Saturday, February 21, 2026
Home Blog Page 375

Minih Lasmini Terpilih Menjadi Ketua RT 01/01 Desa Simpangan

0

JIB|Kabupaten Bekasi, Antusias masyarakat desa Simpangan wilayah dusun satu untuk pemilihan Rukun Tetangga (RT) patut kita contoh, Karena alam demokrasi sudah di percontohkan oleh mereka, dalam pemilihan calon RT 01/01 dengan begitu meriah dan semangat di lingkungan tersebut. Minggu (13/10/2019).

Para kandidat Calon ketua RT berjumlah 5 Orang, yang lebih menarik ada satu wanita yang ikut dalam perhelatan pemilihan ketua RT, dari ke 5 orang tersebut masing – masing punya visi dan misi luar biasa , namun dalam pemilihan harus siap menang siap kalah, dan itu terbukti dalam pemilihan ketua RT Dusun 1 Simpangan.

Perolehan suara Bapak Ajum No 1 berjumlah 78 suara Bapak Suteja No urut 2 berjumlah 51 Ibu Minih Lasmini No urut 3 berjumlah 81 Bapak Suhandi No urut 4 berjumlah 48 dan Bapak Suheri No urut 5 berjumlah 25,jadi total suara masuk 283 surat tidak sah 0,suara terbanyak no urut 3 Ibu Minih Lasmini satu-satunya wanita yang meraih suara paling banyak.

Saat di konfirmasi via seluler Ibu Minih Lasmini selaku suara terbanyak mengatakan kepada media Jurnalindonesiabaru.com, suara masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya insyaallah akan saya jaga, dan saya akan bekerja untuk masyarakat Rt 01 /01 dusun 1 desa Simpangan kecamatan Cikarang Utara sesuai visi misi saya. Kemenangan ini milik masyarakat dan yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya.

“Semoga dalam mengemban amanah sebagai RT 01/01 bisa berjalan sesuai dengan program Desa, dan menjadikan lingkungan RT yang kondusif dan amanah dan berharap sesuai dengan keinginan masyarakat” Jelasnya.

Tempat terpisah Kepala Desa Simpangan H. Kurma Saat di Konfirmasi via telepon seluler, Mengatakan kepada media jurnalindonesiabaru.com, yang pertama saya ucapkan termakasih kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan pesta demokrasi tingkat RT, saya sangat bangga karena panitia bekerja keras, berjibaku hingga berjalan aman dan terkendali pesta demokrasi ini.

“Selamat bagi ketua Rukun Tetangga (RT) yang terpilih semoga bisa amanah dalam menjalankan tugas mulia ini, perlu jadi catatan sejarah tersendiri, pertama kali nya ada Rt seorang wanita ini luar biasa” Tutupnya.

Warga setempat Nurmala Mengatakan selamat buat RT terpilih Ibu Minih Lasmini yang perolehan suara tertinggi, ini membuktikan wanita bisa berbuat dan bekerja.

“Sejarah baru buat desa Simpangan karena satu-satunya wanita yang menjadi ketua RT, selamat dan sukses buat ibu Minih Lasmini,” terangnya. (Red)

Sedang di Kerjakan, Ironi di Sisi Sebelah Kiri Jembatan Cipamingkis Mulai Ada Retakan?

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Jembatan Cipamingkis yang berada di empat Desa antara Cibarusah Kota, Sirnajati, Ridogalih dan Ridomanah saat ini jembatan tersebut dalam tahap pengerjaan tiang pancang.

Hasil dari Investigasi media online jurnalindonesiabaru.com di lokasi jembatan Cipamingkis yang berlokasi di Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi, pada pagi tadi Minggu 13/10/19 terlihat jembatan tersebut mulai di kerjakan dengan memulai pemasangan tiang pancang namun dalam pekerjaan jembatan tersebut seperti terkesan terburu-buru seharusnya perencanaan pembangunan jembatan tersebut harusnya di rencanakan dengan sangat matang karena ada kekhawatiran di sisi sebelah kiri jembatan Cipamingkis ada retakan yang mulai terbuka, retakan yang mulai terbuka tersebut dekat dengan bangunan Majlis Ta’lim Kampung Cijati.

Namun kekhawatiran tersebut muncul karena di sebelah sisi kiri jembatan tersebut ada retakan yang sudah mulai terbuka dan jika hal ini di biarkan bagaimana nasib jembatan tersebut selanjutnya kewaspadaan di jembatan tersebut harus tetap di perhatikan karena sungai Cipamingkis rawan longsor.

Endang.Supriatna pemerhati lingkungan dari LSM GEMPAL (Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan) saat di konfirmasi media online jurnalindonesiabaru.com di lokasi jembatan Cipamingkis mengatakan,kami sangat mengkhwatirkan jika perkerjaan yang sedang di kerjakan pada saat ini di sisi sebelah kanan jembatan tersebut selesai di kerjakan.

Kekhwatiran kami tertuju pada jembatan tersebut yang di sisi sebelah kiri jembatan tersebut sudah ada retakan yang mulai terbuka.dan jika hal tersebut di biarkan berlarut-larut apa mungkin di sisi sebelah kiri jembatan tersebut akan kuat bertahan.

Endang selaku pemerhati lingkungan dari LSM GEMPAL mengatakan. Seharusnya perencanaan jembatan tersebut dalam pelaksanaan pekerjaannya dilakukan harus sangatlah matang harus selalu di awasi dari dinas terkait maupun Pemda setempat agar anggarannya tidak terbuang dengan mubajir, seperti yang sudah di bangun sebelumnya beberapa bangunan di jembatan tersebut kekuatannya tidak lama yang akhirnya ambrol, karena sungai Cipamingkis terbilang rawan longsor.

“Kami dari LSM GEMPAL (Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan) beserta rekan-rekan sangat peduli dengan lingkungan di sekitar sungai Cipamingkis maka dari itu LSM GEMPAL terus memantau kondisi sungai Cipamingkis sampai kapanpun.” Pungkasnya. (Dedi/Dre)

Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri di Kampung Kranding Rt.002/004 Desa Sukajadi

0

JIB | Kab Bekasi,- Seorang pria berinisial MB (20) ditemukan gantung diri di Kampung Kranding Rt.002/004 Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Sabtu, (12/10/2019)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 03.30 WIB korban pertama kali ditemukan oleh temannya sendiri saudara Alfa (20) yang hendak tidur dirumah kosong yang biasa ditempati untuk tidur bersama korban.

Mendapati laporan dari masyarakat Kapolsek Sukatani AKP Budi Harto beserta piket fungsi (Anggota Polsek Sukatani) Melaksanakan Cek TKP

“Menurut keterangan saksi sekaligus teman korban sebelum tewas gantung diri MB (20) pukul 20.00 WIB sempat bercanda dengan temannya yang bernama Saudara Alfa dan Saudara Alex Sanjaya di Pos ronda dekat Tkp rumah kosong,” tutur Kapolsek

Masih kata Kapolsek. “Kemudian pukul 21.00 WIB korban pamit untuk pulang lebih awal kerumahnya di Kampung Kranding Rt.001/004 Desa Sukajadi Kecamatan Sukakarya, Kab.Bekasi,”

“Lalu pukul 03.00 WIB saudara Alfa yang hendak tidur dirumah kosong yang biasa ditempati untuk tidur bersama korban dan temannya namun sesampainya dirumah tersebut saudara Alfa terkejut menemukan korban sudah posisi tergantung dengan tali tambang ukuran kecil warna kuning, kemudian saudara Alfa langsung memanggil warga dan orang tua korban untuk memberitahukan atas kejadian tersebut,” imbuh Kapolsek

Atas kejadian musibah tersebut pihak keluarga membuat surat pernyataan keberatan untuk dilakukan Autopsi, dan menerima atas musibah serta tidak menuntut kepada pihak manapun. Pungkasnya (Dre)

LSM GEMPAL Sangat Berharap Kepada Pemerintah Setempat Sebelum Jembatan Cipamingkis di Bangun Terlebih Dahulu Benahi Kerusakan Lingkungan di Sungai Cipamingkis

0

JIB | Kab Bekasi,- Jembatan merupakan prasarana transportasi yang menghubungkan empat Desa di wilayah Cibarusah Kota diantaranya Desa Sirnajati, Desa Ridogalih, dan Desa Ridomanah.

Retak dan longsornya jembatan Cipamingkis selain membahayakan bagi pengguna jalan juga menghambat kegiatan masyarakat.

Hasil dari Investigasi media online jurnalindonesiabaru.com pada hari Kamis kemarin 10/10/19 lokasi jembatan Cipamingkis Cibarusah terlihat alat berat sudah memulai mengerjakan aktivitasnya seperti melakukan pengerukan tanah serta merapihkan tanah.

Mengenai akan di perbaikinya pembangunan jembatan Cipamingkis Endang Supriatna selaku pemerhati Lingkungan dari LSM GEMPAL saat di konfirmasi oleh media online jurnalindonesiabaru.com pada hari Jum’at, tanggal 11/10/19, mengatakan.

“Seharusnya sebelum melakukan pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut terlebih dahulu melakukan analis berjangka,” tuturnya

Agar anggaran Pemda Kabupaten Bekasi tidak terbuang mubajir seperti yang sudah terjadi dimana beberapa bangunan turap serta bangunan batu brojong tidak kuat menahan longsor karena dihajar ganasnya longsor Sungai Cipamingkis apalagi sekarang sisi kiri dan kanan bibir sungai tersebut semakin melebar. Imbuhnya

Endang menambahkan. “Jika dengan di tiang pancang jembatan Cipamingkis para tekhnisi sudah memperhatikan segala perencaan pembangunannya dari awal hingga akhir pelaksan, kami berharap kepada pelaksana mengingat sepertinya musim hujan akan segera tiba lebih baik kita perhatikan ataupun jika perlu kita awasi terus pembangunan jembatan tersebut sampai tuntas sampai batas waktu pelaksanaannya yang di tentukan Pemkab Bekasi,” paparnya

“Dan kita sebagai manusia jangan menyalahkan alam terus yang seolah-olah penyebab segalanya, kami sangat berharap kepada para pembijak pimpinan agar lebih memperhatikan segala faktor yang paling utama yaitu lingkungan jadi agar tidak sia-sia anggaran tersebut terbuang di pembangunan jembatan Cipamingkis Cibarusah, alangkah baiknya di perhatikan semaksimal mungkin mekanisme pembangunan jembatan tersebut.” Pungkasnya (Dre/Dedi)

Pengawas Dan Bidang Wasdal Tutup Mata Jaling Kampung Lemahabang RT 03/05 Diduga Cacat Mutu

0

JIB | Kabupaten Bekasi- Warga Kampung Lemahabang, Desa Karang Mukti, Kecamatan Karang Bahagia keluhkan pembangunan infrastruktur melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2019.

Kurangnya pengawasan di Bidang Wasdal, PPTK, Konsultan dan Pengawas pada DPRKPP Kabupaten Bekasi sehingga Kegiatan pengecoran Jaling Kampung Lemahabang Rt 03/05, Dusun II, Desa Karang MuktI, Kecamatan Karang Bahagia si duga cacat mutu tidak sesuai dengan RAB, yang di sepakati dalam perjanjian Surat Perjanjian Kerja (SPK).

Saat awak media Investigasi di lokasi kegiatan tersebut diduga di halangi oleh oknum warga bernama Sarjo, dalam ucapan Sarjo “Jangan ganggu kerjaan saya, ngapain nanya nanya surat jalan ke sopir” Jelasnya dengan nada marah-marah.

Di dalam Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 tentang kebebesan pers sudah di atur tugas dan pungsinya. Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghampat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halanhan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dlm undang-undang pers.

“Lapisan pondasi bawah bukan pakai beskos yang berkualitas sesuai agregat A tetapi pakai limbah cormen artinya mutu lapisan bawah saja sudah cacat tidak berkualitas,” ungkap salah satu tokoh desa setempat, H. Anwar.

Dia menuturkan, kurang lebih ada delapan titik kegiatan pengecoran yang memakai limbah cormen salah satunya ditempat tersebut. Maka dari itu Bidang Wasdal maupun pengawas diminta turut memantau kegiatan diwilayah itu jangan seolah-olah tutup mata.

“Saya sudah berulang kali komplen agar tidak memakai limbah cormen agar dipakai buat lapisan bawah namun tidak didengar, saya khawatir beberapa hari kedepan kwalitas coran akan rusak retak-retak,” katanya.

Selain mutu, ia juga menjelaskan pada saat kegitan tidak terlihat papan informasi proyek yang terpampang padahal hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang ketransparanan informasi publik. Jika kurangnya pengawasan dari dinas terkait hal itu akan menjamur kewilayah lainnya dan akan banyak kontraktor yang mengerjakan asal-asalan.

“Saya selaku warga berharap Bidang Wasdal dan PPTK pada dinas DPRKPP turut memantau langsung ke lapangan dan memberi teguran kepada kontraktor kegiatan pengecoran di Kampung Lemahabang Rt 03/05 Dusun II itu. Jika terus didiamkan pembangunan diwilayah kami akan cepat rusak dan gagal kontruksi,” pungkasnya (Red)

Ada Apa Dengan Pendamping PKH Desa Kerta Jaya Dengan Pemotongan Wajib 10%

0

JIB | Kab Bekasi- Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program pemerintah, sebagai upaya penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat. Program Kemensos ini begitu bermanfaat bagi kalangan Ekonomi kebawah, namun masih ada saja segelintir oknum yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Jumat (11/10/2019).

Salah satunya ditemukan dengan dugaan adanya pemotongan Administrasi terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Di Desa Kerta Jaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi, yaitu An salah satu keluarga penerima manfaat (KPM), mengeluhkan dengan adanya pemotongan wajib bagi KPM sebesar 10% dari total bantuan yang dia (an_red) terima.

Di langsir dari media online Fokusberitanasional.com bahwa setiap pencairan ATM di kumpulkan oleh ketua kelompok lalu dengan otomatis akan di potong 10% oleh ketua kelompok.

Keluhan tersebut sudah di sampaikan oleh An kepada pendamping Desa, namun hasilnya hanya menyarankan bahwa bersyukur atas apa yang telah di terima, atas ketidaknyamanan An terkait pemotongan tersebut. An pun di duga telah di intimidasi dengan ancaman bahwa akan tidak di urus kepesertaannya sebagai KPM apa bila tidak mau di potong 10%.

Dalam pengakuan An bahwa pendamping PKH Desa Kerta jaya sangat mengetahui dengan adanya pemotongan, namun Pendamping Desa tersebut seakan menutup mata , Di sinyalir kuat pendamping PKH Desa pun ikut serta di dalam pemotongan tersebut.

“KPM di RT saya ajah kurang lebih 100 (seratus) orang, dengan menerima bantuan yang berpariasi, ada yang 1 juta, bahkan ada yang lebih ada yang kurang. Jika itu semua di potong 10% berapa itu totalnya.” Paparnya.

An menambahkan bahwa pada bulan ini saya yang seharusnya dapat tapi bulan ini saya tidak dapat bantuan PKH, entah apa yang terjadi namun saya tidak dapat informasi sama sekali baik dari ketua kelompok maupun pendamping Desa, dengan tidak dapatnya saya pada bantuan yang sekarang turun.

“Bahkan bukan hanya saya, namun ada beberapa orang juga yang pada bulan ini tidak dapat transferan dari bantuan PKH, ini semua menjalur dengan beberapa orang yang tidak mau di potong 10% termasuk saya” Jelasnya.

Saat di Konfirmasi awak media Melalui pesan WhatsApp kepada pendamping Desa. Namun Tak kunjung ada jawaban sampai berita ini tayang. (Red)
(Ltf).

Tidak ada Mark UP dan persekongkolan Dugaan Program Rutilahu Kecamatan Arahan

0

JIB | Indramayu,- Program Rumah Tidak Layak huni Kecamatan Arahan di tenggarai ada persekongkolan antara beberapa pihak namun isu itu di tepis oleh pemilik material H Sarnita bontot.

Sempat beredar pemberitaan yang tendesnsius dalam sisi menyikapi Program Rutilahu 2019,beberapa Desa di kecamatan Arahan Pemilik material angkat bicara menyikapi tulisan tersebut. Jumat, (11/10/2019)

“Kita memberi harga sesuai standar,dan bukan mark up karena kita juga memakai dana talangan 50% mangga bisa di bandingkan dengan material yang lain kita sesuai dengan standar harga malah harga dari kita lebih bagus untuk penanganan program Rutilahu jangan membenturkan kita dengan masyarakat terkait harga karena di awal juga sudah terjalin kesepakatan dengan masyarakat” Papar bontot.

Senada dengan H.Sarnita Bontot,pemilik material lain diDesa Cidempet kecamatan Arahan merasa Tohidin (40) merasa ada yang janggal terkait keteranganya yang sudah dimuat di media beberapa waktu lalu,bertujuan untuk meluruskan Tohidin memberikan keteranganya supaya tidak terjadi kesalahpahaman.

“Saya menganggap wajar dengan harga yang sudah di berikan oleh haji sarnita apalagi talangan program 50% itu sesuai standar,bahkan kalo saya yang di kasih mandat seperti demikian mungkin kita juga sama akan memberi harga demikian karena harga tersebut masuk akal, ya supaya tidak salah paham saya konfirmasi luruskan di sini terkait permasalahan kutipan kata kata saya beberapa waktu lalu dan meminta maaf ” Tandas Tohidin.

Sementara dari sisi masyarakat penerima bantuan Di Desa Tawangsari, Arahan Kidul,Arahan Lor dan Tawangsari Merasa Program Rutilahu 2019 sudah berjalan dengan benar dan merasa terbantu dengan program yang di gelontorkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
Masyarakat Desa Arahan Kidul Suratno 40 dalam video mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Jawa barat Program Rutilahu di Desanya sudah berjalan dengan semestinya.

” Program sudah berjalan dengan semestinya kita juga merasa sangat terbantu perihal harga kita memahaminya dan itu sudah sesuai dan kami menerima, sudahlah untuk pihak media jangan miringin berita, kita disini tidak ada masalah, terimakasih buat bapak gubernur jawa barat rumah kami menjadi layak huni Jawa barat Juara ” Terang pria yang kerap disapa Nano madrim tersebut.

Di kesempatan yang sama dalam wawancara di rumahnya masyarakat Desa tawangsari Nining juga mengungkapkan program tersebut sangat dinantikan karena rumahnya menjadi lebih layak karena bantuan tersebut.

” Terimakasih Bapak Gubernur Atas Program Rutilahu di Tawangsari sudah kami terima dan sudah berjalan dengan baik terimakasih bapak gubernur” Tutup Nining.

Sebanyak 15.000 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Jabar direhabilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2019 ini. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 189.000 unit Rutilahu yang akan direhab oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Jabar selama masa kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Sebanyak 30 persen ada di Priangan Timur, selebihnya menyebar di kota/kabupaten lainnya termasuk di Indramayu. (Dre)

Geliat Jembatan Cipamingkis Cibarusah Dalam Perbaikan

0

JIB | Kabupaten Bekasi,- Jembatan Cipamingkis yang berlokasi di Cibarusah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Jembatan tersebut menghubungkan empat desa di wilayah Cibarusah Kota diantaranya Desa Sirnajati, Desa Ridogalih, dan Desa Ridomanah.

Jembatan Cipamingkis – Cibarusah merupakan akses jalan utama ataupun satu-satunya lintas yang sangat di butuhkan oleh Masyarakat Cibarusah dan sekitarnya karena jembatan tersebut merupakat ruh penggerak ekonomi seluruh Masyarakat Cibarusah maupun luar Cibarusah.

Jembatan Cipamingkis alternatif II yang berlokasi di Kampung Tempuran Desa Ridomanah Kecamatan Cibarusah walaupun akses jembatan tersebut lintasnya lumayan jauh namun bisa untuk kegiatan pergerakan ekonomi

Hasil dari Investigasi media online jurnalindonesiabaru.com di lokasi jembatan Cipamingkis Cibarusah pada hari Kamis (10/10/19) terlihat alat berat mulai melakukan pengerukan tanah atau merapihkan tanah yang berada tepat di jembatan tersebut

Menurut informasi yang di dapat dari warga setempat oleh media online jurnalindonesiabaru.com sebelum pekerjaan di mulai terlebih dahulu di lakukan syukuran dengan memotong dua ekor kambing, hal tersebut di lakukan sebagai rasa syukur pada Allah SWT karena jembatan tersebut akan mulai di kerjakan.

“Kami sebagai teknisi tiang pancang tidak sembarangan untuk mulai pekerjaan dalam pemasangan tiang pancang dan kami juga harus mengikuti prosedur dalam pembangunan jembatan tersebut yang telah di sepakati bersama antara Dinas terkait dan rekanan kerja dalam membangun jembatan tersebut,” tutur Dodi

“Dan satu hal lagi yang sangat kami inginkan pada saat akan melakukan pekerjaan pemasangan tiang pancang jembatan tersebut adanya pagar pembatas pengamanan atau SOP di lokasi jembatan untuk para pengguna jalan,” imbuhnya

Dodi menambahkan hal itu di lakukan agar pada saat pemasangan tiang pancang berjalan dengan baik dan lancar karena tiang pancang di angkut menggunakan crand (Alat berat) dan kenapa harus di pasang pagar pengamanan di sekeliling jembatan tersebut yang akan di perbaiki untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan oleh kami. Dan kami sangat berharap mudah-mudahan sesuai dengan juklak dan juknis yang sudah di atur oleh Dinas terkait dengan rekanan kerja dalam pekerjaan pembangunan jembatan tersebut dan dalam pekerjaannya berjalan dengan lancar hingga akhir pelaksanaan serta jembatan tersebut dengan di pasang 32 titik tiang pancang mudah-mudahan akan bertahan lama. Jelas Dodi

Menurut Dodi kami hanya sekedar tekhnisi atau pekerja dan mengenai pemasangan tiang pancang tergantung dari mekanisme pihak pelaksana jembatan tersebut dengan Dinas terkait,dan kami hanya mengikuti arahan yang di lakukan oleh pelaksana untuk mengenai segala hal yang menyangkut ke pekerjaan ini silakan anda tanyakan ke pelaksananya langsung. pungkasnya. (Dre/Dedi)

Baksos Kemanusiaan Untuk Korban Gempa Maluku

0

JIB | MALUKU, – Bencana gempa bumi yang melanda di Maluku dan sekitarnya masih menyisakan duka. Berbagai bantuan tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya yang menjadi korban bencana gempa bumi tersebut.

Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan upaya upaya baik dalam memberikan bantuan logistik, membantu proses evakuasi, sampai dengan memberikan pendampingan psikologis/Trauma Healing_ khususnya kepada anak anak yang menjadi korban bencana tersebut, tentunya dengan harapan dapat sedikit meringankan mereka, dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi tersebut.

Bakti sosial tersebut dipimpin oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs Condro Kirono, MM, M.Hum, didampingi oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol W. Herry Wibowo, dan seluruh PJU Polda Maluku, termasuk hadir Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Royke L beserta anggota Bhayangkari lainnya, didesa Waai, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Rabu 9 Oktober 2019.

“Kami memberikan bantuan sebanyak 2000 paket sembako, (minyak goreng, gula, beras, susu, biskuit, Supermi dll), termasuk selimut, sarung, obat obatan sampai pengobatan gratis dengan _Trauma Healing_ yang dilakukan Polri dengan harapan dapat meringankan sedikit beban yang telag dirasakan oleh masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi tersebut, di tiga wilayah, yakni negeri Waai, Liang, dan negeri Haruku, “kata Kakorbinmas Polri Irjen Pol Herry Wibowo, saat awak media menghubunginya melalui sambungan telepon.

“Tadi juga ada beberapa kepala desa dan lurah setempat yang meminta bantuan berupa tenda besar untuk membantu anak anak sekolah korban gempa, kami dari Polri akan mengupayakan untuk menyediakan kebutuhan tenda, agar anak anak korban gempa masih tetap dapat bersekolah, dan tidak ketinggalan pelajaran, “tambah Kakorbinmas.

Disamping itu Polda Maluku juga telah memberikan bantuan 10 Truk besar sembako, yang disebar dibeberapa lokasi pengungsian.

Pemberian bantuan dilaksanakan secara simbolis dengan menyerahkan kepada Camat, Kepala Suku dan Tokoh Agama di masing masing wilayah. (Dre)

Di Duga Peserta Bimtek Ngamar Dengan Wanita Penghibur malam

0

JIB | Kabupaten Kuningan- Itulah asiknya Acara Bimtek di luar kota, yang di selenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bekasi di daerah kuningan Bimtek Kepala Desa se-Bekasi, di dalam acara tersebut banyak sekali kesempatan untuk santai hiburan dan lain-lain setelah selesai acara, dan ini di manfaat oleh peserta Bimtek untuk mencari kehangantan di malam hari dan ini terjadi oleh peserta Bimtek yang memanfaatkan setelah acara selesai. Kamis malam (10/10/2019).

Dari pantauan tim awak media, di duga adalah salah satu peserta acara Bimtek tersebut masuk ke salah satu hotel melati dibilangan kuningan yang tidak jauh dari tempat acara, sekitar jam 2.28 WIB dini hari, dengan membawa roda empat dan seorang sopir dan masuklah peserta Bimtek tersebut di kamar hotel melati, sopirpun memakirkan di samping hotel melati tersebut. Beberapa menit datanglah seorang wanita penghibur ke kamar tersebut yang sebelum sudah transaksi dengan salah satu mucikari yang sudah mempersiapkan kamar tersebut.

Merasa penasaran tim awak media pun mencari mobil roda empat yang parkir di samping hotel melati dan tim awak media menanyakan kepada satpam, satpam pun menjawab ooh.. ya pak barusan mobilnya arah ke belakang paling ujung di sana ada parkiran silakan bapak temui aja.

Dan tim awak media kembali ke lokasi tersebut. Selang sejam keluar wanita penghibur hidung belang tersebut dengan memakai baju singlet hitam untuk membeli minuman dan cemilan dan masuk lagi ke kamar tersebut, untuk memadu kasih (mindo), sampai tim awak media menunggu wanita penghibur hidung belang keluar dari kamar tidak keluar juga sampai jam 5.00 WIB pagi tim awak media menyudai investigasinya.

Tempat terpisah tukang ojek (mucikari) yang tidak mau di sebutkan namanya saat di wawancarai awak media mengatakan ya pak beginilah kehidupan malam saya ngojek sambil nongkrong di depan hotel menunggu pesanan lelaki yang mau di temani wanita penghibur, kalau ada yang mau ngamar kita siapkan wanita nya dan tempatnya untuk para lelaki yang lelah dan ingin di temanin wanita, masalah tarif mah relatif. (TIM)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -