JIB | Cibarusah,- Kapolsek Cibarusah Polres Metro Bekasi, AKP Josman Harianja,SH menghadiri Rapat Minggon Kecamatan, bertempat di aula Kantor Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi. Rabu (19/01) pukul 09:00 WIB sampai dengan selesai.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cibarusah, Muhammad Kurnaefi, Kapolsek Cibarusah, AKP Josman Harianja, Koramil 09 Cibarusah yang diwakili Babinsa Desa Sirnajati, Sertu Endang Nugraha, Kepala KUA Cibarusah, H. Husen, Kepala Desa se – Kecamatan Cibarusah, Sekdes se – Kecamatan Cibarusah dan Ketua BPD se – Kecamatan Cibarusah.
Dalam giat disampaikan tentang antisipasi bencana diwilayah hukum Polsek Cibarusah.
”Alhamdulillah untuk wilayah hukum Polsek Cibarusah hingga saat ini masih kondusif , tapi kita tidak boleh lengah karena intensitas curah hujan yang mulai cukup tinggi, kita harus siap siaga dan membangun komunikasi antara Koramil, Polsek dan Forkopincam,” kata Kapolsek.
Kemudian menyikapi perkembangan Covid-19 varian baru, Kapolsek mengajak seluruh anggota satgas Covid agar tidak bosan-bosan menggelorakan Vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan.
“Kita akan mulai mengadakan vaksin Booster untuk membentuk Herd Immunity dalam rangka antisipasi Covid varian baru, jangan lupa untuk selalu menjaga protokol kesehatan, karena pandemi ini masih ada walaupun sudah mulai normal tapi kita harus tetap waspada.”pungkasnya. (End)
Kapolsek Cibarusah Hadiri Rapat Minggon Didesa Sirnajati
Pembangunan Jalan Rusak di Kudus, Kemendagri Turun Tangan
JIB | Kudus – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) membahas khusus urusan teknis pembangunan di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Salah satu urusan yang menjadi perhatian itu yakni kerusakan jalan di Kudus, Jateng, yang sudah terbengkalai sejak 2017.
Pembahasan itu merupakan tindak lanjut dari rapat persiapan pembahasan Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan (Rakortekbang) bersama Provinsi Jateng.
Diketahui, jalan rusak tersebut merupakan akses penghubung Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae ke Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Jalan itu telah rusak sejak 2017 dan belum pernah ada perbaikan dari pihak terkait. Padahal kerusakan itu telah menghambat mobilitas warga serta membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dengan kondisi tersebut, warga setempat kesal dan menanami jalan itu dengan pohon pisang.
Merespons itu, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Ditjen Bina Bangda bergerak cepat melakukan mediasi dengan OPD terkait. Langkah itu untuk mencari solusi atas kerusakan jalan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Bangda Kemendagri Sugeng Hariyono telah mengirim tim, dalam hal ini Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) II, untuk meninjau lapangan dan melakukan pertemuan dengan lintas OPD. Pertemuan itu untuk membahas berbagai program, salah satunya terkait kerusakan jalan di Desa Hadipolo.
Direktorat SUPD II Ditjen Bina Bangda Kemendagri pun melakukan kunjungan ke Desa Hadipolo, Kabupaten Kudus, Selasa (18/1/2022). Sebelumnya, telah dibahas secara teknis dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK), Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, dan DPU BMCK Kabupaten Kudus terkait dengan pembenahan kerusakan jalan. Tak hanya itu, upaya dialog dengan Kepala Desa Hadipolo juga dilakukan untuk menemukan solusi perbaikan.
“Ke depan, Ditjen (Bina) Bangda akan memastikan dan terus mendorong Pemda untuk memprioritaskan terpenuhinya infrastruktur terutama yang menghubungkan sentra-sentra pertanian, industri dan pariwisata. Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan akan dimanfaatkan Ditjen Bangda untuk memastikan setiap Pemda benar-benar memahami prioritas program dan kegiatan,” kata Sugeng melalui keterangan tertulis.
Lebih lanjut ia mengingatkan Pemda, agar jangan sampai keluhan masyarakat dan berbagai masalah riil di lapangan justru tidak dimasukkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Diharapkan agar DPRD juga sesuai fungsinya, memperjuangkan aspirasi dan masalah riil di masyarakat sebagai pokok-pokok pikiran atau Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk dimasukkan dalam RKPD,” pungkas Sugeng.
Untuk diketahui, setelah kunjungan Tim SUPD II Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri ke Desa Hadipolo, Kabupaten Kudus, seluruh perangkat pemerintahan, mulai dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten hingga perangkat pemerintah desa, memberi atensi khusus untuk segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut pada awal tahun 2022 ini. (AS)
Imam Tunggara : Lulusan STEI LPPM Bandung Barat Harus Siap Hadapi Perkembangan Digitalisasi Revolusi Industri 5.0.
JIB | BANDUNG– Ketua STEI LPPM Bandung Barat Dr. H. RM Imam I. Tunggara,M.Pd mengatakan, bahwa Saat ini negara kita telah memasuki era digitalisasi dan globalisasi sesuai revolusi indutri 5.0 dalam dunia pendidikan menekankan pendidikan karakter , moral dan keteladanan.
Namun hal itu dikarenakan ilmu yang kita miliki saat ini akan tergantikan dengan kemajuan teknologi, akan tetapi penerapan keahlian softkill dan hardkill itu tidak dapat tergantikan oleh perkembangan teknologi.
Oleh karena itu revolusi industri yang pada saat ini kita laksanakan dan yang sedang berjalan yaitu revolusi 5.0 menekankan pada perguruan tinggi untuk menghadapi hal seperti ini tentunya menyiapkan sumber daya manusia yang handal, sumber daya manusia yang mempunyai keahlian di bidang masing masing yang nantinya akan terus bersaing dengan para lulusan lulusan perguruan tinggi yang lainnya, ungkap Imam tunggara seperti dilansir dari globalmedianews.co.id dalam sambutannya saat memimpin sidang senat terbuka wisuda Sarjana ekonomi angkatan Ke 3 tahun 2022 STEI LPPM Bandung Barat yang dilaksanakan di Hotel grand pasundan, Kota Bandung, pada Kamis (13/01/2022).
Menurutnya, agar dapat dicapai oleh perguruan tinggi, maka perguruan tinggi harus menyiapkan beberapa hal yang dapat menopang terhadap perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi.
Revolusi industri ini menjadi tantangan bagi lulusan atau bagi alumni STEI LPPM Padalarang kab. Bandung barat, maka harus menyiapkan diri karena seaat alumni setelah keluar dari perguruan tinggi itulah merupakan dunia nyata yang menghadapi lapangan kerja.
‘’Jadi diperlukankan keahlian ,keterampilan hardskill dan softskill untuk menjawab semua tantangan tantangan seperti itu’’ katanya.
Lebih lanjut Imam Tunggara menerangkan, Revolusi industri ini dimulai pada tahun 1780 dan berjalan sampai saat ini yang merupakan suatu terjadinya perubahan yang besar- besarab terhadap perkembangan teknologi dan informasi.
Sehingga revolusi industri merupakan upaya untuk menuju kepada perbaikan kepada dunia informasi dan dunia informatika, seperti yang kita saat ini lihat di situs – situs online yang sudah merambah di mana mana.
Pihaknya berpesan kepada 48 wisudwan/wati lulusan STEI LPPM Bandung Barat yang sudah berhasil menyandang Sarjana Ekonomi, bahwa wisuda ini bukan akhir dari perjuangan kalian, perjuangan sukses orang tua sukses kita bersama, bahwa kita melihat kesuksesan itu bukan dipandang daripada kalian telah dipandang kalian telah menjadi seorang sarjana, kalian sudah menjadi sarjana ekonomi tapi kesuksesan dapat kita raih dari beberapa hal.
Mahasiswa lulusan alumni STEI LPPM Bandung Barat harus sudah siap dengan perkembangan teknologi revolusi industri 5.0,ujarnya.
Selain itu Imam Tunggara mengatakan, bahwa kesuksesan dapat kita raih dengan cara para alumni sudah harus mempunyai beberapa hal yang harus ditekuni, yang pertama para alumni setelah lulus harus mempunyai mimpi besar (big dream) , bagimana kalian untuk meraih sukses itu harus dimulai dari mimpi, mimpi itu bukan mimpi sambil tidur tapi mimpi sambil bekerja.
‘’kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas, ini yang harus kalian kerjakan Dan kunci kunci sukses dapat kalian raih sebaik baiknya”,ungkapnya.
Marilah kita bermimpi utuk meraih kesuksesan mulai dari diri kita sendiri, mulai dari kampus kita sendiri, bagaimana kita bisa meraih mimpi besar kita.
Namun mimpi besar ini tidak akan terwujud oleh kalian, walaupun kalian mempunyai cita-cita setinggi langit, mempunyai cita cita besar, tapi cita cita itu tidak akan dapat diraih tanpa kerja keras.
Menurutnya kerja keras sangat penting untuk meraih sebuah cita cita , meraih harapan harapan kita , meraih mimpi mimpi kita .kalian tentunya punya harapan punya cita cita dan punya keiinginan ,’’mau seperti apa saya kedepan’’.
Mahasiswa STEI Lppm Bandung Barat mesti sudah memikirkan bagaimana saya kedepan,bukan bagimana nanti (kumaha engke,red) tapi sudah dengan du hal tadi yaitu mempunyai mimpi besar ,kerja keras dan yang ketiga ,kalian tidak boleh menyerah, terus berjuang terus melakukan hal baik terus yang terbaik unytuk didri kalian , untuk orang tua nusa bangsa dan agama kita,
Pihaknya berharap kepada para lulusan STEI LPPM Bandung Barat itu harus bisa menjadi generasi – generai yang berguna bagi Nusa, bangsa dan agama.
‘’Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat ketika kalian sudah menjadi seorang sarjana, ilmu yang kalian sudah diperoleh dari kampus, bangku kuliah kalian terapkan di masyarakat’’ujarnya.
Amalkanlah ilmu yang kalian dapatkan untuk kemajuan masyarakat dan tetap berpedoman kepada diri kita sendiri, berpedoman pada bagaimana kita ingin maju dan berkembang. Seperti dikutip oleh bung karno ‘’Gapailah cita cita setinggi langit walaupun kalian jatuh akan jatuh bersama bintang bintang, begitupun kalian meraih mimpi – mimpi yang besar mimpi yang setinggi langit tidak jadi masalah, tapi ketika kalian jatuh kalian akan jatuh bersama bintang bintang artinya jika kalian gagal kalian tidak boleh menyerah, tidak boleh putus asa, terus maju dan terus berkembang.
Hari ini kalian sudah menyandang sarjana ekonomi, tinggal bagaimana kalian diterapkan didunia nyata, karena persaingan dunia kerja cukup ketat apalagi sekarang dunia, bangsa kita sedang diterpa oleh virus covid 19, mudah mudahan virus ini berlalu sehingga dunia kerja bisa terbuka seluas-luasanya.
Ia juga berpesan kepada para alumni lulusan STEI LPPM Bandung Barat ini agar senantiasa bisa menjaga almamater kampus kita tercinta bersama sama.
Kesuksesan, keberhasilan saudara – saudara ini bukan semata mata sukses atas keberhasilan diri sendiri tapi keberhasilan hari ini yang pertama semata mata karena Alloh SWT, bahwa alloh lah yang telah memberikan rahmat kepada kalian dan memberikan ridho kepada kalian dalam meraih gelar sarjana, yang kedua berterima kasihlah kepada orang tua,ucapnya.
Biro Bandung Barat : Rahmat GMN
Korban Longsor Tanggul Citarum, Sigap BPBD Kabupaten Bekasi Berikan Bantuan
JIB | CABANGBUNGIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melakukan upaya gerak cepat ke lokasi terjadinya longsor tanggul sungai Citarum di Kampung Tapak Serang Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabang Bungin pada Rabu (12/01/2022).
BPBD telah memberikan bantuan kepada korban yang terdampak dari longsornya tanggul Citarum tersebut dan memasang rambu kebencanaan.
“Kami telah memberikan bantuan terpal, tikar, matras dan kasur lipat untuk warga yang terkena dampak dari tanggul longsor itu,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Henry Lincoln.
Henry mengatakan bantuan itu diperuntukan bagi warga yang terdampak langsung dari longsor tanggul tersebut. Diketahui ada sekitar tiga rumah yang terkena longsoran tanggul Citarum. Di antara ketiga rumah tersebut, satu rumah mengalami rusak berat dengan kondisi atap ambruk.
“Ya betul bantuan tersebut diperuntukkan bagi tiga rumah yang terdiri dari tiga kepala keluarga,” katanya.
Sebelumnya, longsor tanggul Sungai Citarum kembali terjadi pada Rabu (12/01) dini hari akibat hujan deras. Titik longsor tersebut berada di Desa Lenggah Jaya Kecamatan Cabangbungin dengan kedalaman longsor sekitar 3 meter dan panjang 300 meter. Pantauan dari BPBD Kabupaten Bekasi, di lokasi tersebut terjadi keretakan kembali sepanjang 15 meter.
Pihaknya menyebutkan, kondisi tanggul saat ini masih dilakukan perbaikan oleh pihak BBWSC dan pemantauan oleh BPBD Kabupaten Bekasi, Muspika Cabangbungin dan Pemerintah Desa Lenggahjaya. (Sup)
Kepala DPMD Bekasi : Pilkades PAW Desa Sukamukti Bisa Jadi Contoh Desa Lain
JIB | KABUPATEN BEKASI, – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sukamukti Kecamatan Bojongmangu menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk memilih Calon Kepala Desa Sukamukti Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa bakti 2018-2024.
Musdes tersebut dihadiri 256 tokoh masyarakat, para kepala dusun hingga unsur perwakilan lainnya yang berlangsung di Aula Kantor Desa Sukamukti Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Ida Farida yang hadir di acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bersinergi melaksanakan pemilihan kepala desa PAW Desa Sukamukti secara musyawarah mufakat.
“Alhamdulillah hari ini pemilihan kepala desa antar waktu Desa Sukamukti berlangsung dengan suasana kondusif dengan pemilihan secara musyawarah mufakat,” ujarnya.
Ida juga mengatakan, pemilihan kepala desa antar waktu di Desa Sukamukti bisa menjadi contoh untuk desa-desa yang lain di Kabupaten Bekasi.
“Harapan kami mudah-mudahan ini menjadi contoh untuk desa-desa yang lain di agenda Pilkades 2024 nanti,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Bojongmangu Agung Suganda turut memberikan apresiasinya kepada Pj Kepala Desa Sukamukti yang dinilai telah mampu menghantarkan pemilihan kepala desa PAW dengan kerjasama yang baik bersama BPD Desa Sukamukti dan panitia penyelenggara.
“Mekanisme pelaksanaan musyawarah desa, pemilihan PAW berjalan dengan lancar, bahkan para peserta musyawarah dari perwakilan semua unsur dan tokoh, hadir seratus persen dan tepat waktu, dan sekarang Desa Sukamukti,” ungkapnya.
Agung menambahkan, Desa Sukamukti kini telah memiliki kepala desa yang dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui musyawarah mufakat.
“Semoga kinerjanya dapat lebih ditingkatkan lagi demi kemajuan Desa Sukamukti,” katanya.
Dalam Musdes tersebut, calon Nomor Urut 01, Samid S.Pd, unggul secara mufakat dari calon Nomor Urut 02 melalui perwakilan tokoh masyakarat yang memberikan suaranya sesuai dengan kesepakatan panitia penyelenggara.
Kepala Desa Sukamukti terpilih, Samid menegaskan, dirinya siap untuk melanjutkan program kerja unggulan seperti saat dirinya menjabat sebagai Pj Kepala Desa Sukamukti sebelum akhirnya mengundurkan diri untuk maju kembali sebagai calon Kepala Desa Sukamukti Pengganti Antar Waktu.
“Secepatnya akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melanjutkan berbagai program, khususnya yang menjadi prioritas, pemulihan ekonomi semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Desa Sukamukti,” ujarnya. (AS)
Kepala Bappeda Bekasi Drs. Dedy Supriyadi MM : Berupaya Maksimal Melakukan Persiapan Dokumen Untuk Susun Rancangan Pembangunan
JIB | Kabupaten Bekasi- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi mulai menyusun rancangan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk tahun 2023-2026.
Penyusunan ini seiring dengan kebijakan pemerintah pusat soal Pilkada Serentak secara nasional pada 2024 mendatang.
Karena periodesasi kepala daerah Kabupaten Bekasi akan berakhir pada 2022, bersamaan dengan 101 daerah lainnya.
Kondisi tersebut diyakini akan berimplikasi pada dokumen perencanaan pembangunan daerah yang juga berakhir pada 2022.
Dan, sesuai ketentuan bahwa penyusunan dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah daerah mengacu pada visi, misi dan janji politik calon kepala daerah terpilih hasil Pilkada.
Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi mengatakan, RPJMD Kabupaten Bekasi akan berakhir pada 2022.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Bangda dan rapat Koordinasi Bappeda se-Provinsi Jawa Barat, RPJMD yang berakhir pada 2022 agar tetap menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk 2023-2026.
“Karena ini merupakan kondisi yang tidak biasa, maka pedoman dan petunjuk penyusunannya akan diatur secara khusus yang rencananya melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri. Namun demikian, secara umum proses penyusunan dan sistematikanya tetap memperhatikan ketentuan yang tercantum dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017,” ungkapnya.
Dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah Kabupaten Bekasi ini sangat diperlukan.
Terutama sebagai pedoman dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah tahunan dan rencana kerja perangkat daerah.
“Selain itu sebagai acuan dalam memonitoring dan mengevaluasi perkembangan pembangunan daerah dalam jangka menengah,” kata Dedy.
Bappeda Kabupaten Bekasi, lanjut Dedy, akan berupaya maksimal melakukan berbagai persiapan.
Termasuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sambil menunggu terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri.
“Termasuk juga secara intensif berkoordinasi dengan seluruh perangkat daerah dalam penyusunan dokumen dimaksud. Sehingga diharapkan dokumen perencanaan yang disusun baik di tingkat daerah maupun perangkat daerah dapat sinergis,” tandasnya. (End)
Mendagri : Minta Kepri Tetap Kendalikan Pandemi, Untuk Pulihkan Ekonomi
JIB | Batam – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk tetap mengendalikan laju pandemi Covid-19. Alasannya, pengendalian pandemi menjadi kunci memulihkan ekonomi. Selain itu, kondisi ini dapat membuat program pembangunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dapat berjalan dengan baik.
“(Kondisi pandemi) di Kepri Alhamdulillah ya sudah relatif terkendali, yang ditunjukkan dengan berbagai indikator,” ujar Mendagri saat memberikan keterangan pers pada kunjungan kerja (Kunker) dalam rangka monitoring, evaluasi program, dan kegiatan strategis di Provinsi Kepri yang berlangsung di Marriot Hotel Harbour Bay, Kota Batam, Kamis (13/1/2022) malam. Dalam kunker tersebut Mendagri memberikan arahan kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan seluruh bupati/wali kota se-Provinsi Kepri.
Selain itu, lanjut Mendagri, dengan kondisi pandemi yang terkendali diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri bagi negara lain, seperti Singapura dan Malaysia yang menjadi segmen pariwisata untuk berkunjung ke Kepri.
Kendati demikian, Mendagri berharap, kedua negara tersebut termasuk negara tetangga lainnya bisa mengendalikan kasus pandemi agar tidak justru menularkan virus. Mendagri akan memantau tren kasus pandemi, baik di Kepri, Singapura, maupun Malaysia selama dua minggu mendatang. Apabila tren tersebut menunjukkan situasi terkendali, bukan tak mungkin semua pihak dapat saling percaya untuk membuka pembatasan mobilitas antarnegara.
Sebelumnya, Mendagri mengatakan, pada awal merebaknya pandemi, Kepri merupakan salah satu provinsi yang pertumbuhan ekonominya terpukul akibat pandemi selain Bali. Penyebabnya, dua daerah tersebut banyak mengandalkan sektor pariwisata. Sedangkan merebaknya pandemi membuat mobilitas terbatas, termasuk kunjungan turis mancanegara maupun domestik untuk berkunjung.
Dengan kondisi itu, tanpa mengesampingkan daerah lain, Presiden Joko Widodo memberikan perhatian terhadap penanganan pandemi di Provinsi Kepri. Salah satu langkahnya, yakni dengan memenuhi kebutuhan vaksinasi agar terbentuk kekebalan kelompok.
Walhasil, dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah pusat maupun seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kepri, kabupaten/kota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), beserta sejumlah pihak lainnya, saat ini Kepri menjadi provinsi dengan capaian vaksinasi tertinggi ketiga setelah DKI Jakarta dan Bali. (AS)
Bertahun-tahun Tak Kunjung di Perbaik, Selalu Banjir Dilingkungan Pemkab Bekasi
JIB | Kabupaten Bekasi- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi pada (12/1) siang membuat lingkungan perkantoran Pemkab Bekasi dilanda banjir, pasalnya penyerapan air dilingkungan tersebut sangat minim.
Salahsatu Satuan Pengamanan (Satpam) yang tidak mau disebutkan namanya menerangkan, setiap hujan tempat ini banjir bahkan sudah bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki.
“Soalnya yang saya tahu, lebih tinggi drainase dari pada tempat parkir, dan ini butuh Berjam jam untuk surut atau kering, ya begini pak kalau musim penghujan pasti banjir,” keluhnya.
Sementara, Ketua Lembaga Pemberatasan Korupsi Kabupaten Bekasi, Asep Saepullah mengatakan banjir ini diakibatkan lantaran drainase tersumbat sehingga air didepan gedung Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi tergenang oleh air.
“Bagaimana tidak banjir, saluran air dengan jalan tidak sepadan, ditambah drainase nampak tidak terurus,” keluhnya.
Dia menyebutkan, Plt Bupati Bekasi, H. Akhmad Marjuki tidak bisa mengatasi bencana banjir musiman diwilayah. Sebab, dikomplek perkantoran Pemda Bekasi pun belum bisa teratasi.
“Dari sini kita bisa menilai keseriusan pemangku jabatan tertinggi didaerah dalam menangani bencana musiman ini di Kabupaten Bekasi,” sebutnya.
Diketahui, genangan air di depan Gedung Bapenda Kabupaten Bekasi setinggi 20cm atau setara dengan mata kaki orang dewasa.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa mengatasi segera persoalan ini, sebelum kesiap siagaan banjir yang melanda diwilayah,” tandasnya (Bis).
Elysa Aura Ramadania (7 th) Mau Berangkat Mengaji Ketabrak Motor, Pendarahan Otak Bantu Donasi Untuk Biaya Operasi
JIB | KABUPATEN BEKASI – Aura Melawati (7 th), putri kedua dari Husni Mubarok dan Wulan Fitriani yang tinggal di Kampung Lebak, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengalami kecelakaan yang mengakibatkan pendarahan otak di bagian kepala kini membutuhkan biaya operasi hingga mencapai ratusan juta di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cikarang.
Salah satu keluarga, Nyai Halimah, menceritakan bahwa awal mula kejadian saat itu, Selasa (11/01/2022) ananda Aura hendak berangkat mengaji ke masjid sewaktu Magrib, saat menyebrang jalan tiba-tiba ia tertabrak sepeda motor (ojek online).
“Awalnya, Aura hanya terlihat luka memar bagian kaki dan tangan saja, sehingga si penabrak hanya memberikan sejumlah uang alakadarnya untuk bantu pengobatan urut tulang,” Ucap NH.
Masih keterangannya, “ketika mau istirahat, saat Aura minta ibunya menemani di kamar, Aura mengeluarkan darah dari hidung juga muntah darah. Seketika ibunya bergegas membawa Aura ke RS terdekat dan hasilnya katanya Aura mengalami pendarahan di otak dan harus segera di operasi,” terangnya.
Kini Aura masih di ruang ICU RS Mitra Keluarga Cikarang. “Semalam saja (Rabu malam, 12/01/2022) diberitahukan bahwa biayanya sudah mencapai 127 juta, bahkan pihak RS juga memberikan estimasi hingga bisa mencapai kurang lebih 200 jt,” Ungkapnya.
Diketahui, ayah ibu ananda Aura adalah keluarga yang berkehidupan sederhana. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga dan ayahnya hanya sebagai seorang buruh pabrik.
Kini pihak keluarga sangat membutuhkan biaya untuk kesembuhan ananda Aura. “Semoga Allah SWT memberikan pertolongan kepada kami, khususnya kepada ananda Aura agar ada orang-orang dermawan maupun pihak pemerintah yang mau membantu untuk kesembuhan Aura,” pintanya.
Bagi para dermawan yang hendak berdonasi bisa langsung transfer ke rekening atas nama ibunya : 71923009085 (Bank DKI) AN. WULAN FITRIANI, juga melalui kontak person : 0821 3473 3247 (Red)
Musrebang Desa Cicau Fokus Pembangunan Fisik
JIB | Cikarang pusat, – Kepala Maman, Desa Cicau Kecamatan Cikarang pusat mengadakan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2022 yang dilaksanakan di aula desa, pada Rabu (12/1/2022).
Kepala Desa Cicau mengatakan, saya berharap untuk musrembang ini bisa terlesasikan terutama pembangunan Sekolah secara bertahap bisa terleasasikan.
“Saya tidak mau desa cicau desa tertinggal seperti jalan -jalan lingkungan harus sudah di cor, di mana jenis usulan yang di ajukan untuk fisik sebanyak 142 titik, bidang pembinaan ke masyrakatan sebanyak 9 paket, bidang pemberdayaan masyarakat 9. paket,” ujarnya.
Lanjut, Mudah-mudahan yang telah kita ajukan dapat direalisasikan oleh Pemkab Bekasi di tahun 2022 melalui dinas-dinas terkait.
Di tempat yang sama Camat Serang Baru Mirtono Suherianto menegaskan, di Musrebang Desa Cicau ini kita jadikan berometer Musrebang Desa-desa lain, karena dari 8 desa kepala desa perempuan hanya desa Cilangkara Karena Musrenbangdes tahun 2022 ini, merupakan cikal bakal kegiatan pembangunan di tahun 2022.
“Ia mengajak kepada warga Desa Cilangkara untuk bermusyawarah, silahkan usulkan, yang terpenting jangan sampai usulan itu berbenturan antara APBDes dengan APBN serta APBD.” Jelasnya.
Masih kata Camat Mirtono. Usulkan saja, agar kegiatan pembangunan bisa berjalan sesuai ruulnya, karena tidak mungkin ujug-ujug, tiba-tiba atau secara mendadak ada kegiatan pembangunan tanpa diusulkan atau di ajukan di Musrenbangdes.
Kabiro Bekasi : Endang Prabu














