, kami meminta Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan sebagai pemangku kebijakan tertinggi di Kabupaten Bekasi segera mengambil tindakan tepat agar warga Kecamatan Pebayuran tidak lagi diselimuti keresahan,” kata dia.

Syarif menjelaskan, sudah hampir satu tahun tanggul babakan banten ini tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Pusat. Apalagi Pemkab Bekasi yang terkesan cuek akan hal ini.

“Pj Bupati Bekasi jangan cuek dan asik wara wiri, kami hanya minta kepastian kapan pembangunan ini terealisasi,” tandasnya (as/sri).

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -