Wednesday, February 18, 2026
Home Blog Page 431

Penerangan Jalan Umum Warga Cibarusah Mulai Terasa Manfaatnya

0

JIB | Cibarusah, Kabupaten Bekasi- Lampu jalan atau dikenal juga sebagai Penerangan Jalan Umum (PJU) adalah lampu yang digunakan untuk penerangan jalan dimalam hari sehingga mempermudah pejalan kaki, pesepeda dan pengendara kendaraan roda dua atau roda empat dapat melihat dengan lebih jelas, jalan atau medan yang akan dilalui pada malam hari, sehingga dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas dan keamanan dari para pengguna jalan dari kegiatan atau aksi kriminal. Selasa (09/07/2019).

Adapun fungsi penerangan jalan
Yaitu penerangan jalan di kawasan perkotaan maupun perkampungan (jalan Desa) mempunyai fungsi antara lain dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari, mendukung keamanan, lingkungan dan memberikan keindahan lingkungan jalan.

Dengan di pasangnya lampu PJU di titik rawan kecelakaan dan sebagainya sangatlah penting terutama jalan raya, aksesnya sering di lalui pengendara roda dua dan roda empat seperti jalan raya Sirnajati yang menuju arah Desa Ridogalih sehingga sampai saat ini jalan tersebut sudah terang dan tidak gelap seperti biasanya.

Pemasangan lampu PJU dalam tahap pemasangan kabel serta yang lainnya di halaman Kecamatan Cibarusah dan pemasangan lampu PJU di halaman tersebut hanya tiga tiang PJU dan pemasangan yang lainnya di pergunakan di jalan Sirnajati 19 tiang PJU, semua ini hasil dari swadaya masyarakat.

Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di wilayah Cibarusah berasal dari DPRKPP Kabupaten Bekasi yang berasal dari anggaran APBD tahun 2019, yang pada saat ini di kerjakan oleh Rekanan pada Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum (PPJU) pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi.

Pekerja atau pegawai penerangan jalan umum yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan aduh bang mohon maaf kami hanya pekerja dan hanya melakukan pengerjaan pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum di sini.

“Selebihnya silakan abang kekantor aja” Jelasnya.

Tempat terpisah Usuf warga Sirna Jati menjelaskan dengan adanya penerangan Jalan Umum di daerah Cibarusah, khususnya di halaman Kantor Kecamatan Cibarusah, umumnya di daerah Jalan Sirna jati arah Desa Ridho galih sudah mulai terasa manfaatnya saat jalan malam,

“Karena dengan adanya penerangan Jalan Umum semua jalan kelihatan, bukan hanya itu saya juga nyaman dalam berkendara dan rawan dari kecelakaan dan pembegalan” Ungkapnya (Dedi)

Unit Reskrim Polsek Cikarang Timur Amankan Dukun Supranatural Seorang Tersangka Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

0

JIB | Bekasi,- Unit Reserse Kriminal Polsek Cikarang Timur mengamankan seorang tersangka Penyalahgunaan Narkotika jenis sabu. Pelaku berinisial MA (31) warga Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat.

Seperti diketahui, tersangka MA di kenal sebagai Dukun Supranatural, di karenakan banyak warga yang meminta ilmu kebal kepada dirinya .

Penangkapan dilakukan pada hari sabtu (06/07/2019) di Kp. Rawa Citra Rt 03/ Rw 03 Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, bahwa di TKP sering banyak orang kumpul-kumpul anak muda dan dijadikan sebagai tempat bertransaksi narkoba oleh tersangka” Kata Kanit Reskrim Polsek Cikarang Timur, Iptu Harry Puryanto, Selasa (09/07) siang, saat di konfirmasi di Mapolsek Cikarang Timur.

Sebelum di lakukan penangkapan, anggota reskrim Polsek Cikarang Timur mendapatkan informasi akurat dari masyarakat adanya transaksi Narkoba. Tanpa buang waktu petugas yang beranggotakan dua orang itu langsung meluncur ke tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saat di TKP petugas langsung mengamankan tersangka yang di duga sebagai pelaku pengedar narkotika jenis sabu. Saat dilakukan penggeledahan petugas menemukan barang bukti sabu berada dalam kantong celana jeans MA,” tuturnya.

