Saturday, February 28, 2026
Home Blog Page 269

Dimasa Pandemi Covid -19 dan Bulan Suci Ramadhan Korban Rumah Ambruk di Bantu Bupati Bekasi

0

JIB | KABUPATEN BEKASI, – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp25 juta kepada Ibu Sarnih (60) yang rumahnya ambruk di Kampung Pulo Gelatik RT.03 RW.04 Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Senin (11/5).

Bupati menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah yang dialami oleh keluarga Ibu Sarnih. “Kita semua berharap musibah serupa tidak akan terjadi lagi menimpa saudara-saudara kita yang lain kedepannya,” ujarnya.

Bupati berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi keluarga Ibu Sarnih. “Mari kita jaga dan lestarikan budaya gotong-royong terhadap saudara kita yang lagi tertimpa musibah,” ungkapnya saat memberikan bantuan kepada Ibu Sarni.

Selain memberikan bantuan, Bupati juga membagikan uang kepada anak kecil untuk berbuka puasa. Dirinya mengimbau agar masyarakat tidak panik menghadapi wabah corona, “Mudah-mudahan cepat selesai wabah corona ya bu,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Camat Sukakarya, Encun Sunarto mengatakan, Pemerintah Kecamatan Sukakarya bersama unsur muspika dan Desa dibantu Babinsa AD serta Bimaspol turut serta dalam mengawasi kegiatan pembangunan rumah Ibu Sarnih agar cepat selesai dan dapat ditempati.

“Kami atas nama Pemerintah dan Muspika Sukakarya mengucapkan terimakasih. Semoga bantuan tersebut bermanfaat untuk Ibu Sarnih,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaindah, Endang Syuhada mengatakan, Pemerintah Desa Sukaindah akan terus berupaya meringankan beban masyarakat dengan program pemerintah baik program pusat maupun Daerah.

Menurutnya, peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama membangun desa, dan budaya lokal (gotong-royong) jangan sampai hilang ditelan zaman.

“Kami akan terus berupaya jangan sampai di Desa Sukaindah ini masih ada rumah warga yang tidak layak huni,” tutupnya. (ADV)

LSM GMBI Gelar Baksos, Bagikan Masker dan Takjil di Pertigaan Cibarusah

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Dalam rangka mencegah penyebaran covid 19 dan berbagi di bulan ramadhan.LSM GMBI Ranting Cibarusah Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi.menggelar kegiatan baksos bagi-bagi masker dan takjil berbuka puasa di pertigaan Cibarusah dan sekitarnya.

Dari pantauan media online jurnalindonesiabaru.com pada Senin (11/05/2020) di lokasi kegiatan baksos yang di gelar LSM tersebut,terlihat Engkar Panglima LSM GMBI dan para anggotanya dengan bersemangat membagikan masker dan takjil berbuka puasa pada pengendara motor dan mobil maupun pejalan kaki yang melintas di jalan tersebut.

Engkar Panglima LSM GMBI saat di konfirmasi media online jurnalindonesiabaru.com di lokasi mengenai perihal kegiatan tersebut menuturkan,” Dalam rangka mencegah penyebaran covid 19 dan berikut menghadapi bulan suci ramadhan pada kali ini.LSM GMBI ranting Kecamatan Cibarusah dan para anggota menggelar kegiatan baksos ujarnya.

Adapun dalam baksos yang di gelar oleh LSM GMBI adalah merupakan kepedulian dari kami semua sebagai anggota LSM GMBI Kecamatan Cibarusah, dan sekaligus merupakan dukungan dari kami untuk mencegah penyebaran covid 19. serta kepedulian kami untuk berbagi dalam bulan suci ramadhan kali ini dengan membagikan takjil berbuka puasa pada pengendara motor dan mobil maupun penjalan kaki yang melintas di jalan tersebut. semoga dengan kegiatan baksos yang di gelar oleh LSM GMBI pada kali ini. merupakan kepedulian sosial yang akan tertanam terus oleh LSM GMBI untuk selalu peduli pungkasnya.(ds/end)

Kucep PJ Desa Sukasari : Berikan Bantuan Sosial Sesuai Harapan Masyarakat

0

JIB | SERANG BARU, BEKASI,- Kucep S.Pd. M.Si,. Pj Desa Sukasari Kecamatan Serang Baru kabupaten Bekasi, mengklarifikasi perihal beredarnya pemberitaan di media sosial keluarga Jamhuri (85) dan istri yang tidak mendapatkan bantuan sosial (Sembako), di tengah pandemi Covid -19.

Pj Kucep menegaskan, bahwa saudara Jamhuri dan istri telah terdaftar di bantuan BNPT dan KIS sejak 2018 jadi beliau jelas tidak kami masukan dalam pendataan penerima bantuan sosial lainnya, agar tidak terjadi data penerima tumpang tindih dan untuk kelayakan tempat tinggal pun kami sudah ajukan di program RUTILAHU untuk beliau.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk pendataan bansos yang terdampak pandemi Covid -19, saya sendiri yang akan turun kelapangan untuk memastikan hal itu” Ucap Kucep saat di sambangi awak media jurnalindonesiabaru.com, Senin 11 Mei 2020 di kantor Desa Sukasari Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi.

Masih kata Pj Kucep, untuk keluarga Jamhuri sendiri telah kami pikirkan dan akan kami berikan bantuan swadaya mandiri di luar bansos, semoga semua berjalan lancar dan pandemi Covid-19 bisa cepat selesai.

“Dan kita semua di berikan kesabaran dan kesehatan agar amanah jabatan ini bisa saya emban dengan sebaik baiknya,” ujarnya.

Tempat yang sama Ahmad Sahroni ketua RT 006/003 membenarkan bahwa keluarga Jamhuri dan Istri sudah dapat bantuan BPNT dan kesehatan KIS sejak 2018 dan telah saya daptarkan di program RUTILAHU untuk rumahnya.

“Saya selalu berikan sosialisasi kepada warga saya setiap ada program dari pemerintah, bukan hanya itu kalau memang berhak mendapat saya pasti dapat sesuai data,” tuturnya.

Sementara Camat Serang Baru Barnas saat di konfirmasi melalui whatsapp mengatakan terkait permasalahan itu, kita sudah koordinasi dengan petugas sosial Desa, bahwa bapak Jamhari sudah mendapatkan BNPT dan KIS.

“Semua lapisan masyarakat harus turut serta bahu membahu saling tolong menolong, dan gotong royong di dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).” Ujarnya.

Sambung, Barnas. Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, jaga kesehatan sesering mungkin cuci tangan, gunakan masker, sosial distancing dan fisikal distancing, selalu terapkan agar kita semua segera dapat menghentikan penyebaran Covid-19.

“Saya berharap agar masyarakat paham dengan bantuan yang di dapat dari pemerintah, agar tidak tumpang tindih, dan insya Allah wilayah Serang Baru, sudah merata bantuan sosial” Tutupnya.

Biro Bekasi ; Endang Prabu

Pendistribusian Bansos Kabupaten Bekasi Sesuai Harapan Masyarakat

0

JIB | Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi – Bantuan sembako untuk yang terdampak virus Corona Virus (Covid-19) yang berasal dari usulan masing masing desa dan Kecamatan, Jumat (08/5/20).

Untuk Kabupaten Bekasi yang awalnya berjumlah 152,000 KK akan tetapi sekarang ini berjumlah 158,300 KK. Terutama di validasi dengan program PKH, BPNT dan program yang dari kementerian sosial atau Pusat .

Semuanya itu kita sanding data sehingga tidak Double, sedang untuk pendistribusiannya ke masing masing desa mengambil di masing masing titik.

Untuk pengambilan logistik di bulog itu sendiri berada di Purwasari, Kodim dan Grand Mall Kota Bekasi, hal ini di katakan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Abdillah Majid saat Konferensi pers di ruang kerjanya. Jumat (8/5/2020).

Sementara masyarakat yang butuh biar cepat untuk mendapatkan sembako penelusuran ada di masing masing desa, itu sudah di distribusikan, juga kita bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas dengan Babinsa.

Sedangkan untuk sembakonya terdiri dari sarden, mie instan, gula, minyak, kecap, beras jumlahnya Rp 197500, – (seratus sembilan puluh tujuh ribu lima ratus).

Saya berharap mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Bekasi semua yang terdaftar dalam usulan dapat terbagi dengan baik, tidak ada tumpang tindih bantuan.

“Kita berdoa semoga penyakit wabah pandemi ini segera berakhir.” tutupnya. (Red)

Pandemi Covid -19, Bantuan Bejibun Sepasang Suami-istri Berumur 85 Tahun tidak Dapat Bansos Satupun

0

JIB | Serang Baru,- Sangat di sayangkan pemerintahan Desa Sukasari Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi, yang di pimpin oleh Pj Kucep S.Pd. M.Si, di tengah pandemic virus Corona ini, masih ada masyarakat miskin yang belum mendapat bantuan sembako dari manapun

Begitu banyaknya bantuan dari pemerintah seperti PKH, BPNT, BLT Dana Desa, BLT Kementerian/Kemensos, BLT APBD, Sembako APBN, Sembako APBD, sepasang suami-istri berumur 85 tahun tak tersentuh bantuan

Salah satunya Kakek Jamhari (85) hidup berdua sama istrinya (Nenek), dengan rumah tidak layak, di kampung Pasir Randu RT 006/003 Desa Suka Sari Kecamatan Serang Baru Selatan Kabupaten Bekasi.

Jamhari (85) kepada media jurnalindonesiabaru.com mengatakan sampai saat ini saya tidak dapat bantuan sosial (sembako), di pandemic Covid -19, dari PKH, BNT, bantuan Kabupaten, bantuan Provinsi dan bantuan Pusat, padahal saya sudah memberikan data saya pada pak RT setempat.

“Masa yang lain pada dapat bantuan sembako, kok saya tidak, emang saya salah dimana” Ucapnya.

Sambungnya. Jamhari. Saya berharap dari pemerintahan setempat atau para pemangku kebijakan tolong bantu kami, kami hidup hanya belas kasihan dari orang-orang, masa yang rumahnya layak aja dapat, rumah kami aja rusak parah dan tidak layak tidak ada satupun bantuan yang sampai ke tangan saya sendiri.

“Satu pinta saya kepada pemerintah jangan pilih kasih, perhatikan orang yang membutuhkan seperti kami, apalagi di masa wabah Corona ini, kami sangat membutuhkan bantuan demi menyambung hidup” jelasnya. ( End/Red)

– Bersambung

AMS Kab Bekasi Bagikan 1500 Masker dan 500 Takjil di Wilayah Cikarang Utara

0

JIB | Cikarang Utara, Bekasi- Ormas Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Kabupaten Bekasi yang di pelopori oleh Sekjen AMS Candra Dwianto Setiawan di wilayah Cikarang Utara melakukan Aksi sosial yang sekian kalinya, dengan membagikan 500 Takjil dan 1500 masker. Minggu (10/05/2020).

Himbauan yang ketat untuk Masyakakat wilayah Cikarang Utara karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), oleh pemerintahan Kabupaten Bekasi, Wajib masyarakat memakai Masker jika keluar rumah.

Kegiatan yang di lakukan oleh Ormas AMS sangat membantu memudahkan pemerintahan Kabupaten Bekasi dan acara pembagian takjil dan masker di jalan pilar-sukatani (Depan Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara), jam 16.30 WIB. Sampai dengan selesai.

Sekjen AMS Candra Dwianto Setiawan kepada jurnalindonesiabaru.com mengatakan. Ternyata wilayah ini perlu adanya Himbauan yang ketat, karen zona wilayah ini merupakan askes menuju Kecamatan Sukatani, Sukakarya, Karang Bahagia, Cabang Bungin sampai dengan Muara Gembong, wilayah ini adalah gerbang menuju Kecamatan-kecamatan lainnya, Ormas Angkatan Muda Siliwangi (AMS), oleh sebab itu kami bersama-sama temen lainnya mengajak masyarakat untuk disiplin menggunakan masker jika keluar rumah.

“Sedangkan pembagian Takjil adalah dengan tujuan membantu masyarakat yang terkena dampak dari pandemi Virus corona (Covid -19).” Ucap Candra.

Candra Juga berharap perlunya sinegi antara masyarakat dan pemerintah untuk lebih disiplin lagi dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona ini, dan
Virus corona bisa menularkan melalui udara dan kontak langsung.

Pengguna jalan bernama Ardi (32), saat di wawancarai mengatakan saya sangat berterima kasih kepada AMS Kabupaten Bekasi pembagian masker dan takjil.

“Semoga kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja SH, kepada Ormas Angkatan Muda Siliwangi Kabupaten Bekasi, terus berusaha untuk membantu masyarakat dan Pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. (Red)

Cegah Penyebaran Covid 19, Pemdes Cibarusah Kota Lakukan Giat Pembagian Masker dan Sabun

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid 19.Pemdes Cibarusah Kota Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi.berupaya terus melakukan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran virus tersebut di Desa Cibarusah Kota umumnya Kecamatan Cibarusah.

Dalam setiap giat yang di lakukan Pemdes Cibarusah Kota dalam mencegah covid 19,Iwan Setiawan Kades Cibarusah Kota terjun langsung ke lapangan yang di mana dalam setiap giat turut di dukung oleh jajaran Pemdes Cibarusah Kota,Satgas Covid 19 Desa Cibarusah Kota dan berikut di dukung pula oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Cibarusah Kota,serta PSM Desa.

Dalam pantauan media online jurnalindonesiabaru.com pada Minggu (10/05/2020) di lokasi Perumahan Firdaus 2 Desa Cibarusah Kota.terlihat Iwan Setiawan Kades Cibarusah Kota dan jajarannya berikut di bantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas berikut PSM Desa serta Satgas Covid 19 Desa Cibarusah Kota.melakukan giat di perumahan firdaus 2 dengan membagikan masker dan sabun pada warga di perum tersebut.

Iwan Setiawan Kades Cibarusah Kota saat di konfirmasi oleh media online jurnalindonesiabaru.com perihal giat tersebut menuturkan,” Dalam upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19 Pemdes Cibarusah Kota dan seluruh jajaran berikut Babinsa dan Bhabinkamtibmas Cibarusah Kota.akan terus melakukan berbagai kegiatan untuk mencegah penyebaran virus tersebut,”Jika bukan kita siapa lagi,Kalau tidak sekarang kapan lagi” ujarnya.

Dan pada hari secara bersama-sama kami melakukan giat membagikan masker dan sabun pada warga di perumahan tersebut, maupun warga yang melintas di jalan ini.semoga apa-apa yang telah kami lakukan tersebut untuk menekan penyebaran covid 19.Pemdes Cibarusah Kota akan berupaya terus, dan kami tidak akan pernah kendor untuk melawan covid 19 dengan berbagai cara pungkasnya. (ds/end)

“SATU BATU” Ini Kata Bambang

0
Penulis : Dr. Bambang Qomaruzzaman Anees M.Ag adalah Dosen Fakultas Ushuludin UIN SGD Bandung.

JIB | BANDUNG, – Teman, maka hari ini kuniatkan untuk jadi pelayanNya saja. Rumi berbisik, “Ada segumpal pagi dalam dirimu yang menanti untuk merekah menjadi cahaya”. Aku masih di dalam gelap, tapi ada segumpal pagi yang siap mencerah. Maka kucari-cari cara untuk mendaftar jadi pelayanNya. Semua penjelasan menunjukkan kerumitan yang tak bisa kulakukan. Sebagai raja, Dia maha Diraja, begitu kira-kira penjelasan yang kutemukan, maka aturan protokolernya tentulah maha aturan yang tak mudah ditempuh oleh sesiapapun secara sembarangan.

Saat itu aku teringat pementasan teater saat masih di SMA dulu, “Limapuluh Satu Batu”, judulnya. Naskah saduran Taufik Ismail dari hadis-hadis kisah, mungkin dari kita Usfuriyah. Saya pernah mementaskannya pada tahun 1991 bersama-sama teman Teater Awan SMAN 1 Serang. Naskah itu tentang seorang lelaki bajingan yang ingin memulai hidup baru, ia mendatangi banyak pemuka agama, meminta jawaban, “Apakah dosaku bisa diampuni Tuhan? Aku bosan, hidupku melulu begini?”

Pada walanya semua pemuka agama menyambut dengan tangan terbuka, “Bolehkah kutahu apakah dosa yang pernah kau perbuat?” Lelaki pendosa itu menjawab, “Semua kejahatan telah kulakukan… sebutkan dosa besar apa yang ada dalam ajaran agamamu tuan?. Pemuka agama itu menyebutkan beberapa dosa besar seperti menipu, berkhianat, mencuri, memperkosa, membunuh…”Semua sudah saya lakukan berulangkali,” jawab lelaki itu, “BIsakah Tuhan membasuh semua dosa-dosaku ini?”

Para pemuka agama geleng-geleng kepala, Satu pemuka agama menjawab, “Kamu bukan manusia, semua dosamu telah menumpuk..” Pemuka yang lain menyatakan, “Nerakalah tempatmu!”. Lelaki itu hilang harapan, lancing sudah nasibnya., niatnya bertepuk sebelah tangan.

Sampai kemudian seorang pemuka agama menyarankan, “Pergilah ke Mekkah sana, temui Muhammad Rasulullah, hanya dia yang bisa membasuhmu!”.Lelaki itu tersenyum, ada harapan di sana, di Makkah sana.

Berjalanlah lelaki pendosa itu menuju Mekkah.Pada pementasan itu, mas Toto ST Radik (Pembina tetaer Awan) menyarankan properti tambang besar yang panjang dililitkan ke seluruh tubuh, “itulah lelaki yang diringkus dosa”. Saya menyeret tambang itu, berat sungguh berat, apalagi beberapa bagian dari tambang itu dibiarkan menjulur, memanjang di belakang. Saya melangkah satu dua langkah, terhenti sebentar, memandang ke arah jauh, mengukur jarak, “Kesana aku harus sampai… ke cahaya itu”.

Langkah demi langkah terus saya usahakan, panas panggung aula SMA semakin terasa, perjalanan menjadi perjuangan menempuh jarak. Sesekali lelaki dililit dosa itu menghela nafas, “Betapa berat dosaku, betapa besar niatku bertemumu Muhammad… walau kelak kau akan menghukumku, aku hanya ingin mendengar satu kalimat darimu ‘aku menerimamu’…itu saja!”.

Perjalanan dilanjutkan, terbayang lelaki itu menempuh padang pasir dengan batu-batu tajam. Kakinya luka, bibirnya kering dan pecah, sesekali badai pasir membutakan matanya: ia terus berjalan… satu..dua langkah. Sampai akhirnya dia terjatuh, habis nafas dan meninggal di tengah padang pasir dengan lilitan tambang dosa yang begitu membebani.

Segeralah turun 2 malaikat pencatat kebaikan dan pencatat keburukan. Keduanya bertengkar, memperebutkan lelaki pendosa itu. “Ia akan kubawa,”ujar pencatat keburukan, “Ia lelaki pendosa, dosanya berjilid-jilid…jelas sudah!” Malaikat pencatat kebaikan berkata,”Ia sudah menyadari kekeliruannya, lihatlah senyumnya seperti bayi yang baru lahir…murni disepuh niat bertobat!” Syahdan kedua malaikat itu berdebat, sampai akhirnya mereka memutuskan, “Baik kita ukur saja jarak yang sudah ia tempuh dari titik awal perjalanannya, jika lebih dekat ke arah Muhammad bisa kau bawa,” ujar malaikat pencatat keburukan. “Baiklah, sebaliknya, jika lebih dekat ke titik awal berangkat, “jawab Malaikat pencatat keburukan, “itu jadi urusanmu”.

Perhitungan dimulai, satu batu demi satu batu. Hasilnya… limapuluh satu batu, lebih satu batu dari titik awal berangkatl. “Ia jadi milikmu,”ujar malaikat pencatat keburukan.

O, teman, akan kutempuh perjalanan limapuluhsatu batu untuk niatku ini. Karena satu batu saja sudah cukup membuatku semakin mendekati Muhammadku. “Bakar dirimu,”ujar Rumi, “Cari orang-orang yang bisa mengobarkan nyalamu”. Kubakar mulut, pikiran, hati, dan nadiku dengan nama Muhammad… karena satu batu saja ke arahnya sudah cukup untukku sampai pada CInta.

… aku adalah debu tanah di mana kaki Muhammad menapak.
Bisik Rumi, bisikku juga pada hari-hari puasa ini. Rumi pun membuka kuncinya:

Andai bayangan wajah Muhammad terpantul ke sebuah dinding, jantung dinding itu akan berdetak hidup. Dinding itu, berkat pantulan wajah yang terahmati, akan merasakan kebahagiaan tak terkira hingga ia akan tertolong dari kemunafikan. Ia akan merasa malu karena bermuka dua,
sedangkan (Muhammad) yang salih dan suci hanya memiliki satu wajah saja.

Berikan bayangan itu padaku, Ya Rasulullah, Wahai tuanku. Itu saja telah cukup. (Red)

Upaya Menjaga Kondusifitas di Cibarusah, TNI dan POLRI Lakukan Patroli Pada Obyek Pital Publik.

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Dalam rangka mendukung ” operasi ketupat jaya 2020 dalam pengamanan ramadhan dan idul fitri 1441 H,berikut untuk cegah covid 19″. Muspika Cibarusah,TNI (Kodim 0509 Kab Bekasi / Koramil 09 Cibarusah) dan POLRI ( Polres Metro Bekasi / Polsek Cibarusah). dan untuk mendukung operasi tersebut, Koramil 09 Cibarusah dan Polsek Cibarusah di bantu Satpol PP Cibarusah serta Yon Armed -07/105 GS.maka untuk menjaga kondusifitas di wilayah Kecamatan Cibarusah.di lakukan patroli pada obyek pital publik maupun tempat yang lainnya.

Dari pantauan media online jurnalindonesiabaru.com pada Kamis (07/05/2020) Koramil 09 Cibarusah dan Polsek Cibarusah di bantu Satpol PP Cibarusah dan Yon Armed -07/105 GS melakukan patroli wilayah ke beberapa tempat obyek pital publik.sebelum melakukan patroli tersebut di lakukan brifing terlebih dahulu oleh di pos pantau pengamanan Cibarusah-Jonggol.dalam patroli wilayah tersebut sesuai dengan arahan dari para komandannya masing-masing.

Menurut informasi yang di dapat oleh media online jurnalindonesiabaru.com dari Sertu Endang Nugeraha Koramil 09 Cibarusah,” Dalam rangka mendukung operasi ketupat jaya 2020 tersebut, kami anggota Koramil 09 Cibarusah dan Polsek Cibarusah berikut di bantu Yon Armed -07/105 GS dan Satpol PP Cibarusah.melakukan patroli wilayah ke beberapa obyek pital publik di Cibarusah ujarnya.

Adapun yang kami lakukan dalam patroli wilayah tersebut di lakukan pada obyek pital publik,di antaranya Kantor Cabang BRI Kp Malaka,Kantor Cabang Bank BJB Kp Babakan,Pom Bensin Kp Kebon Kopi dan lain-lain.

Dalam rangka patroli yang di lakukan oleh kami tersebut,pada malam ini sekaligus untuk menjaga kondusifitas di wilayah Cibarusah dalam berbagai hal keamanan. Untuk hal tersebut kami akan selalu siap siaga kapan pun saja,kami di butuhkan pungkasnya. (Ded/End)

Ormas Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Kab Bekasi, Bersinergi Dengan Pemdes Bojong Mangu

0

JIB | Bojong Mangu,- Merabanya virus corona keseluruh pelosok Desa-desa, perlu di antisipasi dan pemutusan mata rantai pandami virus corona (Covid -19), di seluruh wilayah, Apalagi Kabupaten Bekasi memperpanjang Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) sampai dengan 12 Mei mendatang, sesuai dengan intruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease (Covid-19).

Dengan demikian Seluruh Pemerintahan Desa yang ada di Kabupaten Bekasi terus berlomba-lomba, memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona, dengan berbagai cara salah satunya Desa Bojong Mangu Kecamatan Bojong Mangu Kabupaten Bekasi, memiliki Bilik Antiseptik demi mencegah penyebaran Virus (Covid-19).

Kepala Desa Bojong Mangu Ibut Jari selalu berupaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona, selain itu juga, Perlunya kesadaran masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari wabah tersebut.

Ibut Jari selaku kepala Desa Bojong Mangu menjelaskan Perlunya bersinergi antara pemerintahan Desa Dengan masyarakat, dalam melawan Pandemi virus corona (Covid -19). agar seluruh masyarakat kami, tidak terinfeksi virus corona.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Desa Bojong Mangu agar selalu waspada dan selalu menjaga kebersihan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan lebih dari 4 orang serta wajib menggunakan masker. ” Ucapnya.

Tempat terpisah Sekjen Angkatan Muda Siliwangi Kabupaten Bekasi Candra Dwianto Setiawan kepada media Jurnal Indonesia Baru mengungkapkan wilayah Kecamatan Bojong Mangu, perlu adanya pengendalian yang ketat di wilayah tersebut. Karena merupakan jalur alternatif kabupaten Bekasi menuju Kabupaten Karawang dan jalur alternatif Kabupaten Bogor.

“Perlunya chek point di daerah Bojong Mangu, karena momen dimana orang sedang mencoba mudik melintasi jalur alternatif.
Perlunya juga sanitasi desinfektan dan bilik Antiseptik di daerahnya, demi Antisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19). ” Beber Candra.

Masih kata Candra. Organisasi Angkatan Muda Siliwangi (AMS), berserta pengurus Distrik dan Rayon sangat berantusias terhadap pemerintahan Desa Bojong mangu yang di pimpin bapak Ibut Jari yang telah memiliki bilik Antiseptik.

“Yang bisa di manfaat oleh jajaran Desa Maupun masyarakat Bojong Mangu dengan adanya Bilik Antiseptik” Tutupnya. (Red)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -