Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 445

DS MEWUJUDKAN BEKASI BARU BEKASI BERSIH DENGAN 5 KONSEP

0
Alfakir : Drs Dadan Setiawan MM

JIB | Kabupaten Bekasi- Dinamika kehidupan Bekasi begitu komplek dari kesenjangan baik kesenjangan sosial, budaya, ekonomi, pendidikan dan Ketenagakerjaan, khusunya di bidang pembangunan Inprastuktur yang sudah di eksekusi tetapi tidak merata ini yang berdampak kepada kemajuan perekonomian di wilayah Bekasi.

DS hadir untuk itu, artinya kami hadir Bekasi nyaman, dengan gerakan DS Bekasi nyaman, tetapi semua itu harus di dukung penuh oleh semua kalangan maupun elemen agar sesuai konsep-konsep misi dan visi Bupati dengan menciptakan kemaslahatan bagi rakyat Bekasi.

Program yang ada kita jalankan, di tambah 5 Program DS jika menjadi Wakil Bupati Bekasi ya itu :

1. Tidak macet

2. Tidak becek

3. Tidak kumuh

4. Tidak gelap

5. Tidak santai

1.Tidak macet artinya, kami Akan berkoordinasi kesemua elemen, khusunya Dinas Perhubungan, kepolisian dan peran masyarakat agar sadar hukum dan mentaati peraturan undang-undang lalulintas, agar terlihat di setiap prapatan jalan seperti lemah abang, lampu merah cikarang, cibitung, tambun, jababeka, pasar serang, cibarusah dan lainnya agar tertata rapi sehingga budaya macet setidaknya berkurang, di Sisi lain di berikan pemahaman dan bersosialisasi dengan lapisan masyarakat, tentang bagaimana cara mengatasi kemacetan lalulintas pertama lampu pengatur lalulintas, jalan layang, jalan searah dan sistem buka tutup, lingkaran di tengah persimpangan dan simpang susan.

2. Tidak Becek artinya semua ini harus ikut berperan untuk Bekasi sadar akan lingkungan di wilayah masing-masing agar jalan tidak becek, baik dari segi infrastuktur, drainase dan lain-lain agar bisa tertata dengan baik rapi itu perlu sigap Dinas terkait ketika ada permaslahan di bawah langsung respon, cepat di tangani agar satu permasalahan bisa di atasi (selesaikan), dan permasalahan yang lain ditangani, tidak bertumpuk-tumpuk.

3. Tidak Kumuh adalah merupakan masalah konpleks yang dihadapi oleh hampir semua kota-kota besar di Indonesia, salah satunya di kabupaten Bekasi, tentang permukiman kumuh, pada umumnya mencakup tiga segi, yaitu, pertama, kondisi fisiknya. Kondisi fisik tersebut antara lain tampak dari kondisi bangunannya yang sangat rapat dengan kualitas konstruksi rendah, jaringan jalan tidak berpola sehingga rawan penyakit dan tidak diperkeras, sanitasi umum dan drainase tidak berfungsi serta sampah belum dikelola dengan baik. Kedua, kondisi sosial ekonomi budaya komunitas yang bermukim di permukiman tersebut. Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berada di kawasan permukiman kumuh antara lain mencakup tingkat pendapatan rendah, norma sosial yang longgar, budaya kemiskinan yang mewarnai kehidupannya yang antara lain tampak dari sikap dan perilaku yang apatis. Ketiga, dampak oleh kedua kondisi tersebut. Kondisi tersebut sering juga mengakibatkan kondisi kesehatan yang buruk, sumber pencemaran, sumber penyebaran penyakit dan perilaku menyimpang, yang berdampak pada kehidupan keseluruhan masyarakat Bekasi DS hadir untuk itu.

Adapun kawasan permukiman kumuh dianggap sebagai penyakit kota yang harus diatasi. Pertumbuhan penduduk merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan permukiman. Sedangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan kemampuan pengelola kota akan menentukan kualitas permukiman yang terwujud. Permukiman kumuh adalah produk pertumbuhan penduduk kemiskinan dan kurangnya pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan dan menyediakan pelayanan kota yang memadai dan DS bisa mengatasi itu akan tetapi DS tidak sendiri, harus semua steakholder yang bisa mengatasi semua permasalahan (bersatu kita tegu bercarai kita runtuh).

4. Tidak gelap artinya DS bagaimana caranya untuk penerangan di segala pelosok wilayah yang ada di kabupaten Bekasi karena Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia.

Maka DS sudah mengonsep semua untuk penerangan wilayah berdasarkan wilayah masing-masing dengan pencahayaan alami, pencahayaan buatan, pencahayaan merata, pencahayaan terarah, pencahayaan setempat, pencahayaan langsung, pencahayaan semu langsung, pencahayaan difus, pencahayaan semi tidak langsung, dan ini kalau sudah menjadi wakil bupati akan DS terapkan sehingga wilayah Bekasi merata akan penerangan jalan baik di Kota maupun di perdesaan wilayah kabupaten Bekasi.

Dan 5. Tidak santai kenapa saya konsep tidak santai kita masyarakat Bekasi jangan berleha-leha dan santai masih banyak yang harus kita kerjakan untuk pembangunan Bekasi dari segi sosial, ekonomi, pendidikan dan sebagainya, jangan sampai ketinggalan oleh kota-kota maju, Bekasi adalah Mesin Dollar kalau kita tidak bisa mengelolahnya akan tergerus, oleh sebab itu kenapa saya punya konsep Tidak santai kita harus giat bekerja, belajar agar bisa membangun Bekasi. terakhir “Tanamkan Bekerja dan Belajar”.

Inilah sekelumit konsep-konsep yang DS buat agar masyarakat Bekasi bisa tergugah, demi kemajuan, kemaslahatan pembangunan Bekasi yang merata sesuai slogan Bekasi Baru Bekasi Bersih. (*)

Unjuk Rasa Damai ke PT Pertamina TBBM Balongan Indramayu FSBMigas kembali turun ke jalan

0

JIB | Kabupaten Indramayu – Perwakilan pekerja mitra berjumlah 400 Orang yang tergabung dalam organisasi Federasi Serikat Buruh Migas (FSBMigas) kembali turun ke jalan melakukan unjuk rasa ke PT Pertamina TBBM Balongan Indramayu pasalnya BUMN itu telah melakukan diskriminasi kepada buruh antara hak pekerja volume dan maindys padahal di lihat dari kewajiban dan tanggung jawab sama hal ini disampaikan oleh ketua FSBMigas – KASBI Kabupaten Indramayu Hadi Haris kepada awak media.

“Hari ini kita melakukan unjuk rasa damai dan menyampaikan unek – unek kami kepada Managemen PT Pertamina TBBM Balongan karena telah melakukan diskriminasi atau pilih kasih kepada buruh volume buruh dan maindys padahal mempunyai kewajiban yang sama tapi hak kami di bedakan, lucu dan aneh TBBM Balongan ini,” ujar Hadi, Kamis (20/06/2019) di sela – sela demo di TBBM Balongan.

Masih menurut Hadi haris bahwa persoalan ini harus segera di selesaikan antara kami buruh dan mereka PT Pertamina TBBM Balongan jangan sampai menjadi bola api yang nantinya menjalar kemana – mana, karena ini kami yang turun baru perwakilan akan tetapi jika hal ini di abaikan kami juga siap akan terus melakukan unjuk rasa sampai adanya kesepakatan bersama.

Nampak dalam aksi unjuk rasa itu di kawal ketat oleh aparat keamanan baik yang berseragam maupun tidak berseragam juga oleh security perusahaan nasional tersebut.

Akhirnya menjelang siang PT Pertamina TBBM Balongan dan Buruh sepakat di adakan audensi di fasilitasi Polres Indramayu di hadiri Disnaker, Vendor –Vendor atau penyedia tenaga kerja dan di ambil kesepakatan bahwa extrafuding bagi pekerja volume yang shif dan ada bayaran uang kelebihan jam kerja untuk pekerja volume yang shif sedangkan untuk uang tunjangan kehadiran akan di lakukakn pertemuan dengan Pertamina corporate. (Dre)

Sum Foto: Tanganrakyat.id

GUBERNUR KALTIM MINTA PEMONDOKKAN JEMAAH HAJI DI MEKKAH DAN MADINAH TIDAK JAUH

0

JIB |BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor meminta jajaran Kementerian Agama mengupayakan pemondokkan jemaah haji Indonesia tidak terlalu jauh dengan tempat ibadah di Mekkah mauoun Madinah, Arab Saudi.

Menurut Isran, selama ini letak atau lokasi pemondokkan jemaah haji Indonesia termasuk Kaltim masih terbilang jauh khususnya Masjidil Haram di Mekkah. “Akibatnya, banyak jemaah yang melaksanakan ibadah wajib seperti solat hanya di pemondokkan, tidak di Masjidil Haram sebab dirasa terlalu jauh menujunya” kata Isran saat Pelantikkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan 1440 Hijriah di Asrama Haji Batakan Balikpapan, Rabu (19/6/2019).

Padahal, ujar pemimpin Benua Etam ini, ibadah yang lebih baik dan besar pahalanya saat menunaikan ibadah haji adalah ibadah yang dikerjakan dan dilaksanakan di tempat haram (Masjidil Haram). Sebab itu, harapnya, pemerintah melalui Kementerian Agama dan lembaga terkait selayaknya memikirkan lokasi pemondokkan dengan kondisi jemaah haji Indonesia.

Gubernur mengakui tidak sedikit jemaah haji Indonesia yang sudah memasuki usia uzur maupun memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik. Ditambah lagi ungkapnya, daftar tunggu yang terlalu panjang dan lama, sehingga membuat dan berpengaruh pada calon jemaah haji yang sudah terdaftar untuk berangkat melaksanakan ibadah haji.

“Saya rasa ini tantangan kita semua, khususnya pihak Kementerian Agama agar bisa berkoordinasi dengan Pemerintahan Arab Saudi. Guna memperjuangkan penempatan atau lokasi pemondokkan jemaah tidak terlalu jauh dengan tempat ibadah di Mekkah maupun Madinah,” harapnya.

Bagi Isran, kemudahan dan pelayanan yang maksimal dari pemerintah tentu berimbas pada kenyamanan dan kekhusyukan jemaah dalam beribadah haji selama di tanah suci Mekkah. “Kalau jemaah hajinya jadi haji mabrur. Tentu para petugas dan panitia khususnya pihak Kementerian Agama yang mengurusi haji mendapat ganjaran kebaikan dan pahala yang besar dari Allah SWT,” beber Isran Noor.

Dirinya berharap komitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kemudahan serta mampu melindungi jemaah haji benar-benar diimplementasikan Kementerian Agama bersama petugas dan panitia haji, sehingga jemaah merasa terlayani dan terlindungi selama melaksanakan ibadah hajinya. (Dre)

Hati-hati Hoaks! Kapolri Dituding Dalang Pembunuhan 600 Anggota KPPS

0

JIB | Jakarta- Kabar hoaks kembali menerpa para pejabat tinggi negara. Kali ini seputar insiden meninggalnya ratusan petugas KPPS pada Pemilu 2019. Di media sosial, beredar kabar jika Kapolri Jenderal Tito Karnavian dituding menjadi dalang kematian 600 petugas KPPS.

Konten hoaks tersebut menarasikan bahwa, Tito sebagai otak pelaku pembunuhan berencana 600 orang anggota KPPS dengan cara menggunakan racun. Tidak hanya itu, dalam postingan itu juga menulis, korban tidak boleh dilakukan autopsi. Tito juga melakukan ancaman hukuman 10 tahun kepada dokter yang melakukan autopsi.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu mengatakan, setelah dilakukan penelusuran oleh Tim AIS, kabar tersebut dipastikan hoaks.

“Itu kabar bohong yang sengaja dipelintir, karena untuk membuktikan anggota KPPS tewas karena diracuni, telah dibantah oleh KPU dan Bawaslu,” kata Ferdinandus di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Ferdinandus menjelaskan, selain dibantah oleh KPU dan Bawaslu. Meninggalnya 600 anggota KPPS yang diduga diracuni itu, tidak memiliki bukti yang kuat. “Jadi kami ingatkan ya, itu kabar Hoaks. Apalagi ini malah menuduh Kapolri Tito Karnavian sebagai pelakunya,” imbuhnya

Kabar hoaks lain yang beredar luas di media sosial Facebook tentang menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution sebagai Calon Sekjen PSSI mendampingi Komjen (Pol) M Iriawan. Kabar tersebut dibantah langsung oleh Bobby Afif Nasution, bahwa dirinya tidak pernah mengajukan diri menjadi Sekretaris Jenderal PSSI.

“Bobby merasa, dirinya kurang mampu menjadi bagian dari struktur PSSI. Sebab, selain tidak berpengalaman mengurusi sepak bola Tanah Air, ia juga tidak menaruh minat di sana (sepakbola),” terang Ferdinandus. (Dre)

Bima Sakti Panggil 37 Pemain di Seleksi Tahap Kedua

0

JIB | Bekasi- Bima Sakti memimpin latihan perdana, pemain yang sudah ada dan melewati seleksi pada tahap pertama ikut kembali di tahap kedua ini, salah satunya adalah Alexandro Felix Kamuru dari Barito Putera.

Pelatih kepala Tim Nasional Indonesia U-16, Bima Sakti, memanggil 37 orang pemain untuk mengikuti seleksi sekaligus pemusatan latihan yang sudah berlangsung dari tanggal 18 Juni hingga 30 Juni 2019. Mereka mulai berkumpul dari tanggal 18 Juni 2019 dan memulai latihan pertamanya di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (19/6/2019).

“Seleksi tahap kedua ini diisi oleh pemain gabungan antara pemain yang sudah menjalani seleksi tahap pertama dan beberapa orang pemain baru. Dimana tujuannya saya adalah untuk melihat dan mencari lagi pemain lain dalam mengisi pos-pos yang saya rasa perlu,” jelas Bima.

Dikatakan oleh Bima, bahwa ini dirinya sudah melihat potensi-potensi yang ada di timnya. “Hari ini kami latihan penyesuaian dan pemulihan kondisi. Di sisi lain, saya sudah memiliki kerangka tim. Nantinya saya ingin di setiap posisi di isi dua sampai tiga pemain dengan kualitas dan kemampuan yang setara,” ungkapnya.

Salah satu kekuatan penting tim ini, adalah kecepatan. Kemampuan itu nantinya akan menjadi senjata utama dari karakter permainan yang tengah dibangun Bima. Dia mencontohkan, skuat yang ada saat ini memiliki banyak pemain lincah dan kecepatan tapi juga punya skill individu yang mumpuni.

“Ya kecepatan menjadi kunci utama tim ini. Karena itu kelebihan dari pemain-pemain Indonesia. Di sini saya juga memiliki sayap-sayap seperti Rui, Alexandro mereka punya kecepatan di sayap. Jadi kami main di tengah hanya sebagai poros, untuk main ke luar (sayap),” kata Bima.

Kelebihan itu bisa menjadi andalan pasukan Bima Sakti di Tim Nasional U-16 yang disiapkan untuk menghadapi ajang Piala AFF U-15 2019, Indonesia berada di grup A bersama dengan Myanmar, Vietnam, Timor-Leste, Singapura, dan Filipina. Event ini akan berlangsung di kota Chonburi, Thailand.

Selain berlaga di Piala AFF U-15 2019, Timnas U-16 juga akan bermain di Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di bulan September mendatang. Indonesia menjadi tuan rumah di ajan ini dan berada di grup G bersama China, Brunei Darussalam, Filipina, dan Kepulauan Mariana Utara.

Namun sebelum itu terjadi, dirinya merasa timnya perlu melawan tim dari luar Indonesia dalam uji coba internasional.Mengenai kebutuhan tersebut, jika tidak bisa bermain di luar negeri, mendatangkan tim dari luar untuk menjalani laga uji coba di Indonesia juga tidak masalah.
Yang terpenting, kata Bima, pemain punya pengalaman internasional sebelum terjun di turnamen sesungguhnya. “Ya, pastinya kami berharap ada uji coba internasional. Sehingga para pemain setidaknya sudah memiliki pengalaman bermain dengan tim dari luar Indonesia,” tutupnya. (Dre)

Masuk SMP/MTs Harus Lampirkan Ijazah DTA

0

JIB | Kabupaten Indramayu- Memasuki tahun ajaran baru 2019 Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali melakukan gebrakan dalam dunia pendidikan. Langkah tegas tersebut berupa kebijakan setiap siswa SD yang melanjutkan ke SMP/MTs harus melampirakan ijazah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA).

Dalam surat edaran Nomor 421/1529/Kesra tanggal 17 Mei 2019 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kemenag, dan Ketua FKDT Kabupaten Indramayu tersebut, kebijakan itu merupakan amanat dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2012 tentang wajib belajar diniyah takmiliyah dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 53 tahun 2018 tentang bantuan operasional pendidikan diniyah takmiliyah.

Bupati Indramayu H. Supendi menjelaskan, dalam surat edaran tersebut dinyatakan bahwa setiap calon siswa yang akan masuk ke jenjang SMP/MTs harus melampirkan ijazah DTA pada saat pendaftaran.

Namun demikian, lanjut Supendi, apabila ijazah DTA belum jadi maka bisa dilampirkan surat keterangan dari DTA setempat. Sedangkan jika calon siswa baru tidak menyertakan ijazah maka siswa yang bersangkutan harus siap mengikuti belajar di DTA sampai selesai. Sementara bagi SMP yang dikelola oleh yayasan non muslim maka bisa menyesuaikan dengan kebijakan tersebut.

“Masuk SMP harus melampirkan ijazah DTA, jika belum jadi maka harus ada surat keterangan dari DTA setempat. Namun jika tidak menyertakan, maka siswa tersebut harus siap mengikuti dan belajar DTA sampai selesai, ” tegas Supendi.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Supardo mengatakan, pihaknya sudah meneruskan surat edaran bupati tersebut dan dijadikan sebagai bahan pedoman dalam pedaftaran peserta didik baru (PPDB).

Dalam pelaksanaannya masih ditemukan banyak kekurangan, dan hal ini akan dijadikan sebagai bahan evaluasi setelah proses PPDB selesai.

“Ini kebijakan yang sangat bagus untuk menguatkan visi Indramayu Remaja di tengah-tengah anak kita. Kita sudah laksanakan dalam proses PPDB ini, meskipun masih ada kekurangan di lapangan. Setelah selesai kita evaluasi kekurangannya, ” tegas Supardo. (Dre)

Cawabup Bekasi Dadan Setiawan : Berkiblat Kepada Kepentingan Rakyat Mengwujudkan Bekasi Baru Bekasi Bersih Artinya Hijrah

0

JIB | Bekasi- Calon wakil Bupati Bekasi Drs. Dadan Setiawan MM, dari kalangan Birokrat yang biasa di panggil DS, dekat dengan kalangan atas hingga kalangan bawah, bergaulpun tidak memandang kaya atau miskin dimata DS semuanya sama, mempunyai Kredibilitas dan loyalitas kepada siapapun dan memahami dinamika wilayah Bekasi maupun handal dalam tatanan pemerintahan.

Niat DS mencalonkan diri menjadi cawabup yang adalah pertama adalah filosofis hidup untuk kemaslahatan masyarakat, tentunya di pikiran DS tidak ada untuk mengejar pangkat, jabatan, dan kekayaan, tapi bagaimana ingin menginfrosasikan, mengeksekusikan pengetahuan dan pengalaman yang di miliki DS lalu eksperien yang di alami bisa di kembangkan untuk kemaslahatan masyarakat Bekasi, semua lapisan, karena saya tidak melihat dari strata kedudukan orang semua adalah rakyat Bekasi.

“Melihat potensi-potensi yang ada di kabupaten Bekasi, selama ini hanya di kembangkan dalam konotasi kepentingan pribadi bukan kepentingan umum, tapi kita bagaimana mengoperasikan atau mengakselerasikan pembangunan untuk semua, ngiblat kepada hati rakyat, sehingga kita kalau sebagai wakil satu paket kepada Bupati Bekasi.” Jelas Dadan biasa di panggil DS kamis (20/06/2019).

Masih kata DS, wakil adalah menerjemahkan setiap-setiap kebijakan sebagai terjemah karena posisi kita adalah wakil dan jangan mendahului Bupati, yang ngiblat kepada kepentingan rakyat mengwujudkan Bekasi Baru Bekasi Bersih yang artinya Hijrah, setahu saya Rosul berhasil karena Hijrah artinya pemerintah jangan stag harus mendraiver semua lapisan (steakholder), pengusaha wiraswasta, wartawan, ASN, LSM, ormas, Ulamanya dan tokoh-tokoh masyarakat yang belum sejahtera kita angkat untuk kemaslahatan dunia wal akhirat.

“Bupati adalah jabatan terhormat dan wakil adalah menerjemahkan dan mentransfermasi dari Bupati jangan overlod karena masing-masing punya porsinya dan sudah di lindungi Undang-undang.” Ungkapnya.

Lanjut DS, dan harus kita wujudkan bersama misi dan visi Bekasi. Masyarakat, akademik, LSM, Ormas dan sebagainya agar berkontribusi, tidak hanya pandai mengkritik tapi semua bekerja, semua masyarakat kita ajak, karena hidup itu enak, jangan saling menjelekkan dan menyalahi.

“Selama ini Bekasi, pembangunan infrastruktur sudah tereksekusi tetapi Bekasi belum ada yang brendit contohnya Pondok pesantren termegah se-Asia, kenapa tidak, ngga haram kok, kita punya CBL yang buat bisa mandi atau kemaslahatan dengan botnya, kenapa tidak yang penting maslahat buat masyarakat kita siap lilahi ta ala.”Tutup (Sep)

TOKOH BEKASI SUNAWAN : CAWABUP MASIH BANYAK PUTRA-PUTRA TERBAIK BEKASI YANG BISA DAMPINGI BUPATI DAN BIROKRAT YANG HANDAL

0

JIB | Bekasi- Setelah Depinitif Eka Supria Atmaja menjadi Bupati Bekasi yang sah di lantik pada tanggal 12 juni 2019 minggu kemarin, kini sudah mulai pendaftaran cawabup Bekasi, banyak menuai kontra berbagai kalangan dari Akedemis, Lembaga, LSM, Ormas, Wartawan dan Tokoh-tokoh masyarakat Bekasi.

Kemunculan nama H. Marzuki yang bakal di gadang-gadang ikut maju di bursa pencalonan wakil Bupati Bekasi tentu akan menjadi polemik serta menjadi pertayaan besar.

Siapapun calon yang akan terpilih nanti untuk mendampingi Bupati Bekasi, H.Eka Supria Atmaja, lebih pantas dan lebih tepatnya adalah orang asli Kabupaten Bekasi, yang memang memiliki skill serta mampu menyuarakan aspirasi masyarakat kabupaten Bekasi.

Kriteria calon wakil Bupati harus faham betul tentang segala persoalan, permaslahan dan dinamika kehidupan di wilayah Bekasi dan siapapun orangnya harus mempunyai konsep yang jelas, bukan omdo dan hoax.

Intinya harus mampu mengimprovisasikan dari segala hal tentang pengetahuan, pengalaman dan kridebilitas, bagaimana tata cara mengelola pemerintahan yang bersih, juga mampu menggali potensi-potensi yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi, karena sejauh ini banyak potensi yang dikembangkan konotasinya hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan, bukan berimplikasi kepada output rakyat secara keseluruhan agar masyarakat Bekasi maslahat.

Tokoh masyarakat Bekasi H. Sunawan S.Pd.I angkat bicara intinya wakilnya Bupati itu harus orang yang sepaham dan sejalan dengan Bupati agar bisa menata, memajukan roda pemerintahan Bekasi, dan bukan itu saja tapi paham tentang Bekasi, paham tentang kebutuhan orang Bekasi, paham tentang geografis Bekasi, dan paham tentang kultur Bekasi.

“Kabupaten Bekasi itu punya kawasan yang terbesar se-Asia tenggara saya berpikir Bekasi adalah mesin dollar karena sirkulasi dan transaksi keuangan begitu dasyat, pertanyaan saya, apa yang ngga ada di Bekasi, semuanya ada, tetapi bagaimana pemerintahan Bekasi bisa Memenagemen agar Bekasi bisa mengatasi kemiskinan dan itu tidak terlepas dari kebijakan bupati dan wakilnya agar sepaham”, Jelas Sunawan kepada Jurnal Indonesia Baru, di kediamanya, kamis (20/06/2019).

Masih kata Sunawan, lebih eloknya wakil Bupati menguasai tentang Ekonomi Sosial Politik dan Budaya (Epoleksosbud), dan punya niatan untuk membangun Bekasi yang lebih baik kedepan nya.

“Di Sisi lain Sebagai Cawabup Bekasi harus punya wawasan yang luas tetang keilmuan dan pengalaman di bidang birokrasi pemerintan” Ungkapnya.

Sunawan juga, berharap agar Bekasi kedepanya lebih aman dan nyaman untuk kita semua, wa bil khusus ASN yang kerja di tatanan pemkab Bekasi lebih semangat dalam mengurus roda pemerintahan sesuai dengan selogan “Bekasi Baru Bekasi Bersih”. (*)

POLRES INDRAMAYU MENGAMANKAN MUCIKARI PENYEDIA JASA PROSTITUSI

0

JIB | Indramayu – Praktik pelacuran di Kota Indramayu tetap marak terjadi. Secara kasat mata, praktik pelacuran bisa ditemukan di samping jalan Pantura.

Pihaknya Polres Indramayu terus melakukan penertiban terhadap praktik pelacuran sesuai dengan Perda tingkat II Indramayu No 7 Tahun 1999 tentang Larangan Prostitusi.

Polres Indramayu mengamankan warga Desa Larangan Blok Dongkal Rt.03/01, Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu, KDR bin RWT (49) dan DSH Als MM DSH (49) alamat Desa Larangan Induk Rt.024/005 Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu karena di duga terlibat penyediaan praktik prostitusi .

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris. M. Y. Marzuki., SIK., dalam keterangan pers mengatakan bahwa kasus ini terungkap pada Minggu 16 Juni 2019 setelah polisi mendapat laporan dari 5 warga Indramayu bahwa adanya tempat prostitusi atau mucikari di Jalan Raya Lohbener Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu dan juga Lokasi Surmi Desa Waru Blok Pertamina Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu.

“Berdasarkan laporan tersebut polisi menangkap KDR bin RWT (49) dan DSH (49) di lokasi berbeda yaitu Jalan raya desa lohbener kabupaten Indramayu dan lokasi Surmi Desa Waru blok Pertamina Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu,” ungkap Kapolres, Kamis (20/06/2019).
Modusnya sendiri pelaku menyediakan perempuan – perempuan cantik sebagai PSK (Pekerja Sex Komersial) untuk menemani laki –laki hidung belang dan melayani persetubuhan dengan tarif Rp.100.000 sampai dengan Rp.130.000 rupiah dan uang sebesar Rp.30.000 di bayarkan kepada pelaku sebagai uang sewa kamar yang di sediakan pelaku melakukan persetubuhan tersebut.

Barang bukti dari prostitusi tersebut di antaranya 3 buah bungkus kondom, 5 buah kondom, 3 seprai, uang tunai sebesar Rp. 1.418.00, 3 pak tisu, satu gel pelumas merk durex, satu potong sarung bantal warna hijau, satu potong celana dalam warna coklat, satu potong celana dalam motif polkadot, satu potong kaos lengan pendek warna hitam, dan terakhir 3 botol bir hitam merk Guinnes.

Dengan bukti – bukti di atas para tersangka di jerat dengan pasal 296 KUHP dan atau 505 KUHP,ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.
Yaitu barang siapa yang mata pencariannya atau kebiasaannya dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain atau mucikari sebagimana yang di maksud dalam pasal 296 KUHP dan atau 506 KUHP, ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan. (Dre)

CATATAN DI TENGAH PENCARIAN PEMIMPIN DI BEKASI

0
Munawar Fuad Noeh Direktur Bekasi Industrial Society Association – Lecturer of President University.

JIB | Bekasi- Sejak Pemilu reformasi 1999, Memilih Kepala Daerah secara langsung pertama kali dalam Pilkada pertama, 2007, berlanjut 2012 hingga 2017, kenapa Kemajuan Bekasi masih sangat tertinggal, dengan tingkat daya saing dan capaian yang masih jauh dari harapan ? Tragisnya, malah berujung runtuhnya wibawa, nama baik dan harga diri Bekasi dg kasus Mega Korupsi yang menimpa pucuk
Pemerintahan.

Bekasi telah kehilangan banyak kekayaan alamnya, tanah, minyak, gas, lahan pertanian, perkebunan, terutama sumber daya manusia pribumi yang tersisih secara ekonomi, sosial dan politik, maupun kebudayaan dan tradisinya.

Kapan Bekasi akan melahirkan pemimpin yang terbaik dan berkemajuan, berdaya saing tinggi dan unggul ?

Moga ada momentum dan kesadaran baru bersama, lahirnya Pemimpin yang BERSIH, PROFESIONAL, Berwawasan dan pengalaman global dan nasional, mampu mengembalikan marwah, wibawa dan kehormatan daerah, mampu melakukan terobosan dan solusi cepat mengatasi pengangguran, kesenjangan sosial ekonomi, ketidakdilan kawasan, dan peningkatan kualitas SDM yang unggul, untuk menghadirkan kemashlahatan terbaik bagi setiap warga dan kemajuan daerahnya.

Sepanjang budaya korupsi dan transaksional di lingkungan elit pemimpin dan dilengkapi budaya korupsi berjamaah, apapun tujuan dan target pembangunan yang diharapkan pasti akan gagal.

Moga masih ada harapan dan kesempatan yang dimanfaatkan bagi perubahan terbaik di Bekasi.

Kunci perubahan terbaik di Bekasi dengan hadirnya Pemimin terbaik dan teladan, bukan karena uang, money politic atau transaksional. (*)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -