Thursday, May 7, 2026
Home Blog Page 174

Mayat Terapung Hebohkan Warga Segartanjung

0


JIB | Karawang, – Warga Dusun Segartanjung RT 10 A/03 Desa Segaran Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang, dihebohkan penemuan mayat jenis kelamin laki – laki dengan kondisinya terapung disungai Citarum, Jum’at (11/03/22).

Dikatakan, Edi” warga sekitar dengan ditemukannya mayat yang terapung diperairan sungai Citarum, dirinya hendak melintas menggunakan jasa perahu eretan yang setiap harinya selalu digunakan masyarakat sekitar untuk melintas dalam menjalani aktivitasnya.

“Pada saat itu secara tidak senghaja hendak menumpang perahu melihat langsung ada mayat mengambang di air yang letaknya tidak jauh dari tempat penyebrangan perahu yang selalu kita gunakan untuk melintas,” terangnya.

Lanjutnya mengatakan, setelah diketahui bahwa mayat yang terapung di sungai Citarum dirinya langsung melaporkan kepada pihak aparatur desa setempat untuk selanjutnya agar ditindak lanjut oleh pihak yang berwenang.

“Mayat yang terapung nampak kondisinya sudah membengkak, dan mayat tersebut berjenis kelamin laki – laki yang usianya kisaran kurang lebih antara 35 – 40 tahun,” jelasnya.

Dengan adanya laporan dari masyarakat dengan ditemukannya mayat berjenis kelamin laki – laki dengan kondisi terapung disungai citarum, Pihak Kepolisian Sektor Batujaya langsung melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat ini mayat tersebut sudah dibawa pihak kepolisian untuk dilakukan otopsi,” pungkasnya.(Sule/Ey)

Hadiri Rakor KPK, Plt. Bupati Bekasi Tekankan Komitmen Antisipasi Tindak Korupsi

0

JIB | BANDUNG – Plt. Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki didampingi Kepala Inspektorat Kabupaten Bekasi, MA. Supratman, menghadiri Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Kepala Daerah se-Jawa Barat. Acara berlangsung di Aula Gedung Sate, Kantor Gubernur Jawa Barat, Bandung, pada Kamis (10/3).

Dalam wawancara terpisah, Plt. Bupati Bekasi menyampaikan bahwa, rapat kali ini menekankan pada komitmen para Kepala Daerah untuk mengantisipasi tindakan korupsi dimasing-masing wilayah.

“Hari ini kita baru saja selesai mengikuti rapat pemberantasan korupsi, kali ini yang ditekankan yaitu sejauh mana Kepala Daerah dapat mengantisipasi tindakan korupsi diwilayah masing-masing,” ucapnya.

Lebih lanjut, dalam mengoptimalisasikan pendapatan daerah di era masa transisi pandemi, dirinya akan melakukan berbagai upaya dengan mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Tentu saja, hal-hal yang sekiranya bisa kami akan lakukan. Kita gali potensi-potensi ekonomi, seiring dengan menurunnya Covid-19,” katanya.

Kemudian, agenda dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat tanah yang diberikan atas aset Pemerintah Daerah dan penandatanganan pakta integritas. Dalam hal ini, Plt. Bupati Bekasi menerima langsung penyerahan sertifikat RSUD Cabangbungin yang diberikan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat.

“Tadi juga sudah diserahkan dan diterima aset Pemda yang berupa sertifikat terkait RSUD Cabangbungin, kedepan semoga semua aset Pemda akan disertifikasikan.” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berharap Kepala Daerah dapat mengevaluasi mengenai indeks kesehatan, indeks pangan termasuk indeks pemberantasan korupsi diwilayah daerah tersebut, untuk kedepannya Pemerintah Daerah lebih baik lagi. Serta dapat menyiapkan perbaikan-perbaikan terkait tindak pemberantasan korupsi karena itulah yang akan dinilai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kepala Daerah semoga dapat mengevaluasi terkait indeks-indeks berkaitan dengan pemberantasan korupsi. Serta perlu dipersiapkan perbaikan-perbaikan untuk menindak hal tersebut, karena itulah yang akan dinilai oleh KPK.” tuturnya. (Prabu)

MUI DKI Jakarta Mendukung TNI & Polri Halau Paham Intoleransi dan Radikalisme

0

JIB | Jakarta, – MUI DKI Jakarta mendukung penuh upaya TNI – Polri dalam menghalau sebaran paham-paham intoleransi dan radikalisme dikalangan Mubaligh atau Da’i.

Diketahui bahwa dalam organisasi ulama ini banyak tokoh-tokoh dari lintas Ormas Islam Indonesia dan salah satu misi MUI adalah mengembangkan ajaran Islam yang Rahmatan lil’alamin.

“Kami dari MUI dalam setiap kegiatan keagamaan tentunya mengajak dan menghimbau untuk mengutamakan kerukunan umat beragama. Dalam hal ini bersama masyarakat untuk bersama sama menangkal adanya segala bentuk tindakan intoleransi dan radikalisme, karna Agama Islam tidak pernah mengajarkan dan membenarkan tindakan yang dilakukan dengan kekerasan”. Ujar KH. Yusuf Aman Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta. Sabtu, 12/02/2022

Pemerintah Indonesia sangat serius pada urusan kerukunan umat beragama. Kampanye soal moderasi beragama diharapkan menjadi pilar dan alat pemersatu bangsa agar tidak mudah terkontaminasi oleh paham-paham intoleransi dan radikalisme.

MUI Daerah tentu sangat mematuhi MUI Pusat, oleh karenanya perlu menjalin silaturahmi antar Instrumen Pemerintah dengan MUI Daerah.

Memiliki Da’i Kamtibmas di tingkat Polsek dan Polres diharapkan mampu menangkal paham intoleransi dan radikalisme.

“Tahun ini merupakan tahun toleransi, maka kami dari MUI DKI Jakarta akan berkordinasi dengan bidang dakwah yang mengisi tausyiah di tingkat Provinsi, Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia”. Ujar KH. Yusuf sebagai penutup. (AS)

Wakil Ketua DPRD Bekasi Ingin Marjuki Jadi Bupati Defenitif

0






JIB | Kabupaten Bekasi- Genap sudah empat bulan Akhmad Marjuki bertatus Plt Bupati Bekasi, namun belum ada tanda-tanda pengangkatan menjadi bupati defenitif oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Wakil Ketua DPRD Bekasi, M Nuh menilai, saat ini posisi Marjuki masih ‘abu-abu’ dan kewenangannya sangatlah terbatas. Padahal, Kabupaten Bekasi perlu pemimimpin defenitif untuk mengoptimasi seluruh proses dan rencanan pembangunan daerah.

“Imbas dari lambannya proses pendefinitifan plt ini adalah terhambatnya percepatan pembangunan Bekasi untuk masyarakat. Karena kewenangan plt itu terbatas dalam menentukan kebijakan. Jadi yang paling dirugikan dalam kondisi ini adalah masyarakat kita,” kata M. Nuh.

Politisi dari Partai PKS ini menuturkan, dalam empat bulan terakhir banyak gagasan yang diinisiasi oleh Marjuki dan terbilang bagus. Namun, banyak di antaranya terhambat karena posisi Marjuki masih berstatus plt.

“Sebenarnya, program yang diusulkan oleh plt saya lihat sudah bagus. Tapi, karena beberapa hal program tersebut harus dipending,”kata dia.

“Artinya keinginan untuk membangun Bekasi dari plt Bupati Ahmad Marzuki itu sudah ada. Baik dari program pembangunan, merajut dan merangkul tokoh – tokoh Bekasi kemudian menjalin komunikasi dengan ASN dan lainnya di kabupaten Bekasi merupakan terobosan bagus yang dilakukannya,” sambungnya.

Nuh mewanti-wanti, jangan sampai, akibat masih dibuat abu-abunya status Marjuki, berakibat fatal, bahkan kejadian seperti tahun 2021 bisa terulang lagi.

“Saya berharap pembangunan di Bekasi jangan seperti tahun 2021. Mungkin alasannya karena covid. Antara APBD murni dan ABT yang tidak disetujui. Waktunya, waktu APBD pelaksanaannya ko di ABT ini kan lucu juga dan kurang bagus,” kata dia.

Padahal, kata Nuh, saat ini masyarakat menunggu gebrakan dan teroboasan yang lebih dari Marjuki. Hanya saja saja, kata dia, lagi-lagi gerak Marjuki sangat terbatas manakala statusnya masih sebagai pelaksana tugas, bukan sebagai bupati defenitif.

“Jangan sampai ada terawangan paling pembangunan ini setelah plt yang sekarang diganti dengan plt yang baru. Lamanya masa jabatan plt ini juga dikhawatirkan menjadi peluang bagi ASN menjadi tidak taat,” kata dia.

Sementara itu, percepatan pembangunan di mata Nuhi, dapat dilakukan melalui pemanfaatan CSR dari banyaknya perusahaan di Bekasi.

“Untuk percepatan pembangunan. Kan banyak hal yang bisa optimalkan seperti pemanfaatan dana CSR. Dewan baru saja mberikan masukan – masukan terkait rencana pembangunan daerah apa si yg bisa disegerakan. Ya, tentunya pengelolaan CSR yang dimaksimalkan. Ini kan ekonomi masyarakat tidak jalan karena covid. Jadi perlu ada sumber dana baru diluar pendapatan daerah yang terhambat,” pungkasnya. (Adv).

Aneng Winengsih SH, MH Dampingi Kasus Pengeroyokan 3 Wartawan

0


JIB | Karawang, – Kasus pengeroyokan yang dilakukan oknum aparat Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, terhadap 3 Orang Wartawan kini diambil alih Polres Karawang untuk ditindak lanjut sesuai hukum yang berlaku.

Saat ditemui seusai pemeriksaan, Daman Huri, salah satu korban pengeroyokan mengatakan hari ini, dirinya beserta kedua rekan yang lainnya kembali dimintai keterangan oleh penyidik Polres Karawang.

“tadi saya dan kedua rekan saya kembali di BAP oleh penyidik Polres Karawang,” ujar Daman huri kepada awak media, Rabu (09/03/2022) petang.

Selanjutnya, kuasa hukum dari ketiga wartawan korban pengeroyokan, Aneng Winengsih SH, MH membenarkan soal pemeriksaan kembali oleh penyidik terhadap ketiga kliennya tersebut.

“Tadi saya mendampingi klien untuk melakukan BAP di Polres Karawang terkait permasalahan yg menimpa klien saya. Dugaan tindak pidana pengoroyokan pasal 170 KUHP,” jelasnya.

Mengenai perkembangan perkara, lanjut Aneng, sudah naik statusnya ke tahap penyidikan.

“Dari penyelidikan ke penyidikan, selain dari pihak klien saya, juga sudah di periksa 6 orang saksi yang pada saat itu berada di TKP,” bebernya.

Aneng memberikan apresiasi terhadap tindakan cepat serta kepedulian Polres Karawang dibawah kepemimpinan Kapolres AKBP Aldi Subartono, SH, S.IK, MH.

“Untuk selanjutnya kami menunggu perkembangan dari pihak kepolisian. Yang pasti kita disini saling kooperatif apabila ada penemuan bukti atau saksi baru maka kita saling koordinasi,” katanya

Ditegaskan olehnya, selain pelaku, tokoh intelektual dibalik pengeroyokan ketiga wartawan tersebut agar dapat diungkap dengan segera dan ditangkap oleh pihak kepolisian demi terciptanya rasa keadilan ditengah masyarakat.

“Besar harapan kami, pelaku dan siapapun tokoh intelektual di dalam perkara ini dapat segera terungkap,” pungkasnya.(Sule/Ey)

Polres Karawang Turun Ke TKP, Warga Beberkan Insiden Pengeroyokan Terhadap 3 Orang Wartawan

0



JIB | Karawang, – Pihak Kepolisian Resort Karawang mulai turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) insiden pengeroyokan terhadap 3 orang wartawan di Dusun Pangasinan Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, Rabu malam sekitar jam 21.00 wib (09/03/22).

Dikatakan “Dalang sapaannya Darmo seorang warga Dusun Pangasinan, membeberkan semua kepada pihak yang berwajib pada saat dipintai keterangan terkait adanya insiden pengeroyokan terhadap 3 orang wartawan.

“Awalnya memang hendak olah TKP namun saya menolak karena kondisi ibu saya yang suka sakit, jadi pihak kepolisian meminta keterangan saya di kantor Desa Waluya,” ungkapnya.

Menurut Dalang, pihak kepolisian yang datang meminta keterangan kejadian pengeroyokan kepada dirinya di perkirakan berjumlah 6 orang, dan mereka datang mengendarai dua mobil ke kantor desa.

“Pertama yang di mintai keterangan adalah pa Tuin, namun karena kurang lengkap lantas saya yang di mintai keterangan, kalau saya menerangkan dengan terbuka sesuai apa yang saya lihat pada waktu itu,” terangnya.

Lebih lanjut lagi Dalang menambahkan, pelaku pemukulan tersebut memang merupakan aparat Desa Waluya, yang dirinya kenal adalah Dede alias Tepos selaku RW di Dusun cikeris, dan Nursen alias Dekok yang merupakan kepala dusun cikeris.

“Selain itu saya tidak mengetahuinya karena saya bilang ke pa polisi saya menolong ibu saya yang pingsan pada insiden tersebut, selanjutnya saya di pinta menandatangani surat keterangan yang saya berikan,” pungkasnya.(Sule/Ey/M.Amir).

Warga Buka Mulut Insiden Pengeroyokan Terhadap 3 Wartawan

0



JIB | Karawang, – Warga buka mulut insiden pengeroyokan terhadap 3 orang wartawan di Dusun Pengasinan Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, yang dilakukan oleh oknum aparat Desa Waluya, Rabu (09/03/22).

Dikatakan “Tuin” seorang warga Dusun Pangasinan Desa Waluya, bahwa dirinya pada saat itu waktu adanya insiden pengeroyokan terhadap 3 wartawan karawang berada di lokasi.

“Saya melihat langsung insiden pengeroyokan terhadap 3 wartawan karawang pelaku notabenenya merupakan aparatur desa,” ucapnya.

Lanjutnya ” Tuin” mengatakan bahwa dirinya sempat mendengar adanya rumor yang di isukan bahwa para pelaku pengeroyokan terhadap 3 wartawan adalah warga sekitar.

“Kata siapa masyarakat ikut membantu memukul wartawan, justru kami masyarakat melerai aksi pengeroyokan tersebut,” ungkapnya.

Menurut Tuin, dirinya juga merasa kaget karena kedatangan ketiga wartawan ke warung Bu Nesem, mereka sangat sopan dan hanya bertanya sekitaran penyaluran tentang Program BPNT secara tunai, apakah enak dengan uang tunai atau sembako.

“Si ibu Acem menjawab enak sembako. Namun tiba – tiba datang aparat desa langsung ngomel dan memukul wartawan, di situ saya sangat panik langsung melerai. Karena jumlahnya terlalu banyak tidak bisa apa-apa,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi Tuin, menjelaskan kejadian tersebut membuat trauma pemilik warung, karena pemilik warung sampai pingsan melihat kejadian tersebut, bahkan sampai di bawa berobat ke dokter.

“Kalau di katakan masyarakat ikut memukul itu bohong, yang jelas masyarakat hanya melihat dan melerai aksi pengeroyokan yang di lakukan aparat desa Waluya,” pungkasnya.(Sule/Ey/M.Amir)

Lahirkan Bibit Unggul Pemain Sepakbola, Tim Tridaya Putra FC Siap Tanding

0



JIB |™KABUPATEN BEKASI – Aktifitas para generasi muda tentunya harus disalurkan agar pemuda tidak terjerumus kepada hal-hal yang kurang baik, salah satunya melalui kegiatan olahraga sepakbola. Berangkat dari pemikiran tersebut, para tokoh masyarakat yang ada di wilayah RW. 02 Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, membentuk tim sepakbola yang diberi nama Tridaya Putra FC dan sudah berjalan sejak dua bulan terakhir.

Pembina Tridaya Putra FC, Gunardi mengatakan, kesebelasan Tridaya Putra FC dikelola secara profesional dengan dibentuk struktur kepengurusan. Untuk kebutuhan biaya dilakukan secara swadaya, dimana setiap pemain dikenakan iuran untuk uang kas setiap bulannya. Kesebelasan Tridaya Putra FC pun memiliki kelompok usia mulai dari U-13, U-20, U-35 hingga U-40.

Dikatakan Gunardi, sebenarnya kesebelasan Tridaya Putra FC sudah berdiri sejak tahun 1985 yang lalu, dan para tokoh pemuda di lingkungan RW.02 berkeinginan supaya generasi hari ini juga ikut dilibatkan dalam hal olahraga sepakbola.

“Untuk kelompok U-40 itu Old Star namanya. Kemudian ada senior, junior dan kids. Tetapi benderanya semua sama yaitu Tridaya Putra FC. Para pemain sendiri murni warga RW.02. Sementara yang menjadi motivasi kami membentuk kesebelasan ini adalah agar orang-orang yang selama ini bergelut dengan gadget, bisa berinteraksi sosial melalui kegiatan sepakbola,” ungkapnya kepada para awak media.

Pria yang juga menjabat Ketua RW.02 Desa Tridaya Sakti ini mengatakan, dikarenakan warga di lingkungan RW.02 ini banyak yang memiliki hobi bermain sepakbola, akhirnya para tokoh masyarakat dan para pemuda sekitar bersepakat untuk membentuk tim sepakbola sendiri. Para pelajar SD yang selama ini mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring (online) juga mulai berubah dari kebiasaannya.

“Untuk jadwal latihan rutin kelompok U-35 dan U-40 itu setiap hari sabtu di Lapangan Densakti Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan. Karena kita memang terbatas untuk lapangan besar. Sementara latihan untuk U-13 dan U-20 itu setiap hari selasa dan kamis di wilayah kita sendiri di lapangan RT.02 RW.02, Rawapisang” tuturnya.

Bagi warga masyarakat yang ingin bergabung di tim Tridaya Putra FC, kata Gunardi, disyaratkan adalah warga RW.02. Setiap hari minggu tim Tridaya Putra FC mengikuti turnamen atau sparing tanding, seperti saat hari minggu kemarin di Stadion Mini Tambun. Dan di hari minggu nanti tim akan bertanding dalam ajang trofeo yang dibuat kedalam sembilan grup di Lapangan Densakti, Desa Sumberjaya.

Gunardi mengatakan, sejak terbentuk dua bulan yang lalu, sudah 25 anak yang bergabung di tim Tridaya Putra FC U-13, 22 anak di U-20, 28 orang di U-35 dan 19 orang di U-40. Jumlah itu menurutnya sudah cukup untuk tim sepakbola, sebelas pemain inti dan sisanya cadangan. Biasanya para pemain juga bergantian dalam setiap pertandingan. Jadi setiap pemain semuanya dilibatkan.

“Untuk tim U-40, U-35 dan U-20 alhamdulillah sudah mempunyai kaos seragam. Sementara untuk U-13 masih memakai seragam lama. Insyaallah kedepannya selesai dan anggaran juga cukup. Paling lambat dua minggu kedepan klub ini sudah mempunyai seragam sendiri. Untuk iuran U-13 dan U-20 sebesar Rp10 ribu perbulan bulan. Sedangkan untuk U-35 dan U-40 Rp15 per bulan,” terangnya.

“Kami berharap dengan adanya kesebelasan Tridaya Putra FC ini akan ada bibit-bibit unggul pemain di wilayah Desa Tridaya Sakti sehingga bisa dilirik oleh pengurus KONI maupun PSSI Kabupaten Bekasi. Kami juga berharap di Desa Tridaya Sakti ini bisa mempunyai lapangan sepakbola sebagai fasilitas latihan para pemain,” tandasnya. (Prabu)

Oknum Keamanan THM Lu’te Membabi-buta Koroyok Tiga Pemuda

0

JIB | KABUPATEN BEKASI,Diduga hanya karena mengajak ngobrol seorang wanita di salah satu diskotik, tiga pemuda di Kabupaten Bekasi babak belur dikeroyok oknum keamanan dan waitres, tidak hanya mengalami luka parah, kendaraan roda empat yang dibawa para korban juga tidak luput dirusak para oknum pelaku di lokasi tersebut.

Peristiwa naas yang menimpa tiga pemuda tanggung bernama MR (27), MA (25) dan Ak (27) yang diketahui merupakan warga Kampung Tegalgede, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, berawal saat ketiganya hendak menikmati hiburan di Diskotik Lu’te.

Ketiga pemuda tanggung yang memang sudah biasa ke tempat tersebut awalnya melihat wanita yang diduga pekerja freelance di tempat tersebut yang langsung menyapa dan mengajaknya mengobrol.

Tanpa disadari ketiga korban, datang satu orang laki-laki tidak dikenal yang juga pengunjung ke arah ketiganya, dan tidak lama kemudian terjadi cekcok mulut, selang tidak lama datang dari belakang beberapa orang yang diketahui korban merupakan pihak keamanan atau security Diskotik Lu’te.

Ketiganya langsung menjadi bulan bulanan pengeroyokan yang tidak seimbang, yang berimbas korban mengalami luka sobek di bagian tangan yang mengeluarkan darah segar, tidak hanya itu wajah korban juga babak belur akibat hantaman benda tumpul para pelaku.


Selain itu dua korban juga mengalami hal yang sama, anehnya kedua teman korban yang sudah berteriak meminta ampun, bukannya berhenti mengeroyok malah semakin membabi buta memukuli ketiga korban.

Para pelaku yang lebih dari sepuluh orang tersebut dan diduga merupakan petugas keamanan di Diskotik Lu’te semakin menjadi tidak hanya menganiaya tapi juga merusak kaca spion mobil korban hingga patah.

Melihat semakin sadisnya para pelaku tersebut, korban langsung meninggalkan lokasi dan membuat laporan ke Mapolsek Tambun. “Saya bersama dua teman saya datang ke Diskotik Lu’te untuk menikmati hiburan dan tidak ada sama sekali niat berbuat kericuhan di tempat tersebut, tapi kenapa saya dan dua teman saya malah dianiaya hingga seperti ini,” rintih MR yang mengalami luka robek tangan dan lebam di seluruh wajah.


“Bukannya melarai cekcok mulut saya dengan tamu lainnya, malah sebaliknya mengeroyok dan menganiaya hingga saya dan dua teman saya mengalami luka parah seperti ini,” ucap MR sambil menahan rasa sakit saat dimintai tanggapannya di Mapolsek Tambun.

MR menambahkan, kejadian terjadi di dalam diskotik dan kami diseret seolah kami seperti bukan pengunjung di tempat tersebut. “Saat di luar tepatnya di depan parkir Cafe Lu’te, Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Setia Darma, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi di situ kami bertiga menjadi bulan-bulanan oknum keamanan dan waitres” sesak MR.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tambun, Iptu Trisno mengaku masih melakukan penyelidikan termasuk mengambil camera CCTV yang berada di Diskotik Lu’te tersebut. “Kami sudah terima laporan pada korban, dan masih melakukan penyelidikan apabila memang terbukti ada pihak keamanan yang bersalah akan kami proses dan tindak,” ucapnya.

Diketahui Diskotik Lu’te yang berada di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, kerap terjadi keributan antar para pengunjung namun dapat diselesaikan.

Diskotik Lu’te juga pernah ditutup permanen oleh almarhum Bupati Bekasi Eka Supriaatmaja, mengingat tempat tersebut sampai saat ini masih membuka hingga melewati jam waktu pengunjung, padahal saat ini kondisi Kabupaten Bekasi masih berada di level tiga.

Anehnya pihak pemerintah dari Polisi Pamong Praja seolah tutup mata dengan apa yang dilakukan sejumlah tempat hiburan malam, padahal keberadaan mereka berpotensi menyebarkan wabah covid 19. (Prabu)

Satpol PP Kabupaten Bekasi Terbitkan Surat Teguran Ke-3 Bangli di Jalan Bosih Raya

0

JIB | CIBITUNG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi kembali menindaklanjuti bangunan liar (Bangli) serta parkir liar di Jl. Bosih Raya yang masih berdiri sejak surat teguran ke-2 dengan menerbitkan surat teguran ke-3.

Plt. Kabid Ketentraman dan Ketertiban pada Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita mengatakan, langkah-langkah tindak lanjut akan terus dilakukan untuk menangani bangunan liar dan parkir liar yang masih ada dan beroperasi.

“Iya hari ini kita berikan surat teguran ketiga setelah masa berlaku surat teguran kedua berakhir. Kita akan tetap berjalan sesuai prosedur untuk menangani pelanggaran perda dan perkada ini,”ucap Ganda, Jum’at (04/03/22).

Ganda menjelaskan, berbeda saat pemberian surat edaran kedua, dari sebanyak 67 bangunan liar yang awalnya berdiri di sepanjang Jalan Bosih Raya, 11 bangunan diantaranya sudah berangsur menertibkan sendiri bangunan mereka. Namun saat memberikan surat teguran ketiga ini terpantau bangunan liar disana tidak berkurang secara signifikan.

“Surat teguran kedua yang lalu, masih tersisa 56 bangunan liar dan parkir liar. Sekarang kita berikan lagi kepada 55 bangunan liar yang tersisa, artinya berkurang 1 bangli yang menertibkan diri,” katanya.

Adapun 55 bangunan liar dan parkir liar tersebut, sebanyak 25 bangli menerima surat teguran ketiga secara langsung, 15 bangli diterima secara simbolis surat teguran ketiga, 10 bangli lainnya tidak berada di lokasi, dan 5 lainnya merupakan parkir liar.

Meski begitu, dirinya juga menyebutkan pendekatan secara persuasif tetap dilakukan kepada para pemilik bangli dan parkir liar, sebelum langkah terakhir ditempuh untuk menertibkan bangunan liar yang masih berdiri.

“Sejak surat peringatan pertama, kami terus melakukan pendekatan agar mereka menertibkan bangunan dan parkir liarnya sendiri,” ujarnya. (BS)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -