JIB | KABUPATEN BEKASI- Seorang Kakek tua bernama Matasan (75) ditemukan warga sudah tidak bernyawa didalam rumah, tepatnya di kampung Buaran Desa Lambangsari Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa siang.
Penemuan mayat kakek berumur 75, berawal saat saksi mata bernama Yanto sedang tidur, kemudian Ia dibangunkan oleh anaknya yang memberitahukan bahwa tercium bau tidak sedap menyengat dari rumah korban sehingga bau tersebut menyebar ke rumah tetangganya.
Kemudian kedua saksi tersebut berusaha masuk kedalam rumah korban dengan cara merusak salah satu pintu untuk melihat posisi bau busuk berada, dan Saat masuk kedua saksi mendapati korban dalam posisi terlentang dan sudah tidak bernyawa maupun kodisi sulit melupas.
“awal mulahnya para saksi merasa curiga dengan bau busuk dari dalam rumah korban. Karena penasaran akhir saksinya memutuskan untuk masuk, dan saat didalam rumah saksi menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa” Ucap Kompol Siswo Kapolsek Tambun kepada awak media Rabu (15/01/2020).
Masih kata Kompol Siswo. Terakhir korban terlihat oleh saksi Hamdani sehari sebelumnya, bahkan mereka sempat ngobrol didepan rumah korban. Sampai hari ini korban dalam penangan pihak kepolisian dan motifnya dalam pengembangan.
Tempat terpisah Hamdani warga disekitar rumah korban, mengatakan saya terakhir melihat sehari sebelumnya dan sempat berbincang didepan rumah korban. Karena tidak ada pirasat korban seperti itu.
“ Dan hal ini kita serahkan kepada pihak yang berwajib” jelasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan menurut warga korban memang memiliki riwayat penyakit lambung. Keluarga korban pun membuat pernyataan untuk tidak melakukan tuntutan apapun karena korban meninggal dikarenakan sakit. (Endang)
Poto : Nadi Supendi Selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Waluya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang.
JIB | Karawang, – Dalam penggunaan Dana Desa (DD) tahap 3 tahun 2019 lalu, BPD Waluya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang, sesalkan atas kinerja Kepala Desa Waluya. Pasalnya sudah 1 bulan tidak nampak adanya realisasi pembangunan dengan dibiayai dana desa.
Hal tersebut perlu dilakukan pengawasan yang signifikan dari instansi terkait, karena untuk menghindari terjadi adanya penyelewengan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, Selasa (14/01/20).
Dikatakan, Nadi Supendi selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Waluya, pihaknya sangat menyesalkan atas kinerja Kepala Desa Waluya hingga saat ini belum merealisaaikan dana desa tahap 3 tahun 2019 lalu, untuk pembangunan sarana prasarana infrastruktur.
“Semenjak dicairkan dana desa hingga sekarang hampir 1 bulan belum nampak adanya pengerjaan untuk pembangunan di desa waluya. Namun hanya terlihat batu kali kisaran 2 truk saja dilokasi akan dibangun di Dusun Pangasinan, itupun batu kali tersebut dibiarkan saja hampir setengah bulanan,” ucapnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, dirinya sudah beberapa kali menegur Kepala Desa melalui Sekretaris Desa untuk segera dana desa tersebut secepanya direalisasikan. Bahkan dirinya sudah melaporkan kepada Pemerintah Kecamatan Waluya Kabupaten Karawang, bahwa selama ini Kades Waluya belum merealisasikan dana desa.
“Kita sudah berupaya dengan cara berkoordinasi dengan pihak terkait, agar dana desa secepatnya direalisasikan oleh Kades. Namun dengan belum direalisasikan dana tersebut, untuk selanjutnya kita akan minta arahan kepada pihak kecamatan untuk membuat laporan ke DPMD Karawang,” pungkasnya.(Sule/Ey)
Poto : Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, poto bareng bersama Majelis Pimpinan Pusat (MPP) Ikatan Khatib Indonesia.
JIB | Jakarta- Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, menerima silaturahim dan audiensi Majelis Pimpinan Pusat (MPP) Ikatan Khatib Indonesia di Kantor Istana Wakil Presiden Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum MPP IK DMI menyampaikan laporan perkembangan keorganisasian, program yang telah dan tengah berlangsung serta proyeksi program ke depan.
“Khutbah Jumat merupakan ibadah yang bersifat rukun, keharusan menentukan sah atau tidaknya kewajiban shalat Jumat. Di samping itu, Khatib sangat berpengaruh terhadap jamaahnya dalam menyampaikan pesan keagamaan. Karenanya bagaimana pesan dan isi khutbah benar-benar sesuai dengan syariah dan fikihnya”, demikian arahan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, saat menerima Majelis Pengurus Pusat Ikatan Khatib Indonesia.
Wapres juga menyampaikan pentingnya kualitas setiap khatib yang mempunyai kompetensi di bidang keagamaan yang mumpuni dan mendalam, memiliki kefasihan dalam melafalkan dan memahami Alquran dan Assunnah, serta Komitmen kebangsaan dan keumatan dengan membawa rahmat bagi semesta.
“Itulah pentingnya standar kualitas kompetensi, yang akan mempengaruhi keabsahan dan kekhusuan ibadah, sekaligus manfaah dan kemaslahatannya bagi jamaah masjid dan lingkungannya”, tegas Wapres RI
Atas dasar itulah, MPP IK DMI, setelah menggelar Halaqah Juru Dakwah Wasathiyah, segera akan menetapkan program peningkatan kualitas, penjaminan mutu dan keabsahan profesi seorang khatib.
“Ikatan Khatib DMI akan bekerjasama dengan Kemenag RI, DMI Pusat dan MUI serta Ormas Keagamaan dan Universitas dan Pesantren, untuk menyiapkan program dan sistem untuk menerbitkan Khatib Bersertifikat”, Ketua Umum MPP IK DMI, Hamdan Rasyid menyampaikan.
Dr Hamdan melanjutkan, Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK-DMI) bersifat terbuka, inklusif, dan merupakan badan otonom Dewan Masjid Indonesia yang berazaskan Pancasila dan berakidah Islam menurut mabda’ Ahlussunah Wal Jama’ah merupakan berbentuk Organisasi Kemasyarakatan Profesional yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan dan sosial.
Untuk itulah selaku Manajer Program, Munawar Fuad, menyiapkan langkah adanya Halaqah Khatib Indonesia, disertai dengan program Madrasah Khatib Wasathiyah dalam upaya memperkokoh ukhuwwah sesama khatib, silaturahim pemikiran, peningkatan wawasan dan memberikan solusi berupa pencerahan kepada umat dan lingkungannya melalui program silaturahim tersebut.
“Insya Allah, pula akan segera hadir aplikasi Khatib Indonesia, untuk menyiapkan sebanyak mungkin khatib profesional yang memang memenuhi syarat sebagaimana disampaikan Wakil Presiden KH Maruf Amin. Bahkan didukung oleh sistem digital sebagaimana kebutuhan di era industri 4.0”, papar Munawar Fuad.
Program Aplikasi Khatib Indonesia mempunyai multimanfaat untuk membangun data base keanggotaan, komunikasi interaktif, Perpustakaan Khutbah, termasuk bagaimana setiap khutbah disajikan secara actual dan membumi, memberikan pencerahan dan mempersatukan umat yang programnya disiapkan oleh Tim IK DMI, khususnya oleh Manajer Aplikasi, H Ardi Istambul.
Munawar Fuad melanjutkan, dengan tema, Tranformasi Peran Khatib dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 untuk Mewujudkan Islam Rahmatan Lil’alamin, kita mengharapkan agar Khatib dapat ikutserta membangun kesadaran bersama mensukseskan gerakan dan perubahan menuju arus baru ekonomi syariah yang bisa menjawab kebutuhan umat, bahkan bisa memberikan solusi bagi permasalahan kebangsaan kenegaraan.
“Potensi umat sangat besar untuk menjadi produsen yang produktif, bukan hanya menjadi konsumen terbesar; namun hasil dan keuntungannya dinikmati yang lain. Program industry halal, industri syariah, bisnis syariah serta sejenisnya termasuk e-commerce dan market place yang sudah menggunakan sistem syariah juga menunjukkan tingkat perubahan dinamis yang perlu disampaikan kepada umat melalui khutbah. Semangat umat untuk mampun beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi”, pesan Wapres juga.
“Kami selaku Panitia Daerah, siap melaksanakan agenda Rakernas II dan Halaqah Khatib Indonesia yang insya Allah dilaksanakan di Kabupaten Bogor’, papar Prof. H. Ali Anwar, Ketua MPW IK DMI Jawa Barat.
“Segala sesuatunya sedang kami siapkan agar dapat mendukung segala niat baik Bapak Wapres dan IK DMI, kami berusaha semaksimal mungkin mendukung sukses acaranya pada pertengahan Februari 2020”, H Irwan Kurniawan, Ketua DMI Bogor bersama H Adang Wijaya, selaku Tim Tuan Rumah yang ikutserta dalam silaturahim tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres menaruh perhatian dan harapan agar peran Khatib dapat hadir membumi, memberikan wawasan dan pencerahan kepada umat, serta menjadi penggerak perubahan menuju keadaan yang lebih baik.
“IKatan Khatib DMI sangat diharapkan dapat berperan aktif memberikan pencerahan dan solusi di tengah umat”, papar Wapres menekankan.
Demikian pula, sebagaimana profesi lainnya, Program Khatib Bersertifikat sangat penting menjamin tegaknya pelaksanaan syariah Islam, sekaligus bagaimana khutbah dapat memberikan multimanfaah dan pengaruh positif kepada jamaah dan lingkungan.
“Lembaga Ikatan Khatib DMI mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk itu. Insya Allah kami siap melaksanakan tugas mulia tersebut”, papar KH Hamdan Rasyid, Ketua Umum MPP IK DMI menutup penjelasannya.
Wakil Presiden RI, Bapak Prof Dr KH Maruf Amin, MA, didampingi Prof Dr Masykuri, MA (Staf Khusus), Dr H Robikin, SH, MH (Staf Khusus) dan Kepala Kantor Setwapres, Bapak Mohamad Oemar.
Peserta yang beraudiensi dengan Wakil Presiden RI :DR. KH. HAMDAN RASYID, MA(Ketua Umum), DR. H. MUNAWAR FUAD, MA (Wakil Ketua Umum), DR. H. MASTUKI HS, MA (Sekretaris Umum), DRS. KH. SYAEFUL BAHRI AR, MA (Sekretaris), H. ADRI ISTAMBUL LINGGA GAYO, SE (Bendahara Umum), PROF. DR. KH. ALI ANWAR, MSI (Ketua MPW Ikatan Khatib Jawa Barat), H. AHMAD DIMYATHI, (Ketua MPW Ikatan Khatib Prov. Lampung), DRS. H. IRWAN KURNIAWAN, MSi (Panitia Daerah Halaqah Nasional, Ketua IK DMI Bogor) dan H. ADANG WIJAYA, SE (Panitia Daerah Halaqah Nasional, Bendahara)
Perlu diketahui bahwa IK DMI mempunyai fungsi : sebagai wadah berhimpunnya para khatib untuk meningkatkan khidmah kepada agama, nusa dan bangsa; Perjuangan untuk mempertahankan dan mengembangkan ajaran Islam Rahmatan Lil ‘Alamin; Pembinaan dan pengembangan sumber daya para khatib se Indonesia serta menjadi sarana pengembangan dakwah Islam dan pemberdayaan umat.
Ikatan Khatib Indonesia Bertujuan untuk mempererat hubungan silaturrahim di antara sesama para khatib se Indonesia untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa; Meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan dan keikhlasan para khatib; Meningkatkan kualitas SDM para khatib se Indonesia;
Meningkatkan kesejahteraan hidup para khatib; Meningkatkan kualitas khidmah para khatib kepada bangsa melalui jalur pendidikan, dakwah dan sosial; Menyamakan visi, persepsi dan orientasi para khatib dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Juga, untuk memberikan sumbangan pemikiran, saran dan nasehat kepada sesama khatib, umaro’ (pejabat pemerintah) dan masyarakat luas dalam menghadapi berbagai macam permasalahan melalui pendekatan ajaran agama Islam dengan cara yang santun (mau’izhoh hasanah), arif dan bijaksana (hikmah) serta mengedepankan dialog secara baik (mujadalah billati hiya ahsan); Menjadi mediator dalam melakukan dialog antar sesama khatib, antara para khatib dengan umaro’ serta antara para khatib dengan masyarakat serta dapat berperan aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat.
Beberapa program IK DMI : Menyelenggarakan pengkaderan, pendidikan dan pelatihan (diklat) khatib dan imam; Menyelenggarakan orientasi, halaqah, seminar dan diskusi berkala bagi para khatib dan upaya meningkatkan keilmuan dan profesionalitas; Melakukan pengkajian, penelitian. dan pengembangan bidang keagamaan dan kemasyarakatan; Meningkatkan silaturrahim dan kegiatan bersama dalam bidang keagamaan dan kemasyarakatan; Melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan para khatib dan pemberdayaan ekonomi ummat; Melakukan kerjasama yang saling menguntungkan dengan instansi pemerintah, organisasi-organisasi keislaman, serta lembaga-lembaga swasta dalam rangka mencapai tujuan organisasi serta Mengusahakan penerbitan media massa sebagai wahana Da’wah, baik cetak maupun elektronik.
Beberapa Program Utama yang telah dan tengah dilaksanakan saat ini di pusat maupun di daerah pada 2014-2020 :
1. Konsolidasi internal organisasi dari MPW (Majelis Pimpinan Wilayah) Ikatan Khatib yang sudah mencapai 27 Provinsi hingga ke MPC (Majelis Pimpinan Cabang) Ikatan Khatib sampai ke Kecamatan.
2. Pembinaan, Pendidikan dan Penataan Profesi Khatib melalui kerjasama dengan Kemenag RI, MUI maupun Ormas Islam dan Universitas Islam.
3. Halaqah Nasional DAKWAH WASATHIYAH KHATIB Tingkat Nasional yang mengkonsolidasikan potensi dan peran di Pusat dan Daerah (Juli 2018).
4. Halaqah DAKWAH WASATHIYAH KHATIB Regional untuk Deradikalisasi dan Depolitisasi Masjid (September 2018-April 2019) secara intensif dan berkesinambungan (Saat ini Data Base Jaringan Khatib Moderat terdapat di Provinsi Jakarta, Banten dan Jawa Barat) untuk diperluas secara nasional.
5. Melakukan Program DAKWAH PRENEUR berbasis masjid (penyadaran dan program dakwah berbasis pemberdayaan ekonomi umat) para Khatib dan Takmir Masjid yang telah berlangsung di Jakarta, Banten dan Jawa Barat bersinergi dengan Program INFAQ DIGITAL.
6. Penataan, Pendataan Anggota dan Program Digitalisasi Keanggotaan beserta APLIKASI KHATIB WASATHIYAH.
7. Penyusunan, Penerbitan dan Publikasi BUKU KHUTBAH MODERAT serta KHUTBAH KONTEMPORER secara berkala.
8. DAKWAH WASATHIYAH BERBASIS DIGITAL – Menyiapkan produksi konten khutbah dan dakwah moderat secara khusus untuk akses dan materi media sosial dalam rangka melakukan syiar dan dakwahm tabayyun, klarifikasi dan penjernihan, serta normalisasi terhadap konten yang bersifat bully, hoaks, provokasi maupun penyesatan.
9. Penataan dan Pengembangan Moderasi Dakwah dengan Program KHATIB Bersertifikat berbasis Integritas dan Profesionaltas (Kompetensi) yang dilakukan kerjasama Ikatan Khatib dan Majelis Ulama Indonesia serta Kemenag RI dan Universitas Islam yang dimulai dengan Simposium Nasional hingga Pembentukan Tim Kerja Profesional (TKP) untuk Sertifikasi berbasis Profesi (Direncanakan pelaksanaannya pada Februari 2020).
Keanggotaan Ikatan Khatib DMI bersifat perorangan dari masing-masing profesi khatib ataupun kelembagaan yang mempunyai visi dan tujuan yang sama. Dengan Jumlah masjid di Indonesia yang terdata sekitar 850.000 masjid pada saat shalat Jumat dilaksanakan secara serentak setidaknya terdapat potensi keanggotaan Ikatan Khatib sebanyak 850.000 Khatib. Bahkan, jumlah pelaksanaan lokasi atau tempat menunaikan shalat Jumat lebih banyak lagi disbanding jumlah masjid. (Sep/Red).
JIB | Karawang – Bekasi, – Berdasarkan Surat No : 0112/SP/DPC/LPK/Kab.Bekasi/I/202020, yang sudah dilayangkan, kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, terkait proyek jembatan Bekasi – Karawang, yang dikerjakan PT Bona Jati Mutiara terindikasi adanya penyimpangan, Ketua DPC LPK Bekasi, minta pihak PUPR memberikan jawaban transparan, Selasa (14/01/20).
Ketua DPC LPK Kabupaten Bekasi, Asep Saepullah, SPd.I, mengatakan pihaknya sedang menunggu jawaban surat yang pernah dilayangkan kepada Kepala DPUPR pada Hari Jum’at (10/01/20). Hal tersebut menyikapi adanya penyimpangan proyek jembatan Bakasi – Karawang, yang dilaksanakan oleh pihak kontraktor.
“Kita sedang menunggu jawaban dari pihak PUPR Kabupaten Bekasi. Dan bila tidak ada jawaban, kita selaku DPC LPK akan menindak lanjut keranah selanjutnya,” ucap Ketua DPC LPK Bekasi, kepada jurnalindonesiabaru.com, waktu dihubungi via seluler, Selasa (14/01/20).
Lebih lanjut mengatakan, pihaknya melayangkan surat kepada DPUPR atas dasar hasil dari monitoring langsung kelokasi proyek jembatan Bekasi – Karawangan, dengan dibiayai APBD Bekasi hingga puluhan miliyaran dikerjakan PT Bona Jati Mutiara, yang telah dianggap menyimpang dari perencanaan dan acuan kerja.
“Kami bisa membuktikan bahwa pembangunan jembatan adanya penyelewengan, karena akibat lemahnya pengawasan dari DPUPR. Dan kami pun meminta tegas kepada Bupati Kabupaten Bekasi agar mengevaluasi dan mengarahkan Kepala Dinas PUPR agar bekerja secara profesional bila tidak memberikan penjelasan,” ujarnya.
Selain itu, Asep Saepullah, SPd.I, meminta agar pihak PUPR Kabupaten Bekasi memberikan contoh yang baik selaku pengguna anggaran kepada bawahan secara struktural organisasi, karena muara tanggung jawab keberhasilan proyek kontruksi ada Pada Kinerja seorang pemimpin.
Dalam hal ini, kami sudah melihat fakta dilapangan, dan sudah mengumpulkan data – data yang bisa membuktikan adanya penyimpangan, karena kami sudah mengendus telah terjadi main mata antara pihak DPUPR kabupaten Bekasi dan Pihak Kontraktor,” pungkasnya.(Red/Sule/Ey)
JIB | Karawang, – Serah terima jabatan dan lepas sambut Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang, antara Sarmo Kasi PMD lama dengan Yanto sebagai Kasi PMD baru, yang sebelumnya Yanto bertugas sebagai penilik di dinas pendidikan.
Acara digelar di pantai pelangi setelah pelaksanaan rapat minggon kecamatan, dengan dihadiri Kapolsek, Dasposramil, Kades se-Kecamatan Cibuaya, PLD, PKK, Staf Kecamatan dan Desa, serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Karang Taruna setempat, Selasa (14/01/20).
Dikatakan, Arisandi sebagai Camat Cibuaya Kabupaten Karawang, dirinya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada, Sarmo sebagai Kasi PMD yang lama, dengan atas pengabdiannya selama ini di Pemerintahan Kecamatan Cibuaya.
“Selama bertugas di Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang, Kasi PMD lama sudah membuktikan dalam kinerjanya dengan sangat baik. Mudah mudahan di tempat yang baru beliau dalam bertugasnya diberi kesehatan, amiiin,” ucapnya.
Begitu juga kepada, Yanto sebagai Kasi PMD yang baru, kami beserta jajaran Pemerintah Kecamatan Cibuaya, bersama Kepala Desa se-Kecamatan Cibuaya dan masyarakat Cibuaya, mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas dengan jabatan yang barunya.
“Sebagai Kasi PMD yang baru di Kecamatan Cibuaya, semoga dalam menjalankan tugasnya dapat meneruskan kinerja yang sudah berjalan, dan juga dapat terjalin komunikasi, koordinasi dengan baik, khususnya yang berhubungan dengan pemerintahan kecamatan dan desa,” pungkasnya.(Sule/Ey)
JIB | KAB. BEKASI, – Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, bersama Ketua Umum PSSI Mochmad Iriawan tinjau latihan perdana Timnas U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang timur.
“Hari ini dimulai latihan oleh Kepala Timnas, Shi Tae-yong mulai melihat siapa yang akan menjadi anggotan timnas,” kata Zainudin
Menurut dia, proses pembentukan pemain untuk timnas bukan pekerjaan yang bisa dilakukan dalam sehari.
“Jadi prosesnya butuh waktu panjang, hari ini hampir 60 pemain, ada 50-an lebih pemain yang dipanggil dan seperti yang yang teman-teman liat mereka sudah berlatih,” ucap dia.
Kedatangannya langsung ke stadion, kata dia, sebagai mekanisme kontrol pemerintah kepada PSSI perihal peningkatan prestasi sepak bola nasioanl.
“Tanggal 13 ini pertama Shin Tae-yong melihat kondisi tim yang akan dilatihnya, yang akan diseleksi. Semua perkembangan ini akan saya laporkan ke Pak Presiden,” kata dia.
Zainudin menyebutkan dengan latihan ini pengurus PSSI telah menunjukkan keseriusan mempersiapkan tim yang bakal berlaga di Piala Dunia U-20 tahun 2021.
Pemerintah, kata dia bakal ikut berkomitmen untuk mengerjakan tugasnya dengan mempersiapkan stadion dan fasilitas yang dibutuhkan untuk mengelar Piala Dunia U-20. “Kita akan bersinergi,” tandasnya (Dre).
JIB | Kabupaten Bekasi- Latihan perdana Timnas U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang timur. Selama 4 hari dipimpin langsung oleh kepala Timnas, Shi Tae-yong.
Di tinjau langsung oleh kementerian pemuda dan olahraga Zaenudin Amali, Ketua Umum PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) M. Irawan di dampingi sekertaris jenderal PSSI Ratu Tisha Destria. Disambut baik oleh Kepala Dinas pemuda dan olahraga Kabupaten Bekasi Rahmat di dampingi ketua PSSI Kabupaten Bekasi H. Amung serta Kabid Sapras Dispora Deni Rusnandi.
Dalam kunjungannya melihat langsung latihan Timnas U-19 untuk persiapan fiala dunia 2021 nanti, dan suatu kebanggaan bahwa stadion wibawa mukti untuk tempat pelatihan timnas.
Rahmat, S.STP. MM kepada awak media mengatakan alhamdulillhah dengan kedatangan pak menteri pemuda dan olahraga dan ketua umum PSSI didampingi Sekjen PSSI, untuk melihat timnas yang sedang latihan untuk fiala dunia U-19 ini adalah suatu kebanggan bagi kita semua.
“Yang mana bagian dari kebanggaan Kabupaten Bekasi, di mana di percaya untuk tempat latihan bagi PSSI U-19 fiala dunia, kita sangat bangga respon baik kegiatan tersebut, mudah-mudahan ini bagian salah satu modal utama, kita untuk menjadikan stadion ini, terpilih untuk di jadikan stadion piala dunia di tahun 2021” Ucapnya.
Sambung Rahmat, Intinya kami bangga dan kami siap untuk mendukung kegiatan-kegiatan PSSI di stadion wibawa mukti dan kita siap untuk dua lapangan pendukung sintentis, untuk latihan para pemain dan kita da siap untuk itu.
Harapan kami terpilihnya menjadi salah satu tuan rumah piala dunia di 2021 nanti, ini menjadi ikon dunia, maka nama Bekasi bisa mencuat di dunia Internasional, mudah-mudahan akan lebih mengangkat tentang persepakbolaan di Kabupaten Bekasi khususnya Indonesia umumnya dunia. (SEP)
JIB | KAB. BEKASI, – Untuk memudahkan pelayanan administrasi kependudukan bagi korban bencana banjir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) melakukan pelayanan jemput bola, Senin (13/1), yang digelar di Kantor Kelurahan Jatimulya.
Pelayanan ini diprioritaskan bagi yang terkena dampak banjir terparah pada pergantian tahun baru (1/1), yang lalu.
“Hari ini kami buka pelayanan jemput bola di Kelurahan Jatimulya Tambun Selatan, untuk penggantian dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat banjir,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Kabupaten Bekasi, Giri Waluyo.
Adapun dokumen kependudukan yang dilayani antara lain, akta kelahiran, kematian, Kartu Keluarga (KK), dan juga Kartu Identitas Anak (KIA).
Giri menuturkan, bagi pemohon diharapkan datang langsung atau saudara inti yang mewakili. Dengan membawa persyaratan yang dibutuhkan.
“Diharapkan memang pemohon sendiri yang terdampak banjir atau keluarga inti, datang kesini langsung. Ya kalau ada memang data pendukung lain, kalau masih ada. Tapi minimal, yang rusak apanya? Nanti dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama nanti akan kita cetak kembali,” jelasnya.
Lebih lanjut, Giri menyampaikan, hingga saat ini pihaknya baru memfokuskan di dua lokasi wilayah. Yakni di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan dan di Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, pada Selasa (14/1).
Hal itu dilakukan karena dua wilayah tersebut menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terdampak banjir paling parah. Sehingga, prioritas pelayanan saat ini dipusatkan untuk wilayah tersebut.
“Ini program dari pusat, untuk warga yang terdampak banjir. Kita tidak ada target, sebanyak banyaknya warga akan kita layani. Kita akan fokuskan prioritas yang terdampak banjir terparah di dua Kecamatan. Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, dan Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung,” sambungnya.
Pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 sampai dengan 15.00 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). Kedepan, Giri menyampaikan, akan terus berkoordinasi dengan Kepala Seksi (Kasi) Kecamatan dan masyarakat untuk wilayah yang terdampak banjir agar layanan dapat dilakukan secara merata.
“Kita akan susun lagi, dari laporan masyarakat yang terdampak banjir. Tidak menutup kemungkinan, untuk warga yang terdampak banjir di Tambun Selatan dapat melakukan penggantian disini (Pelayanan jemput bola di Kelurahan Jatimulya, red),”tutupnya.
JIB | Kabupaten Indramayu,- Ironis proyek pembangunan pasar baru karangampel yang sumber aliran dananya dari bantuan provinsi (Banprov) tahun anggaran 2019 belum tuntas pelaksanaannya hingga saat ini.
Dari pantauan media online jurnalindonesiabaru.com di lokasi pasar baru karangampel Jl. Raya Dampoe Awang, Karangampel, Kabupaten Indramayu pada hari sabtu, 11/01/2020 pekerjaan tersebut masih nampak dalam penyelesaian.
Pembangunan proyek fisik yang menyerap anggaran bantuan dari Banprov kisaran Rp. 15.M. Meliputi Rp, 14. M fisik, Rp. 1M perencanaan dan pengawasan. Pekerjaan yang seharusnya sudah rampung terhitung sejak tanggal 27/12/2019. Namun hingga kini proyek tersebut belum selesai dikerjakan alias molor.
Keterlambatan pembangunan proyek tersebut diakui oleh Diskopindag Kabupaten Indramayu. Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Sarmanto pada hari senin, 13/01/2020 mengatakan.
“Terkait pekerjaan tambahan pembangunan Pasar Baru Karangampel awal pelaksaanaannya dimulai pada tahun 2019, adapun akhir dari kontrak kerja itu sendiri sampai 27 Desember 2019,” paparnya
Menurut dia, lambatnya pekerjaan tersebut karena sebelum adanya pembangunan dilakukan sosialisasi dengan para pedagang, karena adanya perpindahan para pedagang. Ucapnya
Sambungnya. “kalau untuk kontrak kerja sih sudah ada cuma untuk adendum belum ada, masih dalam proses percetakan. Kalau untuk lebih jelasnya lagi silahkan tanyakan ke bagian pengawasan yang ada dilapangan.” jelas Sarmanto
Dari informasi yang dihimpun oleh media online jurnalindonesiabaru.com dilokasi pasar baru, pihak ke 3 atau rekanan dari pekerjaan proyek pembangunan pasar baru Karangampel tersebut dalam masa pengembalian Argo atau kena Cas, karena waktu yang ditelah ditentukan sudah habis masa kontraknya.
Selain molor dalam pengerjaannya, juga kurang teliti untuk pengawasan Drainase, terlihat dari bangunan pekerjaan yang belum lama dibangun sudah terlihat adanya retakan.
JIB | Karawang, – Serah terima Jabatan dan Lepas Sambut, antara Camat yang lama, H. Rohmana Setinsyah, S.Sos, MM, dengan Camat yang baru, Irlan Suarlan, S.STP, S.MI, sebelumnya menjabat Camat Pakisjaya, berlangsung penuh dengan khidmat, aman dan lancar. Acara tersebut di aula Kantor Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Senin (13/01/20).
Dalam acara tersebut selain Sertijab dan lepas sambut Camat Batujaya, dan juga Sertijab dan lepas sambut Kasi Trantib Kecamatan Batujaya, antara Cacan SPd sebelumnya menjabat Kasi Trantib Kecamatan Rengasdengklok dengan Heryansyah sebagi Kasi Trantib Kecamatan Batujaya lama yang akan menjabat di Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang.
Camat lama, H. Rohmana Setiansyah, S.Sos, MM, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh Kepala Desa, Lurah, serta masyarakat Batujaya, selama dirinya menjabat terdapat kesalahan, baik perkataan mau pun perbuatan semasa menjalani tugas sebagai Camat Batujaya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Batujaya yang telah membantu dan memberikan motivasi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dan kepada Camat yang baru saya ucapkan selamat menjalankan tugas,” ungkapnya.
Sementara, Camat yang baru, Irlan Suarlan, S.STP, S.MI, memberikan sambutannya, mengatakan bahwa dirinya akan menjalankan tugas Camat sebaik – baiknya, sebagaimana arahan dari Bupati Karawang serta bekerja sesuai dengan program dan Visi Misi.
“Saya akan meneruskan program yang telah terencana dan menjalankan tugas sebaik – baiknya, dan akan bekerja keras buat masyarakat Batujaya sesuai arahan dari Bupati Karawang,” ucap Camat baru yang sebelumnya menjabat Camat Pakisjaya.
Acara yang dihadiri oleh, Kapolsek Batujaya, Koramil Batujaya, Danposramil Pakisjaya, MUI Batujaya, Para Kepala Desa se-Kecamatan Batujaya dan se-Kecamatan Pakisjaya, dan juga para staf, PKK, tokoh agama, Karang Taruna, tokoh masyarakat, demikian.(Sule/Ey)