Masih menurutnya, petugas langsung melakulan intrograsi kepada pelaku guna pengembangan dan penyidikan lebih lanjut.

“Barang Bukti yang di amankan dari pelaku, 1 paket sabu dalam plastik bening kurang lebih 9,30 gram dan 1 unit Hp merk Oppo warna putih,” ungkap Kanit Reskrim.

Pelaku di jerat sebagaimana diatur dalam pasal 114 ( 1 ) Sub 112 ( 1 ) Undang- undang RI. No 35 Tahun 2009 tentang uu Narkotika. (Dre)

CatatanKangFuad : SOLUSI BEKASI, HARUS BERSIH KORUPSI !

0
munawar fuad, Dosen President University, Sekretaris Masyarakat Adat BKMB Bhagasasi Bekasi.

JIB | Bekasi- Sekila pengalaman, kaget banget saat saya terpilih jadi Calon Bupati Bekasi.
Saya kan cuma seorang GURU, dosen dan konsultan profesional. Hanya karena kewajiban agama dan amanat Ortu, saya masih rutin berdakwah, setidaknya berdakwah bagi diri sendiri dan keluarga.

Pembelajaran saya di pemerintahan pusat, mulai di Istana hingga
Kantor Kementerian,
Lintas sektoral, sampai saat ini. Di Bekasi atau Jabar, saya tak pernah bertugas apapun.Ada yang percaya gak, saat saya terpilih sebagai Calon Bupati termuda di Bekasi (Pilkada 2017), tanpa mahar sama sekali, setelah melewati test dan uji keahlian dan kemampuan.

Benar-bener prosesnya clean and clear. Bersih and zero corruption.Yang bikin kaget-banget, saya mendapat data dari LSI (Lembaga Survei Indonesia) bahwa angka toleransi money politic di Bekasi mencapai 63 persen (termasui tertinggi di Indonesia). Angka yang menakar praktek dan budaya korupsi di tengah warga dan lingkungan Pemda Bekasi menjadi kebiasaan, tradisi dan budaya. Dianggapnya biasa.

Tidak ada 1 rupiah pun dipersyaratkan oleh Parpol pengusung dan pendukung. Meskipun akhirnya saya gak menang, saat itu terpilih SADAR (Sa’duddin-Darip), saya sendiri suaranya di atas pasangan Wikanda-Daeng Muhammad.Sejak 2007 saya diusung Demokrat-PKB menjadi calon Bupati, nyoba lagi maju Caleg DPR RI pada 2014 dan 2019, saya memang tak berhasil. Karena makin terang benderang, soal pilih memilih budaya korupsi di Bekasi makin mengganas.

Bagi saya pribadi, bagaimana kita punya kehormatan dan integritas, wibawa dan mulia, kalau dalam proses dan tahap menjadi pemimpin eksekutif maupun legislatif, termasuk Kepala Desa atau mutasi dinas, semua harus pakai uang pelicin, suap dan korupsi.

“Pastinya, sepanjang jadi pemimpin dan memilih pemimpin andalkan kekuatan uang, pragmatisme dan transaksional, segala tujuan baik dan cita mulia apapun gak akan bisa tercapai”. Ucapnya.

Karena jangan heran, begitu rumit dan kusutnya segala masalah di Bekasi. Gak mudah diuraikan solusinya gimana. Termasuk solusi terkait lapangan kerja, bagaimana solusi cepat, tuntas dan berkelanjutan bagi setiap warga di Bekasi.Sampai saat ini belum ada konsep dan langkah yang benar-benar tuntas dan menyeluruh. Baru di permukaan.

Yuk, kalau mau benar-benar mengembalikan kehormatan dan harga diri daerah, pastikan rakyatnya makmur, bahagia dan berdaya. Semua itu wajib dimulai dengan lahir nya Pemimpin bersih dan berkemampuan : teruji, terkaji dan tersaji visi, misi dan pengalamannya. “Pilih pemimpin yang bisa merasa, bukan merasa bisa”. Insya Allah, suatu saat Bekasi akan punya pemimpin yang jadi. Teladan dan membawa perubahan besar bagi perbaikan setiap warganya tanpa kecuali.munawar fuad,
Dosen President University,
Sekretaris Masyarakat Adat BKMB Bhagasasi Bekasi. (Red)

KETUA APDESI KABUPATEN SUKABUMI MENGAJAK UNTUK TOLAK SEMUA BERITA HOAX

0

JIB | SUKABUMI – Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sukabumi menggelar pertemuan dengan para anggota di Pondok Hexsa Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan pertemuan itu dipimpin oleh kepala Desa Wanasari Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Bapak Dadun, dalam rangka pemilu 2019 yang damai, aman dan sejuk.Dalam pertemuan tersebut Bapak Dadun menyampaikan, para Kepala Desa harus menghimbau warganya agar menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019.

“Saya harap kepada kepala desa yang hadir hari ini agar bisa menghimbau warganya untuk ikut dalam mensukseskan pemilu 2019 dengan cara menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin indonesia kedepanya,” katanya.

Dia juga menghimbau agar selalu menjaga kamtibmas pemilu 2019 di wilayahnya masing-masing.”Jelang pemilu 2019 kita harus menjaga kondusifitas dan mengantisipasi gangguan kamtibmas yang ada di wilayah kita masing-masing, agar pemilu 2019 berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Tambahnya, dia juga menghimbau agar selalu bijak dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari berita bohong atau yang bisa di sebut berita Hoax.

“Tolak hoax, jangan mudah terprovokasi terhadap ujaran kebencian, dan kita harus bersinergi dengan Polri dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang aman damai dan kondusif di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya. (Andre)

Masyarakat Ciktim Harus Siap Program Pemkab Bekasi Untuk Dijalankan Demi Kemaslahatan

0

JIB | Cikarang Timur, Bekasi- Rapat minggon kecamatan Cikarang Timur, kabupaten Bekasi selasa (08/07/2019), Plh kasie trantib kecamatan Cikarang Timur, Usup dengan tegas mengatakan dalam acara minggon. ” Ini baru saya buka dalam acara minggon dan saya di percaya untuk plh trantib yang namanya PNS, siap di pekerjakan dimana saja harus siap, bisa ngga bisa harus bisa.” Ujarnya.

Sambungnya Usup yang biasa di panggil Aka. Program pertama membersihkan sampah yang berada di desa tanjung baru, malah ada kena OTT, membuang sampah sembarangan, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Cikarang Timur, karena ini program kabupaten Bekasi yang harus kita jalankan, selain Penertiban tempat pembuangan sampah Illegal kita juga mesti memikirkan solusi pemecahannya tentang sampah.

“Ideal kita harus siap untuk itu, tentang masalah sampah pasti ada solusinya.” Tegasnya kepada Jurnal Indonesia Baru.

Tambahnya, Aka dalam acara minggon tersebut. Kaitan dengan K7 adalah Keamanan, Kebersihan, Keimanan, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan dan Kesehatan, dan hasil musyawarah dengan bu camat hasil K7 di putuskan di Desa Cipayung, yang pertama pendidikan SD, SMP dan SMA, utamanya posyandu, SD, SMP, Puskesmas, Kampung sehat, difokuskan di Desa Cipayung, sedangkan untuk SMA di SMAN 1 Ciktim di desa Jatibaru, khususnya ada Okefiled, dan ini kades harus siap dari ujian dan orang pinter itu banyak ujian.

“Dan ini harus siap segala galanya agar acara ini berjalan lancar sesuai apa yang kita harapan, rencana K7 agar sesuai dengan tujuannya.” Tutupnya. (AS)

Pemkab Purwakarta, Mengerahkan 180 Kendaraan Plat Merah Untuk Menjemput Seluruh Calon Jemaah Haji

0

JIB | Purwakarta,- Sebanyak 404 jamaah calon haji Kabupaten Purwakarta tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 diberangkatkan, akan tetapi ada yang menarik banyaknya iring – iringan kendaraan plat merah milik pejabat Pemda Purwakarta yang dikerahkan untuk menjemput seluruh calon jamaah dari rumah menuju titik pemberangkatan.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, mengatakan bahwa kendaraan berplat merah menjemput jamaah haji merupakan tradisi pemkab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat setiap tahunnya.

“Rutin dan setiap tahun sudah kita lakukan, kan ini bagian pelayanan kita kepada masyarakat,” ujar Anne di Purwakarta. Senin (8/7/2019).

Adapun untuk titik kumpul, sebelum berangkat calon jamaah haji asal Purwakarta, akan berkumpul dahulu di Tajug Gede Cilodong, Bungursari Purwakarta, yang sebelumnya titik kumpul dipusatkan di Yon Armed 9 Purwakarta. Setelah itu mereka akan berangkat menuju emberkasi asrama haji di Bekasi.

Selain itu menurutnya, untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, apalagi untuk jamaah yang terhitung jauh dari titik kumpul.

Pemkab Purwakarta, mengerahkan 180 kendaraan plat merah untuk menjemput seluruh calon jemaah haji, kendaraan tersebut dikerahkan di 17 kecamatan, hampir seluruh kendaraan yang biasa digunakan operasional untuk pejabat ini, dijadikan kendaraan antar jemput.

“Untuk kepulangan pun tetap, kita jemput mereka dan antarkan kerumahnya masing – masing, seluruh kendaraan pejabat kita kerahkan di 17 kecamatan, total kendaraan ada 180,” tambah Anne.

Sedangkan menurut salah seorang jamaah haji asal Seulaeurih Jatiluhur mengapresiasi langkah Pemkab Purwakarta, dengan memberikan kendaraan jemputan hal tersebut bisa meringankan biaya transportasi.

“Kita syukuri karena bisa mengurangi sewa kendaraan, soalnya kan terkadang harus menyewa beberapa kendaraan karena ingin ikut mengantarkan,” ujar M Adma.

Untuk keberangkatan Jamaah Haji asal Kabupaten Purwakarta dibagi dalam dua kloter yaitu kloter 10 sebanyak 404 Jamaah haji dan 354 Jamaah Haji kloter 42 yang akan berangkat pada 19 Juli 2019. (Dre)

Polsek Cikarang Melaksanakan Giat Pengecekan Perlengkapan Poskamling di Kampung Pilar, Cikarang Kota

0

JIB | Bekasi,- Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) merupakan potensi pengamanan swakarsa yang berasaskan budaya kepaguyuban dan gotong royong yang menjiwai masyarakat Indonesia khususnya di wilayah pemukiman perlu dilestarikan dan ditumbuh-kembangkan ditengah-tengah masyarakat.

Malam ini pukul 21.00 WIB, di Poskamling Rt 01 Rw 01 kampung Pilar, Desa Cikarang Kota, Kabupaten Bekasi. Team Bimas Polres Bekasi pimpinan Ipda Suwari, dan Bripka Arif, di dampingi oleh Kanit Bimas Akp Subadi dan Panit Bimas Ipda Saeful Bahri Dari tim penilai melakukan pengecekan perlengkapan Poskamling dan pimbinaan dengan anggota linmas Desa Cikarang Kota. Senin (8/7/2019).

Ipda Suwari menyampaikan.”Pos Kamling minimal harus mempunyai peralatan standar, seperti kentongan, senter ketika mati lampu dan pentungan sebagai alat untuk melindungi diri”, jelasnya.

“Anggota Linmas menyambut baik lomba Pos Kamling tersebut, karena dapat memberikan motifasi kepada warga untuk ikut terjun langsung menjaga keamanan lingkungan”. Ucap Aiptu Rasman Bhabinkamtibmas Desa Cikarang Kota

“Dalam giat penilain atau lomba siskamling tersebut berjalan lancar dan kondusif”. Pungkasnya. (Dre)

Mengakui Keunggulan Tipis 0-1 dari Bhayangkara FC U-20, Fakhri Masih Punya Pekerjaan Rumah Yang Harus Diselesaikan

0

JIB | Cikarang, Bekasi,- Koordinasi tim menjadi catatan usai menjalani uji coba kedua di pemusatan latihan tahap akhir Timnas U-19. Mereka harus mengakui keunggulan tipis 0-1 dari Bhayangkara FC U-20. Laga berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (8/7/2019) pagi.

Penampilan Garuda Muda cukup baik, banyak peluang yang diciptakan David Maulana dan kawan-kawan dalam laga ini. Meskipun sehari sebelumnya mereka berhasil menang 1-0 dari Barito Putera U-20, Fakhri Husaini menilai timnya masih punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan satu persatu.

“Seperti yang saya katakan kemarin, tim ini masih memiliki pekerjaan rumah. Itu bisa diselesaikan dan diketahui dengan uji coba seperti ini. Dengan begini, saya dan staf pelatih jadi tahu apa yang harus diperbaiki dari tim,” tutur Fakhri.

“Koordinasi yang saya maksud adalah kekompakan tim, komunikasi antar sesama pemain juga belum terjalin dengan baik. Inilah tugas utama kami, bagaimana menyatukan para pemain agar menjadi satu tim. Hal teknis lain pasti nanti akan mengikuti apabila mereka sudah padu lebih dahulu,” sambungnya.

Saat ini, skuat Indonesia U-19 terdiri dari 33 pemain. Rencananya, pencoretan akan dibagi dalam tiga kategori. Pertama satu hari setelah melawan Bhayangkara FC, lantas pada 15 Juli, kemudian pada akhir Juli. Nantinya, hanya 23 pemain yang akan dibawa ke Vietnam untuk Piala AFF U-18 2019.

“Tanggal 14 dan 15 Juli 2019 saya usahakan dapat lawan seperti ini (dua kali). Setelah itu, menurut jadwal, pada tanggal 18 Juli 2019 kami ke Surabaya, akan ada uji coba di sana. Kalau uji coba Internasional, sejauh ini belum ada, tetapi saya berharap sebelum ke Piala AFF bisa dapat satu,” Fakhri menjelaskan. (Dre)

Sum: PSSI.org

Melakukan Peninjauan Aktivitas Penerbangan Menteri Perhubungan Melakukan Kunjungan Kerja ke Bandara Kertajati

0

JIB | Majalengka – Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Bandara Kertajati pada Hari Sabtu kemarin (6/7/2019).

Kunjungan tersebut untuk melakukan peninjauan aktivitas penerbangan Bandara Kertajati. Kunjungan Menhub didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi, Dirjen Hubud Polana Banguningsih Pramesti, Prsiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan Direktur DAMRI Setia Milatia Moemin.

Dalam kunjungannya terdapat beberapa hal yang menjadi point penting sebagai upaya agar bandara dapat beroperasi maksimal yang di lakukan Kementerian Perhubungan. Hal yang pertama yaitu akses jalan tol Cisumdawu yang menuju Bandara kertajati masih dalam proses pengerjaan. Menhub telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan ditargetkan akan rampung tahun depan.

Menhub meminta agar semua pihak yang akan menuju kertajati untuk bersabar dengan pembangunan tol Cisumdawu. Tol Cisumdawu merupakan akses penting yang bisa memangkas waktu perjalanan dari Bandung menuju BIJB, jika tol tersebut selesai maka waktu yang ditempuh bisa 1 jam.

Menhub juga mengapresiasi program PT. Angkasa Pura II yang dinilai berhasil meningkatkan volume penumpang di Bandara Kertajati. Program optimpalisasi merupakan tindak lanjut dari permintaan Presiden Jokowi agar Bandara dapat digunakan secara baik dan maksimal. Menhub meminta agar tren baik ini terus dijaga agar Bandara Kertajati bisa menjadi andalan bagi warga Jawa Barat dan sekitarnya dalam menggunakan moda transportasi udara.

Menhub juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah berencana menggratiskan perjalanan Bus Damri menuju Bandara Kertajati. Kebijakan Pemerintah Pusat tersebut merupakan upaya untuk mempermudah akses menuju bandara dan sambil menunggu Tol Cisumdawu jadi. Subsidi bus Damri gratis ini berlaku di tiga wilayah yaitu Bandung, Cirebon dan Karawang.

Selain Damri gratis pemerintah juga menyediakan jasa layanan eksekutif bagi penumpang asal Bandung menuju BIJB dengan heli taxi. (Dre)

Waster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo Mendukung Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) Dalam Menanggulangi Dampak Kekeringan Yang Melanda Sejumlah Daerah

0

JIB | Jakarta,- Sejumlah area tanam mengalami dampak kekeringan pada musim kemarau 2019. Namun, dampak tersebut mampu diatasi secara baik dengan mekanisasi pompa serta keterlibatan tentara dalam mengawal petani agar terus berproduksi.

Terkait hal ini, Waster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menanggulangi dampak kekeringan yang melanda sejumlah daerah. Dukungan itu antara lain melibatkan langsung personel TNI yang ada di seluruh daerah.

“Kita dalam melaksanakan operasi militer, selain perang salah satunya adalah mengatasi kekeringan atau bencana alam. Maka itu, kita menjalin bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk melakukan pendampingan,” ujar Gathut dalam rapat koordinasi mitigasi kekeringan di Gedung Auditorium Kementan, Senin (8/7/2019).

Menurut dia, TNI sendiri selama empat tahun terkahir sudah melibatkan diri pada penanganan dampak kekeringan. Pengalaman itu, kata Gathut, menjadi bekal bahwa pemetaan wilayah dan pompanisasi menjadi penting dan harus dikerjakan bersama-sama.

“Soal mitigasi, tentu kita sudah memiliki pengalaman banyak karena beberapa kali kita turun ke lapangan bersama Kementan. Jadi, seperti kata Pak Dirjen tanaman pangan, bahwa menanggulangi kekeringan itu tidak bisa sendirian. Bagaimanapun harus ada sinergitas,” katanya.

Gathut mengatakan, dukungan lain yang juga sedang dikerjakan TNI adalah mendirikan posko mitigasi kekeringan di daerah-daerah yang terkena dampak. Beberapa diantaranya ada di kawasan Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan provinsi lain diluar pulau Jawa.

“Selama ini kan kita sudah melakukan pendampingan Upsus (Upaya Khusus) yang diinisiasi para Babinsa. Di sana, mereka juga mengawal pembagian air supaya tidak rebutan dan menjebol titik air. Kemudian kita ikut mengawasi jalanya pompanisasi serta menjaga kemanan dan ketertiban lain,” katanya.

Sekedar diketahui, rapat mitigasi ini dihadiri 200 personel TNI yang mewakili tiap daerah untuk mengawal dan mendampingi petani dalam menghadapi dampak kekeringan.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Gatot Irianto mengatakan bahwa dampak kekeringan tahun ini relatif bisa diatasi mengingat area yang dulu mengalami kekeringan sudah dijadikan sumber air dengan pemanfaatan teknologi yang dimiliki.

“Jadi kita ingin sampaikan bahwa pendekatan mitigasi dan adaptasi kekeringan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Kalau sekarang kita memanfaatkan wilayah yang dulunya kering menjadi sumber air,” katanya.

Kata Gatot, penggunaan pompa merupakan salah satu pemanfaatan teknologi yang mampu menumbuhkan luas lahan baru dan mengkompensasi lahan busuk menjadi produktif. Selain itu, panen yang dihasilkan juga lebih bermutu karena optik organisme pengganggu tanaman relatif lebih kecil.

“Berikutnya, seperti yang dikatakan pak Menteri; bahwa mobilisasi alat mesin pompa termasuk infrastruktur dan pipanisasi harus siap di daerah yang terdampak kekeringan. Kemudian kita juga menyiapkan benih unggul yang bisa beradaptasi di lahan bekas kering,” katanya.

Dirjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian Sarwo Edhi, mengatakan bahwa saat ini pemerintah sudah mendistribusikan ribuan unit alat pompa yang mampu menghasilkan air pada kedalaman 20 sampi 25 meter. Alat itu juga mampu menampung air sebanyak 1500 M3 dan bisa mengakhiri 50 sampai 70 hektar lahan kering.

“Beberapa teknologi itu mendukung varietas unggul seperti padi impara yang sangat cocok di lahan rawa. Ini sudah cukup berkembang di beberapa provinsi yang pernah terendam. Kita juga punya padi gogo yang tahan di lahan kering,” katanya.

Edhi mengatakan, dengan berbagai alat yang dimiliki, serta kerjasama yang insten antar instansi diharapkan mampu menjadikan semua lahan kering menjadi tanaman produktif.

“Tentu kita berharap dengan berbagai bantuan ini semua pemanfaatan sumber air yang ada bisa kita atasi dengan mudah,” katanya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fadjry Djufry, menambahkan bahwa masuknya musim kemarau bukan berarti menjadi hambatan serius untuk meningkatkan semua produksi.

“Artinya semua lahan yang potensinya masih cukup untuk ditanami ya kita tanami. Jadi tidak ada lahan yang kosong. Makanya harus ada kerjasama yang erat antar pihak, termasuk dengan TNI,” tukasnya. (Dre)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -